Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Studi Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Hipertensi dan Diabetes di Rumah Sakit Umum Sembiring Rahmi, Sofia; Rika Puspita Sari; Nurul Dahlia Harahap
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.102

Abstract

Interaksi obat yaitu adanya pengaruh dari pemberian zatu jenis atau lebih obat terhadap obat lain. Interaksi obat terjadi jika obat diberikan secara bersamaan atau hampir bersamaan. Di Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua interaksi obat sering terjadi khususnya bagi pasien penderita hipertensi dan diabetes. Interaksi yang terjadi sering menimbulkan masalah terkait obat (drug related problems). Obat yang diberikan secara bersamaan dapat meningkatkan toksisitas atau mengurangi efektivitas terutama jika obat tersebut memiliki indeks terapi sempit. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengamati adanya interaksi obat bagi pasien hipertensi dan diabetes di RSU Sembiring Deli Tua. Metode penelitian ini yaitu secara analisis deskriptif retrospektif yang diujikan pada 171 pasien yang tercatat di RSU Sembiring Deli Tua pada periode Januari-April 2025, teknik sampling yang digunakan yaitu menelusuri catatan rekam medik pasien diabetes tipe-2 dengan riwayat hipertensi. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat 150 potensi terjadinya interaksi yang terdiri dari 127 (74.27%) terjadi interaksi farmakodinamik, 23 (13.45%), interaksi farmakokinetik, dan 21 (12.28%) interaksi yang tidak diketahui. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya potensi interaksi obat bagi pasien penderita hipertensi dan diabetes di RSU Sembiring Deli Tua. Pasien banyak mendapatkan terapi lebih dari satu jenis obat. Interaksi yang terjadi berupa interaksi farmakodinamik dan interaksi farmakokinetik, interaksi obat yang paling banyak terjadi yaitu pada metformin dan amlodipin, potensi interaksi yang terjadi yaitu secara moderate dan mayor.
Utilization Of Ethanol Extract Of Wungu Leaf (Graptophyllum Pictum (L) Griff) Growing In The Pamah Deli Old Area As An Anti-Inflammatory Meilani, Debi; Miranda, Novia Anisa; Ardiani, Rani; Rahmi, Sofia; Yaturramadhan, Hasni
Indonesian Journal of Science and Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Science and Pharmacy
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/ijsp.v1i2.20

Abstract

Wungu leaves (Graptophyllum pictum (L) Griff) are often used as traditional medicine, contain several chemical compounds, including alkaloids, glycosides, steroids, saponins, tannins and flavonoids and chemical compounds, thought to have anti-inflammatory properties. The aim of this study was to utilize the ethanol extract of Wungu leaves that grow in the Pamah Deli Tua area, North Sumatra, as an anti-inflammatory. This study included characterization of simplicia, phytochemical screening and testing of the anti-inflammatory activity of the ethanol extract of Wungu leaves (EEDW). Measurement of rat leg volume induced by 1% λ-carrageenan using a plestimometer, observations were made every 30 minutes for 6 hours. This study used 5 treatment groups, namely group I was given 0.5% CMC suspension, group II was given diclofenac sodium at a dose of 4.5 mg/kg BW, group III was given EEDW at a dose of 100 mg/kg BW, group IV was given EEDW at a dose of 200 mg /kg BW, group V was given EEDW at a dose of 400 mg/kg BW. Inflammation percentage and inflammation inhibition percentage were calculated. Data were analyzed by Duncan to see whether or not there was a difference between the groups. The results showed that there were significant differences between the doses of 100, 200 and 400 mg/kg BW, but between the doses of 400 mg/kh BW and diclofenac sodium there were no significant differences. The percentage of inflammation at a dose of 400 mg/kg BW was 3,366 and the percentage of inflammation inhibition was 86,569%. The higher the dose of EEDW the more effective it is as an anti-inflammatory, and the dose of 400 mg/KgBB in rats is the optimum dose of EEDW as an anti-inflammatory.
STUDI POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DI INSTALASI RSU SEMBIRING DELI TUA Rahmi, Sofia; Marbun, Novarianti
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 01 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung merupakan suatu masalah kesehatan yang sifatnya progresif dengan angka morbilitas dan mortalitas yang tinggi di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Interaksi obat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi respon tubuh terhadap pengobatan. Interaksi obat dianggap penting secara klinis jika berakibat meningkatkan toksisitas dan atau mengurangi efektifitas obat yang berinteraksi sehingga terjadi perubahan pada efek terapi.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian restropektif-deskriptif dengan rancangan studi kasus. Penelitian restrofektif-deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau memaparkan tentang Interaksi Obat pada pasien Gagal Jantung Kongestif dengan penurunan curah jantung di RSU Sembiring Deli Tua. Deskripsi dilakukan secara sistematis dan lebih menekankan pada data faktual dari pada penyimpulan. Uji statistik yang akan digunakan adalah uji chi-squareHasil penelitian menunjukkan pasien yang mengalami gagal jantung mengalami interaksi obat saat penggunaan obat jantung. Pasien yang mengalami interaksi obat sebanyak 30 orang (75%) dan yang tidak mengalami interaksi obat 10 orang (25%). Pasien ada yang mempunyai penyakit komorbid dan ada yang hanya gagal jantung. Penderita gagal jantung 15 orang (37,5%), gagal jantung dan 1 penyakit komorbid 16 orang (40%), gagal jantung dan 2 penyakit komorbid 6 orang (15%) dan gagal jantung dengan 3 penyakit komorbid 3 orang (7,5%) Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya interaksi obat pasien gagal jantung karena adanya lebih dari 1 obat yang dikonsumsi.
FORMULASI NANOPARTIKEL DARI LIMBAH EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L.) DALAM BENTUK TEH SEDUHAN Rahmi, Sofia; Sari, Rika Puspita; Harahap, Nurul Dahlia; Siahaan, Jekson Martiar; Mega, Juli Yosa; Silalahi, Yosy Cinthya Eriwaty
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6263

Abstract

Limbah kulit nenas memiliki kandungan gizi karbohidrat, protein, gula reduksi, serat kasar dan air. Kulit nenas juga memiliki metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Spesifikasi dari senyawa flavonoid ekstrak kulit nenas yaitu senyawa kuersetin. Limbah kulit nenas jika dikonsumsi dalam bentuk rebusan kurang diminati karena berbau langu atau jamu. Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah kulit nanas menjadi sediaan nanopartikel dalam bentuk teh seduhan. Pembuatan nanopartikel ekstrak diawali dari pembuatan ekstrak dan kemudian dilakukan pencampuran dengan bahan kitosan serta NaTPP dengan perbandingan (1:1:1; 1:5:1 dan 1:10:1), kemudian dihomogenizer dengan kecepatan 4000 rpm selama 90 menit dan freeze drying selama 1x24 jam untuk mendapatkan nanopartikel kering. Dilakukan evaluasi sediaan seperti organoleptis, ukuran partikel, dan zeta potensial. Hasil yang pada organoleptis yaitu berwarna coklat, berbau khas dan berbentuk bubuk. Hasil ukuran partikel diperoleh F3 memiliki ukuran partikel terkecil (145,267±0.06) nm dan zeta potensial (30.27±0.12) mV. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu F3 (ekstrak:kitosan:NaTPP dengan perbandingan 1:10:1) memiliki hasil terbaik dibandingkan formula lainnya.