Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Effect of Multimedia Utilization on Increasing Students Learning Outcomes Rajagukguk, Salome; Sinaga, Asmina Herawaty; Piliang, Fenny Mustika; Tanjung, Alfian; Asmayani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4181

Abstract

This study aims to determine the effect of using multimedia on improving student learning outcomes on excretory system material in class XI SMA YPK Pematangsiantar. The total population of 64 people consisting of 2 classes and samples were taken by random assignment so that 2 classes were obtained, namely the control class (XI-3) 32 people and the experimental class (XI-1) 32 people. The control class was treated without using multimedia power point and the experimental class was treated using multimedia power point. Data analysis was carried out by finding the average (, standard deviation (S) and hypothesis testing (t test) at the significance level = 0.05. From the results of the study, the average post-test for the control class was 88 and the experimental class was 90.13 with a difference in learning outcomes of 2.13. From the results of hypothesis testing (t test) obtained tcount (2.790) > ttable (1.99) at a significance level of 0.05 and degrees of freedom (dk) = 62, then Ho rejected and Hais accepted, meaning that there is an effect of using multimedia power point to improve student learning outcomes on the material of the human excretory system in class XI SMA YPK Pematangsiantar. It was concluded that there was an effect of using multimedia on improving student learning outcomes in the material of the human excretory system of class XI SMA YPK Pematangsiantar.
IMPLEMENTASI DEMOKRASI PANCASILA BAGI PEMILIH PEMULA PADA PILPRES 2024 (STUDI KASUS SISWA MAS ISHLAHIYAH BINJAI) Yusuf, Muhammad; Piliang, Fenny Mustika; Tanjung, Alfian
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29218

Abstract

Nilai Pancasila sebagai dasar negara perlu diinternalisasikan sejak dini di setiap lapisan masyarakat dan dijadikan landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Terutama pada pemilih pemula yang akrab dengan perkembangan teknologi. Internalisasi nilai-nilai Pancasila pada generasi ini dilakukan dalam rangka menghadapi pemilihan presiden agar dapat memilih pemimpin yang tepat. Internalisasi nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan selama kampanye, donasi, sosialisasi visi dan misi kandidat presiden dan wakil presiden atau diskusi dengan KPU, BAWASLU, dan Mahkamah Konstitusi yang hasilnya diharapkan akan menjadi pemilihan demokratis dan untuk membuat perdamaian, keadilan, dan lembaga-lembaga yang kuat bagi Indonesia. Signifikansi pengaruh generasi muda terhadap kontestasi dan keterpilihan tidak cukup hanya diwujudkan dengan datang ke TPS lalu memberikan hak suara. Tetapi, partisipasi pemilih pemula, dengan jumlah yang sangat mayoritas mesti memberikan partisipasi yang lebih bermakna (Meaningful Participations).Selain itu dapat dilakukan dengan cara mengedukasi di platform-platform digital yang mudah diakses pemilih pemula, menyelipkan dalam materi wajib lembaga pendidikan, dan membuat asosiasi kelompok-kelompok pemilih pemula untuk membicarakan permasalahan terkait dengan pemilu. Pemilu 2024 adalah momentum konsolidasi demokrasi yang sangat penting bagi Indonesia. Selain itu, pada pelaksanaan Pemilu 2024 terdapat variabel yang penting bagi Indonesia. Variabel itu adalah tingginya angka pemilih muda di Indonesia. Dari 204 juta lebih pemilih Indonesia di Pemilu 2024, lebih dari 50% adalah pemilih usia muda. Diperkirakan bahwa pemilih pemula akan tahu dari pemilu atau membuat pilihan mereka sendiri berdasarkan apa yang mereka yakini dan dapat memulihkan kesadaran Pancasila dan kesedaran politik. Akhirnya, untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan nilai-nilai politik, internalisasi Pancasila sangat diperlukan, terutama pada pemilih pemula terkhusus siswa yang ada di mas ishlahiyah binjai.
Peranan Literasi Digital dalam Membangun Pola Berpikir Kritis Mahasiswa pada Bidang Statistik Tanjung, Alfian; Piliang, Fenny Mustika
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2524

