Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU KEJURUAN MELALUI PENDIDIKAN BERKELANJUTAN Ratnawati T
HomeEC Vol 7, No 1 FEB (2009)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru hingga saat ini masih diyakini sangat menentukan mutu pendidikan, apalagi di SMK yang lebih banyak mengandalkan keterampilan/kecakapan khusus yang perlu bimbingan guru. Guru sekolah kejuruan perlu secara periodik dan berkesinambungan ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sejalan dengan lajunya perkembangan jaman dan perkembangan teknologi yang demikian pesat.Guru kejuruan merupakan guru yang mengajar program produktif pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK); Profesionalisme guru kejuruan dapat ditingkatkan melalui suatu pendidikan profesi, dalam bentuk pendidikan yang berkelanjutan (Continuing Education); Konsep pendidikan yang berkelanjutan bagi guru diyakini akan mampu meningkatkan kapasitas dan potensi guru secara berkesinambungan; Pendidikan kejuruan seharusnya aktif dan terus mengikuti program pendidikan berkelanjutan dengan memberikan penekanan pada pengembangan sikap profesional guru, penguasaan materi pembelajaran, serta pengembangan dan pengayaan penguasaan metodologi pembelajaranKey words: Profesinalisme, Guru Kejuruan, Pendidikan Berkelanjutan
Pengembangan Kulit Pie dengan Penambahan Puree Ubi Jalar pada Ibu-Ibu Rumah Tangga T, Ratnawati; Nahriana, Nahriana; Qurani, Besse
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan puree ubi jalar ungu, proses pembuatan kulit pie dengan substitusi puree ubi ungu, penerimaan panelis terhadap kulit pie substitusi puree ubi ungu, tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu rumah tangga setelah melakukan pelatihan. Subjek pada penelitian ini adalah kulit pie dengan substitusi ubi jalar ungu. Hasil uji organoleptik yang terpilih akan dilatihkan  pada ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang Sulawesi Barat. Angket yang berupa score sheet untuk mengumpulkan data dari uji organoleptik tentang penilaian warna, aroma, tekstur, dan rasa. Angket yang akan diberikan kepada ibu-ibu rumah tangga yang diberikan setelah pelatihan, untuk melihat tingkat pengetahuan dan ketrampilannya dan  dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengacu pada hasil uji organoleptic kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proses pembuatan puree ubi jalar ungu, yaitu: pemilihan ubi jalar ungu, setelah dipilih yang baik, lalu dicuci bersih. Setelah berih lalu dikukus selama kurang lebih 15 menit. Setelah matang didinginkan lalu dikupas kulitnya., kemudian dihaluskan. Proses pembuatan kulit pie dengan penambahan puree ubi jalar ungu meliputi persiapan bahan dan alat, penimbangan bahan, pencampuran adonan, pencetakan, dan pemanggangan dengan perbandingan formula F1 (30%), F2 (40%), dan F3 (50%). 2) Penerimaan panelis terhadap mutu kesukaan dari kulit pie puree ubi jalar ungu terpilih F2 (40%) dengan warna semakin ungu, aroma semakin harum, tekstur semakin agak renyah, rasa semakin enak, over all semakin baik, dan uji hedonik semakin suka. 3) Prospek pada produk kulit pie puree ubi jalar ungu sangat diminati dan menarik orang-orang untuk mengetahui cara pembuatan kulit pie puree ubi jalar ungu.  Kata Kunci: Pengembangan, Kulit Pie, Ubi Jalar Ungu
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Dasar Kuliner Di Jurusan PKK FT UNM T, Ratnawati; Syamsidah, Syamsidah; Qurani, Besse
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui Penerapan  Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah  Dasar Kuliner Di Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Subjek penelitian ini adalah 3 orang mahasiswa yang terpilih berdasarkan hasil tes kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) tahapan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung, melaksanakan tes secara online menggunakan google form, dan melaksanakan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan. Setelah menerapkan model pembelajaran project based learning, ditunjukkan hasil belajar dari ketiga subjek yang terpilih mengalami peningkatan yang ditandai dengan adanya perubahan ditinjau dari faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu sikap, minat, konsep diri dan situasi belajar. Berdasarkan hasil-hasil tersebut membuktikan bahwa model pembelajaran project based learning pada mata kuliah dasar kuliner dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.  Kata Kunci: Dasar Kuliner, Hasil Belajar, Project Based Learning
Peningkatan Penjualan Ketan Serikaya dengan Penambahan Puree Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Malik, Chiesa Abdillah; Gawarti, Gawarti; T, Ratnawati
HomeEC Vol 19, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/homeec.v19i1.61144

