Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Formulasi dan Uji Fisik Ekstrak Biji Alpukat (Persea aericana Mill) dengan Cangkang Telur Sebagai Body Scrub Fahamsya, Arifina; Listina, Osie
Usadha Vol 2 No 2 (2023): Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/usadha.v2i2.7478

Abstract

Avocado seeds contain secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and vitamin E, which are beneficial for skin care. A body scrub is a skin care preparation in the form of a liquid emulsion consisting of an oil phase and an aqueous phase, combined with abrasive particles that function to moisturize, cleanse skin pores, remove dead skin cells, and serve as a carrier for active compounds into the skin. This study aims to formulate a body scrub containing ethanol extract of avocado seeds that meets physical quality requirements and to determine its irritation potential. The ethanol extract of avocado seeds was obtained through maceration and remaceration methods. Four formulations were prepared: F0 (base), F1 (1%), F2 (5%), and F3 (10%). Physical evaluations included organoleptic testing, pH measurement, homogeneity, spreadability, adhesiveness, viscosity, and irritation testing. The results showed that the formulated body scrub met the physical quality requirements, with irritation scores ranging from 0.3 to 1.3, indicating very mild to mild irritation.
OPTIMASI EFEK ANALGETIK SIRUP EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea Indica (L.) Less.) TERHADAP MENCIT JANTAN PUTIH (Mus Musculus) DENGAN METODE RANGSANG PANAS Listina, Osie
Usadha Vol 1 No 2 (2022): Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beluntas plants generally grow wild in dry areas and have enormous benefits in treatment such as eliminating body odor, increasing appetite, overcoming pain and reducing fever. Beluntas leaves contain flavonoids which help the process of relieving pain. Pain is an uncomfortable sensory and emotional feeling related to (threatening) tissue damage. This study aimed to determine whether there is an analgesic effect of beluntas leaves extract syrup. This study was experimental using 25 mice which were divided into 5 groups. The negative control group was given aquades, positive control group was given paracetamol, and 3 experimental groups were given beluntas leaves extract syrup, each with a dose of 150mg/kgBB, 300 mg/kgBB, and 600mg/kgBB. Testting of analgesic effect was conducted by giving pain to test animals, in the form of hot stimulus with temperature of 550C. The response of the mice observed was the licking of the feet and or jumping. Observations were made for 1 minute. Observations were made before giving the test substance, and then successively in the 30, 60, 90, and 120 minutes after administration of the test substance. The results showed the number of responses to pain stimuli in the group of mice given beluntas leaves extract syrup began to decline in the 30 minute and continued to give effect in the 60 minute. In the 90th minute the analgesic effect began to decline, but it still showed the analgesic effect.At the second and third concentrations (300mg/kgBW : 600mg/kgBW) syrup of beluntas leaf extract (Pluchea indica (L.) Less.) had the best analgesic effect.
Efektivitas Antibakteri Sediaan Susu Pembersih(Milk cleanser) Ekstrak Ranting Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli) terhadap Propionibacterium acne Qomah, Isti; Rejeki, Desi Sri; Listina, Osie
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 1 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i1.590

Abstract

Ranting tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Kandungan metabolit sekunder yang dimiliki ranting patah tulang meliputi flavonoid, steroid, dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan milk cleanser dengan ekstrak etanol ranting tanaman patah tulang dan menguji aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 5,10, dan 15% terhadap pertumbuhan Propionibacterium acne. Metode penelitian aktivitas bakteri terhadap Propionibacterium acne dilakukan dengan metode sumuran. Hasil penelitian ranting tanaman patah tulang mengandung senyawa saponin, tannin, alkaloid dan flavonoid. Ekstrak memenuhi kadar air 4,5% dan kadar abu total 0,15%. Hasil aktivitas antibakteri milk cleanser ekstrak ranting tanaman patah tulang mampu menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne dengan konsentrasi F1(5%) daya hambat sedang, konsentrasi F2 (10%) daya hambat kuat dan konsentrasi F3 (15%) daya hambat sangat kuat. Berdasarkan uji One Way Anova pada ekstrak ranting tanaman patah tulang memiliki nilai signifikansi 0,000 dimana nilai F hitung > F tabel atau 216,706 > 4,07. Sedangkan pada uji sediaan milk cleanser memiliki nilai signifikansi 0,000 dimana nilai F hitung > F tabel atau 568,300 > 4,07. Sehingga hipotesis diterima yang berarti ada pengaruh perbedaan daya hambat milk cleanser ekstrak ranting tanaman patah tulang.
SISTEMATIC REVIEW: TEKNOLOGI PEMANFAATAN LIMBAH DAN SAMPAH SAYURAN MELALUI PROSES SILASE Listina, Osie; Purwatih, Eti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v16i2.871

