Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PERAN PELATIH KEGIATAN EKSTRAKULIKULER BARISAN PENGIBAR BENDERA (BARA) DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN ANGGOTA DI SMA NEGERI 3 TUBAN YUNIA RISNAWATI; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

AbstrakPenelitianainiabertujuan untuk mendeskripsikan peran pelatih kegiatan ekstrakulikuler Barisan PengibarBendera (BARA) dalam membentuk kedisiplinan anggota di SMA Negeri 3 Tuban. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif yang dilakukan di SMA Negeri 3 Tubandengan populasi 64 anggota BARA dan diambil sampel sebanyak 64 anggota BARA. Pengumpulan datayang digunakan adalah angket. Uji coba angket dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknikanalisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwaperan pelatih kegiatan ekstrakulikuler BARA dapat membentuk kedisiplinan anggota. Tiga indikator yangmenjadi tolok ukur dalam penelitian ini yaitu pengetahuan, perilaku dan simbol/atribut. Pada indikatorpengetahuan diperoleh skor berjumlah 1981 dengan rata-rata 30,95 yang termasuk dalam kategori baiksekali. Pada indikator perilaku diperoleh skor berjumlah 3937 dengan rata-rata 61,51 yang termasukdalam kategori baik sekali. Pada indikator simbol/atribut diperoleh skor berjumlah 2366 dengan rata-rata36,96 yang termasuk dalam kategori baik sekali. Pembentukan kedisiplinan dilakukan pelatih BARAmelalui empat kegiatan yaitu pelantikan, Praktik Baris-Berbaris (PBB), Tata Upacara Bendera (TUB),diklat dan outbound.Kata Kunci : Kedisiplinan, Ekstrakulikuler Barisan Pengibar Bendera
Pengembangan Game Jumanji Tiruan sebagai Media Pembelajaran PPKn pada Materi Kewenangan Lembaga-Lembaga Negara menurut UUD NRI Tahun 1945 bagi Peserta Didik Kelas X di MA Al Falah Bangilan Tuban RIKHANATUZ ZUHRIYAH; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game Jumanji Tiruan sebagai media pembelajaran PPKn dan menguji tingkat kelayakan media pembelajaran berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan menurut Borg dan Gall atau Research and Development (R&D). Subjek ujicoba dalam penelitian ini ada tiga, yaitu validator, pengamat, dan pengguna atau peserta didik kelas X MA Al Falah Bangilan Tuban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan berdasarkan model pengembangan Borg dan Gall sampai pada tahap 6 (enam) yang meliputi, potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan ujicoba produk. Proses pengembangan ini sejalan dengan menggunakan teori Kerucut Pengalaman Dale. Tingkat kelayakan media berdasarkan tingkat kevalidan yang diperoleh dari hasil validasi ahli memperoleh rata-rata persentase sebesar 84,9% dengan kategori sangat layak. Tingkat kelayakan media berdasarkan tingkat kepraktisan media yang diperoleh dari respon peserta didik memperoleh persentase sebesar 95,7% dengan kategori sangat layak. Sedangkan tingkat kelayakan media berdasarkan tingkat keefektifan media yang diperoleh dari hasil tes peserta didik yang memperoleh nilai tuntas sebanyak 10 dari 12 peserta didik atau memperoleh persentase sebesar 83,3% dengan kategori sangat baik, dan dari hasil observasi aktivitas peserta didik memperoleh persentase sebesar 96,1% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa game Jumanji Tiruan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran PPKn. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Game Jumanji Tiruan, PPKn.
