Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Chromotherapy (Terapi Warna) dan Permainan Puzzle Jigsaw O’clock terhadap Fungsi Kognitif Lansia Permatasari, Leya Indah; Nurapipah, Maulida
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i3.1949

Abstract

Lansia merupakan periode akhir kehidupan yang telah memasuki usia diatas 60 tahun, yang ditandai dengan adanya penurunan kemampuan pada tubuh. Perubahan kognitif yang dialami oleh lansia seperti lansia     mengalami disorientasi, kehilangan kemampuan dalam berbahasa, kehilangan kemampuan untuk berhitung dikarenakan terjadi perubahan fungsi didalam otak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pemberian terapi dengan menggunakan dua intervensi yaitu dengan chromotherapy (terapi warna) dan permainan puzzle guna melakukan penilaian fungsi kognitif untuk lansia, yang diharapkan setelah dilakukan intervensi lansia dapat terhindar dari masalah  kognitif. Studi ini memakai Quasi Experimental menggunakan three group pretest-postest design. Dari perolehan uji t skor p value  sebanyak  0.000 yang menunjukan bahwa Ho diterima atau dengan kata lain Ha ditolak, memiliki makna bahwa tak ditemukan perbandingan secara signifikan rerata sesudah serta sebelum pemberian Chromotherapy, Puzzle Jigsaw O’clock, Chromotherapy dan Puzzle Jigsaw O’clock.
Hubungan Antara Activity Of Daily Living Dengan Kejadian Depresi Pada Lanjut Usia Aliyah; Leya Indah Permatasari; Rizaluddin Akbar
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 8 No. 2 (2025): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v8i2.508

Abstract

Elderly individuals undergo an aging process characterized by the accumulation of complex changes, particularly physical changes, which can affect their ability to perform activities of daily living (ADL). A decline in ADL abilities among the elderly can contribute to the onset of depression. This study aims to determine the relationship between ADL and the incidence of depression among elderly individuals in Sumber Village. This research employs a non-experimental quantitative design with a correlational approach using a cross-sectional method. The study involved a sample of 63 elderly individuals residing in Sumber Village, selected through simple random sampling. Data were collected using the Barthel Index questionnaire and the Geriatric Depression Scale (GDS), both of which had been validated and proven reliable. Data analysis was conducted using the chi-square test with a significance level of < 0.05. The results showed a significance value of 0.000 (0.000 < 0.05), indicating that the null hypothesis (Ho) was rejected. This finding suggests a significant relationship between ADL and the incidence of depression among the elderly in Sumber Village. Strengthening family support and motivation is essential to help optimize the elderly's abilities, minimize their dependency on others, and maintain their independence in performing activities of daily living.
The Effect of O'clock Puzzle Playing Therapy on Cognitive Function in the Elderly in Nursing Home Area 3 Cirebon in 2023 Amillah, Mala; Indah Permatasari, Leya; Nurapipah, Maulida
Jurnal Medisci Vol 1 No 5 (2024): Vol 1 No 5 April 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/medisci.v1i5.246

Abstract

Significant changes in the neurological system, which can lead to a decline in cognitive function, are shared among the aged. Giving puzzle play therapy to senior citizens is one way to enhance their cognitive abilities. This study aims to find out how O'clock Puzzle Play Therapy affects cognitive function in the elderly at Nursing Home Region 3 Cirebon in 2023. This study uses a pretest-posttest with a control group design and a proper experimental design. A total of 40 respondents make up the sample, which is obtained by complete sampling. They are employing the SPMSQ questionnaire to assess the cognitive abilities of the elderly. Univariate and bivariate data analysis was performed using the data normalcy test and the marginal homogeneity test. When older patients receiving o'clock puzzle play therapy were compared to those who did not get therapy, the results of the intellectual evaluation score using the SPMSQ showed a substantial rise. Four older adults from the intervention group (26.7%) who had severe cognitive impairment during the SPMSQ assessment prior to playing the o'clock puzzle therapy had severe intellectual impairment. In contrast, the number of older adults in the intervention group who had severe intellectual impairment decreased to zero. The study's findings, when combined with the Asymptotic value of the Marginal Homogeneity Test, indicate that o'clock puzzle play therapy impacts cognitive performance in the senior residents of the regional 3 Cirebon caring facility. 0.002 as the 2-tailed significance. Asymptotic value. Sig shows an Asymp in this study. The value difference is substantial when the sig value is less than 0.05.
Peningkatan Kapasitas Mahasiswa dalam Persiapan Menghadapi Dunia Kerja dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Bidang Industri Nurapipah, Maulida; Permatasari, Leya Indah; Gusman, Tania Avianda
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6365