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara individu mengakses, memproses, dan menyebarkan informasi. Dalam konteks ini, literasi digital menjadi kompetensi esensial yang tidak hanya mencakup kemampuan teknis dalam mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga menyangkut kecakapan berpikir tingkat tinggi seperti analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan berbasis informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kontribusi literasi digital terhadap penguatan kemampuan berpikir kritis di era digital terkhusus pada bidang statistik. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah literatur dari berbagai sumber ilmiah terpilih yang relevan yang dijadikan sebagai dasar acuan dalam penyusunan penelitian. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa literasi digital berperan penting dalam membentuk pola berpikir mahasiswa yang kritis, reflektif, dan analitis. Mahasiswa yang memiliki kemampuan literasi digital tinggi cenderung lebih mampu menyeleksi informasi, mengevaluasi validitas sumber, serta mengambil keputusan berdasarkan logika dan data yang akurat. Sebaliknya, kemampuan berpikir kritis juga menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan kualitas literasi digital karena mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi menjadi subjek aktif yang mampu memilah dan memaknai informasi secara mandiri. Dengan demikian, kedua kompetensi ini bersifat saling melengkapi dan perlu dikembangkan secara beriringan dalam lingkungan pendidikan tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pembelajaran yang integratif dan transformatif dalam mendukung mahasiswa agar mampu bersaing secara global.
Implementasi Model Discovery Learning Berbasis Media Visual dalam Memahami Materi Zakat di MTs Al-Washliyah 48 Binjai Syahputra Lubis, Amru; Tanjung, Alfian
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Takuana (January-March)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i4.366

Abstract

This study explores the application of a visual media–assisted Discovery Learning model in zakat instruction at MTs Al-Washliyah 48 Binjai. The study was conducted due to students’ limited understanding of zakat concepts, which was associated with the predominance of teacher-centered instruction. Employing a descriptive qualitative field approach, the research involved Fikih teachers, the madrasah principal, and students as participants. Data were obtained through classroom observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using interactive qualitative procedures consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that Discovery Learning was implemented through six instructional phases: stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and generalization. The integration of visual media (images, videos, and infographics) contributed to higher student engagement and facilitated the comprehension of zakat topics that are conceptually abstract, such as zakat categories, calculation procedures, and distribution. However, several challenges emerged, including limited multimedia facilities, varying teacher readiness, and differences in students’ learning motivation. These challenges were addressed through optimizing available resources, employing low-cost media alternatives, organizing group-based learning, and providing intensified learning assistance.
Intensity of Audiovisual Media Use and Student Interest in Learning Islamic Religious Education Mahdiyyah, Aura; Tanjung, Alfian
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.668

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya minat siswa dalam belajar Pendidikan Islam, meskipun fasilitas media pembelajaran, termasuk media audio-visual, semakin lengkap di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media audio-visual dengan minat belajar Pendidikan Islam pada siswa kelas VII di MTs Al Muttaqin. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, sedangkan sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup skala Likert yang mengukur intensitas penggunaan media audio-visual dan minat belajar Pendidikan Islam, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media audio-visual dengan minat belajar Pendidikan Islam siswa. Semakin tinggi intensitas penggunaan media audio-visual yang relevan dan menarik, semakin tinggi pula minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Islam. Kata Kunci: Media Audio Visual, Minat Belajar, Pendidikan Islam, Studi Korelasi, Siswa Abstract This study is motivated by the relatively low student interest in learning Islamic Education, despite increasingly adequate learning facilities, including audio-visual media, at school. The research aims to determine the relationship between the intensity of audio-visual media use and students’ interest in learning Islamic Education among seventh-grade students at MTs Al Muttaqin. A quantitative approach with a correlational design was employed. The population comprised all seventh-grade students, and the sample was selected using simple random sampling. Data were collected through a closed-ended Likert-scale questionnaire measuring the intensity of audio-visual media use and interest in Islamic Education learning, and then analyzed using Pearson Product Moment correlation. The findings indicate a positive and significant relationship between the intensity of audio-visual media use and students’ interest in learning Islamic Education. The higher the intensity of relevant and engaging audio-visual media use, the higher the students’ interest in participating in Islamic Education classes. Keywords: Audio-Visual Media, Learning Interest, Islamic Education, Correlational Study, Student.
Games In Islamic Religious Education: A Quantitative Study Of Student Participation At Mts Nahdatul Islam School Nur, Mudia Hawa; Tanjung, Alfian
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.676

