Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMANFAATAN BEE BREAD SEBAGAI SUPLEMEN PENINGKAT IMUNITAS TUBUH PADA KELOMPOK TANI TRIGONA DI KECAMATAN RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Uslinawaty, Zakiah; Rosmarlinasiah, Rosmarlinasiah; Pujirahayu, Niken; Hadjar, Nurhayati; Nikoyan, Anas
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 2, No 3 (2021): OKTOBER
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.466 KB) | DOI: 10.52423/anoa.v2i3.21599

Abstract

Lebah Trigona telah lama dibudidayakan oleh masyarakat di Kecamatan Ranometo, salah satunya adalah Kelompok Tani Hutan Meohai desa Onewila Kecamatan Ranoometo Kabupaten Konawe selatan Sulawesi Tenggara. Selama ini anggota KTH memanfaatkan lebah trigona hanya untuk produksi madu, sementara Trigona selain menghasilkan madu juga ada propolis dan bee bread. Bee bread memiliki khasiat sebagai Antimikroba, antioksidan, hepatoprotektif, aktivitas kemopreventif dan antikarsinogenik, antiaterosklerotik, antiinflamasi, antialergenik, dan imunomodulator. Oleh karena itu kegiatan PKM Internal UHO melakukan sosialiasi dan pengolahan produk bee bread menjadi suplemen kesehatan dalam bentuk bubuk dan cair. Hasil dari kegiatan ini adalah Hasil dari kegiatan PKM internal ini anggota kelompok tani mengetahui manfaat bee bread dan mampu mengolah bee bread mejadi produk suplemen dalam bentuk bubuk dan cair dengan pengemasan dalam kapsul maupun dalam botol.
Pengembangan Kegiatan Ekoeduwisata Melalui Pemberdayaan Masyarakat Dan Rehabilitas Ekosistem Mangrove Di Desa Sawapudo Kabupaten Konawe Midi, La Ode; Muhammad Erif, La Ode; Leomo, Sitti; Arif, Asrianti; Hadjar, Nurhayati; Siti Nur Alam, Wa Ode; Cipta Ramadhan Kete, Surya; Rahmatiah Tuwu, Eka
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 : Mei (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawapudo Village, known for its unique coastal features including beaches, karst cliffs, and mangrove vegetation, holds tourism potential. However, a lack of wise management has led to degradation, including mangrove loss and over-exploitation of rare species. Community involvement is crucial for sustainable management. Through Integrated Thematic Community Services in July-August 2019, efforts were made to address these issues. The activities aimed to educate the community on tourism village management, improve local skills in souvenir making, and enhance digital presence through website creation and social media management. Proposed solutions included institutional strengthening, greening tourism spots, promoting IT-based tourism, producing eco-friendly souvenirs, and establishing a village website. These initiatives aim to boost the local economy and position Sawapudo as a natural tourism destination.
Pemberdayaan KTH Perpustakaan Hutan Dalam Pengolahan Ubi Hutan di Desa Liwumetingki Hamzah, Awaluddin; Hamzah, Nurnaningsih; Hadjar, Nurhayati
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 6 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.436

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam pengolahan ubi hutan di Desa Liwumetingki melalui penguatan kapasitas dan penerapan teknologi inovatif untuk detoksifikasi. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pencucian hingga 30%, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi pencemaran air sungai. Selain itu, pengolahan ubi hutan menjadi produk bernilai tambah seperti keripik dan tepung telah meningkatkan prospek ekonomi masyarakat desa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% anggota KTH melaporkan peningkatan keterampilan dalam pengolahan hasil hutan. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi di dalam komunitas melalui pendekatan partisipatif untuk memaksimalkan keterlibatan dan berbagi pengetahuan di antara anggota. Kegiatan pengabdian ini merekomendasikan perlunya dukungan berkelanjutan dalam bentuk akses modal dan pasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan demikian, pengolahan ubi hutan tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan pangan lokal. Namun, tantangan seperti biaya awal pembangunan infrastruktur dan akses pasar masih menjadi kendala yang harus diatasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah dan mitra swasta untuk memperluas dampak program dan memastikan keberhasilannya dalam jangka panjang.
Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Media Taman Tanaman Multi Propose Tree Species (MPTS) pada Kelompok Tani Bukit Hijau : Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Media Taman Tanaman Multi Propose Tree Species (MPTS) pada Kelompok Tani Bukit Hijau Bana, Sahindomi; Nurchayani, Yeni Widyana; Indriyani, Lies; Hadjar, Nurhayati; Pujirahayu, Niken; Basruddin, Basruddin; Rosmarlinasiah, Rosmarlinasiah; Lade Ahmaliun, Lade Ahmaliun; Hamzah, Nurnaningsih; Sakti, Abdul; Kabe, Abigael; Putri , Sarwinda Intan
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/icomes.v5i1.41553

