Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Prinsip-Prinsip Karakter Islam dalam Masyarakat pada Cerita Pendek Mengenal-Mu Karya Miftahul Zannah Vardani, Eka Nova Ali; Mijianti, Yerry
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i1.3464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip-prinsip karakter Islam dalam masyarakat sebagaimana tergambar dalam cerpen Mengenal-Mu karya Miftahul Zannah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang mengumpulkan dan menganalisis data. Data penelitian berupa monolog dan dialog yang mengungkapkan prinsip-prinsip karakter Islam dalam masyarakat. Sumber data diambil dari cerpen Mengenal-Mu karya Miftahul Zannah. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi teks, sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penghormatan dan penghargaan terhadap orang lain, seperti memberi izin; (2) sikap suka menolong, seperti peduli, membantu, dan memberi pertolongan; (3) sikap toleransi, misalnya dalam kegiatan masuk masjid, membaca Al-Qur’an, menghormati orang yang beribadah, serta sikap terhadap mualaf dan orang yang menutup aurat; dan (4) perilaku sopan dalam berbagai kesempatan, seperti berbicara dengan sopan, memberikan senyuman, meminta maaf, menolak bersalaman, dan memanggil dengan sebutan Kakak. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa prinsip-prinsip karakter Islam dalam cerpen dapat dimanfaatkan untuk pendidikan karakter sehingga peserta didik mampu berpartisipasi secara positif dalam Masyarakat.
Exploring istighfar as an emotive and religious interjection in Indonesian Afrizal, Mohamad; Mijianti, Yerry; Anggraeni, Astri Widyaruli
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i4.1362

Abstract

Istighfar is an interjection in the Indonesian, borrowed from Arabic and widely used in various social situations, both in personal and public spheres. As a religious interjection that holds a significant position in the linguistic practices of Muslim communities, istighfar reflects both emotional responses and moral awareness toward events perceived as negative or sinful. This study aims identified the characteristics of istighfar as an interjection and to analyze its meaning using the Natural Semantic Metalanguage (NSM) approach. Employing a qualitative-descriptive method, the primary data were drawn from fifteen Indonesian novels by prominent authors, while supplementary data were taken from online news headlines and everyday communicative experiences, including spontaneous conversations and selected social media comments within the researcher’s observation. The analysis proceeded in two stages: categorizing istighfar within interjection typology and constructing semantic explications using NSM. The results show that istighfar fulfills nearly all prototypical features of interjections and carries complex spiritual content. Its use not only reflects emotional expression but also constructs and represents the speaker’s religious identity. This research affirms that language can reflect levels of religiosity, as demonstrated by the frequent use of religious interjections in Indonesian society, which is known for its high level of religious devotion.
Anjing sebagai Umpatan Kajian Sosiokultural Nadia, Khoirun; Amilia, Fitri; Mijianti, Yerry
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/h6ngmk52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kata anjing dan variasinya sebagai bentuk kegunaan dalam konteks sosiokultural masyarakat Indonesia. Kajian ini menggunakan teori sosiokultural Vygotsky (1978) yang menekankan bahwa bahasa berfungsi sebagai alat budaya menengahi hubungan antara individu dan masyarakat. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 102 responden dari berbagai kelompok usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai, norma, dan kebiasaan memainkan peran penting dalam menentukan makna dan fungsi kata umpatan. Bagi generasi muda, kata anjing dan variasinya seperti anjir atau anjay tidak selalu dianggap sebagai penghinaan, melainkan sebagai ekspresi spontanan keakraban sosial. Sebaliknya, generasi tua menilai bahwa penggunaan kata tersebut bertentangan dengan norma kesopanan dan nilai moral budaya. Fenomena ini menegaskan adanya pergeseran makna dan makna norma bahasa yang dipengaruhi oleh konteks sosial, media digital, serta perkembangan budaya populer. Secara sosiokultural, penggunaan umpatan mencerminkan proses internalisasi nilai-nilai budaya dan dinamika sosial yang terus berubah dalam masyarakat Indonesia. Kata Kunci: kata anjing, umpatan, kajian sosiokultural