Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi dan Skrining (EKSIS) Penyakit Tidak Menular: Pemeriksaan Hipertensi, Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat di Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru Bayu Azhar; Violita Dianatha Puteri; Yoga Saputra; Olifvia Oktaviani Hermalia Putri; Muthia Dzuwelda
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i2.161

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, hiperglikemia, hiperkolesterolemia, dan hiperurisemia merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Karakteristik PTM yang bersifat progresif dan sering tanpa gejala menyebabkan banyak individu tidak menyadari kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, deteksi dini dan edukasi kesehatan menjadi strategi penting dalam menekan beban PTM. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang PTM serta melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan sederhana meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan, sesi tanya jawab, serta skrining kesehatan yang dilaksanakan pada 7–8 Desember 2024 di Mall Ciputra Pekanbaru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat mulai menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya pencegahan PTM. Namun, preferensi terhadap pengobatan tradisional masih cukup kuat, terutama pada kelompok lansia, yang dipengaruhi oleh pengalaman pribadi dan kepercayaan yang telah terbentuk lama. Sebaliknya, kelompok usia muda lebih terbuka terhadap pengobatan modern. Simpulan, kombinasi edukasi kesehatan dan pemeriksaan sederhana terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mendukung deteksi dini PTM di masyarakat.
Efektivitas Teknik Relaksasi Nafas Dalam melalui Media Audiovisual terhadap Pengurangan Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea Puteri, Violita Dianatha; Ningtyas, Diah Ayu Puspa; Malfasari, Eka; Azhar, Bayu; Adelia, Gita
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 1 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i1.6862

Abstract

Sectio caesarea merupakan prosedur bedah yang umum dilakukan untuk menghindari risiko terhadap ibu dan janin dalam persalinan pervaginam. Meskipun prosedur ini menyelamatkan nyawa, nyeri pascaoperasi yang signifikan sering kali dialami oleh ibu dan dapat mengganggu proses pemulihan serta perawatan bayi. Teknik relaksasi napas dalam merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang efektif dalam mengurangi persepsi nyeri dengan meningkatkan oksigenasi dan relaksasi otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik relaksasi napas dalam melalui media audiovisual terhadap pengurangan nyeri pada pasien post sectio caesarea di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 32 pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 52 pasien post sectio caesarea. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan skala pengukuran nyeri Numeric Rating Scale (NRS) digunakan untuk menilai tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi napas dalam melalui media audiovisual, dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Teknik relaksasi napas dalam melalui media audiovisual terbukti efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien post sectio caesarea. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis dalam manajemen nyeri pascaoperasi.
Inovasi Produk TEBIKA (Teh Celup Biji Nangka) sebagai Minuman Herbal Pencegah Anemia Berbasis Bahan Lokal Puteri, Violita Dianatha; Dina , Rahmah Datul; Rosdiana, Rosdiana; Sapitri, Gita; Fadillah, Happy Zalma
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3483

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan buah-buahan tropis, salah satunya buah nangka yang banyak ditemukan di berbagai daerah. Selama ini, pemanfaatan buah nangka hanya terbatas pada daging buahnya, sedangkan bijinya belum dimanfaatkan secara optimal dan sering menjadi limbah. Padahal, biji nangka mengandung zat gizi penting seperti protein, karbohidrat, vitamin A, B, C, serta mineral kalsium, fosfor, dan zat besi yang berpotensi mencegah anemia. Berdasarkan kondisi tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mengembangkan inovasi produk berbasis bahan lokal bernama TEBIKA (Teh Celup Biji Nangka), yaitu minuman herbal alami yang diolah dari limbah biji nangka untuk membantu pencegahan anemia pada remaja putri. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga aspek utama, yaitu aspek produksi, strategi pemasaran, dan manajemen usaha. Proses produksi meliputi tahapan pencucian, perebusan, pengeringan, penghalusan, dan pengemasan yang dilakukan secara higienis hingga menghasilkan teh celup siap seduh. Strategi pemasaran dilakukan secara offline melalui bazar dan penyebaran brosur, serta online melalui media sosial dan platform e-commerce. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa produk TEBIKA memiliki cita rasa khas, tidak pahit, dapat diseduh tanpa gula, dan dikemas menarik sehingga diminati konsumen. Produksi perdana sebanyak 15 kotak berhasil terjual habis dengan harga Rp15.000/kotak (isi 10 kantong teh), menunjukkan potensi penerimaan pasar yang baik. Inovasi ini tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mendukung pengurangan limbah organik dan upaya peningkatan kesehatan remaja putri melalui konsumsi minuman herbal fungsional berbasis bahan lokal.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan Imunisasi Dasar Pada Anak Usia 12-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Selatbaru karmila, karmila; Suryani, Linda; Puteri, Violita Dianatha; Zulva, Siti Zakiah
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.044211/ehcz4a35

