Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Islamic Educational Values in Naqsyabandiyah Thoriqot Jabal Kubis Damanik, Muhammad Zein; Mukti, Abd; Arsyad, Junaidi
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.1721

Abstract

This study  investigates Thoriqot Naqsyabandiyah Jabal Kubis in Batu Bara, Indonesia, and current Islamic education. It addresses the shortcomings of modern education that prioritizes cognitive accomplishment over faith, ethics, and spirituality. The study examines how the thoriqot promotes morality and character development as a non-formal educational institution. In-depth interviews with congregants, firsthand observation of suluk ceremonies, and thoriqot documentation were used to obtain descriptive qualitative data. The findings show three educational dimensions: faith reinforcement through zikir and wirid, worship discipline through communal prayers, sunnah fasting, and suluk training, and moral development through humility, patience, and ukhuwah with mursyid guidance. These findings show that thoriqot institutionalizes spiritual activities as systematic education, transcending its status as a Sufi ritual tradition. Unlike previous studies that focused on Sufism's theology or history, this study emphasizes thoriqot's educational roles as an alternative character education paradigm. The study confirms its significance to national education goals, particularly in developing faith, piety, and noble values and building resilience to modern social issues. Thus, Thoriqot Naqsyabandiyah Jabal Kubis contributes uniquely to Islamic education studies by showing how regional Sufi traditions can be contextualized into a holistic character education model for modern society.
Pembinaan Mutu Dayah oleh UPTD Dayah Aceh Tenggara Salam, Sufian Husni; Mukti, Abd; Nahar, Syamsu
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4386

Abstract

Keberadaan dayah tidak lagi sebagai lembaga pendidikan Islam klasik di masyarakat, tetapi dayah menjadi mitra pemerintah untuk menguatkan syariat Islam agar terimplemenasi di Aceh. Hal inilah yang melahirkan lembaga Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh sebagai kepedulian pemerintah agar dayah menjadi lebih bermutu dalam sentuhan manajemen modern. Pada tahap selanjutnya lembaga BPPD Aceh berubah dan berkembang menjadi Dinas Dayah Aceh sehingga keberadaan dayah semakin mendapat perhatian pemerintah Aceh. Pada pelaksanaannya di Aceh Tenggara terjadi pengembangan lembaga dalam pembinaan pesantren. Dinas dayah di Aceh sedangkan di Kabupaten menjadi UPTD dayah. Disinilah yan menjadi pembahasan khusus terhadap pembinaan dayah Aceh, dimana UPTD Dayah Aceh Tenggara itu sendiri di bawah nauangan Dinas Syariat Islam. Penelitian dalam artikel ini menggunakan meetode pendelitian kualitatif dengan pendekatan fonomenologi. Hasil penelitian ditemukan bahwa keberadaan dayah di Aceh Tenggara telah ada sejak lama, tetapi secara formal pembinaan masih pada kasi PD& Pontren. Setelah lahirnya Qanun aceh yang melahirkan Dinas Dayah maka dayah telah memiliki payung hukum. Di Aceh Tenggara dayah masih di bawah naungan UPTD Dayah yang dibahwa Dinas Syariat Islam. Tetapi dalam pembinaan dayah berkoordinasi langsung terhadap Dinas Dayah Provinsi Aceh. Dalam hal ini dalam pembinaan mutu dayah Aceh Tenggara, maka UPTD Aceh Tenggara melakukan pembinaan di bidang pembinaan SDM, Kurikulum, sarana dan prasarana, manajemen dan pembinaan ekonomi. Pembinaan dayah memiliki peran yang penting dalam pembentukan akhlak masyarakat, hal ini karena keberadaan dayah di tengah masyarakat dan alumni dayah merupakan bagian dari masyarakat.