Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Dampak Delimitasi Maritim Terhadap Masyarakat Pesisir di Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat Alfarisi, Muhammad Salman; Darajati, Muhammad Rafi; Purwanti, Evi
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 14, No 2 (2024): Desmeber 2024
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v14i2.13535

Abstract

Penelitian ini membahas dampak delimitasi maritim yang belum disepakati terhadap masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Tanjung Datu, Kalimantan Barat, Indonesia. Topik ini dipilih karena lautan, sebagai kekayaan berharga bagi negara-negara maritim, sering menjadi pusat ketegangan dan konflik, terutama terkait wilayah delimitasi maritim yang belum disepakati antara negara tetangga. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dampak delimitasi maritim terhadap hak dan mata pencaharian nelayan di Tanjung Datu serta menyoroti ancaman terhadap tradisi, mata pencaharian, dan ekonomi masyarakat pesisir di wilayah ini akibat ketidakjelasan batas maritim antara Indonesia dan Malaysia. Metode penelitian yang digunakan menggabungkan pendekatan hukum normatif dan empiris. Pendekatan hukum normatif menganalisis kerangka hukum internasional dan nasional terkait delimitasi maritim, sementara pendekatan hukum empiris melibatkan studi kasus di Tanjung Datu. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, dengan fokus pada dampak ekonomi, sosial, dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak utama delimitasi maritim adalah pada aspek ekonomi, dengan perubahan hak akses dan ketidakpastian ekonomi; dampak sosial berupa ancaman terhadap keamanan masyarakat pesisir; serta dampak budaya terkait kekhawatiran terhadap pelestarian budaya dan tradisi. Konflik antara Indonesia dan Malaysia juga menimbulkan ketidakpastian hukum wilayah perairan tangkap ikan nelayan. Urgensi penyelesaian delimitasi maritim yang adil dan berkelanjutan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat pesisir, menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal, serta menciptakan kondisi stabil dan sejahtera bagi komunitas pesisir yang bergantung pada sumber daya laut. Title: Impact of Maritime Delimitation on Coastal Communities at the Indonesia-Malaysia Border in West Kalimantan This study examines the impact of unresolved maritime delimitation on coastal communities, particularly fishermen in Tanjung Datu, West Kalimantan, Indonesia. The topic was chosen because oceans, as valuable assets for maritime countries, often become centers of tension and conflict, especially regarding unresolved maritime boundaries between neighboring countries. The purpose of this research is to identify the impact of maritime delimitation on the rights and livelihoods of fishermen in Tanjung Datu and to highlight threats to the traditions, livelihoods, and economies of coastal communities in this region due to the unclear maritime boundaries between Indonesia and Malaysia. The research methodology combines normative legal and empirical approaches. The normative legal approach analyzes the international and national legal frameworks related to maritime delimitation, while the empirical legal approach involves a case study in Tanjung Datu. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, focusing on economic, social, and cultural impacts. The research findings indicate that the primary impact of maritime delimitation is economic, with changes in access rights and economic uncertainty; the social impact includes threats to the security of coastal communities; and the cultural impact relates to concerns about preserving cultural heritage and traditions. The conflict between Indonesia and Malaysia also creates legal uncertainty regarding the fishing waters of fishermen. There is an urgency to resolve maritime delimitation fairly and sustainably to accommodate the needs of coastal communities, preserve their cultural heritage, and create stable and prosperous conditions for coastal communities that rely on marine resources.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI PETANI DALAM BERUSAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN LANGKAPLANCAR KABUPATEN PANGANDARAN Amal, Ramadhan Ihlasul; Maharani, Salsa Rika; Damayanti, Wulan Sri; Alfarisi, Muhammad Salman; Heryadi, Reisya Kamiliya; Noormansyah, Zulfikar; Widi, Riantin Hikmah; Sahliani, Ali
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i1.23072

Abstract

Peningkatan produksi jagung nasional menghadapi tantangan dalam aspek sumber daya manusia, khususnya pada kawasan Perhutanan Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi petani dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Lebak Jero, Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian menggunakan survei dengan pengambilan sampel secara purposive sampling pada petani penerima program Swasembada Pangan. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, dengan indikator kebutuhan kekerabatan (relatedness) sebagai faktor pendorong utama. Secara simultan, variabel umur, luas lahan, tingkat pendidikan, lama usahatani, kegiatan penyuluhan, kebijakan pemerintah, dan harga berpengaruh nyata terhadap motivasi petani dengan koefisien determinasi sebesar 60,7%. Secara parsial, variabel umur berpengaruh negatif dan signifikan, yang mengindikasikan bahwa semakin tua usia petani, motivasi untuk mengelola lahan di area berkontur bukit semakin menurun. Sebaliknya, kegiatan penyuluhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi. Sementara itu, variabel kebijakan pemerintah dan harga memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya peran penyuluh dan strategi regenerasi petani dalam keberlanjutan usahatani jagung di kawasan hutan.