KEDISIPLINAN SISWA DALAM MENAATI TATA TERTIB PADA SEKOLAH BERPENDIDIKAN SEMI MILITER DI SMKN 1 JETIS KABUPATEN MOJOKERTO DINA ARUM MAWADAH; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Peneltian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedisiplinan siswa dalam menaati tata tertib pada sekolah berpendidikan semi militer di SMKN 1 Jetis Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sample dalam penelitian ini berjumlah 93 siswa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori B.F Skinner (Operant Conditioning). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa di SMKN 1 Jetis Mojokerto mendapat kategori sangat baik, hal ini berdasarkan hasil angket dari empat indikator dalam bentuk persentase yakni disiplin waktu 96%, disiplin dalam proses belajar 58%, disiplin dalam kerapian 95% dan disiplin di lingkungan sekolah 86%. Dengan demikian, disimpulkan jika kedisiplinan siswa dalam menaati tata tertib pada sekolah berpendidikan semi militer di SMKN 1 Jetis Mojokerto sangat baik. Kata Kunci: Disiplin, Siswa, Tata Tertib. Abstract This study uses a quantitative approach with descriptive methods. The sample of this study amounted to 93 students. The theory used to answer the problem statement in this study is the theory of B.F Skinner (Operant Conditioning). Data collection techniques were carried out using questionnaires. The data analysis technique in this study uses percentage techniques. The results showed that the discipline of students in Jetis 1 of Jetis Mojokerto received a very good category, this was based on the results of questionnaires from four indicators in the form of percentage, 96% discipline, 58% discipline in learning, 95% neat discipline and school discipline. 86%. Thus, it was concluded that the discipline of students in obeying the order of semi-military educated schools in Jetis 1 Jetis Mojokerto was very good. Keywords: Discipline, Students, Code of Conduct
STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB PADA ANAK ASUH DI PANTI ASUHAN AL AMIN, DESA MUNGGUSOYI, KECAMATAN BENJENG, KABUPATEN GRESIK CHANIFAH ADE SURYANI; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan strategi pembentukan karakter tanggung jawab pada anak asuh di panti asuhan Al Amin Benjeng Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek informan pada penelitian ini ada tiga yaitu Bapak Nasikin, Ibu Sri Utami, dan Bapak Ruslan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori Belajar Behavioristik yang diungkapkan oleh Edward Lee Thorndike mengenai Stimulus, dan Respon. Hasil penelitian dan pembahasan mengenai Strategi Pembentukan Karakter Tanggung Jawab Pada Anak Asuh Di Panti Asuhan Al Amin Benjeng Gresik dapat disimpulkan bahwa panti asuhan Al Amin memiliki Strategi pengasuhan dan perawatan, serta strategi pembimbingan dalam membentuk karakter tanggung jawab. Strategi pengasuhan dan perawatan bentuknya merapikan tempat tidur setiap pagi, dan mencuci piring setelah makan. Kemudian strategi pembimbingan bentuknya belajar dengan sungguh-sungguh, budaya sholat 5 waktu, peduli lingkungan, dan berhubungan dengan masyarakat sekitar yang berada dipanti asuhan Al Amin Benjeng Gresik. Dari kedua strategi perawatan, pengasuhan dan strategi pembimbingan maka pembentukan karakter tanggung jawab disini sendiri sudah meliputi tanggung jawab personal, tanggung jawab moral, dan juga tanggung jawab sosial. Kata Kunci: strategi, tanggung jawab, anak asuh.
Pembentukan Sikap Kesetiakawanan Sosial Anggota Palang Merah Remaja di MAN 1 Magetan MOH ROZIQUL MUTTAQIN; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan sikap kesetiakawanan sosial pada anggota Palang Merah Remaja di MAN 1 Magetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini adalah teori belajar observasional Albert Bandura. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan sikap kesetiakawanan sosial pada anggota PMR di MAN 1 Magetan melalui pemberian pengetahuan, penguatan motivasi, dan penguatan keahlian. Proses pemberian pengetahuan dilaksanakan pada saat latihan rutin PMR. Penguatan motivasi berupa adanya lomba dan pemberian nilai bagus kepada anggota ekstrakurikuler PMR yang bisa menerapkan sikap kesetiakawanan sosial di kehidupan sehari – hari. Penguatan keahlian dilakukan dengan cara kegiatan hiking, kemah junior wira, donor darah, dan bakti sosial. Kata Kunci: Proses, Kesetiakawanan Sosial, Palang Merah Remaja, Sikap
Penguatan Nilai Karakter Integritas bagi Peserta Didik di SMP Negeri 1 Jombang SITI ALHIKMATUN UDYAH; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan proses penguatan nilai karakter integritas pada peserta didik di SMP Negeri 1 Jombang yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan desain studi kasus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar observasional oleh Albert Bandura. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi non partisipan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai karakter integritas bagi peserta didik di SMP Negeri 1 Jombang dilakukan melalui: (1) Perencanaan yang meliputi pembentukan tim pengembang budi pekerti dan pembiasaan, identifikasi berbagai potensi yang dimiliki oleh disekolah, dan menyusun kegiatan sekolah yang sesuai dengan potensi yang dimiliki; (2) Pelaksanaan yang meliputi empat langkah yaitu melalui kegiatan pembiasaan, pembelajaran di kelas, kegiatan ekstrakurikuler dan keteladanan guru; (3) Evaluasi penguatan nilai karakter integritas dilakukan dalam bentuk diskusi kecil, terdiri atas wali kelas, waka kesiswaan dan kerjasama dengan BK. Evaluasi dilakukan dalam rapat bersama pengurus sekolah dan dilakukan kapan saja apabila di sekolah ada temuan pelanggaran nilai karakter. Kata Kunci : Penguatan, Karakter, Integritas. Abstract This research’s aim is to describe process of strengthening character integrity value for students at SMP Negeri 1 Jombang