Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Representation of the life of visual sensory disabilities in religious poetry: A semiotic study by Roland Barthes Irfai Fathurohman; Luthfa Nugraheni; Muhammad Sholikhan; Riyan Dwi Cahyaningsih; Isna Fatkhur Rohmah
LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 22 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/lite.v22i1.11902

Abstract

This study examines the representation of the life experiences of individuals with visual sensory disabilities in religious poetry through Roland Barthes’ semiotic framework. The research aims to identify (1) denotative meanings, (2) connotative meanings, and (3) myths embedded in the poems. This study employs a qualitative descriptive method with a narrative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation at the Pendowo Social Service Center for Visual Sensory Disabilities (PPSDSN) in Kudus Regency. The data consist of words, symbols, and expressions found in religious poems written by individuals with visual sensory disabilities. Data analysis was conducted using heuristic and hermeneutic techniques. The findings reveal that denotative meanings reflect everyday experiences, emotional relationships, and expressions of gratitude. Connotative meanings uncover deeper symbolic interpretations related to faith, resilience, hope, and spiritual dependence. Meanwhile, the myths identified represent broader socio-cultural ideologies, including divine love as a source of strength, the acceptance of limitations, and spirituality as a means of overcoming loneliness and social marginalization. The novelty of this study lies in applying Barthes’ semiotic analysis to disability literature, particularly religious poetry, which remains underexplored. This research contributes to expanding literary studies on disability by highlighting poetry as a medium of spiritual expression and social representation.
ANALISIS KEBUTUHAN KAMUS DIGITAL BIPA BERBASIS MUATAN BUDAYA LOKAL UNTUK MAHASISWA ASING Luthfa Nugraheni; Rani Setiawaty
TITIK DUA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/titikdua.v6i2.83702

Abstract

This study aimed to describe the characteristics of legends originating from Central Java and analyse the need for a BIPA digital dictionary based on local content for international students. This research used a mixed-methods approach with a sequential exploratory design. Qualitative data were obtained through observation, interviews, and documentation, while quantitative data were gathered through questionnaires completed by 12 international students and one BIPA instructor in Central Java. Qualitative data were analysed using the interactive model, while quantitative data were analysed by calculating the mean score. The results of the study show that the legends most favoured by international students are local and personal legends, whereas religious legends are less favoured, and supernatural legends were not found. Moreover, the majority of respondents expressed a preference for illustrated and descriptive digital dictionaries. The theoretical implication of this research is the enrichment of BIPA studies through the integration of local culture in the development of digital dictionaries. Practically, the findings offer guidance for instructors and media developers in designing digital dictionaries based on local content.
Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Teks Berita Online di Kompas.tv Lisa Agustin Dewi Rahayu; Luthfa Nugraheni; Ahmad Hariyadi
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.5014

Abstract

This study aims to identify language errors and describe the correction of language errors in terms of spelling, morphology, and semantics contained in news texts on Kompas.tv. The method used in this study is descriptive qualitative. Qualitative analysis focuses on indicating meaning, description, clarification, and placement of data and also often describes it in the form of words rather than numbers. The data analysis techniques in this study are (1) Reading the contents of the news text. (2) Marking the form of language errors. (3) Analyzing the data. (4) Presenting the research data. What is interesting is that the author conducted research on language error analysis, especially in online media because today's society uses social media more and reads news online than print media. The author chose the Kompas.tv news page because the Kompas.tv page is a national private network and Kompas.tv focuses on news. The results of this study are the occurrence of language errors in writing news texts on mass media pages in spelling, morphology, and semantics. The most common errors are in spelling, namely the use of italics, periods, and commas. A news text or newspaper is one medium for analyzing errors in written language. When writing a news story for the mass media, a reporter must also pay attention to language usage, word choice, spelling, and word formation.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan berbahasa  dan mendeskripsikan perbaikan kesalahan berbahasa dari segi ejaan, morfologi, dan semantik yang terdapat di dalam teks berita di Kompas.tv. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Analisis kualitatif fokusnya pada penunjukan makna, deskripsi, penjernihan, dan penempatan data dan juga sering kali melukiskannya dalam bentuk kata-kata dari pada angka-angka. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah (1) Membaca isi teks berita. (2) Menandai bentuk kesalahan bahasa. (3) Menganalisis data. (4) Menyajikan data hasil penelitian. Adapun yang menarik penulis melakukan penelitian analisis kesalahan berbahasa khususnya pada media online karena mengingat masyarakat zaman sekarang lebih banyak menggunakan media sosial dan membaca berita secara online dibandingkan media cetak. Penulis memilih laman berita Kompas.tv karena laman Kompas.tv merupakan salah satu jaringan swasta yang sudah nasional dan dalam Kompas.tv berfokus pada berita. Hasil dari penelitian ini yaitu terjadinya kesalahan berbahasa di dalam penulisan teks berita di laman media massa pada kesalahan ejaan, morfologi dan semantik. Yang banyak terjadi kesalahan yaitu ada pada ejaan yaitu penggunaan cetak miring, titik dan koma. Suatu teks berita atau surat kabar merupakan salah satu media untuk menganalisis kesalahan dalam segi bahasa tertulis. Seorang wartawan atau jurnalis dalam menulis sebuah berita di media massa juga harus memperhatikan penggunaan bahasa, pemilihan kata, ejaan dan juga pembentukan kata.
Exploration of the Profile of Dysgraphia in Early Childhood: A Neurolinguistic Study, Environmental Factors, and Implications for Learning Interventions Dewi Fatimah; Hetilaniar; Tri Indrayanti; Saharudin; Luthfa Nugraheni
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 9 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v9i1.16543

