Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pharmasipha

Penetapan kadar flavonoid dan uji aktivitas penghambat enzim α-amilase ekstrak etanol dan fraksi kulit pisang emas (Musa acuminate Colla) secara in-vitro Dewi Plasmawati, Kadek; Artini, Kusumaningtyas Siwi; Permatasari, Desy Ayu Irma
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 7 No. 2 (2023): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i2.9954

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is one of the deadliest diseases that many people suffer from. One important strategy for reducing blood sugar levels is to inhibit enzymes that hydrolyze carbohydrates, such as -amylase. The purpose of this study was to determine the inhibitory effect of golden banana peel extract on the activity of the -amylase enzyme as an antidiabetic candidate. The results of the fraction from the ethanol extract of the golden banana peel were evaluated for their inhibitory potential against the -amylase enzyme using the UV-Vis spectrophotometry method and using starch as a substrate, and the IC50 value was calculated. The results showed that the ethanol extract, ethyl acetate extract, n-hexane extract, and water tested had the ability to inhibit -amylase enzyme activity. From the tests carried out, the IC50 value was the highest in the ethyl acetate fraction (7.9982 ppm), the ethanol extract of golden banana peel (Musa acuminate Colla.) (10.252 ppm), the water fraction (19.567 ppm), and the n-hexane fraction (70.386 ppm). So that it can be seen that the peel extract of the golden banana (Musa acuminate Colla) is categorized as active as an inhibitor of the -amylase enzyme. Keywords: enzim, flavonoid, -amylase, fraction, golden banana   ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit mematikan yang cukup banyak diderita oleh masyarakat. Salah satu strategi penting dalam menurunkan kadar gula dalam darah adalah dengan menghambat enzim yang menghidrolisis karbohidrat seperti α-amilase. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek penghambatan ekstrak kulit pisang emas terhadap aktivitas enzim α-amilase sebagai kandidat antidiabetes. Hasil fraksi dari ekstrak etanol kulit pisang emas tersebut dievaluasi potensi penghambatannya terhadap enzim α-amilase dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis serta menggunakan amilum sebagai substrat dan dihitung nilai IC50 nya. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol, ekstrak etil asetat , ekstrak n-heksan dan air yang diuji memiliki kemampuan menghambat aktivitas enzim α-amilase. Dari pengujian yang dilakukan diperoleh nilai IC50 yaitu yang tertinggi di fraksi etil asetat sebesar 7,9982ppm, ekstrak etanol kulit pisang emas (Musa acuminate Colla.) sebesar 10,252 ppm, fraksi air 19,567ppm, fraksi n-Heksansebesar 70,386 ppm. Sehingga dapat diketahui bahwa ekstrak kulit pisang emas (Musa acuminate Colla) dikategorikan aktif sebagai inhibitor enzim α-amilase. Kata Kunci: enzim, flavonoid, α-amylase, fraksi, kulit pisang emas
Analisis efektivitas biaya dan terapi terhadap kualitas hidup pasien diabetes mellitus type 2 rawat jalan di Rumah Sakit X, Jawa Tengah Artini, Kusumaningtyas Siwi; Listyani, Tiara Ajeng
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.10723

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan seumur hidup. Dalam perjalanan penyakitnya, apabila kadar gula darah tidak terkontrol dapat mengakibatkan komplikasi penyakit lain dan menurunnya kualitas hidup pasien. Bervariasinya obat antidiabetes yang dipergunakan dalam terapi dapat menimbulkan perbedaan efektivitas biaya terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis efetivitas – biaya dan terapi antidiabetes terhadap kualitas hidup pada pasien rawat jalan di RS X di Jawa Tengah. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan rekam medis pasien rawat jalan diabetes mellitus tipe 2 dan data billing dari rumah sakit Data yang diperoleh kemudian disajikan secara deskriptif dan dihitung nilai ACER untuk 2 kelompok golongan obat yang paling banyak digunakan. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa 30 pasien menerima kombinasi Insulin Analog (Basal) + Insulin Analog (Prandial/ Premixed), dan 11 pasien menerima Insulin Analog (Basal/ Prandial/ Premixed). Persentase efektivitas terapi kombinasi Insulin Analog (Basal) + Insulin Analog (Prandial/ Premixed) lebih tinggi dibandingkan Insulin Analog (Basal/ Prandial/ Premixed) (83,33 vs 72,72). Nilai ACER Insulin Analog (Basal) + Insulin Analog (Prandial/ Premixed) (IDR Rp 1.150.155,97) lebih rendah dibandingkan Insulin Analog (Basal/ Prandial/ Premixed) (IDR 1.334.909). Berdasarkan tabel cost effectiveness, kombinasi Insulin Analog (Basal) + Insulin Analog (Prandial/ Premixed) lebih efektive sehingga pemberian kombinasi Insulin Analog (Basal) + Insulin Analog (Prandial/ Premixed) lebih cost effective dibandingkan Insulin Analog (Basal/ Prandial/ Premixed) dan efektivitas terapi memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien yang ditunjukkan dengan nilai p-value 0,001.