Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Production and Characterization of Nutrients from Ecoenzymes Based on Fruit Waste and Green Vegetable Waste Ashari, Asri Mulya; Apindiati, Rita Kurnia; Amir, Amir; Dirhana, Dirhana; Amran, Arman
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6988

Abstract

Ecoenzymes are fermented products of organic waste such as fruit and green vegetables, which are rich in nutrients so they have great potential as organic fertilizer. Making ecoenzymes can reduce waste discharge into the environment, thereby reducing pollution, thus supporting environmentally friendly sustainable agricultural practices. This research aims to produce and characterize the macro nutrient content of Nitrogen (N), phosphorus (P), Potassium (K) and organic C from ecoenzymes produced from pineapple and green vegetable waste. Organic waste from pineapple skins and green vegetables is fermented with palm sugar and water in a ratio of 3: 1: 10 (organic material: sugar: water), in a container with a lid for 3 months. The process of observing changes in pH per week was carried out during the fermentation process. Determination of the macro nutrient content of organic N, P, K and C from ecoenzymes produced from pineapple and green vegetable waste using the atomic absorption spectrophotometry method. The research results showed that the organic N, P, K and C contents were 9.5%, 3.01%, 1.02% and 21.04%, respectively.
PERAN DAN STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN DALAM PENINGKATAN PRODUKSI KELAPA (Cocos nucifera) UNTUK MENDUKUNG PROGRAM KAMPUNGKELAPA MAJENE Muhsin, Muhsin; Kaimuddin, Kaimuddin; Arsyad, Muhammad; Amran, Arman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4046

Abstract

This research aims to identify the main structures and actors in strengthening existing coconut development institutions in Majene in support of the Majene Coconut Village Program and determining strategic programs to increase coconut production in Majene Regency. This research will be carried out in Majene Regency, West Sulawesi. This research uses Interpretative Structural Modeling (ISM) analysis which functions to formulate complex policy structures based on elements, formulate a hierarchy of relationships between elements, and classify elements into 4 quadrants (autonomous, independent, dependent, and linkage). The result is that the institutions that are key actors in increasing coconut production in Majene Regency are farmer groups/gapoktan, the Livestock and Plantation Agriculture Service, coconut farmers and agricultural extension workers. Then the key programs to increase coconut production are extending plantation land, increasing human resources for extension workers, providing access to capital and standardizing coconut products and their derivatives. The three key programs to increase coconut production also have links with key actors. The extension program is a mandatory program for the Livestock and Plantation Service, with one of its activities being holding field schools. Apart from that, the program to increase human resources for extension workers as a key program is considered very relevant to the conditions faced by extension workers in Majene because the Department of Agriculture, Livestock and Plantation has limited human resources to carry out extension work, they need help from agricultural instructors but are hampered by background knowledge and differences. main duties. Based on institutional analysis, the role of agricultural institutions can be identified in increasing coconut production in various aspects. First, social and institutional roles play a role in forming coordination flows between institutions so that the implementation of programs to increase coconut production can be well organized and achieve targets. Apart from that, institutions also play a role in empowering farmer groups so as to raise their motivation, awareness and involvement in extension activities which will ultimately increase cocoa production through the implementation of GAP. Furthermore, regarding the economic role, institutions play a role in providing production inputs to farmer groups which can have a direct impact in increasing production as well as providing a market for farmers to sell their cocoa through partnerships with companies and NGOs. Then regarding the role of the environment, agricultural institutions strive to cultivate cocoa which produces large and sustainable production through the use of organic fertilizers and pesticides. Keywords: Strategy, improvement, production, coconut IntisariPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi struktur dan aktor utama dalam penguatan kelembagaan pengembangan kelapa yang ada di Majene dalam mendukung Program Kampung Kelapa Majene dan menentukan program strategis untuk meningkatkan produksi kelapa di Kabupaten Majene. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan analisis Interpretative Structural Modelling (ISM) yang berfungsi untuk merumuskan struktur kebijakan yang kompleks berdasarkan elemen, merumuskan hierarki hubungan antar elemen, dan mengklasifikasikan elemen ke dalam 4 kuadran (autonomous, independent, dependent, dan linkage). Hasilnya adalah lembaga yang merupakan aktor kunci dalam meningkatkan produksi kelapa di Kabupaten Majene adalah kelompok tani/gapoktan, Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan, petani kelapa dan penyuluh pertanian. Kemudian program kunci untuk meningkatkan produksi kelapa adalah ekestensifikasi lahan perkebunan, peningkatan SDM penyuluh, penyediaan akses terhadap modal dan standarisasi produk kelapa dan turunannya. Ketiga program kunci untuk meningkatkan produksi kelapa juga memiliki keterkaitan dengan aktor kunci. Program penyuluhan adalah program wajib bagi Dinas Peternakan dan Perkebunan dengan salah satu kegiatannya yakni mengadakan sekolah lapang. Selain itu, program peningkatan SDM penyuluh sebagai program kunci dinilai sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi penyuluh di Majene dikarenakan pihak Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan memiliki SDM yang terbatas untuk melakukan penyuluhan, mereka membutuhkan bantuan dari penyuluh pertanian akan tetapi terkendala dengan latar belakang pengetahuan dan perbedaan tupoksi. Berdasarkan analisis kelembagaan, maka dapat diidentifikasi peran kelembagaan pertanian untuk meningkatkan produksi kelapa dalam berbagai aspek. Pertama, peran sosial, kelembagaan berperan dalam membentuk alur koordinasi antar lembaga sehingga pelaksanaan program untuk meningkatkan produksi kelapa dapat terorganisir dengan baik dan mencapai sasaran. Selain itu, kelembagaan juga berperan dalam memberdayakan kelompok tani sehingga membangkitkan motivasi, kesadaran, dan keterlibatan mereka dalam kegiatan penyuluhan yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi kakao melalui penerapan GAP. Selanjutnya pada peran ekonomi, kelembagaan berperan dalam menyediakan input produksi kepada kelompok tani yang dapat memberikan dampak langsung dalam peningkatan produksi serta memberikan pasar bagi petani untuk menjual kakaonya melalui kemitraan dengan perusahaan dan LSM. Kemudian pada peran lingkungan, kelembagaan pertanian mengupayakan budidaya kakao yang menghasilkan produksi yang banyak serta berkelanjutan melalui penggunaan pupuk dan pestisida organik. Kata Kunci : Strategi, peningkatan, produksi, kelapa
Pengaruh Legalitas Usaha, Umur Usaha dan Tingkat Pendidikan terhadap Volume Penjualan Pada UMKM Pangan Olahan Di Kabupaten Majene Amran, Arman; Husna, Husna; Fitri, Fitri; Arhim, Muhammad
Wanatani Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/wanatani.v5i2.550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh legalitas usaha, umur usaha, dan tingkat pendidikan terhadap volume penjualan pada UMKM pangan olahan di Kabupaten Majene. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 40 pelaku UMKM. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, legalitas usaha, umur usaha, dan tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan. Legalitas usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jaringan pemasaran. Umur usaha berkontribusi terhadap peningkatan penjualan karena berkaitan dengan pengalaman dan kestabilan usaha. Sementara itu, tingkat pendidikan pelaku usaha berpengaruh terhadap kemampuan manajerial dan adopsi strategi pemasaran modern.