Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Patra

TRANSFORMASI KONSEP GARAGE SCENE DALAM PERANCANGAN DIECAST STORE DI KOTA DENPASAR Made Agus Pebriana; A.A. Gd. Tugus Hadi Iswara A.M; , I Kadek Pranajaya
Jurnal PATRA Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Patra Oktober 2019
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v1i2.33

Abstract

Perkembangan dalam teknologi khususnya pada mainan, membuat mainan diproduksi dengan beragam bahan mulai dari besi, plastik dan karet. Mainan juga tidak hanya digemari anak-anak melainkan orang dewasa juga menyukainya. Salah satunya yaitu diecast, mainan miniatur kendaraan. Di Indonesia khusunya di Bali perkembangan dalam dunia diecast cukup berkembang pesat terlihat dari banyaknya event yang menampilkan diecast. Tidak hanya dipamerkan dengan model asli pabrikan, diecast yang ditampilkan juga ada yang dicustom atau dirubah sesuai dengan keinginan pemilik dan juga ada menampilkan diorama diecast. Berdasarkan hal tersebut metode yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah metode glass box. Dalam metode tersebut terdapat beberapa tahapan yaitu input, proses, dan output. Dari tahapan metode tersebut maka solusi yang didapat adalah merancang diecast store di Kota Denpasar, dimana pada diecast store tersebut akan menjual diecast produksi pabrik, diecast custom, bahan custom dan diorama, dan diorama diecast. Tidak hanya menjual pada diecast store tersebut akan ada workshop untuk mengcustom dan diorama diecast. Perkembangan dalam teknologi khususnya pada mainan, membuat mainan diproduksi dengan beragam bahan mulai dari besi, plastik dan karet. Mainan juga tidak hanya digemari anak-anak melainkan orang dewasa juga menyukainya. Salah satunya yaitu diecast, mainan miniatur kendaraan. Di Indonesia khusunya di Bali perkembangan dalam dunia diecast cukup berkembang pesat terlihat dari banyaknya event yang menampilkan diecast. Tidak hanya dipamerkan dengan model asli pabrikan, diecast yang ditampilkan juga ada yang dicustom atau dirubah sesuai dengan keinginan pemilik dan juga ada menampilkan diorama diecast. Berdasarkan hal tersebut metode yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah metode glass box. Dalam metode tersebut terdapat beberapa tahapan yaitu input, proses, dan output. Dari tahapan metode tersebut maka solusi yang didapat adalah merancang diecast store di Kota Denpasar, dimana pada diecast store tersebut akan menjual diecast produksi pabrik, diecast custom, bahan custom dan diorama, dan diorama diecast. Tidak hanya menjual pada diecast store tersebut akan ada workshop untuk mengcustom dan diorama diecast.
PERANCANGAN PUSAT EDUKASI SENI FOTOGRAFI ANALOG DI KOTA DENPASAR Reinharde Jonah P Runkat; Putu Surya Triana Dewi; I Kadek Pranajaya
Jurnal PATRA Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Patra Oktober 2020
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v2i2.118

Abstract

Ditengah berkembangnya teknologi kamera saat ini, ternyata masih ada sekelompok orang yang tertarik dengan penggunaan teknologi kamera manual, hal ini terbukti dari banyaknya komunitas di Indonesia yang menekuni kamera analog dan adanya peningkatan presentase penggunaan kamera analog melalui event-event yang diadakan oleh komunitas-komunitas kamera analog ini dari tahun ketahun. Menggunakan kamera analog merupakan proses karya yang sempura. Karena prosesnya yang sangat menguji kesabaran seseorang. Hasil jepretan kamera analog merupakan sebuah kebanggan tersendiri. Di Bali tepatnya di Denpasar masih ada sekelompok orang yang gemar menggunaan kamera analog, hal ini dapat dilihat dari adanya perhimpunan orang-orang yang membentuk komunitas kamera analog dan banyaknya tagar atau hashtag dengan postingan foto hasil jepretan dari kamera analog yang muncul di media sosial (Tribun bali, 2019). Akan tetapi kurangnya tempat untuk penyucian film dan pengetahuan masyarakat dalam mengoperasikan kamera analog ini membuat penulis berinisiatif merancang sebuah interior bangunan dengan menggunakan metode glassbox sehingga diharapkan dapat mengedukasi dan memberikan wawasan kepada masyarakat atau semua fotografer tentang cara mengoperasikan kamera analog serta meningkatkan pasar penjualan kamera analog dan penyucian film dan juga dapat mewadahi sekelompok orang pecinta kamera analog sehingga dapat berkumpul dan berbagi ilmu tentang kamera analog.
PERANCANGAN INTERIOR MOESLIM CULTURE ARTSPACE DI KOTA DENPASAR Cindy Paramitha Sugianto; A.A Gde Tugus Hadi Iswara; I Kadek Pranajaya
Jurnal PATRA Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Patra Oktober 2020
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v2i2.124

