Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ADOPSI TEKNOLOGI DIGITAL PADA UMKM PEMULA DI KABUPATEN CILACAP: PENGARUH GENDER TERHADAP AKSES, PENGGUNAAN, DAN KEBERLANJUTAN Pujiyanto, Muhammad Aris; Cahyaningsing, Anggi Fitria; Setyorini, Fitri Adi; Pramono, Taufik Budhi; Satriani, Ratna; Wijayanti, Nur
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.7017

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adopsi teknologi digital pada UMKM pemula di Kabupaten Cilacap, dengan fokus pada pengaruh gender terhadap tiga aspek utama: akses, penggunaan, dan keberlanjutan teknologi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional, penelitian ini melibatkan 50 responden yang terdiri dari 25 pelaku usaha laki-laki dan 25 pelaku usaha perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses terhadap teknologi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi teknologi digital (p = 0,000), sementara penggunaan teknologi tidak menunjukkan pengaruh signifikan (p = 0,552), yang mencerminkan bahwa meskipun UMKM telah memanfaatkan teknologi, pemanfaatannya belum mendalam atau strategis. Keberlanjutan bisnis menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan (p = 0,018), menandakan bahwa UMKM yang lebih fokus pada stabilitas dan keberlanjutan usaha lebih berhati-hati dalam mengadopsi teknologi disruptif. Penelitian ini juga mengungkapkan adanya ketimpangan gender dalam hal akses teknologi, di mana perempuan UMKM lebih terbatas dalam memanfaatkan teknologi dibandingkan laki-laki, khususnya terkait dengan waktu, infrastruktur, dan peran domestik. Oleh karena itu, strategi digitalisasi yang inklusif dan sensitif terhadap gender sangat diperlukan untuk mengurangi kesenjangan digital, terutama bagi UMKM perempuan. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk merumuskan kebijakan dan program intervensi yang dapat memperkuat adopsi teknologi digital secara lebih merata dan berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Cilacap.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENTINGNYA SERTIFIKASI HALAL SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING UMKM DI KABUPATEN BANJARNEGARA Pujiyanto, M. Aris; Setyorini, Fitri Adi
Abdimas Awang Long Vol. 7 No. 1 (2024): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v7i1.1137

Abstract

This journal discusses efforts to increase knowledge about the importance of halal certification as a strategy to improve the competitiveness of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Banjarnegara Regency. Halal certification is a key factor in expanding market access and increasing consumer confidence. The purpose of this study is to improve the understanding of MSME groups in Banjarnegara Regency regarding the basic concepts of halal certification, its significance in the context of business competitiveness, and its positive impact on local economic growth. The knowledge improvement method involves socialization activities and workshops directly to MSME groups. The results are expected to have a positive impact on increasing awareness and implementation of halal certification among MSMEs, which in turn will contribute to increasing the competitiveness and economic growth of Banjarnegara Regency.
Menakar Paradigma Penanggulangan Bencana Melalui Analisis Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana Setyorini, Fitri Adi
Journal of Social Politics and Governance (JSPG) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Social Politics and Governance (Desember)
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/jspg.v5i2.1376

Abstract

This study discusses the paradigm used by the Indonesian government in making domestic disaster management policies through analysis of Law No. 24 of 2007. Institutions in the National Disaster Management Agency (BNPB) have developed policies related to the development of issues of change and developments in domestic and international politics. This writing aims to analyze the paradigm used by the Indonesian government in making policies on domestic disaster management through analysis of Law No. 24 of 2007. The author uses the content analysis method in analyzing these laws. Analysis was carried out on five indicators; actors, authority, budget, governance, and output that represent three paradigms; realism, liberalism and constructivism. Based on the results of the analysis, the Disaster Management Law is highly dependent on the paradigm of realism.
Pemberdayaan UMKM Seleraku melalui Penerapan Inovasi Mesin Sealer untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Produk Pujiyanto, Muhammad; Azizi, Ernes Septina; Setyorini, Fitri Adi; Solekan, Muhamad; Cahyaningsing, Anggi Fitria
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Desember
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v6i1.455

