Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Kemampuan Menyimak Siswa SLBN Pati Dalam Melakukan Senam Disabilitas Netra (NADINE) Khofifah, Intan Najwa Karimatul; Nugraheni, Luthfa; Kuryanto, Moh. Syaffruddin
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12: Special Issue No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i1.9846

Abstract

Menyimak merupakan aktivitas mental yang kritis, di mana siswa harus mampu mengolah instruksi verbal untuk dapat berpartisipasi dalam aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan menyimak siswa disabilitas netra dalam kegiatan senam yang diselenggarakan di SLBN Pati. Program Senam Disabilitas Netra (NADINE) dirancang untuk meningkatkan keterampilan motorik, keseimbangan, dan koordinasi siswa dengan menggunakan instruksi verbal yang jelas dan bantuan kinestetik. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa disabilitas netra mampu mengikuti instruksi senam dengan baik, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan menyimak dan keterampilan motorik. Faktor-faktor pendukung seperti motivasi tinggi, dukungan keluarga, dan keterlibatan sosial berkontribusi pada hasil positif ini, meskipun beberapa tantangan seperti keseimbangan, kekuatan otot, dan kompleksitas instruksi tetap ada. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam, serta mengeksplorasi pengaruh durasi dan frekuensi latihan, serta penggunaan teknologi bantu untuk meningkatkan efektivitas program senam bagi siswa disabilitas netra.
PENERAPAN PEMBELAJARAN DONGENG BERBASIS PROJECT BASED LEARNING DALAM KETERAMPILAN MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR Salma Destanti, Adinda; Pangestuti, Yusnia; Deva Arianti , Aprilia; Nugraheni, Luthfa
POJOK GURU: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): POJOK GURU
Publisher : Center for the Research and the Community Service, Islamic Institut of Hasanuddin Pare - Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/pojokguru.v3i2.1693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan media pembelajaran dongeng berbasis Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa sekolah dasar melalui pendekatan kajian pustaka sistematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan data yang dikumpulkan berasal dari artikel dan jurnal ilmiah yang dipublikasikan pada Google Scholar dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Sumber data dipilih berdasarkan kriteria inklusi tertentu, seperti relevansi topik, kualitas publikasi, dan keterkaitan dengan pembelajaran dongeng dan pendekatan PjBL. Teknik analisis data dilakukan dengan proses sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola temuan dan kesimpulan yang dapat ditarik dari berbagai literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi dongeng dalam model PjBL efektif dalam membangun minat baca siswa, meningkatkan pemahaman isi bacaan, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Dengan demikian, pembelajaran dongeng berbasis proyek dapat dijadikan strategi yang tepat untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa secara komprehensif.
Development of LINOSIAPPS as teaching materials to enhance information literacy of elementary school students based on Pantura local wisdom Setiawaty, Rani; Nugraheni, Luthfa; Sufanti, Main; Purnomo, Eko; Cris Alonso T. Elle, Jude
BAHASTRA Vol. 46 No. 1 (2026): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v46i1.1768

Abstract

This study aims to develop LINOSIAPPS teaching materials to enhance information literacy of elementary school students based on Pantura local wisdom. The method used is Research and Development with the ADDIE model, including analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were fourth-grade students of SD 1 Kesambi as the experiment and SD 2 Kesambi as the control, each with 22 students. The research instruments included expert validated questionnaires, teacher and student practicality questionnaires, and information literacy tests. The validation results showed that LINOSIAPPS was a very valid media (the average percentage of media expert validity was 90% and material expert 86.6%). The practicality test showed 96.5% student responses and 93.3% teacher responses, a very practical category. The effectiveness test using an independent t-test showed a significant difference (Sig. 0.000 <0.05) between the experimental and control groups, so LINOSIAPPS was effective in improving students' information literacy skills. The advantage of this media lies in the integration of e-module materials, interactive assessments, learning videos, and educational games that highlight the local wisdom of the Pantura area of Kudus, Pati, and Rembang. LINOSIAPPS supports contextual, engaging, and responsive Indonesian language learning to meet students' needs, while fostering local cultural awareness. Thus, LINOSIAPPS has proven valid, practical, and effective as an innovative teaching materials for strengthening information literacy in elementary school students.  
Pembentukan Pendidikan Karakter Peserta Didik Melalui Media Wayang Beber Luthfa Nugraheni
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i2.8523

