Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL SERAI (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) SEBAGAI ANALGESIK PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT Kota, Hildagardis Mbula; Artini, Kusumaningtyas Siwi; Rohmana, Vivin Marwiyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44695

Abstract

Nyeri  merupakan  pertanda  bahwa  terjadinya  kerusakan  pada  jaringan  atau  tubuh  manusia  yang dapat menyebabkan perasaan yang tidak menyenangkan. Analgesik merupakan obat yang dapat digunakan untuk menekan dan mengurangi rasa sakit (nyeri) tanpa menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran . Serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) banyak digunakan dalam pengobatan tradisional dengan berbagai indikasi, seperti gangguan pencernaan dan saraf, peradangan, nyeri, demam dan diabetes. Flavonoid adalah senyawa yang dapat melindungi membran lipid dari kerusakan dan mekanisme kerjanya menghambat enzim cyclooxygenase I yang merupakan jalur pertama sintesis mediator nyeri seperti prostaglandin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ekstrak etanol serai (Cymbopogon citratus DC. Stapf) memiliki efektivitas analgesik pada mencit putih (Mus musculus) dengan metode writhing test  dan pada dosis berapakah ekstrak etanol serai (Cymbopogon citratus DC. Stapf) yang paling efektif dapat memberikan aktivitas analgesik pada mencit putih (Mus musculus). Ekstraksi tanaman serai dilaksanakan dengan menggunakan maserasi memakai etanol 70% sebagai larutan dasar. Uji aktivitas analgesik melibatkan lima kelompok hewan uji dengan metode writhing test, mencit diinduksi asam asetat untuk memicu respon nyeri, dengan jumlah geliat yang timbul dijadikan sebagai indikator intensitas nyeri. Data yang didapatkan kemudian dipelajari secara statistik menggunakan uji Anova satu arah (One Way ANOVA). Hasil memperlihatkan bahwasannya serai dengan dosis 700 mg/kgBB meberikan sensasi anti nyeri yang hampir setara dengan asam mefenamat, bahwa tercatat persentase proteksi analgesik sebesar 70,05%. Sementara itu, dosis 500 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB menunjukkan efek analgesik yang lebih rendah. Diduga bahwa kandungan flavonoid dalam serai berperan sebagai analgesik yang efektif.
Training on Processing Used Cooking Waste into Solid Soap and Liquid Soap at the Karang Taruna of Palur Village. Wardani, Tatiana siska; Suhatmi, Erna Chotidjah; Artini, Kusumaningtyas Siwi; Dewi, Belinda Arbitya; Erikania, Susanti
Abdi Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i1.8714

Abstract

Karang Taruna Saras Muda Palur Village in creating a clean environment, one of which is collecting used cooking oil so that it does not pollute the environment and can have a bad impact on health. One of the uses of used cooking oil that can be turned into a product that has a selling value is soap. The purpose of this PKM is to increase understanding and training in liquid soap and solid soap that can be sold to increase the income of Karang Taruna Saras Muda Palur Village. The methods used are socialization, soap making training and entrepreneurship training. This PKM produces a processed product from used cooking oil waste and increases partner understanding after the pretest and posttest. From the activities above, it can be concluded that the results of the PKM related to the utilization of used cooking oil waste carried out by Karang Taruna Saras Muda Palur Mojolaban Sukoharjo have been carried out well and smoothly.
Formulation and Activity Test of Anti-Acne Toner Containing Lemongrass Essential Oil (Cymbopogon nardus) against Propionibacterium acnes Bacteria Wijayanti, Devi Nur; Permata, Bangkit Riska; Artini, Kusumaningtyas Siwi
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v5i2.496