which includes planning, implementation and evaluation. This type of research is qualitative with case study design. The theory used in this study is observational learning theory by Albert Bandura. The technique of collecting data uses in-depth interview, non-participant observation and documentation. The results of the research show that strengthening the character integrity value for students in SMP Negeri 1 Jombang is done through: (1) Planning that includes the formation of a team of character development and habituation, identification of the various potentials possessed school, and arrange school activities that are in accordance with their potential; (2) Implementation that includes four steps, namely through habituation activities, classroom learning, extracurricular activities and examplary by teachers; (3) Evaluation of strengthening integrity character values is carried out in the form of small discussions, consisting of homeroom teacher, student affairs and cooperation with BK. Evaluations are carried out in meetings with school administrators and carried out at any time if there are findings in violations of character values at school. Keywords : Strengthening, Character, Integrity.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BUKU SAKU TERTIB SISWA DALAM MENDISIPLINKAN SISWA MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) NEGERI 3 PAMEKASAN NUR CHOLIFAH SARI AGUSTIN; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan buku saku tertib siswa dalam mendisiplinkan siswa dan mengukur sejauh mana kedisiplinan siswa MTs Negeri 3 Pamekasan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penguatan perilaku dari BF. Skinner. Penguatan perilaku tersebut dibagi menjadi 2 yaitu penguatan positif dengan memberikan penghargaan dan penguatan negatif salah satunya dengan memberikan hukuman kepada siswa. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif dengan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku saku tertib siswa dalam mendisiplinkan siswa MTs Negeri 3 Pamekasan menunjukkan hasil sangat disiplin dan dapat dikatakan efektif. Jika dilihat dari hasil keseluruhan indikator menunjukkan skor rata-rata 738,5 dan dibagi ke dalam lima kategori penskoran kedisiplinan menghasilkan skor 147,7 dan masuk dalam ketegori sangat disiplin. Hasil menunjukkan bahwa dari 212 responden sekitar 203 atau 96% melampaui standar ukuran efektifitas sikap disiplin yakni 76% sehingga dapat dibuktikan bahwa penggunaan buku saku tertib siswa efektif dalam mendisiplinkan siswa MTs Negeri 3 Pamekasan. Kata Kunci: Efektivitas, Kedisiplinan, Buku Saku Tertib Siswa. Abstract The purpose of this research was to determine the effectiveness of the use student orderly pocket book in disciplining students and measuring the extent of discipline of MTs Negeri 3 Pamekasan students. This research uses the theory of reinforcement by B.F Skinner. Strengthening these behaviors is divided into 2, namely positive reinforcement by giving appreciation and negative reinforcement by giving punishment to students. This type of research uses descriptive quantitative methods. The results of research indicate that the use of a student orderly pocket book in disciplining students to show results is very disciplined and can be said to be effective. When viewed from the results of the overall indicator shows an average score 738.5 and divided into five categories of disciplinary scoring produces a score of 147.7 and included in the category of very disciplined. The results show that of 212 respondents around 203 or 96% exceeded the standard measure of effectiveness of disciplinary attitudes that is 76% so that it can be proven that the use of student orderly pocket book is effective in disciplining students at MTs Negeri 3 Pamekasan. Keywords: Effectiveness, Discipline, Student Orderly Pocket Book.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI KESAMBEN KABUPATEN JOMBANG KHUSNUL NUR FADILLAH; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri Kesamben Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 dengan jumlah 32 siswa dan kelas XI IPS 2 dengan jumlah 32 siswa. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test yang sebelumnya diuji prasyarat yaitu normalitas dan homogenitas. Teori yang mendukung dalam penelitian ini adalah teori belajar dari Vygotsky yaitu Konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) kelas eksperimen diperoleh nilai post-test sebesar 84,18% dan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata sebesar 77,12%. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji t pada post-test diperoleh thitung = 5,830, ttabel (0,05) = 0,000. Dengan demikian, apabila thitung > ttabel maka Ha diterima dan H0 ditolak. Jadi, dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar siswa dalam menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan metode konvensional (ceramah). Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), hasil belajar, pembelajaran PPKn. Abstract The purpose of this study is to determine and analyze the application of the Problem Based Learning (PBL) model in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject to the learning outocomes of XI IPS 1 with a total 32 students and class XI IPS 2 with a total of 32. The sampling used purposiv sampling class XI IPS 1 as the experimental class and class XI IPS 2 as the control class. The techniques and data collection instruments used by researchers are tests and documentation. The research instrument was a test to measure student learning outcomes after being treated. Before the test is used to obtain data, validation and reliability tests are first carried out. The data analysis technique used in the Paired Sample t-test was previously tested for prerequisites, namely normality and homogeneity. The supporting theory is Vygotskys learning theory, Constructivism.. The results showed that learning using the experimental class Problem Based Learning (PBL) model obtained an average post-test score of 84.18 and an average score of 77.12 in the control class. This is indicated by the results of the t-test on the post-test obtained thitung = 5.830 ttable (0.05) = 0,000. This if thitung > ttable then Ha is accepted and H0 is rejected. So it can be concluded that there are differences in learning using the Problem Based Learning (PBL) learning model with conventional methods (lectures). Keywords: Problem Based Learning (PBL), Learning autcomes, Pancasila and Citizenship Education (PPKn)
