Pembelajaran merupakan sebuah proses sistematis untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan/wawasan, sikap individu yang diperoleh melalui interaksi dalam kegiatan belajar dan keterampilan yang diperoleh dari latihan maupun pengalaman. Bentuk pembelajaran dapat dilakukan melalui pendekatan teoritis maupun praktik, bergantung pada tujuan dan konteks pembelajarannya, serta keduanya tentu akan melengkapi proses pembelajaran yang efektif. Pembelajaran gitar elektrik merupakan sebuah pembelajaran instrumen musik berbasis praktik, meskipun diperlukan juga landasan teoritis untuk menunjang kemampuan praktikal tersebut. Pada proses pembelajaran gitar elektrik ini menggunakan metode mind mapping yang merupakan metode ajar dengan pendekatan kreatif dan visual untuk membantu mahasiswa mengingat, menghubungkan atau mengorganisasikan konsep-konsep musik dengan lebih efektif. Dengan pendekatan Teori dual codding yang menyatakan bahwa manusia memproses informasi melaui dua sistem representasi kognitif, meliputi sistem verbal (suara, ucapan, teks), maupun sistem non verbal (visual/imagistik). Metode penelitian kualitatif digunakan pada penelitian ini untuk mendeskripsikan setiap gejala dan peristiwa dalam proses pembelajaran gitar di PSPM Universitas Lampung. Penelitian ini merancang kemampuan improvisasi gitar blues yang optimal, serta mengetahui sejauh mana perubahan yang timbul sesudah menggunakan metode mind mapping. Dari proses pembelajaran dengan metode mind mapping ini terlihat perkembangan yang pesat, dari yang semula mahasiswa merasa bingung untuk menghubungkan scale dalam aktivitas improvisasi dan kemudian berkembang pada kemampuan dalam mengintegrasikan konsep (scale, chord, dan teknik permainan) yang lebih terarah. Metode mind mapping digunakan dalam mengembangkan strategi improvisasi secara sistematis dan memvisualisasikan struktur musik secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa teori dual codding menunjang pembelajaran sebagai alat bantu untuk mengoptimalkan proses belajar.