Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Kualitas SDM Masyarakat Melalui Pelatihan Literasi Digital dan Anti Hoaks: Penelitian Melvianus Selan; Edwin Aldrin W. Sanadi; Weni Kurnia Sari; Muhammad Fazil; Ridayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan literasi digital dan anti hoaks dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi tahap analisis kebutuhan dan pemetaan, perencanaan kurikulum dan penyusunan modul, sosialisasi program dan rekrutmen peserta, pelaksanaan pelatihan, simulasi, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan literasi digital dan anti hoaks terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat, khususnya dalam memperkuat kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi yang cepat dan kompleks. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dasar dalam penggunaan perangkat dan platform digital, tetapi juga memperkuat aspek kognitif dan sikap peserta, terutama dalam berpikir kritis, selektif, dan bertanggung jawab terhadap informasi. Peningkatan literasi digital berdampak pada kesiapan masyarakat dalam menghadapi tuntutan dunia kerja, pengembangan kewirausahaan, serta partisipasi sosial yang lebih konstruktif. Selain itu, kemampuan verifikasi informasi dan pemahaman etika bermedia digital meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap hoaks dan disinformasi. Secara keseluruhan, pelatihan ini merupakan intervensi yang efektif dalam mendukung pembangunan SDM yang adaptif, produktif, dan berdaya saing di era transformasi digital.
Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital pada Mahasiswa Pendidikan Najdah Thalib; Melvianus Selan; Samuel Mamonto; Siti Aisyah Hanim; Muhammad Arsyad
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/c3kh8530

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong terjadinya transformasi dalam pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya pada program studi pendidikan. Mahasiswa pendidikan sebagai calon pendidik dituntut memiliki kompetensi pedagogik dan teknologi yang memadai agar mampu mengimplementasikan pembelajaran inovatif di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital, proses implementasinya, serta dampaknya terhadap pengalaman belajar dan kesiapan profesional mahasiswa pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital diwujudkan melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS), media pembelajaran interaktif, serta penerapan model blended learning dan flipped classroom. Inovasi tersebut mendorong keterlibatan aktif, pembelajaran mandiri, serta peningkatan kompetensi pedagogik mahasiswa. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya kendala dalam implementasi, seperti keterbatasan infrastruktur, perbedaan literasi digital mahasiswa, dan kesiapan dosen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital berkontribusi positif terhadap kualitas pembelajaran dan kesiapan profesional mahasiswa pendidikan, sehingga perlu didukung secara berkelanjutan oleh institusi pendidikan tinggi.