Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Variasi Temperatur terhadap Specific Fuel Consumption pada Proses Pengeringan Biji Kopi menggunakan Alat Rotary Dryer Berbahan Bakar Gas LPG Marambang, Alfi Yory; Sundari, Okta; Kholidah , Nurul; Bow, Yohandri; Effendy, Sahrul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.14909

Abstract

Metode pengeringan memungkinkan produk tetap berkualitas tinggi untuk waktu yang lebih lama. Salah satu metode alternatif untuk mengeringkan biji kopi adalah dengan menggunakan pengeringan jenis rotary. Rotary dryer merupakan salah satu perangkat yang sering digunakan dalam industri pengeringan yang terdiri dari tabung berputar yang dipanaskan dari luar, dan udara panas diarahkan ke dala m tabung untuk menguapkan kelembaban dari permukaan material yang berputar di dalamnya. Pada penelitian bertujuan untuk mengurangi kadar air pada biji kopi dengan nilai kadar air sesuai dengan standar SNI 01-2907:2008 yaitu sebesar 12,05%. Hasil dari penelitian ini didapatkan kadar air 12,05% pada temperatur 80oC pada waktu selama 300 menit, dengan laju pengeringan paling tinggi sebesar 1,063 kg/jam m2 dengan nilai Specific fuel Consumption (SFC) meningkat hingga 0,383 Kg/kWh.
Studi Pemanfaatan Char Batubara Kualitas Rendah Sebagai Material Pembuatan Baterai Sel Kering dengan Variasi Aktivator dan Elektrolit Dinda, Syahranie Kurnia; Sabila, Sabila; Putri, Amalia; Syarif, Aida; Effendy, Sahrul; Manggala, Agus; Septiana, Iriani Reka
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i3.1247

Abstract

Indonesia menjadi negara dengan cadangan batubara terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Namun, 68% batubara memiliki nilai keekonomian yang rendah sejalan dengan kuali-tasnya. Untuk peningkatan mutu dan nilai keekonomiannya terciptalah program hilirisasi batubara guna menganalisis potensi dan menciptakan diversifikasi batubara sebagai energi alternatif. Baterai menjadi salah satu pilihan alternatif penyimpanan energi yang aman dan mudah. Pada penelitian ini, digunakan batubara lignit sebagai bahan baku pasta baterai dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari aktivator dan larutan el-ektrolit terhadap daya baterai yang dihasilkan. Sebelum menjadi bahan baku baterai sel kering, batubara lignit akan melalui proses pirolisis guna mengurangi kadar air (moisture) dan kadar zat terbang (volatile matter). Char batubara hasil pirolisis diaktivasi menggunakan larutan KOH 10%, 11% dan 12%. Char pirolisis yang tidak diaktivasi mempunyai bilangan iodine sebesar 735,19 dan bilangan iodine tertinggi terdapat pada char pirolisis yang teraktivasi KOH 12% yaitu sebesar 2.085,29. Masing-masing char ba-tubara teraktivasi divariasikan dengan larutan elektrolit berupa NaOH 0,1 M, 0,5 M dan 1 M. serta H2SO4 0,1 M, 0,5 M dan 1 M. Angka tertinggi diperoleh dari baterai dengan char ter-aktivasi KOH 12% dan elektrolit NaOH 1,5 M, yaitu tegangan 1,372 V dan arus 7,91 mA. Sedangkan angka terendah diperoleh dari char yang tidak teraktivasi dengan elektrolit H2SO4 0,5 M, yaitu tegangan 0,447 V dan arus 0,19 mA.
Studi Optimasi Kinerja Sistem Pengeringan Berbasis Panel Surya Ditinjau dari Laju Pengeringan dan Efisiensi Termal Wijaya, Agung; Prasetyatama, Bintang Tegar; Anugrah, Muhammad Rizki; Saputra, Diego; Daniar, Rima; Kholidah, Nurul; Effendy, Sahrul; Febriana, Ida; Manggala, Agus
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i3.1249

Abstract

Energi surya merupakan sumber daya terbarukan yang memiliki banyak potensi untuk digunakan. Dalam pemanfaatannya, energi surya dapat dikonversi menjadi energi listrik melalui panel surya. Salah satu distribusi energi listrik dari panel surya adalah penggunaan oven tenaga surya. Oven tenaga surya adalah alternatif yang efisien karena dapat mengatur stabilisasi suhu pengeringan, mengurangi resiko kontaminasi dari lingkungan dan ramah lingkungan karena mengurangi konsumsi energi dari sumber konvensional. Peralatan utama yang digunakan terdiri dari serangkaian alat pembangkit listrik tenaga surya dengan panel Monocrytaline dan Polycrytaline. Penelitian dimulai dengan mempersiapkan panel listrik dengan dijemur dibawah terik matahari untuk pengisian energi pada aki panel. Aki panel yang telah terisi penuh digunakan penyimpan energi selama proses pengeringan. Bahan akan dikeringkan pada variasi suhu 40oC, 50oC dan 60oC. Pada suhu 40°C, efisiensi termal tercatat sebesar 65,94%, dan meningkat menjadi 68,10% pada suhu 50°C, lalu mencapai 68,84% pada suhu 60°C.