Abstract

Limbah sayuran (sayuran yang tidak laku dijual, residu pengolahan, serta limbah buah dan sayuran/FVW) merupakan sumber biomassa berair yang cukup besar namun sangat mudah rusak. Ensilasi muncul sebagai strategi preservasi yang menjanjikan karena memungkinkan pemanfaatan limbah ini baik sebagai pakan ruminansia maupun sebagai substrat produksi bioenergi (biogas), sekaligus mengurangi akumulasi limbah organik. Tinjauan sistematis ini mensintesis studi yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025, dengan fokus pada: (1) metode ensilasi limbah sayuran, (2) kualitas fermentasi dan komposisi nutrisi silase, (3) peran aditif termasuk bakteri asam laktat (BAL) dan agen kimia, (4) dampak terhadap performa hewan dan biodegradabilitas untuk produksi biogas, serta (5) risiko mikrobiologis dan terkait kelembapan. Bukti menunjukkan bahwa limbah sayuran dapat diensilasi secara aman dan efektif, terutama bila menggunakan strategi ko-ensilasi dengan sumber serat kering, aplikasi inokulan atau aditif pengikat gula, serta pengendalian kelembapan yang tepat. Aplikasinya meliputi nutrisi ternak dan pretreatment biogas. Namun demikian, sebagian besar data yang tersedia masih berasal dari eksperimen skala laboratorium atau mini-silo, sementara validasi jangka panjang pada skala lapangan masih terbatas.
PENGENALAN APOTEKER CILIK PADA SISWA SD SEKOLAH ALAN ANANDA MANDIRI KABUPATEN TEGAL Fahamsya, Arifina; Listina, Osie; Garna, Lailiana; Nida, Shofa Khoirun; Musrifah, Musrifah; Fahamsya, Arini
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 5 No 1 (2024): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v5i1.644

Abstract

Pengenalan Apoteker sebagai salah satu profesi di bidang kesehatan yang memiliki keahlian pada obat dan informasi obat, namun masyarakat banyak yang belum mengetahui profesi tersebut. Pengabdian dilakukan dengan metode sosialisasi dan edukasi beserta dengan alat peraga kepada siswa kelas 3 dan 4 SD Sekolah Alam Ananda Mandiri. Materi yang disampaikan berupa materi pengenalan profesi apoteker dan pengenalan bentuk sediaan obat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan profesi apoteker dan memastikan obat-obatan diminum dengan benar sehingga dapat menangani penyakit dengan baik dan meningkatkan kualitas hidup. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan ini sehingga terjadi perubahan pengetahuan siswa terkait profesi apoteker dan penggunaan obat. Edukasi seperti ini perlu dilakukan peningkatan dengan jumlah peserta yang lebih banyak dari berbagai macam sekolah sehingga akan memberikan dampak positif semakin banyak siswa tingkat sekolah dasar mengetahui cara penggunaan obat dengan tepat.
PENDAMPINGAN KADER PPKBD DAN KELOMPOK MASA PRAKONSEPSI DESA SURAJAYA KECAMATAN PEMALANG MEWUJUDKAN GENERASI BEBAS STUNTING Listina, Osie; Cahyanta, Agung Nur; Oktiawati, Anisa; Ayundari, Sukma Marifat; Azam, Rizki Restiana
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 5 No 2 (2024): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v5i2.738

Abstract

Permasalahan utama mitra adalah bagaimana bentuk pendampingan Kader PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) terkait upaya percepatan penurunan angka stunting dan bagaimana cara memberikan edukasi dan konseling kepada kelompok masa prakonsepsi di Desa Surajaya dalam menyiapkan kehamilan yang sehat untuk mencegah stunting. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan Kader PPKBD terkait upaya percepatan penurunan angka stunting khususnya di Desa Surajaya dengan mengolah dan memproduksi, makanan tambahan yang kaya gizi untuk balita stunting dan memberikan edukasi serta konseling dengan melakukan “Kampanye Keluarga Hebat” kepada kelompok masa prakonsepsi atau remaja calon pengantin. Metode yang dilakukan dengan lima tahapan kegiatan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi (pelatihan dan edukasi), pendampingan dan evaluasi kegiatan, serta keberlanjutan program. Hasil analisis data diperoleh bahwa konsep stunting vs faktor risiko melahirkan anak stunting memiliki sig 0.000 (artinya kurang dari 0,05) menandakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan terkait stunting dengan pengetahuan responden terhadap pertanyaan terkait konsep stunting, faktor risiko melahirkan anak stunting, perencanaan kehamilan, dan sanitasi dan higienitasi setelah dilakukan penyuluhan.
ANALISIS KADAR NATRIUM SIKLAMAT PADA MINUMAN CAPPUCCINO PEDAGANG KAKI LIMA DAN KAFE DI KABUPATEN TEGAL Fahamsya, Arifina; Listina, Osie; Apriliani, Isna
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i1.510