Abstract

Acne (Acne vulgaris) is caused by colonization of Propionibacterium acnes bacteria on the skin. The use of natural ingredients with antimicrobial activity for acne medication is an attractive alternative because it is considered safer than chemical ingredients. Lemongrass shows antibacterial activity. Lemongrass acne gel preparations can inhibit the growth of Propionibacterium acnes bacteria. This study aims to formulate the preparation and antibacterial activity of lemongrass essential oil toner. The method used is an experimental method. Variations in the concentration of lemongrass essential oil (Cymbopogon nardus) were tested at 10%, 20%, and 30%. The essential oil was produced using steam distillation. The physical quality of the toner formulation was tested using organoleptic testing, homogeneity testing, pH testing, and viscosity testing. This was followed by irritation testing, hedonic testing, and antibacterial activity testing of the toner formulation. Data analysis was performed using One-way ANOVA and Post Hoc. The acne-fighting toner based on lemongrass essential oil exhibited good physical characteristics, including a slightly opaque white color, a distinctive lemongrass aroma, a liquid texture that absorbs easily into the skin, and visual homogeneity. pH and viscosity tests showed significant differences between formulations, but all remained within safe ranges. Irritation tests showed that all formulations are safe for use as they did not cause negative reactions on the volunteers' skin. Based on hedonic testing, the formulation with a 20% concentration was most preferred by panelists in terms of aroma and color. Antibacterial activity testing showed that all concentrations (10%, 20%, and 30%) were able to inhibit the growth of Propionibacterium acnes, with effectiveness increasing as the concentration increased. The 10% formulation already demonstrated moderate antibacterial activity, while the 20% and 30% formulations fall into the strong category. Therefore, the lemongrass essential oil toner is effective and safe for use as an acne treatment, with an optimal concentration of 20%.
ANALISIS MINIMAL BIAYA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA PERIODE JANUARI- MARET 2023 Wardhani, Annisa Kusuma; Artini, Kusumaningtyas Siwi; Wardani, Tatiana Siska
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2821

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kelainan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia karena sekresi insulin yang rusak. Diabetes melitus tipe 2 ditandai dengan resistensi insulin perifer dan penurunan produksi insulin. Data RISKESDAS 2018 menjelaskan prevalensi diabetes melitus nasional adalah sebesar 8,5 % atau sekitar 20,4 juta orang Indonesia terdiagnosis diabetes melitus tipe 2. Analisis farmakoekonomi dalam peningkatan efisiensi atau penggunaan biaya secara lebih rasional sangat diperlukan. Pasien diabetes melitus tipe 2 juga memerlukan terapi seumur hidupnya sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar untuk terapi pengobatannya. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai minimal biaya terapi kepada pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada periode Januari – Maret 2023. Metode yang digunakan dalam analisis biaya penelitian ini adalah Cost Minimization Analysis (CMA). Hasil penelitian ini diketahui distribusi pengobatan hiperglikemik yang paling banyak digunakan untuk pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta adalah terapi kombinasi insulin analog basal dan insulin analog prandial/premixed sebanyak 30 pasien (33%) serta monoterapi insulin analog basal/prandial/premixed sebanyak 11 pasien (12%). Hasil analisis biaya dengan metode Cost Minimization Analysis (CMA) didapatkan hasil Rp 1.282.626,- dan Rp 1.173.120,-
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN DEMAM TIFOID RAWAT INAP RSAU DR.SISWANTO LANUD ADI SOEMARMO TAHUN 2022 Sahadatun, Angga Aulia; Artini, Kusumaningtyas Siwi; Wardani, Tatiana Siska
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2827

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang menyerang usus halus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Terapi awal yang diberikan pada penderita yaitu antibiotik, pilihan antimikroba pilihan Kemenkes yaitu seftriakson, sefotaksim, thiamphenikol dan sefiksim. Ketidak tepatan terapi menyebabkan lama perawatan sehingga biaya pengobatan semakin mahal. Cost Effectiveness Analysis (CEA) merupakan salah satu langkah untuk memulai menilai perbandingan manfaat kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik, besar biaya penggunaan antibiotik dan antibiotik mana yang paling efektif digunakan dilihat dari lama rawat inap dan penurunan suhu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Cost Effectiveness Analysis (CEA) dengan metode noneksperimental. Hasil dari penelitian ini yaitu antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi antibiotik inj seftriakson + thiamphenikol 500mg, besar biaya penggunaan antibiotik Rp.924.800, dan antibiotik yang paling cost effectiveness yaitu kombinasi antibiotik inj seftriakson + sefiksim 100 mg.
EVALUASI RASIONALITAS ANTIDIABETIK PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSAU DR. SISWANTO TAHUN 2022 Anisawati, Amanda; Pratama, Kharisma Jayak; Artini, Kusumaningtyas Siwi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2835

