Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : journal of midwifery science

Analisis Faktor Risiko dan Penanganan Depresi Postpartum Pada Ibu Nifas: Literature Review Rini Gustina Sari; Andriani Andriani; Reva Meise Sari
JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Midwifery Science
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jms.v5i1.1370

Abstract

Postpartum depression is a mental health disorder experienced by approximately 10–20% of women after childbirth and can affect parenting quality, maternal health, and infant development. This condition is influenced by various interrelated factors, making comprehensive studies necessary. This study aimed to analyze the risk factors and management of postpartum depression based on previous research findings. The method used was a literature review of 10 relevant scientific articles. Articles were searched through Google Scholar and PubMed databases from publications between 2022 and 2026 using the keywords postpartum depression, social support, maternal mental health, postpartum women, and risk factors. The review findings indicated that socioeconomic factors and social support were the most dominant factors influencing the occurrence of postpartum depression. Age and educational level were identified as factors affecting maternal vulnerability. In addition, social stigma, lack of knowledge, and limited access to healthcare services were barriers to the management of postpartum depression. In conclusion, the management of postpartum depression requires improved education, strengthened social support, and optimized healthcare services to support maternal mental health after childbirth.
Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus: Systematic review Adelia Vannesa; Rini Gustina Sari; Fitri Sundari; Nova Angelina
JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Midwifery Science
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jms.v5i1.1373

Abstract

Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat menimbulkan gangguan fisik maupun psikologis serta berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas maternal, sehingga diperlukan identifikasi berbagai faktor yang berhubungan dengan kejadiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus pada ibu hamil berdasarkan bukti ilmiah yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan metode systematic review dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri atas 5 jurnal nasional dan 5 jurnal internasional yang diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed serta dipublikasikan pada tahun 2022–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus meliputi usia ibu, paritas, riwayat abortus sebelumnya, usia kehamilan, jarak kehamilan, tingkat pendidikan, pekerjaan, anemia defisiensi besi, indeks massa tubuh yang tidak normal, obesitas, hipertensi, diabetes, sindrom antifosfolipid, kelainan anatomi uterus, gangguan hematologi, status sosial ekonomi, kondisi lingkungan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, serta perilaku ibu selama kehamilan. Faktor yang paling sering ditemukan pada berbagai penelitian adalah usia ibu, paritas, riwayat abortus sebelumnya, pendidikan, pekerjaan, dan anemia. Disimpulkan bahwa kejadian abortus dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal, obstetri, medis, biologis, sosial, dan lingkungan yang saling berinteraksi selama kehamilan.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Anemia Pada Ibu Hamil: Literatur Review Naja Muniroh; Rini Gustina Sari; Cahya Arum Javesty; Adelia Lestari
JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Midwifery Science
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jms.v5i1.1375

Abstract

Anemia di kalangan ibu hamil tetap menjadi isu kesehatan yang penting dan berperan dalam meningkatnya kemungkinan komplikasi selama kehamilan, seperti kehamilan prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di trimester ketiga dengan berdasarkan pada tinjauan beberapa jurnal. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan menganalisis jurnal nasional yang diperoleh melalui Google Scholar dalam rentang waktu 2022 hingga 2026, analisis dilakukan melalui proses komprasi dan ketegorisasi temuan dari jurnal-jurnal yang memenuhi kriteria inklusi.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe. Ibu hamil yang mempunyai pengetahuan dan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe lebih cenderung mempunyai kadar hemoglobin yang lebih baik, sedangkan ibu hamil yang tidak memiliki pengetahuan dan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe dapat menyebabkan resiko lebih tinggi mengalami anemia, sehingga hal ini muncul sebagai faktor paling dominan yang sering kali relevan dengan kejadian anemia. Dapat disimpulkan bahwa anemia pada ibu hamil merupakan masalah yang terdiri dari berbagai faktor dan memerlukan pendekatan yang menyeluruh untuk pencegahannya.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Solusio Plasenta Pada Ibu Hamil: Studi Literatur Imelda Safitri; Rini Gustina Sari; Lasia Selifensi; Lisha Holillollah
JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Midwifery Science
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jms.v5i1.1381

Abstract

Solusio plasenta merupakan komplikasi obstetri yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas maternal maupun perinatal sehingga perlu dilakukan identifikasi faktor-faktor yang berperan dalam kejadiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian solusio plasenta pada ibu hamil berdasarkan bukti ilmiah yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan metode systematic review dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri atas 2 jurnal nasional dan 8 jurnal internasional yang diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed serta dipublikasikan pada tahun 2022–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko solusio plasenta meliputi usia ibu ≥35 tahun, multiparitas, multigravida, anemia, riwayat keluarga, riwayat solusio plasenta, riwayat operasi sesar, riwayat keguguran, kehamilan ganda, penggunaan Assisted Reproductive Technology (ART), hipertensi gestasional, preeklampsia, eklampsia, ketuban pecah dini, korioamnionitis, plasenta previa, polihidramnion, oligohidramnion, proteinuria, merokok, konsumsi alkohol, penggunaan mariyuana, dan kunjungan antenatal yang tidak adekuat. Faktor yang paling sering ditemukan pada berbagai penelitian adalah hipertensi dalam kehamilan, preeklampsia, multiparitas, riwayat solusio plasenta sebelumnya, dan merokok. Disimpulkan bahwa kejadian solusio plasenta dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal, obstetri, penyakit, dan perilaku yang saling berinteraksi selama kehamilan.