Abstract

Kesulitan menulis (disgrafia) pada masa kanak-kanak awal merupakan masalah perkembangan yang berkaitan erat dengan integrasi neurolinguistik, keterampilan motorik halus, dan lingkungan belajar. Gangguan menulis yang tidak teridentifikasi sejak dini dapat menyebabkan tantangan akademis jangka panjang. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil kesulitan menulis (disgrafia) pada masa kanak-kanak awal dan menganalisis implikasi intervensi pembelajaran inklusif melalui media, metode, dan model pembelajaran yang tepat. Studi ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari pretest dan tiga siklus intervensi. Partisipan penelitian adalah anak-anak di Kelompok B pendidikan anak usia dini yang diidentifikasi mengalami kesulitan menulis. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kinerja menulis, dan dokumentasi karya anak-anak. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan bertahap dalam kemampuan menulis anak-anak di setiap siklus intervensi, khususnya dalam koordinasi motorik halus, kerapian tulisan tangan, akurasi pembentukan huruf, dan daya tahan menulis. Implementasi media multisensori, metode berbasis permainan terstruktur, dan model pembelajaran inklusif yang didukung oleh kolaborasi guru-orang tua terbukti efektif dalam mengurangi dampak disgrafia pada masa kanak-kanak awal. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi pembelajaran yang terencana dengan baik, inklusif, dan kolaboratif memainkan peran penting dalam mendukung pengembangan keterampilan menulis pada anak-anak dengan disgrafia. Temuan ini diharapkan dapat memberikan referensi praktis bagi pendidik anak usia dini, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif.
Analisis Kritik Sastra pada Lirik Lagu Mangu Karya Fourtwnty ft. Charita Utami Menggunakan Pendekatan Mimetik Inaayatul Chusna; Luthfa Nugraheni
Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leksikon.v3i1.425

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji mengenai ragam aspek mimetik pada lirik lagu Mangu karya Fourtwnty ft. Charita Utami dan menganalisis makna apa saja yang terkandung pada lirik lagu tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk meneliti objek secara alamiah dan hasil yang difokuskan berupa analisis makna. Pengumpulan data menggunakan teknik simak catat dan analisis data pada lagu Mangu yang menjadi objek penelitian ini. Hasil analisis data yang dilakukan, terdapat 17 aspek mimetik yang terkandung pada makna lirik lagu Mangu karya Foutwnty ft. Charita Utami. Sembilan belas aspek tersebut, antara lain 1 aspek penggambaran waktu, 2 aspek penggambaran diri, 1 aspek koneksi emosional, 4 aspek penggambaran keadaan masa sekarang, 2 aspek konflik batin, 3 aspek spiritual, 6 aspek penggambaran emosional, 1 aspek realitas sosial, 3 aspek psikologis tokoh, 1 aspek dinamika sosial, 1 aspek refleksi emosional, 1 aspek pelajaran hidup, 1 aspek pengakuan, 1 aspek komitmen, 1 aspek penegasan, 1 aspek pernyatan, dan 2 aspek pengalaman cinta.  
Representasi Kepemimpinan Ratu Kalinyamat dalam Narasi "Ratu Kalinyamat Perempuan Perintis Antikolonialisme 1549–1579" Aqilah Latujtaba; Luthfa Nugraheni
Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leksikon.v3i1.426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kepemimpinan Ratu Kalinyamat dalam buku “Laporan Hasil Penelitian Empiris Ratu Kalinyamat Perempuan Pelopor Anti-Kolonialisme 1549-1579” dengan menggunakan teori pemberdayaan Max Weber. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan kajian pustaka digunakan untuk mengekstrak informasi terpenting dari narasi buku tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Ratu Kalinyamat didasarkan pada legitimasi tradisional sebagai pewaris dinasti Demak, otoritas kharismatik yang ditunjukkan oleh keberanian dan kepemimpinannya selama ekspedisi militer melawan Portugis, dan otoritas rasional-legal melalui kebijakan mengenai penguasaan pelabuhan, perdagangan, dan aliansi strategis. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa narasi buku tersebut berhasil menggambarkan Ratu Kalinyamat sebagai pemimpin perempuan yang kuat dan visioner yang berhasil mendobrak identitas gender dalam sejarah nusantara. Lebih jauh, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang kepemimpinan perempuan dan menyoroti pentingnya menafsirkan kembali narasi sejarah secara adil dan setara.
Refleksi Overthinking dalam Lirik Lagu Distopia Karya Rizki As Rizki Adi Sahputra; Luthfa Luthfa Nugraheni
Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leksikon.v3i1.427

