Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KRITERIA UJI PENYARINGAN INJEKSI ASP DALAM IMPLEMENTASI TEKNOLOGI EOR Sugihardjo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Injeksi kimia terdiri dari ASP (Alkali, Surfaktan, Polimer), yang dapat diinjeksikan secara sendiri sendiriataupun dicampur. Injeksi kimia dapat dirancang untuk suatu reservoar minyak tertentu dengan: injeksi alkali,injeksi surfaktan, injeksi polimer, injeksi alkali-surfaktan-polimer secara berturutan, injeksi surfaktan-polimersecara berturutan, injeksi campuran alkali/surfaktan/polimer, dan injeksi campuran surfaktan/polimer. Sebelumimplementasi injeksi kimia ASP perlu dilakukan studi secara intensif di laboratorium untuk menentukan kriteriauji penyaringan injeksi kimia untuk EOR (Enhanced Oil Recovery) memenuhi syarat untuk dapat diaplikasikan dilapangan dan berpotensi untuk menaikkan perolehan minyak.
Studi Labolatorium “Microbial Profile Modification” Sugihardjo; Hadi Purnomo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pengurasan minyak tahap secondary recovery, air diinjeksikan ke dalam reservoar untuk mendorong minyak ke lubang sumur. Di beberapa lapangan proses pendorongan menghasilkan efisiensi penyapuan (sweep efficiency) rendah. Hal tersebut dapat terjadi oleh beberapa faktor, selain mobilitas air jauh lebih tinggi dari pada minyak ada faktor lain yang sulit dikontrol yaitu: chanelling, thief zones, dan high permeability zones. Problema yang ada di dalam reservoar tersebut menyebabkan air injeksi akan mengalir melewati minyak dan terjadi water break through lebih awal. Teknologi untuk memperbaiki efisiensi penyapuan pada kasus di atas disebut selective plugging atau pro- file modification. Teknologi konvensional menggunakan gel, polimer, dan busa untuk memperbaiki efisiensi penyapuan. Teknologi ini mempunyai nisbah sukses yang rendah, terutama disebabkan penempatan gel yang sulit di reservoar. Teknologi terkini adalah Microbial Profile Modification (MPM) dengan menggunakan mikroba in situ yang menghasilkan biopolimer, biofilm, dan biomassa untuk menyumbat zona permeabilitas tinggi. Studi ini merupakan kajian laboratorium untuk mengamati seberapa besar terjadinya penurunan permeabilitas dari sebuah rancangan MPM yang akan diaplikasikan di lapangan.
Kompatibilitas Fluida Injeksi dan Formasi Batuan pada Reservoir dengan Injeksi Air Sugihardjo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jutaan barel tambahan produksi minyak dapat diperoleh dari injeksi air, yang merupakan salah satu metode peningkatan perolehan minyak yang murah. Oleh karena itu mengoptimasi injeksi air merupakan tahap yang sangat penting agar diperoleh produksi yang optimal. Pada proses peningkatan perolehan minyak sekunder maupun tersier akan terjadi interaksi antara fluida injeksi dan fluida reservoir maupun batuan reservoir. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian interaksi tersebut dan kemungkinan terjadinya kerusakan formasi (formation damage) sebelum pelaksanaan di lapangan. Bahkan, pada proses air formasi yang diinjeksikan kembali (recycling) masih perlu juga dilakukan analisis agar tidak terjadi kerusakan formasi.
Formulasi Optimum Campuran Surfaktan, Air, dan Minyak Sugihardjo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formulasi optimum sistem campuran surfaktan, air, dan minyak harus dirancang untuk mendapatkan proses peningkatan perolehan minyak yang efektif pada injeksi surfaktan sebelum dilaksanakan di lapangan. Uji laboratorium dapat menentukan formula surfaktan yang membentuk campuran mikroemulsi fase-tengah apabila dicampur dengan minyak dan air. Pada kondisi campuran optimum mempunyai harga tegangan antarmuka yang sangat rendah dan mempunyai potensi dan efektivitas untuk peningkatan perolehan minyak dengan proses pendesakan terbaur.
Analisis faktor dan persepsi pemuda desa terhadap pekerjaan petani Nugroho, Cahyo Bagus Tri; Sugihardjo; Permatasari, Putri; Anantanyu, Sapja
Journal of Agrosociology and Sustainability Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jassu.v1i1.2023.58