Abstract

Perkembangan industri makanan dan minuman di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Munculnya industri cappuccino sangat pesat akhir-akhir ini dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan konsumen, salah satu penyebabnya karena minuman cappuccino memiliki bahan tambahan pemanis sintesis dari natrium siklamat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan kadar natrium siklamat dalam minuman cappuccino pedagang kaki lima (A, B, C) dan Kafe (X, Y, Z) dengan metode HPLC sehingga dapat menetapkan kadar sesuai dengan peraturan BPOM atau melebihi batas maksimum. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan HCl, BaCl2, dan NaNO2 yang ditandai dengan terbentuknya endapan berwarna putih setelah dipanaskan dan kromatografi lapis tipis (KLT), dimana ditandai dengan adanya nilai Rf yang sama antara larutan pembanding dengan sampel. Pada analisis kuantitatif dilakukan dengan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) untuk mengetahui kadar natrium siklamat, dengan keadaan alat kolom ODS C-18, fase gerak metanol dan akuades (70:30), panjang gelombang 268 nm, laju alir 1 mL/menit dan volume injeksi 20 μL. Hasil penelitian terhadap sampel pedagang kaki lima dan kafe menunjukkan sampel A mengandung natrium siklamat sebesar 0,00038 gram/1000 mg. Sampel B 0,0214 gram/1000 mg. Sampel C 0,0145 gram/1000 mg. Sampel X 0,00004 gram/1000 mg. Sampel Y 0,00029 gram/1000 mg. Sampel Z 0,00002 gram/1000 mg.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN PADA WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI APOTEK SURANA KECAMATAN KEDUNGWUNI TAHUN 2023 Listina, Osie
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i1.612

Abstract

Waktu tunggu pelayanan resep menggambarkan tingkat efisiensi dan efektifitas petugas farmasi dalam pengerjaan resep, waktu tunggu yang lama dapat menjadi salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan pasien Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu tunggu pelayanan obat dengan kepuasan pasien di Apotek Surana Penelitian ini merupakan Penelitian kuantitatif pengambilan sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi 90 responden. Metode pengambilan datanya menggunakan kuesioner dan stopwatch. Analisis datanya menggunakan uji chicsquare. Hasil Penelitian ini menunjukan rata rata waktu tunggu resep racikan 10 menit dan resep non racikan 7,4 menit serta rata rata tingkat kepuasan pelayanan pasien nya 84,7% ini menunjukan pelayanan Apotek Surana sudah baik. Hasil analisis menunjukan ada hubungan waktu tunggu pelayanan obat dengan kepuasan pasien di Apotek Surana.
FORMULASI SEDIAAN BODY SCRUB KOMBINASI EKSTRAK KULIT JERUK BALI (Citrus maxima Merr.) DENGAN CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI AGEN EKSFOLIASI Aisy, Syifa Rihadatul; Alfiraza, Ery Nourika; Listina, Osie
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.394

Abstract

Body scrub adalah salah satu produk kosmetik dengan bahan agak kasar yang digunakan untuk merawat, membersihkan kotoran kulit, dan mengangkat sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik uji stabilitas fisik body scrub kombinasi ekstrak kulit jeruk bali (Citrus maxima Merr.) dengan cangkang telur ayam serta mengetahui sediaan tersebut tidak mengiritasi kulit. Body scrub dibuat empat formulasi yang meliputi F0 (tanpa ekstrak), FI (ekstrak 15%), FII (ekstrak 12,5%) dan FIII (ekstrak 10%). Hasil dari penelitian uji fisik menunjukan bahwa uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji daya lekat memenuhi syarat, sedangkan pada uji tipe emulsi F0 menunjukan A/M (air dalam minyak) dan pada FI, FII dan FIII menunjukan M/A (minyak dalam air). Kemudian hasil dari uji stabilitas menggunakan metode cycling test F0, FI, FII dan FIII tidak menunjukan adanya pemisahan antara fase minyak dan fase air serta pH stabil selama 6 siklus. Setelah dilakukan uji iritasi hasil dari F0, FI, FII dan FIII tidak menimbulkan iritasi sehingga sediaan aman digunakan pada kulit manusia. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan One Way Anova pada program SPSS 29.
Analisis Keputusan Pemilihan Penggunaan Obat Herbal dan Obat Konvensional di Kalangan Usia Produktif Kecamatan Pangkah Khoirunnisa, Dhea Ayu; Listina, Osie; Alfiraza, Ery Nourika
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol 4 No 1 (2025): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Department of Pharmacy, Bumigora University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v4i1.5350

Abstract

Herbal medicine and conventional medicine are two primary treatment options commonly used by the productive age population in addressing health issues. This study aims to determine the percentage of medicine preference, the dominant factors influencing decision-making, as well as the knowledge of medicinal plants and attitudes of the productive age community toward the use of herbal and conventional medicines. The research employed a mixed-methods using questionnaires and interviews through stratified random sampling. The results showed that 61% of respondents preferred conventional medicine, while 39% chose herbal medicine. The dominant factor influencing the use of herbal medicine was its minimal side effects, whereas the main reason for choosing conventional medicine was its effectiveness in treating diseases. Descriptive analysis concluded that the productive age population tends to prefer conventional medicine over herbal medicine for daily treatment.