Abstract

Kesiapan bekerja sangat diperlukan oleh mahasiswa guna menyambut dunia kerja setelah lulus dari program studi yang ditempuhnya. Upaya dalam melakukan peningkatan kesiapan kerja ini dilaksanakan melalui memberi pelatihan peningkatan kesiapan kerja yang melingkupi merencanakan karir pada masa mendatang, memetakan pengalaman kerja serta hidup, memperdalam keterampilan professional serta pengetahuan yang dipunyai, kecerdasan emosi, serta keterampilan interpersonal umum. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas keseiapan para mahasiswa dan kesiapan dalam menghadapi dunia kerja dan pengenalan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Mahasiswa akan dibekali materi-materi terkait tips dan trik meningkatkan kemampuan berbahasa asing dan juga patient safety dan kesehatan keselamatn kerja di bidang industri. Peserta dalam kegiatan ini merupakan mahasiswa Teknik industri Universitas Muhammadiyah Cirebon sejumlah 30 mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebelumnya pemateri memberikan pertanyaan dan hanya 3 mahasiswa yang mampu menjawab dengan tepat dan setelah kegiatan pemateri mengevaluasi pengetahuan mahasiswa dengan memberikan pertanyaan dari 30 mahasiswa mengalami peningkatan yaitu 20 mahasiswa mampu menjawab dengan tepat. Kesimpulan Dalam aktifitas ini bisa meningkatkan pengetahuan dan mampu mendemonstrasikan tentang K3 dan persiapan dalam menghadapi dunia kerja bidang industri.
The Effectiveness Of Ball Grip Therapy In Stroke Patients: Literature Review Leya Indah Permatasari; Tania Tiara; Khoirun Ni’am; Delya Aulina
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 9 No. 1 (2025): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v9i1.492

Abstract

The damage resulting from a stroke is due to the blood vessels of the brain getting afflicted. Stroke ranks second in terms of disability and death globally, only preceded by cardiovascular diseases. In 87% of the countries affected by stroke, Indonesia included, it is estimated that stroke is the leading cause for death and disability. This study aims to analyze whether ball grip therapy is effective in stroke patients. This study is descriptive and analytical in nature focusing on the benefits that stroke patients can gain from ball grip therapy. This study used a quantitative approach which stemmed from research based on an electronic literature review. A wealth of research supports that consistent and repetitive use of a rubber ball grip improves muscle strength effectively. This also proves that the treatment in fact has the potential to improve muscle strength as well as speed up blood circulation. Rubber ball grip exercise therapy is recommended as a nursing intervention for managing muscle strength with non-hemorrhagic stroke clients.
Studi Hubungan Interaksi Sosial Terhadap Tingkat Kesepian Lansia Witon, Witon; Permatasari, Leya Indah; Akbar, Rizaluddin
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 7 No. 2 (2024): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v7i2.382

Abstract

The social service home for the elderly in Klampok Brebes faces challenges in the social interaction of the elderly within it. Some elderly people actively interact, have social networks, and feel comfortable in the nursing home environment. However, there are also elderly people who are less enthusiastic about interacting, feel bored, and are even indifferent to the people around them. The existence of conflict between the elderly and the formation of groups within the orphanage can be the main cause of the lack of social interaction, this can trigger the elderly to experience feelings of loneliness. The aim of this research is to determine the relationship between social interaction and loneliness for elderly people living in the Klampok Brebes Social Services Home for the Elderly. This type of research is quantitative research with a cross sectional design. Data were collected using the Social Interaction questionnaire and the UCLA Loneliness Scale Version 3. The research population was 56 respondents. The sampling technique was total sampling with a total of 56 respondents. Statistical tests use Spearman Rank. The research tool is a structured questionnaire with a Likert scale. The results of the analysis based on the Spearman Rank test show that the p value (0.000) < 0.05 means that there is a significant relationship between social interaction and loneliness of the elderly at the Klampok Brebes Elderly Social Services Home.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Upaya Pencegaham Komplikasi Hipertensi pada Lansia di Upt Puskesmas Dukupuntang Kabupaten Cirebon Ratna, Chanti; Permatasari, Leya Indah; Alfiani, Fitri
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 2 (2019): Edisi Juli-Desember 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v8i2.1188