Abstract

Seleraku MSME in Lengkong Village, Banjarnegara Regency, faces challenges in product packaging due to its reliance on manual methods that result in inconsistent, less durable, and inefficient packaging. This community engagement program aims to improve packaging quality and efficiency through the application of sealer machine technology and capacity building for MSME operators. The implementation methods include socialization, training, mentoring, and structured observation-based evaluation of packaging processes and outcomes. The results indicate clear improvements in packaging quality, particularly in terms of tightness, uniformity, and durability after the use of the sealer machine. Production efficiency also increased, as reflected in faster packaging flow and fewer manual packaging errors. Additionally, the technical skills of MSME operators improved through hands-on training and continued mentoring. Overall, the program demonstrates that the integration of simple sealer technology effectively enhances packaging quality, production efficiency, and strengthens the competitiveness of Seleraku MSME products in the marketplace
Inovasi Pupuk Organik Cair Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan pada Komunitas Bank Sampah Berkah Desa Karanganyar, Kabupaten Banjarnegara Setyorini, Fitri adi; Pujiyanto, M. Aris; Sugiharto, Septiono Bangun; Kusuma, Ayusia Sabhita; Amalia, Rifka
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5588

Abstract

Artikel ini menguraikan inovasi pembuatan pupuk organik cair sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan pada Komunitas Bank Sampah Berkah di Desa Karanganyar, Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tantangan dalam pengelolaan sampah organik yang belum optimal, yang disebabkan oleh rendahnya kesadaran, keterampilan masyarakat, serta keterbatasan sarana dan prasarana pengolahan sampah. Padahal, bank sampah memiliki peran strategis dalam mendukung ekonomi sirkular melalui aktivitas pengumpulan, pemilahan, dan pemanfaatan ulang sampah rumah tangga, termasuk yang bersifat organik. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan teknis, serta kemandirian komunitas dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk organik cair yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik pembuatan pupuk, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta partisipasi aktif dalam pengelolaan sampah. Komunitas mulai menerapkan praktik ramah lingkungan dan memproduksi pupuk organik cair secara mandiri. Produk ini mulai dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian rumah tangga dan berpotensi dipasarkan. Aktivitas pengolahan sampah organik menjadi lebih terstruktur dan berkelanjutan. Selain itu, tumbuh kesadaran baru mengenai nilai ekonomi sampah organik yang sebelumnya diabaikan. Kegiatan ini mendorong kemandirian komunitas dalam pengelolaan sampah dan membuka peluang ekonomi lokal.
EVALUASI PROGRAM BANYUMAS SEJAHTERA SEBAGAI BENTUK LOKALISASI NORMA GLOBAL DALAM REINTEGRASI PEKERJA MIGRAN Setyorini, Fitri Adi; Amalia, Rifka; Pujiyanto, M. Aris
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 18 No 1 (2026): Agustus - Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.10982

Abstract

Mobilitas pekerja migran merupakan fenomena global yang tidak hanya berdampak pada negara penerima, tetapi juga menghadirkan tantangan signifikan bagi negara asal, terutama dalam hal reintegrasi sosial dan ekonomi pasca-kepulangan. Kabupaten Banyumas menjadi salah satu kantong migran asal Indonesia yang menghadapi problematika serupa. Program Banyumas Sejahtera hadir sebagai inisiatif pemerintah daerah untuk mendukung reintegrasi pekerja migran melalui pelatihan keterampilan, dukungan ekonomi, dan pendampingan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Banyumas Sejahtera sebagai bentuk lokalisasi norma global dalam kebijakan reintegrasi pekerja migran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terhadap pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini telah menjangkau sebagian besar pekerja migran yang kembali, terutama kelompok prosedural, melalui intervensi sosial-ekonomi berbasis komunitas. Meskipun demikian, terdapat sejumlah tantangan seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya partisipasi migran non-prosedural, dan kurangnya kerangka evaluasi berbasis norma internasional. Secara konseptual, program ini mencerminkan proses lokalisasi norma global seperti safe and dignified return dan reintegrasi berkelanjutan sebagaimana diatur dalam Global Compact for Migration dan SDG 10.7. Studi ini berkontribusi pada kajian Hubungan Internasional dengan menyoroti dinamika penerjemahan norma global ke dalam praktik kebijakan lokal, serta pentingnya penguatan peran pemerintah daerah dalam tata kelola migrasi transnasional.