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi fenomena overthinking dalam lirik lagu Distopia karya Rizki As melalui pendekatan psikologi sastra. Overthinking merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan kecenderungan untuk merenung secara berlebihan hingga menimbulkan kecemasan dan tekanan mental. Lagu Distopia dipilih sebagai objek kajian karena memuat ungkapan emosional yang mencerminkan konflik batin dan tekanan psikologis individu modern, khususnya remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori psikoanalisis Freud dan klasifikasi emosi David Krech sebagai landasan analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa lirik lagu merepresentasikan dinamika antara id, ego, dan superego melalui metafora dan citraan yang kuat, menggambarkan kondisi keputusasaan, kecemasan eksistensial, dan mekanisme pertahanan diri seperti regresi. Dengan demikian, lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi emosional, tetapi juga sebagai refleksi kondisi psikologis kontemporer, serta memberikan kontribusi dalam kajian sastra dan psikologi musik.
Penindasan kepada Perempuan dalam Novel Isinga Karya Dorothea Rosa Herliany sebagai Alat Kontrol Sosial Prih Nur Fia Istiqomah; Luthfa Nugraheni
Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leksikon.v3i1.428

Abstract

Fokus penelitian pada tulisan ini adalah menyebutkan beberapa bentuk penindasan yang dialami perempuan dalam Novel Isinga Karya Dorothea Rosa Herliany baik secara verbal maupun non verbal sebagai alat kontrol sosial. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui analisis pada novel yang telah dibaca serta pengumpulan sumber-sumber lain yang relevan dengan topik yang sedang dibahas. Objek yang digunakan pada penelitian adalah novel Isinga karya Dorothea Rosa Herliany. Melalui studi kasus terpancang penulis akan mengamati beberapa aspek tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan lewat analisis novel yang menjadi objek kajian beserta pengumpulan sumber-sumber lain yang memiliki korelasi dengan tema pembahasan yang akan diangkat. Analisis data dilakukan secara deskriptif yang kemudian disampaikan dalam hasil pembahasan. Berdasarkan hasil penelitiaan, bentuk penindasan atau kekerasan terbagi menjadi dua, yaitu secara verbal dan non verbal. Penindasan verbal biasanya dilakukan untuk menyerang psikis korbannya, sedangkan penindasan atau kekerasan secara non verbal dilakukan menggunakan fisik pelaku. Penindasan secara non verbal cenderung dapat dikenali karena biasanya meninggalkan bekas pada tubuh korban.
The value of character education in the Malin Kundang folktale as a tool for social control Luthfa Nugraheni; Sri Surachmi; Muhammad Salaebing
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 12 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v12i1.41905

Abstract

The weakening of the internalization of character education values in modern society indicates a gap between educational goals and social realities, particularly with respect to parents, social responsibility, and moral awareness. Amid these challenges, folklore as local wisdom has strategic potential to strengthen character formation while functioning as a mechanism of social control. This study aims to identify and describe the character-education values in the Malin Kundang folktale and to analyze its role as an instrument of social control, using a descriptive qualitative approach. Data were obtained from the folktale text and millennial informants (aged 18–35) through a limited literature study and semi-structured interviews, and analyzed using an interactive technique. The findings showed that the Malin Kundang story contained values such as respect for parents, honesty, humility, responsibility, loyalty to identity, and social awareness, which were integrated into a cause-and-effect narrative structure that effectively shaped moral awareness. In addition, the story functioned as a preventive cultural social control mechanism through symbolic moral consequences, such as the curse turning Malin Kundang into stone. Millennials still interpreted the story as a source of life reflection, particularly regarding respect, self-control, and responsibility, indicating that the folktale remains relevant as a medium for character education and social control in contemporary society.