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penyediaan bibit MPTS (Multy Purpose Tree Species) yang berkualitas, melalui pemberian materi dan demonstrasi pembuatan media tanam yang tepat. Materi yang disampaikan oleh Dr. Basruddin, SP., M.Si., dan Dr. Ir. Yenni Widyana Nurchahyani Ratnaningrum, S.Hut., M.Sc., mencakup pentingnya media tanam yang optimal, seperti komposisi pasir, tanah, dan kompos, serta peran petani dalam memastikan bibit yang sehat dan bebas penyakit. Demonstrasi ini melibatkan penyusunan campuran media tanam yang tepat, serta pemindahan bibit ke dalam kantong polibag. Teknik-teknik yang disampaikan bertujuan untuk mendukung pertumbuhan bibit yang kuat dan sehat, yang nantinya dapat ditanam di lokasi rehabilitasi. Dengan pengetahuan yang diperoleh, petani diharapkan dapat meningkatkan kualitas bibit dan mendukung keberhasilan program rehabilitasi serta pemulihan ekosistem secara berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam usaha menghasilkan bibit berkualitas untuk tujuan rehabilitasi lahan dan konservasi alam.
Characteristics of the composition of stingless bee bread with health benefits originating from the Kulisusu Subdistrict, North Buton Regency Uslinawaty, Zakiah; Pujirahayu, Niken; Rosmarlinasiah, Rosmarlinasiah; Hadjar, Nurhayati; Kabe, Abigael; Hendri, Hendri
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 3: September 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2057

Abstract

This study aims to determine the chemical composition of stingless bee bread from Kulisusu District, Buton Utara Regency. Meanwhile, this research aims to obtain information on the composition of stingless bee bread and the source of nectar, and pollen from Kulisusu District, Buton Utara Regency. The research took place from October to November 2021. Bee Bread samples were taken from beehives in the Forest of Kulisusu District, Buton Utara Regency. Determination of the chemical components of Bee Bread using a spectrophotometer in the Biomedical Laboratory, Faculty of Medicine, Halu Oleo University. The results showed that there were two types of stingless bees, namely Tetragomula sapiens and Tetragomula biroi. 14 types of plants have been identified as food sources for stingless bees. The chemical composition of Bee Bread is the average protein content of T, sapiens is 27.00% and T, biroi is 12%. The average carbohydrate content of T, sapiens is 45.57%, and T, biroi is 58.11%. on the average polyphenol content of T, sapiens is 9.88%, and T, biroi is 22.56%.
Pemberdayaan KTH Perpustakaan Hutan Dalam Pengolahan Ubi Hutan di Desa Liwumetingki Hamzah, Awaluddin; Hamzah, Nurnaningsih; Hadjar, Nurhayati
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 6 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.436

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam pengolahan ubi hutan di Desa Liwumetingki melalui penguatan kapasitas dan penerapan teknologi inovatif untuk detoksifikasi. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pencucian hingga 30%, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi pencemaran air sungai. Selain itu, pengolahan ubi hutan menjadi produk bernilai tambah seperti keripik dan tepung telah meningkatkan prospek ekonomi masyarakat desa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% anggota KTH melaporkan peningkatan keterampilan dalam pengolahan hasil hutan. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi di dalam komunitas melalui pendekatan partisipatif untuk memaksimalkan keterlibatan dan berbagi pengetahuan di antara anggota. Kegiatan pengabdian ini merekomendasikan perlunya dukungan berkelanjutan dalam bentuk akses modal dan pasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan demikian, pengolahan ubi hutan tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan pangan lokal. Namun, tantangan seperti biaya awal pembangunan infrastruktur dan akses pasar masih menjadi kendala yang harus diatasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah dan mitra swasta untuk memperluas dampak program dan memastikan keberhasilannya dalam jangka panjang.
Introduksi teknologi budidaya lebah madu bagi Masyarakat Desa Matabaho Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan Rosmarlinasiah, Rosmarlinasiah; Nur, Hafidah; Hadjar, Nurhayati; Marwah, Sitti; Uslinawaty, Zakiah; Laksananny, Satya Agustina; Aziz, Afdal; FM, Johnny
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024874

Abstract

Desa Matabaho merupakan wilayah kepulauan kaya sumberdaya lebah madu seperti lebah bersengat Apis dorsata Binghamii dan lebah tak bersengat Trigona sp.  Sumberdaya lebah madu yang melimpah memberikan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat jika dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Permasalahan muncul di wilayah tersebut bahwa teknik berbudidaya lebah Trigona belum diketahui sehingga hasil lebah terbuang percuma.  Diperlukan pendampingan bagaimana membudidayakan lebah Trigona.  Metode pendampingan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara.  Hasil pendampingan menunjukkan masyarakat sangat antusisas mengikuti kegiatan pendampingan.  Semua peserta meningkat pengetahuan tentang teknik budidaya lebah Trigona sp.
Bimbingan teknis penanganan benih Jabon Merah bagi pengelola persemaian permanen Anduna BPDAS sampara Tuheteru, Faisal Danu; Husna, Husna; Asnani, Asnani; Kabe, Abigael; Hadjar, Nurhayati; Hamzah, Nurnaningsih; Zainun, Mariana; Resi, Resi; Ahsoni, Aziz; Nurdin, Wiwin Rahmawati; Laksanany, Satya Agustina
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024815

