Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Inovasi Produk TEBIKA (Teh Celup Biji Nangka) sebagai Minuman Herbal Pencegah Anemia Berbasis Bahan Lokal Puteri, Violita Dianatha; Dina , Rahmah Datul; Rosdiana, Rosdiana; Sapitri, Gita; Fadillah, Happy Zalma
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3483

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan buah-buahan tropis, salah satunya buah nangka yang banyak ditemukan di berbagai daerah. Selama ini, pemanfaatan buah nangka hanya terbatas pada daging buahnya, sedangkan bijinya belum dimanfaatkan secara optimal dan sering menjadi limbah. Padahal, biji nangka mengandung zat gizi penting seperti protein, karbohidrat, vitamin A, B, C, serta mineral kalsium, fosfor, dan zat besi yang berpotensi mencegah anemia. Berdasarkan kondisi tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mengembangkan inovasi produk berbasis bahan lokal bernama TEBIKA (Teh Celup Biji Nangka), yaitu minuman herbal alami yang diolah dari limbah biji nangka untuk membantu pencegahan anemia pada remaja putri. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga aspek utama, yaitu aspek produksi, strategi pemasaran, dan manajemen usaha. Proses produksi meliputi tahapan pencucian, perebusan, pengeringan, penghalusan, dan pengemasan yang dilakukan secara higienis hingga menghasilkan teh celup siap seduh. Strategi pemasaran dilakukan secara offline melalui bazar dan penyebaran brosur, serta online melalui media sosial dan platform e-commerce. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa produk TEBIKA memiliki cita rasa khas, tidak pahit, dapat diseduh tanpa gula, dan dikemas menarik sehingga diminati konsumen. Produksi perdana sebanyak 15 kotak berhasil terjual habis dengan harga Rp15.000/kotak (isi 10 kantong teh), menunjukkan potensi penerimaan pasar yang baik. Inovasi ini tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mendukung pengurangan limbah organik dan upaya peningkatan kesehatan remaja putri melalui konsumsi minuman herbal fungsional berbasis bahan lokal.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan Imunisasi Dasar Pada Anak Usia 12-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Selatbaru karmila, karmila; Suryani, Linda; Puteri, Violita Dianatha; Zulva, Siti Zakiah
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.044211/ehcz4a35

Abstract

Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost-effective serta berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Secara global, saat ini sekitar 23 juta anak di bawah usia satu tahun masih belum memperoleh imunisasi lengkap, dan 9,5 juta dari jumlah tersebut ada di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar pada anak usia 12–36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Selatbaru. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel sebanyak 77 ibu yang memiliki anak usia 12–36 bulan diperoleh melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa lima faktor memiliki hubungan signifikan dengan cakupan imunisasi dasar, yaitu: pengetahuan ibu (p=0,000), status pekerjaan (p=0,038), sikap ibu (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000), dan peran petugas kesehatan (p=0,000). Sementara faktor pendidikan, paritas, kepercayaan, dan ketersediaan fasilitas tidak memiliki hubungan yang signifikan. Pada analisis multivariat, pengetahuan ibu merupakan faktor dominan yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap (p=0,001; Exp.B=52,33). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, pekerjaan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan merupakan faktor pendukung cakupan imunisasi dasar, sedangkan pendidikan, paritas, kepercayaan, dan fasilitas kesehatan merupakan faktor yang tidak mendukung. Puskesmas Selatbaru diharapkan meningkatkan promosi kesehatan dan keterlibatan petugas serta keluarga dalam mendukung imunisasi dasar anak.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI DASAR PADA ANAK USIA 12-36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SELATBARU Karmila; Linda Suryani; Violita Dianatha Puteri; Siti Zakiah Zulva
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : LPPM AKBID BI Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65854/jikk.v4i2.11

Abstract

Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost-effective serta berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Secara global, saat ini sekitar 23 juta anak di bawah usia satu tahun masih belum memperoleh imunisasi lengkap, dan 9,5 juta dari jumlah tersebut ada di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar pada anak usia 12–36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Selatbaru. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel sebanyak 77 ibu yang memiliki anak usia 12–36 bulan diperoleh melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa lima faktor memiliki hubungan signifikan dengan cakupan imunisasi dasar, yaitu: pengetahuan ibu (p=0,000), status pekerjaan (p=0,038), sikap ibu (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000), dan peran petugas kesehatan (p=0,000). Sementara faktor pendidikan, paritas, kepercayaan, dan ketersediaan fasilitas tidak memiliki hubungan yang signifikan. Pada analisis multivariat, pengetahuan ibu merupakan faktor dominan yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap (p=0,001; Exp.B=52,33). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, pekerjaan, sikap, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan merupakan faktor pendukung cakupan imunisasi dasar, sedangkan pendidikan, paritas, kepercayaan, dan fasilitas kesehatan merupakan faktor yang tidak mendukung. Puskesmas Selatbaru diharapkan meningkatkan promosi kesehatan dan keterlibatan petugas serta keluarga dalam mendukung imunisasi dasar anak.
EFEKTIVITAS TABLET TAMBAH DARAH DAN EKSTRAK KACANG HIJAU PADA PENINGKATAN HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI Linda Suryani; Mustika Hana Harahap; Violita Dianatha Puteri
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 9 No. 2 (2025): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v9i2.6063

Abstract

Adolescent girls are at high risk of developing anemia due to significant iron requirements, which are exacerbated by menstruation, poor dietary patterns, worm infections, the habit of drinking tea or coffee after meals, lack of sleep, vitamin C deficiency, and economic circumstances. In addition to consuming iron supplements, the prevention and treatment of anemia can be achieved through a balanced diet, including drinking mung bean extract, which is rich in iron and vitamin C and can increase hemoglobin levels. This study employed a quasi-experimental method with a pretest-posttest two-group design at SMAN 2 Pekanbaru to analyze the effect of the combination of blood-boosting tablets and mung bean extract on increasing hemoglobin levels in 32 adolescent girls who exhibited symptoms of anemia and low hemoglobin levels (<12 gr/dl). The samples were divided into two groups: the intervention group (blood-boosting tablets + mung bean extract) and the control group (blood-boosting tablets only), each consisting of 16 individuals. The research findings indicated a significant increase in hemoglobin in both groups after the intervention. However, the group that consumed mung bean extract and blood-boosting tablets experienced a higher increase in hemoglobin levels (1.553 gr/dl) compared to the control group (1.017 gr/dl), with a statistically significant difference (p=0.020). The importance of health education by healthcare professionals and related institutions regarding the potential of mung bean extract as an alternative for anemia prevention in adolescent girls is emphasized. Routine hemoglobin level checks, particularly in adolescent girls, also need to be conducted more frequently..