Abstract

- Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses pembuatan puree labu kuning; 2) Proses pembuatan ketan serikaya puree labu kuning; 3) respon panelis terhadap ketan serikaya puree labu kuning; 4) Peningkatan potensi pemebeli ketan serikaya puree labu kuning. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan score sheet. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif, mean anova, dan uji Duncan. Sifat-sifat yang diamati pada uji organoleptik antara lain: warna, aroma, terkstur, dan rasa. Hasil uji organoleptik dengan jumlah 20 orang panelis terdiri dari 3 orang panelis terlatih, 15 orang panelis semi terlatih dan 2 orang panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Proses pembuatan puree labu kuning melalui proses pembersihan, penimbangan, pemotongan, pemasakan, dan penghalusan 2) Proses pembuatan ketan serikaya puree labu kuning melalui proses penimbangan, bahan, pencampuran, pembentukan, pembakaran pada uji organoleptik. Formulasi yang telah dilaksanakan dengan ketiga perbandingan yaitu: F1 10%, F2 20%, dan F3 30% ; 3) Respon panelis dari ketiga formulasi hasil mutu terbaik yaitu formula F3 dengan perbandingan 30% labu kuning dengan nilai rata rata warna agak kuning gelap, aroma harum, tekstur agak lembut, rasa enak, over all baik, dan uji penerimaan agak suka. Setelah itu formula yang terpilih akan dijadikan sebagai resep standar ketan serikaya puree labu kuning; 4) peningkatan potensi pembeli ketan serikaya puree labu kuning dengan menganalisis harga jual dari produk ketan serikaya puree labu kuning mampu meningkatkan nilai ekonomi dari labu kuning dimana keuntungan 80% yaitu Rp 48.697.-, hasil yang diperoleh untuk harga jual ketan serikaya puree labu kuning yaitu Rp 2.000.-/pcs.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembuatan Pukis dari Puree Daun Katuk T, Ratnawati; Nahriana, Nahriana; Megavitry, Rissa; Muliani, Muliani
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/inovasi.v4i2.67874

Abstract

Abstrak. Perempuan adalah sumber daya manusia yang sangat potensial. Oleh karena itu, kaum perempuan harus diberdayakan agar secara inklusif dapat berpartisipasi dan memberi sumbangsih pada kehidupan masyarakat, negara dan bangsa. Di daerah ini pemberdayaan dilakukan pada ibu-ibu rumah tangga dan diberikan pelatihan membuat kue pukis dengan penambahan daun katuk dan pendampingan dalam mengelola usaha serta memasarkan produk. Metode pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan praktik. Metode ceramah diberikan sekitar 25%, sementara praktik diberikan sekitar 75%. Metode ceramah yang digunakan diselingi dengan metode tanya jawab, selanjutnya dilakukan metode demonstrasi dan praktik. Setelah pelatihan dan pendampingan dilaksanakan, maka diperoleh data bahwa peserta telah memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai cara membuat pukis dengan penambahan daun katuk. Disamping itu, peserta memiliki ketrampilan berusaha dan memasarkan produknya. Hasil dari pelatihan ini, ibu-ibu sudah memiliki kepercayaan diri untuk berusaha dan diharapkan agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Kata kunci: Pembuatan pukis, puree daun katuk
Pembuatan “Golla-Golla Mammis Phs” Berbagai Rasa Pada Kelompok Ibu- Ibu Rumah Tangga Qurani, Besse; Syamsidah, Syamsidah; T, Ratnawati; Kadir, Kasdy; Purnamasari, Fitry; Basalamah, Rezal Hadi
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v8i2.3247

Abstract

Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, memiliki potensi besar dalam pengolahan bahan lokal seperti gula aren dan kelapa menjadi produk khas daerah. Namun, kurangnya inovasi dan keterampilan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu rumah tangga, dalam memanfaatkan bahan lokal ini menjadi kendala dalam pengembangan usaha berbasis kuliner. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga di Kecamatan Wonomulyo dalam memproduksi Golla-Golla Mammis PHS dengan inovasi rasa dan pengemasan yang menarik. Pelatihan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan lokasi, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Metode yang digunakan mencakup demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menguasai teknik pembuatan Golla-Golla Mammis PHS dengan variasi rasa seperti cokelat, pandan, dan kacang. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dari segi rasa, tekstur, dan daya tahan, serta dikemas dengan menarik untuk meningkatkan nilai jual. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis, kreativitas, dan produktivitas ibu-ibu rumah tangga dalam menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Selain membuka peluang usaha kecil, kegiatan ini juga berkontribusi dalam pelestarian kuliner tradisional dengan sentuhan inovasi modern. Kata Kunci: Pengabdian, Golla-Golla, Mammis, Ibu Rumah Tangga
SENSORY EVALUATION OF PUKIS ENRICHED WITH DIFFERENT LEVELS OF CARROT PUREE (DAUCUS CAROTA L) T, Ratnawati; Lubis, Anwar; Permata, Inonsensia Injilia Intan; Widodo, Slamet
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 12 (2025): Nusantara Hasana Journal, May 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i12.1415