RESPON MASYARAKAT DESA RACITENGAH TENTANG PERATURAN YANG MEWAJIBKAN PENGGUNAAN HIJAB DI SMA NEGERI 1 SIDAYU GRESIK THIFAL ROSYIDAH; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

ABSTRAKRespon masyarakat merupakan sebuah reaksi, tanggapan, penilaian dan sikap yang terjadi karena terdapatnya stimulus atau rangsangan yang diberikan oleh komunikator tentang apa yang dirasakan, dilihat dan diamati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon masyarakat Desa Racitengah tentang peraturan yang mewajibkan penggunaan hijab di SMA Negeri 1 Sidayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger digunakan dalam penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Hasil yang telah diperoleh menyatakan tentang adanya respon masyarakat Desa Racitengah meliputi tiga indikator yaitu respon kognitif, respon afektif, dan respon konatif. Berdasarkan hasil angket dari ketiga indikator tersebut menunjukkan bahwa (1) Respon Kognitif (pengetahuan) masyarakat sebanyak 88,42% dalam kategori cukup. (2) Respon Afektif (perasaan) masyarakat sebanyak 61,05% dalam kategori netral. (3) Respon Konatif (tindakan) masyarakat sebanyak 86,31% dalam kategori netral. Kata Kunci: Respon, Masyarakat, Hijab ABSTRACT Community response is a reaction, response, assessment and attitude that occurs because of the existence of stimuli or stimuli provided by the communicator about what is felt, seen and observed. This study aims to describe the response of the Racitengah Village community about the regulations that require the use of hijab in SMA Negeri 1 Sidayu. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. Peter L. Bergers Social Construction Theory is used in this study. The sample in this study amounted to 95 respondents. Data collection techniques are done using a questionnaire. Data analysis techniques in this study used percentage techniques. The results that have been obtained stating the existence of the response of the Racitengah Village community include three indicators namely cognitive response, affective response, and conative response. Based on the results of the questionnaire of the three indicators show that (1) the Cognitive Response (knowledge) of the community as much as 88.42% in the category enough. (2) Affective responses (feelings) of the community as much as 61.05% in the neutral category. (3) Constructive response (action) of the community as much as 86.31% in the neutral category. Keywords: Response, Society, Hijab
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN LUDO PADA MATERI PERUMUSAN DAN PENETAPAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DI SMPN 1 NGADIROJO PACITAN ANJAR WISNU NUGROHO; LISTYANINGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran ludo pada materi perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara di SMPN 1 Ngadirojo Kabupaten Pacitan ditinjau dari aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D). Data dikumpulkan menggunakan lembar penilaian (validasi dan respon peserta didik), lembar observasi dan tes. Subjek penelitian terdiri dari 2 validator ahli (ahli materi dan ahli media), 2 observer (guru) dan 16 peserta didik. Pengembangan media pembelajaran dalam penelitian ini didasarkan pada teori kerucut pengalaman Dale yang menyatakan bahwa pengalaman belajar seseorang akan berpengaruh terhadap hasil belajar yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ludo dinyatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran PPKn kelas VII. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian yang menunjukkan perolehan skor 80.7% pada aspek kevalidan, skor 89.8% pada aspek kepraktisan, skor 90% hasil observasi aktivitas pembelajaran dan skor 81.2% nilai ketuntasan pada aspek keefektifan. Dengan demikian, media pembelajaran ludo dapat memberikan pengalaman belajar yang baik sehingga memengaruhi hasil belajar menjadi lebih baik. Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, ludo. Abstract The research aim to describe the appropriateness of ludo learning media on the formulation and designation of Pancasila as the countrys foundation in SMPN 1 Ngadirojo Pacitan Regency in terms of validity, practicallity and effectiveness. This research usesmethods research and development (R&D). Data were collected using an assessment sheet (students validation and response), observation sheets and tests. The subjects in this study consisted of 2 expert validators (material experts and media experts), 2 observers (teachers) and 16 students. The development of instructional media in this research is based on Dales experience cone theory which states that ones learning experience will affect the learning outcomes obtained. The results showed that the Ludo learning media was declared suitable for use as a learning media for Class VII PPKn. This is evidenced by the results of research showing the acquisition of a score of 80.7% in the validity aspect, a score of 89.8% in the practical aspect, a score of 90% in the observation of learning activities and a score of 81.2% in the effectiveness aspect. Thus, Ludo learning media can provide a good learning experience so that it affects learning outcomes for the better. Keywords:development, learning media, ludo.