Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peningkatan Kesehatan Spiritual Lansia melalui Program “D.O.A”Berdasarkan Konsep Psikososial & Budaya dalam Keperawatan di RW 5, Kelurahan Arjowinangun, Kota Malang Sipollo, Berliany Venny; Vinsur, Elizabeth Yun Yun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19035

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Optimalisasi kesehatan spiritual lansia melalui pembentukan “kelompok lansia sidomulyo” berdasarkan konsep psikososial dan budaya dalam keperawatan di RW 5, Kelurahan Arjowinangun, Kota Malang. Kegiatan diawali dengan pengkajian awal terhadap keadaaan di lapangan. Pengkajian awal didapatkan bahwa para lansia membutuhkan penguatan dan pengoptimalan dalam kesehatan spiritual. Permasalahan lain yang dihadapi adalah lansia yang menderita penyakit kronis yang mengalami bed rest total belum mendapat perawatan kesehatan spiritual yang optimal. Mengingat kebutuhan lansia tidak saja kebutuhan fisiologi tapi juga dalam menghadapi penurunan fungsional tubuh membutuhkan pemenuhan kebutuhan spiritual. Meningkatkan kesehatan spiritual lansia. Pemberian edukasi tentang kesehatan spiritual dan program D.O.A dan juga membentuk Kelompok Lansia Sidomulyo. Hasil evaluasi pengetahuan dari 15 lansia didapatkan rata – rata pre-test: 71,33 kategori cukup dan rata – rata post-test: 90,67 kategori baik, rata – rata peningkatan pengetahuan: 32,26; Pembentukan kelompok lansia sidomulyo dalam level kedewasaan rohani. Peningkatan kesehatan spiritual dapat mendukung kelompok lansia dalam menghadapi penurunan fisik dan psikososial. Kata Kunci: Kesehatan Spiritual, Lansia, Program D.O.A, Psikososial  ABSTRACT This program aims to enhance the spiritual well-being of the elderly by forming the "Sidomulyo Older Adults" in RW 5, Arjowinangun Village, Malang City. The initiative commenced with an initial assessment of the local conditions. This assessment identified a pressing need for strengthened support in spiritual health among the elderly community. Furthermore, many elderly individuals suffering from chronic illnesses and confined to bed have not received sufficient spiritual care. It is crucial to address their physical and spiritual needs, particularly as they confront declines in their functional abilities. Improve the spiritual health of older adults. Providing education about spiritual health and the D.O.A. program, and establishing the Sidomulyo Older Adults. The knowledge evaluation results for 15 older adults revealed an average pre-test score of 71.33, categorizing this as sufficient. In contrast, the average post-test score was 90.67, placing it in the good category. This represents an average increase in knowledge of 32.26. Additionally, the formation of the Sidomulyo older adults demonstrated an improvement in spiritual maturity. Enhancing spiritual health can help the elderly cope with physical and psychosocial decline. Keywords: Spiritual Health, Older Adults, D.O.A Program, Psychosocial
Hubungan Intensitas Mendengarkan Musik dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Baptis Batu P, Stefanus Pattra; Ariesti, Ellia; Sipollo, Berliany Venny
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23278

Abstract

ABSTRACT Anxiety is a condition that often occurs in inpatients. The patient's anxiety can affect the patient's physical condition. Music has been proven to reduce anxiety in clients. Music is one way to improve the quality of the patient's health physically and mentally. To determine the relationship between intensity of listening to music and the level of anxiety in inpatients at Baptist Batu Hospital. Quantitative research with correlational approach between two variables, using a descriptive-analytical design. Research population is 302, then  samples determined with purposive sampling then calculated with Slovin formula, result 172 respondents. Data analysis using the Spearman correlation test. Of 172 research respondents, there were 65 respondents with a low intensity of listening to music (37.8%), 59 medium intensity (34.3%), and 48 high intensity (27.9%), 79 with a normal level of anxiety (45.9%), 32 moderate anxiety levels (18.6%), 24 mild level of anxiety (14%), 19 very severe anxiety levels (11%), and 18 severe anxiety levels (10.5%). Results of the Spearman correlation test show a significance value of 0.000, the strength of the correlation is -0.320 with the direction of the correlation being negative, so, because the significance value is <0.05, it can be concluded that there is a relationship between intensity of listening to music and the level of anxiety in inpatients at Baptist Batu Hospital. Music can be used as a complementary therapy that can be chosen for managing anxiety. Keywords: Hospitalization, Intensity of Listening to Music, Anxiety.  ABSTRAK Kecemasan merupakan salah satu kondisi yang sering terjadi pada pasien rawat inap. Keadaan cemas pasien dapat mempengaruhi keadaan tubuh pasien. Musik terbukti dapat menurunkan kecemasan pada klien. Musik digunakan untuk mengalihkan fokus pasien untuk mengurangi kecemasan, dan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kesehatan pasien secara fisik dan mental. Mengetahui hubungan intensitas mendengarkan musik dengan tingkat kecemasan pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Baptis Batu. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional antara dua variabel yang diteliti, menggunakan desain deskriptif-analitis. Jumlah populasi adalah 302 kemudian sampel ditentukan dengan purposive sampling yang kemudian dihitung menggunakan rumus slovin, didapatkan hasil sampel penelitian 172 responden. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi spearman. Dari 172 responden penelitian terdapat 65 responden intensitas mendengarkan musik rendah (37.8%), 59 responden intensitas sedang (34.3%), dan 48 responden intensitas tinggi (27.9%), tingkat kecemasan normal 79 (45.9%), 32 responden tingkat kecemasan sedang (18.6%), 24 responden tingkat kecemasan ringan (14%), 19 responden tingkat kecemasan sangat parah (11%), dan 18 responden tingkat kecemasan parah (10.5%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi 0,000, kekuatan korelasinya adalah 0,320 dengan arah korelasinya adalah negatif, sehingga, karena nilai signifikansi <0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas mendengarkan musik dengan tingkat kecemasan pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Baptis Batu. Musik dapat dijadikan sebagai salah satu pelengkap terapi atau komplementer yang dapat dipilih untuk melakukan manajemen kecemasan. Kata Kunci: Rawat Inap, Intensitas Mendengarkan Musik, Kecemasan
The Effect of 3M Educational Intervention on Parents’ Knowledge in Preventing Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Affila Hanindar Aspasya Putri; Berliany Venny Sipollo; Yafet Pradikatama Prihanto
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v3i2.361

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in tropical countries, including Indonesia, with its incidence closely related to inadequate knowledge and preventive practices at the household level. The 3M strategy (draining, covering, and burying) is a key preventive approach that requires active parental involvement. This study aimed to determine the effect of 3M educational intervention on parents’ knowledge in preventing DHF. A quantitative study with a one-group pretest–posttest design was conducted. The sample consisted of 52 parents selected using total sampling. Data were collected using a structured knowledge questionnaire administered before and after the 3M educational intervention, conducted from January to March 2024 in the working area of Ardimulyo Public Health Center. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test. The results showed a significant increase in parents’ knowledge levels after the intervention, with a marked rise in the proportion of respondents classified as having good knowledge. Statistical analysis revealed a p-value < 0.05, indicating a significant effect of the 3M educational intervention on parents’ knowledge. In conclusion, 3M education effectively improves parents’ knowledge in preventing DHF. Continuous and structured health education programs are recommended as sustainable preventive strategies to reduce DHF incidence at the community level.