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis akibat keabnormalan pada proses sekresi insulin, resistensi insulin ataupun akibat faktor pola hidup yang kurang sehat, sehingga perlu adanya terapi untuk menunjang kualitas hidup penderita. Terapi rasional antidiabetik menjadi salah satu parameter keberhasilan terapi optimal bagi pasien diabetes. Ketepatan terapi dapat dilihat berdasarkan kondisi pasien dan hasil tes gula darah HbA1c ≥6,5%. Penelitian ini dilaksanakan di RSAU dr. Siswanto terhadap pasien diabetes melitus tipe 2 di tahun 2022. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi profil pengobatan diabetik dan kerasionalitasan terapi antidiabetik yang meliputi 3 indikator ketepatan yaitu tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis. Penelitian ini termasuk non eksperimental dengan pendekatan deskriptif menggunakan resep dan data rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 114 sampel yang terdiri dari 73 perempuan dan 41 laki-laki dimana seluruhnya memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dan menunjukkan pravalensi umur yang mendominasi adalah sekitar 56-65 tahun (39,3%), tercatat memiliki ketepatan indikasi sebesar 81,74%, tepat obat 81,74%, dan tepat dosis 100% yang masing-masing diolah menggunakan Microsoft Excel.
ANALISIS Gap PENGARUH PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Rohmana, Vivin Marwiyati; Artini, Kusumaningtyas Siwi; A, Ferlinda Ayu
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara kinerja tenaga farmasi dengan harapan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan pada 333 konsumen dengan metode purposive sampling di Instalasi Farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Data dari korelasi antara variabel bebas (jenis informasi obat, sikap tenaga farmasi, kinerja tenaga farmasi, kemampuan berkomunikasi tenaga farmasi dan lama waktu pelayanan informasi obat) dengan variabel tergantung (kepuasan pasien) dianalisis dengan analisis regresi linier sederhana, analisis regresi berganda dan analisis Gap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta faktor jenis informasi obat, sikap dan kinerja tenaga farmasi, kemampuan berkomunikasi tenaga farmasi dan lama waktu pelayanan informasi obat secara berurutan sebagai berikut 97,1%; 96,9%; 97,4%; 96,5% dan 97,1% yang berarti skor presentasi kepuasan sangat tinggi. Dan menunjukkan urutan nilai Gap dari yang terbesar hingga yang terkecil pada kelima dimensi sebagai berikut, sikap tenaga farmasi (-0,11); kinerja tenaga farmasi (-0,09); kemampuan berkomunikasi tenaga farmasi (0,06); jenis informasi obat (-0,1) dan lama waktu pelayanan informasi obat (-0,1).
Evaluasi Penggunaan Antihipertensi Dengan MetodeATC/DDDDiRSUD Dr.Moewardi Surakarta Periode Januari–Desember2022: Evaluation of the Use of Antihypertensives Using ATC/DDD Method In RSUD Dr. Moewardi Surakarta January – December 2022 Period Pratama, Yoga; Artini, Kusumaningtyas Siwi; Listyani, Tiara Ajeng
Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia (JIFIN) Vol 1 No 02 (2023): JIFIN: Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jifin.v1i02.2765