Abstract

Islamophobia is a disease of excessive fear of Islam, due to excessivetrauma, such as the impact of the Bali I bombing and Bali II bombingcarried out by terrorists who use the name Islam. Islamophobia in Bali hasnot been resolved properly, due to the lack of approach between Muslimand non-Muslim communities in Bali regarding Muslim culture and theunavailability of commercial buildings based on cultural heritage regardingIslamic culture. Therefore, we need a place or facility that canaccommodate the needs of the Muslim community who want to take anapproach such as an artspace that raises the history of the early entry ofIslam in Bali, the development of Islamic culture in Bali after theoccurrence of alkuturation, and provides new insights that were notpreviously known by the community. non-Muslims. Where in this paperwill focus on interior design artspace in the city of Denpasar, entitledDesigning the Moeslim Culture Artspace in Denpasar City. keywords: artspace, culture, design, moeslim Islamophobia merupakan sebuah penyakit ketakutan berlebih terhadap islam, akibat trauma yang berlebih, seperti dampak dari bom bali i dan bombali ii yang dilakukan oleh teroris yang mengatas namakan islam.Islamophobia di bali belum dapat teratasi dengan baik, karena minimnyapendekatan antara masyarakat muslim dan non-muslim di bali mengenaikebudayaan umat muslim serta, belum tersedianya bangunan komersilyang berbasis cagar budaya mengenai kebudayaan islam. Oleh karena itudiperlukan sebuah tempat atau fasilitas yang dapat mewadahi kebutuhanmasyarakat muslim yang ingin melakukan suatu pendekatan seperti artspace yang mengangkat sejarah awal masuknya islam di bali, perkembangan kebudayaan islam di bali setelah terjadinya alkuturasi, sertamemberikan wawasan baru yang sebelumnya belum di ketahui olehmasyarakat non-muslim. Dimana dalam penulisan ini akan berfokus pada perancangan interior ruang karya di kota denpasar, yang berjudulPerancangan Pusat Seni Kebudayaan Islam Di Kota Denpasar. kata kunci : kebudayaan, muslim, perancangan, pusat seni.
KREATIFITAS ORNAMEN ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI DARI BATU PADAS ARTIFISIAL Kadek Prana Jaya
Jurnal PATRA Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Patra Mei 2022
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v4i1.347

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan penciptaan nilai tambah yang berbasis ide gagasan yang lahir dari kreativitas berbasis ilmu pengetahuan, tercantum peninggalan budaya, serta teknologi. Kreativitas ialah aspek pendorong timbulnya inovasi ataupun penciptaan karya kreatif dengan menggunakan temuan yang telah ada sebelumnya. Batu padas artifisial merupakan bentuk kreatifitas yang dilakukan kelompok warga di Bali untuk mengeksplore bahan ornamen arsitektur tradisional Bali. Pembuatan batu padas artifisial dapat meningkatkan nilai positif untuk pertumbuhan usaha untuk pengerajin seni ukir padas di Bali. Peran pemerintah & akademisi dapat membantu menghasilkan suatu rekayasa material serta bahan bangunan alternatif yang baik untuk kelangsungan serta kelestarian arsitektur tradisional Bali. Riset ini berupaya untuk menguak proses kreatif pengerajin batu padas artifisial di Bali sebagai alternatif bahan bangunan yang digunakan dalam ornamen arsitektur tradisional Bali
EVALUASI FASILITAS DAN RANCANGAN INTERIOR BANGUNAN PASAR BADUNG BALI SESUAI KEBUTUHAN PENGGUNA Daniella Deilova; Ni Made Emmi Nutrisia Dewi; I Kadek Pranajaya
Jurnal PATRA Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Patra Oktober 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v5i2.654

Abstract

Keberadaan pasar tradisional sangatlah erat di dalam kehidupan masyarakat. Seiring berjalannya waktu, pasar tradisional tidak lepas dari pengaruh modernisasi. Contohnya yaitu Pasar Badung yang merupakan pasar tradisional di Bali yang baru-baru ini selesai direvitalisasi, dimana kini memiliki bangunan enam tingkat dan sudah dipasangi lift dan eskalator. Namun perubahan yang drastis tersebut masih belum menjawab kebutuhan pengguna pasar. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, dimana dilakukan analisis terhadap efisiensi desain pasar melalui pengamatan di lapangan dan pengumpulan data wawancara dari pengguna pasar. Terlihat kondisi Pasar Badung yang sepi pengunjung, banyak kios yang tidak terpakai, lantai dan toilet yang kotor, lift yang sering rusak, bagian dalam bangunan yang panas, dimensi yang kurang ergonomis, dan spesifikasi lainnya yang tidak sesuai dengan standar pemerintah. Bangunan pasar yang terlalu tinggi dan desainnya yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan civitas pasar, penggunaan material yang kurang sesuai, kurangnya kedisiplinan kontraktor dan pengawas dalam pembangunan pasar, serta kurangnya kesadaran pengguna pasar dalam menjaga kebersihan, menyebabkan Pasar Badung menjadi tidak efisien digunakan sebagai pasar tradisional.