Abstract

Pekerjaan petani merupakan menjadi mata pencaharian utama di pedesaan. Mata pencaharian petani didominasi oleh orang tua lebih dari 50 tahun termasuk di Kecamatan Sumberlawang. Mayoritas penduduk Kecamatan Sumberlawang bermata pencaharian sebagai petani sebanyak 14.122 jiwa, angka tersebut paling tinggi dibandingkan mata pencaharian lain. Namun taraf hidup dan luas lahan pertanian tidak terkait dengan minat pemuda desa, oleh sebab itu mereka cenderung bekerja di kota setelah tamat sekolah. Ketidaktertarikan bekerja di desa disebabkan kurangnya minat pada profesi pertanian. Di Sumberlawang memiliki prosentase 18,89% pemuda berusia 15-29 tahun, jumlah yang cukup besar dan dapat bermanfaat bagi keberlangsungan pertanian jika pemuda tersebut tidak pindah ke kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk persepsi kaum muda tentang pekerjaan pertanian dan persepsi kaum muda tentangnya. Partisipan dalam penelitian ini adalah pemuda berusia 15 hingga 29 tahun. Sampel sebanyak 98 pemuda diambil dengan menggunakan metode proporsional random sampling. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengAnalisis data menggunakan  software program IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor berikut mempengaruhi persepsi kaum muda tentang pekerjaan pertanian: pendidikan formal, pendidikan non formal, pengalaman pribadi, akses informasi, dan kosmopolitan. Persepsi pemuda baik tentang pendapatan, sedangkan persepsi tentang pensiun netral, persepsi tidak baik, terutama kebanggaan petani, pengembangan karir, persepsi buruk terhadap pertanian.
Pengaruh Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Provinsi DKI Jakarta Ayu Puspita Sari; Sugihardjo; Widiyanto
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 06 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i06.319

Abstract

COVID-19 pertama kali ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Februari 2020 dan setidaknya sudah menyebar ke 124 negara di dunia. COVID-19 masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020, kemudian menyebar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia. Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia diprediksi akan mempengaruhi eksistensi sektor pertanian apabila perkembangannya semakin meluas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kinerja penyuluh pertanian di Provinsi DKI Jakarta selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar; (2) Mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian di Provinsi DKI Jakarta selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar; (3) Mengetahui pengaruh antara faktor internal dan eksternal penyuluh pertanian terhadap kinerja penyuluh pertanian selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan eksplanatori. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) yaitu di Provinsi DKI Jakarta. Metode pengambilan sampel ditentukan dengan teknik sensus. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Provinsi DKI Jakarta selama diberlakukannya PSBB berada pada kategori baik dengan pelaksanaan dalam kategori cukup dan evaluasi dan pelaporan dalam kategori sangat baik. Kinerja penyuluh pertanian Provinsi DKI Jakarta dipengaruhi oleh umur, masa kerja, pendidikan, pelatihan, ketersediaan sarana prasarana, dan kondisi lingkungan kerja sebesar 52,5%.
IMPLEMENTASI RINTISAN BANK SAMPAH BERBASIS LITERASI IKLIM SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN INOVASI "TUKAR SAMPAH DENGAN BIBIT" MELALUI PROGRAM KKN DI DESA WONOSARI Yasmin Sindoro Salsabila; Muhammad Yusuf Habibie; Luqman Al Hakim; Sugihardjo; Vincent Arif Kurniawan; Chandra Adji Prasetyo; Alifia Nuradilla Rajwanda; Agasta Veda Bhayangkara; Yumna Rizky Fitria; Riana Septiana; Rakan Narendra Munggaran
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 04 September (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga, khususnya anorganik, masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Karanganyar. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 79 Universitas Sebelas Maret, dilakukan rintisan bank sampah berbasis literasi iklim di Desa Wonosari sebagai upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung inovasi “Tukar Sampah dengan Bibit.” Metode kegiatan meliputi observasi, wawancara, sosialisasi, serta pendampingan langsung kepada warga Dusun Gemblung Kulon dan Dusun Munggur. Hasil program menunjukkan terbentuknya sistem bank sampah yang terorganisir dan memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan. Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam berpartisipasi, meskipun masih terdapat kendala pemahaman mekanisme pengelolaan. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kesadaran warga dalam pengelolaan sampah sekaligus mengintegrasikan penghijauan desa melalui distribusi bibit tanaman. Dengan demikian, rintisan bank sampah ini berpotensi menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi lokal.