Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA MELALUI PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DAN REMAJA PUTRI DALAM PEMBUATAN MOCHI SUBSTITUSI KACANG HIJAU Widodo, Slamet; Gawarti, Gawarti; Ratnawati, Ratnawati; Muliani, Muliani
Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jepkm.v1i1.272

Abstract

Abstrak: Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan adalah salah satu Kabupaten yang ada di Propinsi Sulawesi Selatan. Kue adalah kudapan atau makanan ringan yang bukan makanan utama. Mochi merupakan makanan yang berasal dari Jepang tetapi telah masuk ke Indonesia dengan mengalami proses kulturasi. Kue mochi merupakan salah satu makanan yang terbuat dari tepung ketan yang dibentuk bulat berisi kacang tanah sangrai yang dicampur dengan gula dan ditaburi oleh tepung maizena. Kue mochi memiliki tekstur yang kenyal dan lembut. Permasalahan mitra yang adalah: 1) Mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan bagaimana cara pembuatan kulit mochi kacang hijau yang baik dan benar, 2) Mitra belum memiliki pengetahuan/keterampilan bagaimana cara mengemas hasil olahan mochi kacang hijau sehingga lebih menarik yang bisa dijual di supermarket atau semacamnya, 3) Mitra belum memiliki pengetahuan yang memadai untuk bisa membuat perencanaan penjualan mochi kacang hijau melalui penjualan online. Kata kunci: Tepung Kacng Hijau,Mochi
EFEKTIVITAS STORYTELLING DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Jafar, Eka Sufartianinsih; Gawarti, Gawarti
Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jepkm.v1i1.275

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri siswa SD Pertiwi dalam berbicara di depan kelas melalui kegiatan storytelling. Permasalahan awal yang dihadapi adalah rendahnya rasa percaya diri siswa, seperti takut salah, gugup, malu, dan khawatir ditertawakan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan kegiatan storytelling yang dibagi menjadi tiga tahap: bercerita empat mata dengan fasilitator, bercerita di kelompok kecil, dan presentasi di depan kelas. Sebanyak 30 siswa mengikuti kegiatan ini. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis dengan uji paired samples t-test. Hasil menunjukkan nilai signifikansi < 0.001 (Sig. 2-tailed < 0.05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test. Ini membuktikan bahwa storytelling efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa, serta dapat menjadi strategi praktis guru untuk menumbuhkan aspek afektif siswa, khususnya keberanian dan ekspresi diri.