Abstract

Penanganan benih jabon merah oleh pengelola persemaian permanen Anduna, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara masih terbatas. Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan pengetahuan para pengelola melalui bimbingan teknis. Tujuan pelaksanaan bimbingan teknis adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas pengelola persemaian permanen tentang ekstraksi dan perkecambahan benih jabon merah. Bimtek ini telah dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2024 bertempat di Persemaian permanen Anduna, Konawe Selatan dengan jumlah peserta 30 orang. Metode yang digunakan dalam program ini adalah metode Technology Transfer. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan kapasitas pengelola persemaian terkait pengenalan jabon merah, teknik ekstraksi dan perkecambahan benih jabon merah. Selain itu, tersedia benih jabon merah untuk kebutuhan produksi bibit jabon merah di persemaian permanen BPDAS Sampara.han produksi bibit jabon merah di persemaian permanen BPDAS Sampara.Abstarct. Handling of red jabon seedlings by managers of the Anduna permanent nursery, South Konawe, Southeast Sulawesi is still limited. Therefore, efforts are needed to increase managers' knowledge through technical guidance. The aim of implementing technical guidance is to increase the knowledge and capacity of permanent nursery managers regarding extraction and germination of red jabon seeds. This technical guidance was carried out on 11 May 2024 at the Anduna permanent nursery, South Konawe with a total of 30 participants. The method used in this program is the Technology Transfer method. The results of the service show an increase in the knowledge and capacity of nursery managers regarding the introduction of red jabon, extraction techniques and germination of red jabon seeds. Apart from that, red jabon seeds are also available for the production of red jabon seedlings at the BPDAS Sampara permanent nursery.
ANALISIS KELAYAKAN AIR TERJUN MANTOWU SEBAGAI WISATA ALAM DI WILAYAH KPHP UNIT II LASALIMU, SULAWESI TENGGARA Arniawati, Arniawati; Karim, Jufri; Hadjar, Nurhayati; Nikoyan, Anas; Arafah, Nur; Bana, Sahindomi; Gandri, La; Ahmaliun, Lade; Hafidah Nur
Jurnal Belantara Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v7i1.970

Abstract

The challenge of the Production Forest Management Unit (KPHP) Unit II Lasalimu as a forest management unit at the site level is the management of forests that can support community welfare and increase state foreign exchange. Mantowu Waterfall is one of the tourist destinations in the KPHP Unit II Lasalimu area which is administratively located in Pasarwajo District, Buton Regency. The development of Mantowu Waterfall as a natural tourism needs to be supported by a feasibility analysis. This study aims to analyze the feasibility of Mantowu Waterfall as a natural tourist attraction. The research was conducted through data collection, observation, interviews, Focus Group Discussion. Data analysis using the Guidelines for Analysis of the Operation Area of Natural Tourism Objects and Attractions (ADOODTW) modified based on natural attractions. The results showed that Mantowu waterfall is worth developing with a value of 67.72%. The greatest value is obtained from the attractiveness indicator owned by the waterfall but not supported by infrastructure and accommodation. In addition, the socio-economic condition of people with low welfare levels is a challenge for the development of Mantowu Waterfall as a natural tourist attraction. Involvement of society as a subject to creating an independent productive society.
Pemberdayaan KTH Perpustakaan Hutan Dalam Pengolahan Ubi Hutan di Desa Liwumetingki Hamzah, Awaluddin; Hamzah, Nurnaningsih; Hadjar, Nurhayati
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 6 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.436

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam pengolahan ubi hutan di Desa Liwumetingki melalui penguatan kapasitas dan penerapan teknologi inovatif untuk detoksifikasi. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pencucian hingga 30%, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi pencemaran air sungai. Selain itu, pengolahan ubi hutan menjadi produk bernilai tambah seperti keripik dan tepung telah meningkatkan prospek ekonomi masyarakat desa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% anggota KTH melaporkan peningkatan keterampilan dalam pengolahan hasil hutan. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi di dalam komunitas melalui pendekatan partisipatif untuk memaksimalkan keterlibatan dan berbagi pengetahuan di antara anggota. Kegiatan pengabdian ini merekomendasikan perlunya dukungan berkelanjutan dalam bentuk akses modal dan pasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan demikian, pengolahan ubi hutan tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan pangan lokal. Namun, tantangan seperti biaya awal pembangunan infrastruktur dan akses pasar masih menjadi kendala yang harus diatasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah dan mitra swasta untuk memperluas dampak program dan memastikan keberhasilannya dalam jangka panjang.