Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengenalan Konsep Dasar Pengembangan Sosial Emosional Pada Anak Usia Dini Di KB Siru Shibyan Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta Ia Marwati; Eni Nuraeni
Banun: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026) BANUN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
Publisher : Prodi PIAUD STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai pengenalan konsep dasar pengembangan sosial emosional pada anak usia dini di KB Siru Shibyan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Pengembangan aspek sosial emosional merupakan fondasi krusial bagi anak untuk berinteraksi dengan lingkungan dan mengelola diri sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif selama tiga bulan, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan pendidik, serta dokumentasi kurikulum dan kegiatan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KB Siru Shibyan menerapkan pengembangan sosial emosional melalui integrasi kurikulum yang berfokus pada lima kompetensi inti: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan bertanggung jawab. Implementasi dilakukan melalui tiga pilar utama: keteladanan pendidik yang konsisten, pembiasaan rutin berbasis nilai lokal-religius, serta kegiatan bermain kooperatif yang terstruktur. Kendala utama yang ditemukan adalah adanya diskoneksi pola asuh antara sekolah dan rumah serta keterbatasan media stimulasi emosi yang variatif. Kesimpulannya, pengenalan konsep sosial emosional di lembaga ini telah berjalan secara holistik, namun memerlukan penguatan sinergi dengan orang tua melalui program edukasi keluarga guna menjaga kesinambungan perkembangan anak.
Kecerdasan Majemuk pada Anak Usia Dini iis maryam; Eni Nuraeni
Banun: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026) BANUN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
Publisher : Prodi PIAUD STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kecerdasan majemuk pada anak usia dini serta implikasinya dalam pembelajaran. Konsep kecerdasan majemuk yang dikemukakan oleh Howard Gardner menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi kecerdasan yang beragam dan tidak dapat disamaratakan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif analitis melalui pengkajian berbagai sumber literatur berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan pada rentang tahun 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi kecerdasan pada anak usia dini yang dipengaruhi oleh faktor bawaan, stimulasi, dan lingkungan. Pengembangan kecerdasan majemuk memerlukan strategi pembelajaran yang variatif, berbasis bermain, dan berpusat pada anak, serta didukung oleh lingkungan yang kondusif. Penerapan kecerdasan majemuk memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak, seperti meningkatnya rasa percaya diri, kemampuan sosial, kreativitas, dan motivasi belajar. Dengan demikian, pendekatan kecerdasan majemuk sangat penting diterapkan dalam pendidikan anak usia dini untuk mengoptimalkan potensi anak secara menyeluruh.
Analisis Komprehensif Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Internalisasi Nilai-Nilai Religius di KB Riyadhul Qori’ah Sindang Panon Kecamatan Bojong Nurlela Lela; Eni Nuraeni
Banun: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026) BANUN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
Publisher : Prodi PIAUD STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi mendalam terhadap fenomena pengembangan sosial emosional anak usia dini di lingkungan pendidikan berbasis Islam, khususnya di KB Riyadhul Qori’ah, Desa Sindang Panon, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Urgensi penelitian ini didasari oleh semakin kompleksnya tantangan karakter anak di era digital yang menuntut keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan emosional. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus selama satu semester akademik. Data dihimpun melalui observasi partisipatif yang intensif, wawancara naratif bersama pengelola dan guru, serta studi dokumentasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KB Riyadhul Qori’ah menerapkan model pengembangan sosial emosional yang terintegrasi dengan nilai-nilai agama Islam (Integrated Religious-Social-Emotional Model). Model ini mencakup pengenalan literasi emosi, latihan empati melalui kegiatan sosial, dan penguasaan regulasi diri dalam bingkai akhlakul karimah. Temuan kunci mengungkapkan bahwa sinergi antara budaya lokal Sunda dan nilai religius menjadi katalisator utama dalam mempercepat kemandirian dan keterampilan interaksi sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan aspek sosial emosional yang dilakukan secara konsisten melalui metode pembiasaan dan keteladanan mampu membentuk fondasi karakter yang resilien bagi anak didik.
Analisis Filosofis Pendidikan Karakter Anak Usia Dini: Perspektif Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Syifa Aulia Rohmah; Eni Nuraeni
Banun: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2026): Vol 4 No 1 (2026) BANUN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
Publisher : Prodi PIAUD STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini menjadi isu yang semakin penting dalam menghadapi tantangan moral di era modern, seperti krisis nilai dan pengaruh globalisasi. Namun, kajian yang membahas pendidikan karakter secara mendalam dari perspektif filosofis masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan karakter anak usia dini berdasarkan perspektif ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten (content analysis) berbasis studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, pendidikan karakter merupakan proses pembentukan manusia sebagai makhluk bermoral yang berlandaskan nilai. Secara epistemologis, pengetahuan karakter diperoleh melalui integrasi sumber agama, budaya, dan ilmu pengetahuan yang dibangun melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman. Secara aksiologis, pendidikan karakter bertujuan membentuk individu yang berintegritas serta memberikan manfaat bagi kehidupan sosial, serta memiliki relevansi tinggi dalam konteks pendidikan modern. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kajian filosofis pendidikan karakter serta menawarkan pendekatan integratif yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan praktik pendidikan karakter yang lebih komprehensif.
Analisis Teknik Identifikasi Karakteristik untuk Materi pada Tema Pengalamanku di Kelas 1 SD Negeri 15 Tangerang Ina Magdalena; Nur Aliza Sefani; Eni Nuraeni
YASIN Vol 3 No 2 (2023): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v3i2.947

