This study examines the management of the “Jum’at Mengabdi” program in enhancing students’ preaching abilities at MAN 2 Langkat. The program is part of the Preaching Cadre Course (KKD) and is designed to provide structured training and practical preaching experience in the community. Using a descriptive qualitative method, data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model. The findings show that the management of the Jum’at Mengabdi program—covering planning, organizing, implementation, supervision, and evaluation—runs systematically and contributes significantly to the development of students’ cognitive, affective, and psychomotor preaching competencies. The program improves students’ mastery of preaching materials, public-speaking skills, confidence, and Islamic character. Effective coaching, scheduled practice, and community involvement are key factors supporting program success. Penelitian ini mengkaji manajemen program Jumat Mengabdi dalam mengembangkan kemampuan berdakwah siswa MAN 2 Langkat. Program ini merupakan bagian dari Kursus Kader Dakwah (KKD) yang dirancang sebagai pelatihan terstruktur sekaligus praktik dakwah langsung di masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program—meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi—berjalan sistematis dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa dalam berdakwah. Program ini memperkuat penguasaan materi, keterampilan berbicara di depan umum, rasa percaya diri, serta pembentukan karakter Islami. Pembinaan yang intensif, jadwal praktik teratur dan dukungan lingkungan menjadi faktor utama keberhasilan program.