Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGOLAH DAN PEMASAR HASIL PERIKANAN UNTUK PENGUATAN INDUSTRI PARAWISATA DI PANGANDARAN: - Agus Setiaman; Raden Fachry Nurrakhman; Azizul Rahman
KABUYUTAN Vol 4 No 3 (2025): Kabuyutan, Nopember 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i3.388

Abstract

Abstrak Poklahsar dapat memainkan peran penting dalam mendukung sektor industry pariwisata di Pangandaran melalui penyediaan produk kuliner khas Pangandaran yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman wisata. Produk seperti kerupuk ikan, jambal roti, abon ikan, hingga terasi khas Pangandaran merupakan ikon yang memperkuat daya tarik sebuah destinasi wisata. Keberadaan produk lokal yang unik merupakan elemen penting dalam pariwisata berbasis komunitas karena mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendistribusikan manfaat ekonomi secara langsung ke masyarakat lokal. Keberhasilan Poklahsar dapat dijadikan model replikasi bagi wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Tak kalah penting, perlu dibangun pola kemitraan strategis antara Poklahsar dan pelaku industri pariwisata, seperti hotel, restoran, pusat oleh-oleh, serta biro perjalanan. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas distribusi produk Poklahsar, tetapi juga memperkuat keterkaitan antara sektor ekonomi lokal dan sektor pariwisata secara langsung.
Pelatihan Hidroponik Berbasis Pekarangan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Efikasi Diri Karang Taruna Desa Cintaratu Azizul Rahman; Galang Ikhwan Aji Sabda; Muchamad Fauzi Djamal; Rialdo Rezeky Manogari Lumban Toruan
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pekarangan melalui hidroponik berpotensi mendukung ketersediaan sayuran rumah tangga, tetapi penerapannya membutuhkan pengetahuan teknis dan keyakinan untuk memulai serta merawat sistem secara konsisten. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengevaluasi perubahan pengetahuan, efikasi diri penerapan, serta minat dan komitmen anggota Karang Taruna Desa Cintaratu setelah pelatihan hidroponik berbasis pekarangan. Evaluasi menggunakan rancangan satu kelompok pre-test-post-test pada 15 Juli 2026. Terkumpul masing-masing 25 respons pre-test dan post-test; sebanyak 22 pasangan dapat dicocokkan secara meyakinkan berdasarkan kode responden dan digunakan dalam analisis berpasangan. Instrumen terdiri atas 15 pernyataan berskala 1-5 yang dikelompokkan secara konseptual menjadi pengetahuan teknis, efikasi diri penerapan, serta minat dan komitmen tindak lanjut. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, koefisien alpha Cronbach, dan uji Wilcoxon signed-rank. Rerata skor keseluruhan meningkat dari 3,68±0,45 menjadi 4,19±0,54 (p=0,001; korelasi rank-biserial=0,84), dengan 17 dari 22 peserta mengalami peningkatan. Pengetahuan teknis meningkat dari 3,43±0,60 menjadi 4,17±0,52 (p<0,001), sedangkan efikasi diri penerapan meningkat dari 3,56±0,69 menjadi 4,16±0,58 (p=0,002). Minat dan komitmen telah tinggi sebelum pelatihan dan kenaikannya tidak signifikan, yaitu dari 4,04±0,46 menjadi 4,24±0,65 (p=0,116). Peningkatan terbesar terdapat pada pemahaman penanganan masalah hidroponik, cara kerja instalasi sederhana, penyemaian, dan pengelolaan nutrisi. Pelatihan efektif meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri jangka pendek, tetapi tindak lanjut berupa kebun percontohan, pendampingan budidaya, dan pengukuran hasil panen diperlukan untuk memastikan perubahan perilaku serta dampak pangan dan ekonomi.
PENGGUNAAN RELASI KUASA DENGAN PENDEKATAN PHOBIA KANG DEDI MULYADI DALAM KOMUNIKASI KELUARGA Agus Setiaman; Winda Amelia Putri; Azizul Rahman
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v8i2.437

Abstract

Terdapat fenomena menarik beberapa waktu ke belakang ini dimana kalua ada anak yang sulit makan, nga mau mandi, tidak pernah mau berhenti bermain dengan gadget nya maka akan di takut-takuti dengan memanggil sosok nama Kang Dedi Mulyadi. Dan tampaknya usaha untuk menghentikan bermain gadget ataupun anak yang tidak mau mandi itu pun berhasil. Permasalahan anak yang mogok makan, mogok mandi serta tidak mau berhenti meninggalkan gadget dan ditakut-takuti akan memanggil Kang Dedi Mulyadi (KDM) menarik untuk di kaji dalam perspektif komunikasi. Berdasarkan hasil telaah menggunakan metode kajian pustaka menunjukan bahwa ternyata dalam pendekatan ini terdapat relasi kuasa yang kuat dalam komunikasi keluarga dimana sosok Kang Dedi Mulyadi sebagai tokoh yang popular melalui media sosialnya dimana KDM dikenal sebagai sosok yang tegas, berwibawa dan memiliki kharisma tersendiri telah menjadi figure yang disegani terutama di mata anak-anak.