Abstract

In understanding the characteristics of each student, it is actually heterogeneous. In this case it can be seen that not all students can participate in learning activities easily. Identification of the character of students actually requires a juridical basis and a theory. the researcher provides an understanding with the aim of identifying the character of students in class 1 at SD Negeri 15 Tangerang through techniques adapted to educators. In this study using qualitative methods and support from data collection through observation, interviews and also documentation to support the data from this study. The results of the study show that in fact the characteristics identification technique for students actually requires conformity developed by educators to be able to provide more attractiveness and adaptation to children. These techniques include self-mastery techniques, class mastery, material mastery, approaches to students and also language delivery events or even the way teachers dress. This is actually an important element in identifying the character of students.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika pada Materi Jarak, Waktu, dan Kecepatan di Kelas 5 SD Een Unaenah; Eni Nuraeni; Shifa Nur Asmoro
ANWARUL Vol 3 No 6 (2023): ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v3i6.1596

Abstract

This study attempts to discover whether primary school students who are learning mathematics can solve issues involving distance, time, and speed and comprehend the solution, also whether there are any difficulties they encounter. Quantitative Descriptive research is this kind of study. This study aims to test students' knowledge of speed, distance, and time. It also conducts an interview with the instructor. Analyzing, interviews, tests, and documentation are among the ways used to acquire data. As for the descriptive methodology used in this study. The results of the student workmanship test were used to gather information about the challenges students encountered when solving math problems involving distance, time, and speed. The test's difficulty was a sign of students' lack of comprehension of the concepts of distance, time, and speed. Regarding the requirements for teacher interviews. The goal of interviewing teachers is to understand more about mathematics learning activities including distance, time, and speed as well as common errors made by pupils while attempting to solve problems using these concepts. According to the study's findings, arithmetic proficiency in the areas of time, distance, and speed in grade 5 SD is 80.06% in average, placing it in the "Very High" category. This problem arises dute to the basic mathematical abilities in the areas of distance, time, and speed have not yet been attained. Factors that lead to mistakes when working on test questions, internal factors, and external variables are some of the elements that make it difficult to master mathematics in the subject of distance, time, and speed. The requirement for specialised instruction as enrichment and healing (remedial), employing inventive and creative teaching methods, and developing conditioning (reinforcement, rewards, encouragement), exercises, are all recommendations for resolving the issue of learning challenges in distance, time, and speed.