Abstract

Pendidikan karakter merupakan sebuah penanaman pembelajaran akhlak dan budi pekerti untuk mengontrol perilaku peserta didik. Berkembangnya teknologi yang semakin canggih, secara langsung peserta didik dapat menyerap informasi melalui smartphone. Upaya untuk mencegah perilaku negatif melalui tayangan smartphone tersebut adalah dengan menghadirkan wayang beber sebagai media pembelajaran di sekolah. Wayang beber merupakan wayang tertua di Indonesia. Cerita dalam wayang beber dalam penelitian ini tidak lagi Dewi Sekar Taji dan Panji Asmoro Bangun tetapi mengangkat cerita lokal yakni Wasis Joyokusumo. Wasis Joyokusumo merupakan tokoh atau Adipati kota Pati yang memiliki sifat arif dan bijaksana. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penanaman pendidikan karakter melalui cerita wayang beber Wasis Joyokusumo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah menanamkan pendidikan karakter peduli sosial. Penting penelitian ini dilakukan karena semakin banyak budaya asing diserap, maka semakin lunturnya budaya lokal. Hal demikian memiliki dampak yang signifikan misalnya, bersikap acuh kepada orang lain. Hal ini dikarenakan generasi milenial hidup pada zaman yang serba canggih. Implikasi praktis dalam penelitian ini adalah (1) penyampaian nilai budaya, (2) pengembangan karakter positif, (3) pembelajaran yang menarik dan interaktif, (4) penguatan budaya dan identitas.
Inovasi Bahan Ajar Teks Narasi Bahasa Indonesia SD Berbasis Mobile Module “EMONAKU” dengan Pendekatan CRT Kearifan Lokal Kudus Rani Setiawaty; Lintang Kironoratri; Luthfa Nugraheni; Riyadi Widhiyanto
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.4936

Abstract

This study aims to develop and test the validity of the Mobile Module-based teaching material “EMONAKU” (E-Module: Narrative Text based Local Wisdom on Kudus) as a narrative text teaching material for Indonesian language based on local wisdom in Kudus using the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach for elementary school students. The research used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection techniques included questionnaires, interviews, documentation, and narrative text comprehension literacy tests through a pretest-posttest design. The data were analyzed descriptively to assess the validity and practicality of the product, and statistically using a paired-sample t-test to assess the product’s effectiveness. The results showed that the EMONAKU Mobile Module as teaching materials was rated as highly valid based on the assessments of media experts (86%), language experts (90%), and subject matter experts (88%). The practicality test showed an 82% student response rate, which is considered highly practical. The effectiveness test results showed a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a significant increase between the students' pretest and posttest scores. Furthermore, calculations of the effect size using the Effect Size Calculator yielded a Cohen’s d value of 1.290, which falls into the large category, indicating that the intervention had a strong effect on improving students’ narrative text comprehension literacy. These findings indicate that EMONAKU is effective in improving narrative text comprehension literacy, particularly in terms of content comprehension, determining main ideas, summarizing stories, and relating text content to local cultural values. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kevalidan bahan ajar berbasis Mobile Module “EMONAKU” (E-Modul Teks Narasi Kearifan Lokal Kota Kudus) sebagai bahan ajar teks narasi Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal Kudus dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data meliputi angket, wawancara, dokumentasi, serta tes literasi pemahaman teks narasi melalui desain pretest–posttest. Data dianalisis secara deskriptif untuk menguji validitas dan kepraktisan produk, serta secara statistik menggunakan uji paired sample t-test untuk menguji efektivitas produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis Mobile Module “EMONAKU” memperoleh kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli media (86%), ahli bahasa (90%), dan ahli materi (88%). Uji kepraktisan menunjukkan respon siswa sebesar 82% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), yang menandakan adanya peningkatan signifikan antara nilai pretest dan posttest siswa. Adapun, berdasarkan perhitungan ukuran efek dengan bantuan Effect Size Calculator menunjukkan nilai Cohen’s d sebesar 1,290 yang termasuk dalam kategori besar, sehingga mengindikasikan bahwa perlakuan yang diberikan memiliki pengaruh yang kuat terhadap peningkatan literasi pemahaman teks narasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa EMONAKU efektif dalam meningkatkan literasi pemahaman teks narasi, khususnya pada aspek pemahaman isi, penentuan ide pokok, penyimpulan cerita, dan pengaitan isi teks dengan nilai budaya lokal. 
Analisis Pemanfaatan Media Sosial Pada Perkembangan Berbicara Anak di Usia Balita Akibat Pengaruh Gadget Rahardian Fajrul Falah; Atabika Arzaq; Isnaini Habibatuzzahra; Zumala’in; Luthfa Nugraheni
Jurnal Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2025): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jspaud.v1i2.941

Abstract

Perkembangan teknologi digital, terutama media sosial, telah memberi dampak yang signifikan terhadap pola interaksi dan perilaku masyarakat, termasuk anak-anak berusia balita. Meningkatnya penggunaan gadget di kalangan orang tua menjadikan media sosial bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media sosial memengaruhi perkembangan kemampuan berbicara anak usia balita, dengan menyoroti pengaruh positif dan negatif dari penggunaan gadget. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif.Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan media sosial melalui gadget secara tidak terkontrol dapat menghambat stimulasi komunikasi verbal anak, menyebabkan keterlambatan dalam berbicara, dan mengurangi interaksi sosial secara langsung. Namun, jika digunakan secara bijak dan dengan pendampingan orang tua, media sosial juga dapat menjadi alat edukatif yang mendukung perkembangan bahasa anak. Oleh karena itu, keterlibatan aktif orang tua dalam mengatur waktu layar dan memilih konten yang tepat sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif gadget terhadap perkembangan berbicara anak usia balita
The value of character education in the Malin Kundang folktale as a tool for social control Nugraheni, Luthfa; Surachmi, Sri; Salaebing, Muhammad
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 12 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v12i1.41905

