Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN AIR TERJUN MANTOWU SEBAGAI WISATA ALAM DI WILAYAH KPHP UNIT II LASALIMU, SULAWESI TENGGARA Arniawati, Arniawati; Karim, Jufri; Hadjar, Nurhayati; Nikoyan, Anas; Arafah, Nur; Bana, Sahindomi; Gandri, La; Ahmaliun, Lade; Hafidah Nur
Jurnal Belantara Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v7i1.970

Abstract

The challenge of the Production Forest Management Unit (KPHP) Unit II Lasalimu as a forest management unit at the site level is the management of forests that can support community welfare and increase state foreign exchange. Mantowu Waterfall is one of the tourist destinations in the KPHP Unit II Lasalimu area which is administratively located in Pasarwajo District, Buton Regency. The development of Mantowu Waterfall as a natural tourism needs to be supported by a feasibility analysis. This study aims to analyze the feasibility of Mantowu Waterfall as a natural tourist attraction. The research was conducted through data collection, observation, interviews, Focus Group Discussion. Data analysis using the Guidelines for Analysis of the Operation Area of Natural Tourism Objects and Attractions (ADOODTW) modified based on natural attractions. The results showed that Mantowu waterfall is worth developing with a value of 67.72%. The greatest value is obtained from the attractiveness indicator owned by the waterfall but not supported by infrastructure and accommodation. In addition, the socio-economic condition of people with low welfare levels is a challenge for the development of Mantowu Waterfall as a natural tourist attraction. Involvement of society as a subject to creating an independent productive society.
Pemberdayaan KTH Perpustakaan Hutan Dalam Pengolahan Ubi Hutan di Desa Liwumetingki Hamzah, Awaluddin; Hamzah, Nurnaningsih; Hadjar, Nurhayati
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 6 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.436

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam pengolahan ubi hutan di Desa Liwumetingki melalui penguatan kapasitas dan penerapan teknologi inovatif untuk detoksifikasi. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pencucian hingga 30%, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi pencemaran air sungai. Selain itu, pengolahan ubi hutan menjadi produk bernilai tambah seperti keripik dan tepung telah meningkatkan prospek ekonomi masyarakat desa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% anggota KTH melaporkan peningkatan keterampilan dalam pengolahan hasil hutan. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi di dalam komunitas melalui pendekatan partisipatif untuk memaksimalkan keterlibatan dan berbagi pengetahuan di antara anggota. Kegiatan pengabdian ini merekomendasikan perlunya dukungan berkelanjutan dalam bentuk akses modal dan pasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan demikian, pengolahan ubi hutan tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan pangan lokal. Namun, tantangan seperti biaya awal pembangunan infrastruktur dan akses pasar masih menjadi kendala yang harus diatasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah dan mitra swasta untuk memperluas dampak program dan memastikan keberhasilannya dalam jangka panjang.