Abstract

Hypertension is a condition where there is an increase in blood pressure that exceeds normal limits, namely systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. The use of appropriate antihypertensive drugs is one of the keys to successful treatment of hypertension. The purpose of this study was to determine the type of antihypertensive used in RSUD Dr. Moewardi Surakarta and its quantity calculated using the ATC/DDD method. This research is a descriptive study with retrospective data collection. Data on the use of antihypertensive drugs during 2022 will be taken from the pharmacy installation unit of RSUD Dr. Moewardi Surakarta and then will be processed to determine the type and quantity in DDD units. Data on antihypertensive use will be processed using Microsoft Excel, then compiled in tabular format. In addition to data on antihypertensive use, data will also be collected on outpatient visits every month during 2022 to calculate the quantity of antihypertensive use in DDD units/1000 outpatient visits. The results showed that the antihypertensive drugs used in RSUD Dr. Moewardi Surakarta per month in 2022 are amlodipine, hydrochlorothiazide, candesartan, captopril, and lisinopril and the quantity of antihypertensive drug use from January to December in 2022 with an average quantity of use from January to December is amlodipine 32,020.27 DDD/1000 KPRJ, hydrochlorothiazide 972.14 DDD/1000 KPRJ, candesartan 36,192.85 DDD/1000 KPRJ, captopril 544.68 DDD/1000 KPRJ, and lisinopril 1,524.08 DDD/1000 KPRJ. Drugs included in the 90% DU segment are amlodipine and candesartan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI NYERI YANG RASIONAL DI APOTEK HARISH FARMA KABUPATEN SUKOHARJO Artini, Kusumaningtyas Siwi
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i2.1386

Abstract

AbstrakSelf-medication (pengobatan sendiri) adalah penggunaan obat-obatan dengan maksud terapi tanpa saran dari profesional atau tanpa resep. Swamedikasi dapat dilakukan dengan menggunakan obat dari pengobatan sebelumnya, dengan membeli obat tanpa resep, mengikuti saran dari saudara atau teman tentang penggunaan obat tertentu. Nyeri menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami pasien yang kadang tidak bisa ditolerensi sehingga pasien melakukan pengobatan sendiri. Penggunaan obat nyeri banyak digunakan bebas di masyarakat sehingga dapat menyebabkan ketergantungan, sehingga diperlukan edukasi sehingga pengobatan tersebut rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi nyeri di Apotek Harish Farma, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan rancangan survey cross sectional dengan menggunakan accidental sampling dan data kuesioner diolah dengan metode uji Pearson. Pada penelitian ini melibatkan 84 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2020. Dari penelitian dapat dilihat 46% responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, 48% responden memiliki pengetahuan yang cukup baik dan 6% responden memiliki pengetahuan yang baik dan untuk perilaku swamedikasi sebanyak 37% responden memiliki perilaku swamedikasi yang kurang, 39% responden memiliki perilaku swamedikasi yang cukup baik, dan 24% memiliki perilaku swamedikasi yang baik. Pada analisis dengan menggunakan uji pearson diperoleh hasil r hitung sebesar 0,309 dan nilai sig. 0,004 yang menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku swamedikasi nyeri. Kata Kunci: tingkat pengetahuan, swamedikasi; antinyeri; apotekAbstractSelf-medication is the use of drugs for the purpose of therapy without professional advice or without a prescription. Self-medication can be done by using drugs from previous treatment, by buying drugs without a prescription, following advice from relatives or friends about the drugs. Pain is one of the diseases which sometimes cannot be tolerated so patient do self-medication. The analgetic is widely used in the community so education to the patient is needed in order to make the medication will be rational. The purpose of this study was to determine the correlation between patient knowledge and pain self-medication at Apotek Harish Farma, Kabupaten Sukoharjo. This study used a cross-sectional survey design using accidental sampling and the questionnaire data were processed using the Pearson test method. This study was used by 84 respondents. This research was conducted in July - August 2020. The results showed that 46% of respondents had a low level of knowledge, 48% of respondents had good enough knowledge and 6% of respondents had good knowledge and 37% of respondents had less self-medicated behavior, 39% of respondents had good enough self-medicated behavior, and 24% have good self-medicated behavior. In the analysis using the Pearson test, the r count was 0.309 and the sig value. 0.004 which shows the relationship between knowledge and pain self-medication behavior. Keyword: level of knowledge; self-medication; analgetic; apotek