Abstract

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Upaya Pencegaham Komplikasi Hipertensi pada Lansia di Upt Puskesmas Dukupuntang Kabupaten Cirebon Chanti Ratna1, Leya Indah Permatasari2, Fitri Alfiani2 Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 ABSTRAK Semakin tingginya usia harapan hidup, maka semakin tinggi pula faktor resiko terjadinya berbagai masalah kesehatan stroke, gagal jantung, gagal ginjal. Masalah umum yang dihadapi lansia adalah rentannya kondisi fisik lansia terhadap berbagai penyakit karena menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi pengaruh dari luar serta menurunnya efesiensi mekanisme homeostastis,oleh sebab itu para lansia sangat rentan sekali terkena penyakit. Menurut Taylor (2002) dalam Reta (2007) mengemukakan bahwa dukungan keluarga merupakan bantuan yang dapat diberikan kepada keluarga lain berupa barang, jasa, dorongan, motivasi, empati, informasi, atau nasehat yang mana penerima dukungan akan merasa disayangi, dihargai, dan tentram oleh keakraban yang didapat karena kehadiran mereka dan mempunyai manfaat emosi dan efek perilaku bagi penerima. Desain penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pendekatan cross sectional yaitu suatu pendekatan dimana pengukuran variabel-variabel yang diteliti dilakukan dalam waktu yang bersamaan (Arikunto, 2010). Dengan sampel 60 orang dengan tehnik pengambilan sampel cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuwesioner oleh responden. Kata kunci : Dukungan keluarga, lansia, hipertensi
Perbandingan Efektifitas Pemberian Jus Mentimun dan Jus Belimbing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Panongan Kabupaten Majalengka Fauziah, Mirra Rizka; Permatasari, Leya Indah; Taufik Firdaus, Asep Novi
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v8i1.1199

Abstract

Perbandingan Efektifitas Pemberian Jus Mentimun dan Jus Belimbing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Panongan Kabupaten Majalengka Mirra Rizka Fauziah1, Leya Indah P2, Asep Novi Taufik Firdaus2 Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 ABSTRAK Perubahan gaya hidup sebagian besar banyak yang mengalami peningkatan angka kesakitan yang cenderung meningkat salah satu faktornya yaitu4 perubahan fertilitas, gaya hidup dan kurang olahraga. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum dimasyarakat. Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis dan jika dibiarkan, penyakit ini dapat menganggu fungsi organ-organ vital. Pengobatan telah dilakukan dengan farmakologi dan non farmakologi. Mentimun memiliki kalium dan magnesium sedangkan belimbing mengandung kalium dan natrium yang berefek terhadap penurunan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemberian jus mentimun dan belimbing manis teradap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan design quasy eksperiment dengan two group pre-post test design dengan jumlah sample 30 responden. Teknik pengambilan sample menggunakan teknik simple random sampling. Tekanan darah diukur menggunakan sphygnomanometer. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata perbedaan MAP sebelum dan sesudah pemberian jus mentimun sebesar 13,11 sedangkan pada belimbing nilai rata-rata perbedaan MAP sebelum dan sesudah pemberian sebesar 10,00. Berdasarkan uji statistik Independent T Test diperoleh P value 0,653 (P<0,05). Berarti tidak ada perbedaan MAP sesudah antara mentimun dan belimbing. Kesimpulan mentimun dan belimbing sama baiknya terhadap penurunan tekanan darah tetapi melihat dari perbandingan kedua nya yang lebih efektif adalah jus belimbing dengan nilai rata-rata MAP adalah lebih kecil dibanding jus mentimun sehingga belimbing lebih baik dikonsumsi untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Saran : Diharapkan kepada pasien mempu mengontrol tekanan darahnya dan membuat jus mentimun atau jus belimbing dalam penurunan tekanan darah. Kata Kunci : Tekanan darah, Jus mentimun, Jus belimbing, Hipertensi.
Pengaruh Terapi Musik Keroncong Terhadap Penurunan Tingkat Insomnia Pada Kelompok Usia Lanjut Di Panti Wreda Kota Cirebon Tahun 2019 Ummah, Rohmatun; Permatasari, Leya Indah; Pratiwi, Liliek
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v8i1.1201