Abstract

This study investigates the effects of incorporating varying concentrations of carrot puree (0%, 25%, 50%, and 75%) into pukis, a traditional Indonesian snack, on its organoleptic properties. The objective is to enhance the nutritional value of pukis without compromising its sensory attributes, such as color, aroma, texture, taste, and overall acceptability. A hedonic test was conducted to assess consumer preferences for the different formulations. The results indicated that the addition of carrot puree significantly influenced the color, with higher concentrations resulting in a more vibrant orange hue. Aroma and taste were also affected, with the 25% carrot puree formulation being most preferred for maintaining the traditional flavor while offering enhanced sweetness. Texture analysis showed that the 50% carrot puree formulation provided a desirable balance between moisture retention and the light, spongy texture typical of pukis. Overall, the study found that a moderate level of carrot puree (25% to 50%) successfully enhanced the nutritional profile of pukis while preserving its sensory qualities. These findings suggest that carrot puree can be a viable ingredient for fortifying traditional snacks, offering a healthier alternative without compromising consumer acceptance.
PKM Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Pie Buah Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga di Pamboang Sulawesi Barat T, Ratnawati; Syamsidah, Syamsidah; Qur’ani, Besse
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.56063

Abstract

Abstrak. Tujuan dari PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari ibu-ibu rumah tangga. Sasaran dari pengabdian ini adalah perempuan yang termasuk di dalamnya ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Masalahnya adalah sebagian besar keluarga di daerah ini bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Disamping itu, ada pula yang bermata pencaharian sebagai karyawan, guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, tokoh pendidik, tokoh agama yang mempunyai pengaruh di masyarakat. Mereka inilah yang menjadi mitra PKM ditambah dengan ibu-ibu dari kaum petani dan nelayan. Metode yang digunakan dalam program kemitraan  masyarakat ini adalah metode pendampingan  (mentoring). Metode utama yang digunakan dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah ceramah, tanya jawab, diskusi dan metode praktik. Materi pelatihan yang diberikan meliputi materi tentang produksi dan pemasaran. Hasil dari program kemitraan masyarakat ini menunjukkan bahwa dengan adanya pelatihan ini ibu-ibu rumah tangga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat pie buah, ibu-ibu rumah tangga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memasarkan pie buah, dengan harapan ibu-ibu rumah tangga dapat meningkatkan ekonomi keluarganya.Kata Kunci: Pemberdayaan, Pelatihan, Pie Buah
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas di SMAN I Pamboang Sulawesi Barat Syamsidah, Syamsidah; T, Ratnawati; Qurani, Besse; Muhiddin, Amir
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.56059

Abstract

Abstrak. Kegiatan PKM ini bertujuan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya bagi pengembangan kemampuan kompetensi profesional guru-guru di SMAN I Pamboang Sulawesi Barat. Upaya ini dilakukan agar para guru dapat melakukan penelitian tindakan kelas yang dapat meningkatkan kompetensi profesioanya. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang guru. Kegiatan pelatihan ini menghasilan  15 orang guru yang mengikuti pelatihan ini mampu membuat proposal penelitian tindakan kelas. Dengan demikian dapat meningkatkan kompetensi professional guru. Kata kunci: Kompetensi; Guru; Penelitian Tindakan Kelas.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PEMBUATAN PUKIS DENGAN PENAMBAHAN PUREE WORTEL T, Ratnawati; Syamsidah, Syamsidah; Qur'ani, Besse; Bahar, Ayu Saputri
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Sulawesi Selatan salah satu umbi-umbian yang banyak dijumpai yaitu wortel. Wortel dapat diolah menjadi berbagai jenis produk salah satunya yaitu pukis, dimana pukis ini dapat dibuat dengan menambahkan puree wortel. Survei awal menunjukkan bahwa kue pukis merupakan jajanan tradisional yang memiliki banyak peminat, terbukti bahwa produk tersebut sering ditemui di pasar, warung pinggir jalan, bahkan di berbagai hotel kue pukis disajikan sebagai coffee break, namun pembuatan dan penyajian kue pukis yang kurang bervariasi. Untuk itu perlu dilakukan usaha untuk memodifikasi kue pukis sedemikian rupa agar lebih menarik minat masyarakat. PKM ini dilaksanakan di Kelurahan Kaca Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan. Di tempat ini pemberdayaan dilakukan pada ibu-ibu rumah tangga dan diberi pelatihan membuat kue pukis yang ditambahkan puree wortel dan pendampingan dalam mengelola usaha serta memasarkan produk. Metode pelatihan dilaksanakan dalam dua bentuk yaitu ceramah dan praktik. Ceramah diberikan sekitar 25%, sementara praktik diberikan sekitar 75%. Ceramah yang digunakan diselingi dengan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab selanjutnya dilakukan metode demonstrasi dan praktik. Setelah pelatihan dan pendampingan dilaksanakan, maka diperoleh data bahwa peserta telah memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai cara membuat kue pukis dengan penambahan puree wortel. Disamping itu, peserta memiliki keterampilan berusaha dan memasarkan produknya, selanjutnya dengan bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut, ibu-ibu sudah memiliki kepercayaan diri untuk berusaha dan diharapkan dengan usaha ini, dapat meningkatkan pendapatan keluarga.