Abstract

Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost-effective serta berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Secara global, saat ini sekitar 23 juta anak di bawah usia satu tahun masih belum memperoleh imunisasi lengkap, dan 9,5 juta dari jumlah tersebut ada di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar pada anak usia 12–36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Selatbaru. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel sebanyak 77 ibu yang memiliki anak usia 12–36 bulan diperoleh melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa lima faktor memiliki hubungan signifikan dengan cakupan imunisasi dasar, yaitu: pengetahuan ibu (p=0,000), status pekerjaan (p=0,038), sikap ibu (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000), dan peran petugas kesehatan (p=0,000). Sementara faktor pendidikan, paritas, kepercayaan, dan ketersediaan fasilitas tidak memiliki hubungan yang signifikan. Pada analisis multivariat, pengetahuan ibu merupakan faktor dominan yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap (p=0,001; Exp.B=52,33). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, pekerjaan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan merupakan faktor pendukung cakupan imunisasi dasar, sedangkan pendidikan, paritas, kepercayaan, dan fasilitas kesehatan merupakan faktor yang tidak mendukung. Puskesmas Selatbaru diharapkan meningkatkan promosi kesehatan dan keterlibatan petugas serta keluarga dalam mendukung imunisasi dasar anak.
S STRATEGI KELAS IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS SIMPANG TIGA PEKANBARU Kirana, Nindya; Wahyuni, Islah; Safitri, Yunni; Putri, Violita Dianatha; Zulfa, Siti Zakiah; Amran, Husna Farianti; Ariyani, Dany
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i1.49

Abstract

Antenatal care (ANC) is preventive care which aims to prevent and reduce complications for pregnant women. Pregnant women ensure that it is very important to have an ANC examination for healthy mothers and babies. Mothers who do not receive antenatal care have a higher risk of maternal death, other pregnancy complications and stillbirth. A strategy is needed so that pregnant women regularly check their pregnancy every month. The aim of the Pregnancy Class was developed for mothers to gain knowledge regarding their pregnancy. The aim of this activity is to provide knowledge and examination of ANC. P4S method (pre-test, counseling and sharing, SGD (Small group discussion), post-test and examination). The results showed an increase in the knowledge of pregnant women after community service. 90% (9 people) of pregnant women had good knowledge after being given counseling about Antenatal Care. Pregnant Women Class as a strategy to increase knowledge and utilization of maternal health services for Pregnant Women. Effort to visit ANC regularly. It is recommended that midwives remain optimistic and committed by continuing to empower Pregnant Women's Classes routinely, regularly and with direction.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI DASAR PADA ANAK USIA 12-36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SELATBARU Karmila, Karmila; Suryani, Linda; Violita Dianatha Puteri; Siti Zakiah Zulva
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.044211/dbzz0p56

Abstract

Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost-effective serta berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Secara global, saat ini sekitar 23 juta anak di bawah usia satu tahun masih belum memperoleh imunisasi lengkap, dan 9,5 juta dari jumlah tersebut ada di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar pada anak usia 12–36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Selatbaru. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel sebanyak 77 ibu yang memiliki anak usia 12–36 bulan diperoleh melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa lima faktor memiliki hubungan signifikan dengan cakupan imunisasi dasar, yaitu: pengetahuan ibu (p=0,000), status pekerjaan (p=0,038), sikap ibu (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000), dan peran petugas kesehatan (p=0,000). Sementara faktor pendidikan, paritas, kepercayaan, dan ketersediaan fasilitas tidak memiliki hubungan yang signifikan. Pada analisis multivariat, pengetahuan ibu merupakan faktor dominan yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap (p=0,001; Exp.B=52,33). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, pekerjaan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan merupakan faktor pendukung cakupan imunisasi dasar, sedangkan pendidikan, paritas, kepercayaan, dan fasilitas kesehatan merupakan faktor yang tidak mendukung. Puskesmas Selatbaru diharapkan meningkatkan promosi kesehatan dan keterlibatan petugas serta keluarga dalam mendukung imunisasi dasar anak.