Abstract

The weakening of the internalization of character education values in modern society indicates a gap between educational goals and social realities, particularly with respect to parents, social responsibility, and moral awareness. Amid these challenges, folklore as local wisdom has strategic potential to strengthen character formation while functioning as a mechanism of social control. This study aims to identify and describe the character-education values in the Malin Kundang folktale and to analyze its role as an instrument of social control, using a descriptive qualitative approach. Data were obtained from the folktale text and millennial informants (aged 18–35) through a limited literature study and semi-structured interviews, and analyzed using an interactive technique. The findings showed that the Malin Kundang story contained values such as respect for parents, honesty, humility, responsibility, loyalty to identity, and social awareness, which were integrated into a cause-and-effect narrative structure that effectively shaped moral awareness. In addition, the story functioned as a preventive cultural social control mechanism through symbolic moral consequences, such as the curse turning Malin Kundang into stone. Millennials still interpreted the story as a source of life reflection, particularly regarding respect, self-control, and responsibility, indicating that the folktale remains relevant as a medium for character education and social control in contemporary society.
WORKSHOP MENULIS EKSPRESIF BERBASIS MODEL HANDWRITING BAGI GURU SLB SEBAGAI PENDEKATAN PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS SISWA Rani Setiawaty; Luthfa Nugraheni; Muh Syafei; Nur Fajrie; Lintang Kironoratri; Agung Dwi Nurcahyo; Diah Kurniati; Fatikhatun Najikhah; Irfa’i Fathurohman
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.156

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SLB dalam menerapkan teknik expressive writing berbasis model handwriting sebagai pendekatan pengembangan motorik halus. Metode yang digunakan adalah partisipatif-kolaboratif melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, serta praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan pada dengan melibatkan 32 guru SLB di Purwosari, Kabupaten Kudus. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan workshop menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep expressive writing serta penerapannya dalam pembelajaran. Integrasi teknik menulis ekspresif dengan model handwriting dapat memberikan stimulus efektif terhadap koordinasi motorik halus siswa melalui aktivitas menulis yang bermakna dan bertahap. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta kegiatan memberikan respons yang sangat positif. Dengan demikian, kegiatan ini dapat dinyatakan berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan siswa, serta berkontribusi pada pengembangan motorik halus secara optimal.
Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembelajaran BIPA Vita Verliana; Sri Surachmi; Luthfa Nugraheni
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v7i1.4988

Abstract

This study aims to describe the forms and types of vocabulary in the Guyang Cekathak tradition and its relevance in teaching Indonesian to foreign speakers (BIPA). This study uses a qualitative approach with a descriptive ethnographic method. The research was conducted in Colo Village, Dawe District, Kudus Regency, Central Java, with three informants consisting of religious leaders, village officials, and caretakers. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, vocabulary classification based on morphological form, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the vocabulary forms in this tradition included basic vocabulary, affixed vocabulary, compound words, and repeated words, with a predominance of basic vocabulary. Based on their function, the vocabulary was classified into six types, namely religious, social, objects, rituals and processions, sacred figures and places, and conceptual or descriptive. The vocabulary in the Guyang Cekathak tradition has the potential to be used as teaching material for Indonesian as a foreign language based on local culture because it helps foreign learners understand the Indonesian language as well as the culture of the local community.
Representation of the life of visual sensory disabilities in religious poetry: A semiotic study by Roland Barthes Irfai Fathurohman; Luthfa Nugraheni; Muhammad Sholikhan; Riyan Dwi Cahyaningsih; Isna Fatkhur Rohmah
LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 22 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/lite.v22i1.11902

Abstract

This study examines the representation of the life experiences of individuals with visual sensory disabilities in religious poetry through Roland Barthes’ semiotic framework. The research aims to identify (1) denotative meanings, (2) connotative meanings, and (3) myths embedded in the poems. This study employs a qualitative descriptive method with a narrative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation at the Pendowo Social Service Center for Visual Sensory Disabilities (PPSDSN) in Kudus Regency. The data consist of words, symbols, and expressions found in religious poems written by individuals with visual sensory disabilities. Data analysis was conducted using heuristic and hermeneutic techniques. The findings reveal that denotative meanings reflect everyday experiences, emotional relationships, and expressions of gratitude. Connotative meanings uncover deeper symbolic interpretations related to faith, resilience, hope, and spiritual dependence. Meanwhile, the myths identified represent broader socio-cultural ideologies, including divine love as a source of strength, the acceptance of limitations, and spirituality as a means of overcoming loneliness and social marginalization. The novelty of this study lies in applying Barthes’ semiotic analysis to disability literature, particularly religious poetry, which remains underexplored. This research contributes to expanding literary studies on disability by highlighting poetry as a medium of spiritual expression and social representation.