Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

TRANSFORMASI KOPERASI MELALUI STRATEGI TERINTEGRASI DAN BERKELANJUTAN: GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG), SISTEM INFORMASI APLIKASI PENCATATAN INFORMASI KEUANGAN (SIAPIK), DAN SOCIAL MEDIA PROMOTION Andani, Listia; Aziz, Nur Jannah Abdi; Firmadi, Sidik; Auliya, Shofura; Salsabila, Sakila
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34010

Abstract

ABSTRAK                                                                            Koperasi Bersama Lancar Barokah di Kota Tasikmalaya menghadapi tantangan dalam tata kelola organisasi, pencatatan keuangan, serta strategi pemasaran yang masih konvensional sehingga menghambat efisiensi dan daya saing. Situasi ini mendorong perlunya program pengabdian masyarakat yang berfokus pada transformasi koperasi berbasis digital. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG), digitalisasi pencatatan keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK, serta penguatan strategi promosi melalui media sosial. Mitra kegiatan adalah pengurus dan anggota koperasi dengan total 135 orang yang terlibat aktif dalam setiap tahap. Metode pelaksanaan dilakukan selama empat bulan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan aplikasi berbasis web KOIN (Koperasi Integrated Network), pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan manajerial dan teknis, seperti terbentuknya struktur organisasi dengan uraian tugas dan SOP yang jelas, penggunaan laporan keuangan digital, serta peningkatan kemampuan promosi melalui akun Instagram resmi koperasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini berdampak positif terhadap efisiensi operasional, perluasan akses pasar, dan mendukung keberlanjutan koperasi sesuai target SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Kata kunci: koperasi; good corporate governance; digitalisasi keuangan; SIAPIK; promosi digital ABSTRACTThe Cooperative Bersama Lancar Barokah in Tasikmalaya faces challenges in organizational governance, financial recording, and conventional marketing strategies that hinder efficiency and competitiveness. This situation highlights the need for a community service program focusing on digital-based cooperative transformation. The objectives of this program are to enhance institutional capacity through the implementation of Good Corporate Governance (GCG), financial digitalization using the SIAPIK application, and strengthening promotional strategies via social media. The partner of this program is the cooperative, consisting of 135 active members involved in the activities. The implementation was carried out over four months through several stages, namely socialization, training, the application of the web-based system KOIN (Koperasi Integrated Network), mentoring, and evaluation. The results demonstrate improved managerial and technical skills, such as the establishment of organizational structures with clear job descriptions and SOPs, the use of digital financial reports, and enhanced promotion through the cooperative’s official Instagram account. Overall, this program had a positive impact on operational efficiency, market access expansion, and sustainability of the cooperative, aligning with SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) and SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Keywords: cooperative; good corporate governance; financial digitalization; siapik; digital promotion
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI TERATAI MELALUI INOVASI PANGAN LOKAL BERGIZI UNTUK MENDUKUNG PROGRAM GIZI POSYANDU Az zahra, Qiny Shonia; Annashr, Nissa Noor; Mutmainah, Lu'liyatul; Andani, Listia; Fikrinnisa, Rizka
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35279

Abstract

ABSTRAKDi Kabupaten Tasikmalaya, 32 kecamatan dan 159 desa memiliki angka stunting tinggi. Selain, itu, Kabupaten Tasikmalaya masih dalam kondisi rawan pangan.Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan anggota KWT (Kelompok Wanita Tani) Teratai dan keterampilan mereka dalam melakukan pengolahan talas menjadi muffin, sebuah inovasi olahan dari bahan pangan lokal. Kegiatan ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu : 1) Sosialisasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2025 bertempat di sekretariat KWT Teratai. Dalam kegiatan ini telah disampaikan  tujuan, manfaat, dan rencana kegiatan pengabdian, 2) Pelatihan, 3) Monitoring dan evluasi. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam dua tahap yaitu pertama, edukasi kepada anggota KWT Teratai, melalui penyuluhan mengenai manfaat, zat gizi talas serta cara pengolahan talas yang dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2025. Sebelum diberikan edukasi, peserta diminta mengisi pre-test mengenai pengetahuan, kemudian peserta diminta mengisi post-test. Setelah diberikan edukasi, terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari pre-test (54,453) ke post-test (91,087). Tahap kedua adalah praktik pengolahan talas menjadi muffin. Setelah diberikan pelatihan berupa praktik pengolahan talas menjadi muffin, anggota KWT Teratai memiliki keterampilan dalam mengolah talas menjadi muffin. Kesimpulan dari kegiatan Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Teratai melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengoahan talas menjadi muffin terbukti telah meningkatkan pengetahuan anggota KWT Teratai dan keterampilan mereka dalam melakukan pengolahan talas menjadi muffin. Kata kunci: Kelompok wanita tani; pangan; gizi. ABSTRACTIn Tasikmalaya Regency, 32 subdistricts and 159 villages had high stunting rates. In addition, Tasikmalaya Regency is still in a state of food insecurity. The purpose of this activity was to increase the knowledge of KWT Teratai members and their skills in processing taro into muffins, an innovative product made from local food ingredients. This activity was carried out in two stages, namely: 1) Socialization. This activity was held on July 17, 2025, at the KWT Teratai secretariat. During this activity, the objectives, benefits, and plans for the community service activity were presented. 2) Training. The training activity was carried out in two stages, namely, first, education for KWT Teratai members through counseling on the benefits and nutritional content of taro and how to process taro, which was held on August 7, 2025. Before receiving education, participants were asked to fill out a pre-test on their knowledge, then participants were asked to fill out a post-test. After the education session, there was an increase in the average knowledge score from the pre-test (54.453) to the post-test (91.087). The second stage was the practice of processing taro into muffins. After receiving training in the form of practical processing of taro into muffins, the members of KWT Teratai acquired the skills to process taro into muffins. The conclusion of the Teratai Women Farmers Group Empowerment program through socialization and training activities on processing taro into muffins has proven to have increased the knowledge of Teratai WFG members and their skills in processing taro into muffins. Keywords: Women farmers' groups; food; nutrition.