Abstract

Pengaruh Terapi Musik Keroncong Terhadap Penurunan Tingkat Insomnia Pada Kelompok Usia Lanjut Di Panti Wreda Kota Cirebon Tahun 2019 , , Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 Abstrak Latar Belakang Penelitian:Salah satu gangguan psikologis pada lanjut usia adalah insomnia. Insomnia merupakan suatu keadaan ketidakmampuan mendapatkan tidur yang adekuat, baik kualitas maupun kuantitas, dengan keadaan tidur yang hanya sebentar dan susah tidur (Trilia, 2013)Gejala insomnia diantaranya adalah sulit untuk memulai tidur, terbangun pada malam hari, bangun lebih awal, merasa ngantuk disiang hari, dan merasa tidak segar saat bangun pada pagi hari. Upaya untuk menurunkan insomnia pada lansia yaitu salah satunya dengan menggunakan terapi farmakologi dan non farmakologi. Terapi farmakologi memiliki efek yang cepat, akan tetapi jika diberikan dalam waktu jangka panjang dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan lansia (Majid, 2014). Pada dasarnya, banyak pilihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi insomnia selain obat tidur, Salah satu terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan salah satunya yaitu dengan pemberian terapi musik keroncong (Harmat, 2008). Tujuan Penelitian: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi musik keroncong terhadap penurunan tingkat insomnia pada kelompok usia lanjut di Panti Wreda Kota Cirebon. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental dengan one-grouppretest-posttest design tanpa adanya kelompok kontrol.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Panti Wreda Kota Cirebon berjumlah 41 lansia. Tehnik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling, dengan jumlah sampel 17 lansia yang sudah memenuhi kriteria. Hasil: Berdasarkan Uji Paired t Test didapatkan hasil nilai p=0,000 (p <0,05), artinya ada pengaruh terapi musik keroncong terhadap penurunan tingkat insomnia pada kelompok usia lanjut di Panti Wreda Kota Cirebon. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian terapi musik keroncong terhadap penurunan tingkat insomnia pada kelompok usia lanjut di Panti Wreda Kota Cirebon. Kata kunci: Insomnia, Lanjut Usia, Terapi Musik Keroncong
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Keberhasilan Toilet Training pada Anak Usia PraSekolah di RA Lebah Nursa’adah Desa Wilanagara Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan Nur Rohmah, Fathonatun; Mahmud, Uus Husni; Permatasari, Leya Indah
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9 No 1 (2020): Edisi Januari-Juni 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v9i1.1203

Abstract

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Keberhasilan Toilet Training pada Anak Usia PraSekolah di RA Lebah Nursa’adah Desa Wilanagara Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan Fathonatun Nur Rohmah1, Uus Husni Mahmud2,Leya Indah Permatasari2 Mahasiswa S1 Keperawatan UMC1, Dosen FIKes2 ABSTRAK Latar Belakang :Masa prasekolah merupakan masa kritis yang perlu mendapat perhatian lebih besar dari orang tuanya. Kendala atau masalah yang paling banyak dialami pada masa tumbuh kembang usia pra sekolah tersebut adalah toilet training.Kesuksesan toilet training dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah pola asuh orang tua.Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan keberhasilan toilet training pada anak usia prasekolah di RA Lebah Nursa’adah Desa Wilanagara Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan tahun 2018. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional.Uji yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan uji Chi-Square (parametrik).Populasi penelitian adalah orang tua diRA Lebah Nursa’adah Desa Wilanagara Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan sebesar 27 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnik total sampling. Hasil : hasil penelitian didapatkan mayoritas orang tua menerapkan pola asuh demokrasi yaitu berjumlah 17 responden (63 %), dan mayoritas orang tua yang menerapkan keberhasilan toilet training baik yaitu berjumlah 20 responden (74,1 %). Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square didapatkan hasil p-value 0.235 (p< 0,05), yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan keberhasilan toilet training pada anak usia prasekolah di RA Lebah Nursa’adah Desa Wilanagara Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan tahun 2018. Kata Kunci : Pola Asuh; Keberhasilan Toilet Training.