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas penerapan gamifikasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta pengaruhnya terhadap keterlibatan siswa di Madrasah Tsanawiyah Nahdatul Islam. Permasalahan penelitian berangkat dari rendahnya partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran yang cenderung monoton dan kurang interaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana penggunaan gamifikasi berkontribusi dalam meningkatkan keterlibatan siswa baik secara kognitif, emosional, maupun perilaku dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri dari siswa Madrasah Tsanawiyah Nahdatul Islam yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel secara proporsional. Instrumen penelitian berupa angket tertutup menggunakan skala pengukuran yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji regresi untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penerapan elemen permainan seperti poin, tantangan, dan penghargaan terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar serta partisipasi siswa dalam kegiatan kelas. Dengan demikian, gamifikasi dapat menjadi strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di tingkat madrasah. Kata Kunci: Gamifikasi, Pendidikan Agama Islam, Keterlibatan Siswa, Motivasi Belajar, Madrasah Tsanawiyah AbstractThis study examines the use of gamification in Islamic Religious Education learning and its influence on student engagement at Madrasah Tsanawiyah Nahdatul Islam. The research problem is based on the low level of student participation in learning activities that are often considered monotonous and less interactive. This study aims to analyze the extent to which gamification contributes to improving students’ engagement in Islamic Religious Education, including cognitive, emotional, and behavioral aspects. The research employed a quantitative approach using a survey method. The sample consisted of students at Madrasah Tsanawiyah Nahdatul Islam selected through proportional sampling. Data were collected through a structured questionnaire using a measurement scale that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential analysis, particularly regression testing, to determine the relationship and effect between variables. The findings show that gamification has a positive and significant effect on student engagement in Islamic Religious Education learning. The application of game elements such as points, challenges, and rewards was proven to increase students’ learning motivation and active participation during classroom activities. Therefore, gamification can be considered an innovative instructional strategy to enhance the effectiveness and quality of Islamic Religious Education learning at the madrasah level.Keywords: Gamification, Islamic Religious Education, Student Engagement, Learning Motivation, Madrasah Tsanawiyah
SOSIALISASI DAMPAK GADGET DI ERA DIGITALISASI PADA SISWA SD ISLAM TERPADU LANGKAT Muflih, T Fadlanil; Tanjung, Alfian
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital saat ini nyatanya sulit untuk memisahkan gadget seperti smartphone, tablet, laptop, dan perangkat lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun gadget memudahkan komunikasi serta memudahkan akses ke informasi untuk mendukung produktivitas dan kenyamanan, penggunaan yang berlebihan atau tidak bijaksana dapat menyebabkan berbagai dampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan sosial. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak negatif dari penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak, seperti gangguan tidur, kelelahan mata, keterlambatan perkembangan bicara, hingga masalah kesehatan mental. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi awal, penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, dan simulasi praktik yang memberikan keterampilan praktis bagi peserta dalam menerapkan aturan waktu layar dan penggunaan gadget yang bijaksana di rumah. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap pentingnya membatasi penggunaan gadget bagi siswa serta kesiapan mereka untuk menerapkan aturan penggunaan yang lebih sehat. Para peserta menyadari peran mereka dalam mendampingi siswa dalam dunia digital dan merasa lebih percaya diri untuk mengkomunikasikan aturan yang jelas kepada keluarga mereka. Edukasi ini juga menggaris bawahi pentingnya peran komunitas seperti OSIS dalam mendukung literasi digital di tingkat sekolah. Kesimpulannya, program PKM ini berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi guru dan siswa, sekaligus menegaskan potensi OSIS sebagai wadah edukasi yang efektif di sekolah.
The effectiveness of tarbiyah halaqoh activities on teacher performance in improving Islamic Religious understanding at YPI Nurul Fikri Suka Makmur, Binjai District, Langkat Regency Azmy, Azmy; Tanjung, Alfian; Piliang, Fenny Mustika
Indonesian Journal Education Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal Education (IJE)
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/ije.v5i1.1523

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of tarbiyah halaqoh activities in improving teacher performance in strengthening Islamic religious understanding at YPI Nurul Fikri Suka Makmur, Binjai District, Langkat Regency. The research employed a quantitative correlational design involving all 30 teachers as the sample. Data were collected using questionnaires and analyzed through normality, linearity, homogeneity, Product Moment correlation, and t-tests. The findings indicate that tarbiyah halaqoh activities are categorized as good, with a mean score of 61.53, while teacher performance in enhancing Islamic religious understanding is also classified as good, with a mean score of 67.66. Statistical analysis reveals a very strong positive correlation between tarbiyah halaqoh activities and teacher performance (r = 0.90 more than r table = 0.80). The t-test result (t = 25.1 more than 1.31; ? = 0.05) confirms that the alternative hypothesis is accepted. These results demonstrate that tarbiyah halaqoh activities significantly and directly contribute to improving teacher performance in developing Islamic religious understanding.