Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Midwifery Journal

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Untuk Kunjungan Antenatal Care Di PMB Hasrany Safari Safari, Hasrany; Sunarsih, Sunarsih; Nurliyani, Nurliyani; Sari, Devi Kurnia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i4.11647

Abstract

Based on the data from the Lampung Provincial Health Office (2020), the achievement of the coverage rate for the First Antenatal Care (ANC) visit (K1) is 93.6%, and the coverage rate for the fourth visit (K4) is 89.19%. These figures have shown a decrease compared to the year 2019, where the K1 coverage reached 97.4%, and the K4 coverage was 92.9%. This achievement rate still falls short of the national targets, which are 100% for K1 coverage and 95% for K4 coverage. According to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2016, ANC visits strengthen the ability of pregnant women and their families to recognize dangers and apply safe prenatal and postnatal care in their daily lives.The research design was quantitative with a cross-sectional study approach. The population of the study included all pregnant women undergoing prenatal care at the Hasrany Safari Maternal and Child Health Center in Bandar Lampung, totaling 50 individuals. The research sample consisted of all pregnant women undergoing prenatal care at the Hasrany Safari Maternal and Child Health Center in Bandar Lampung, totaling 50 individuals, using the total sampling method.The research results indicated that there was no significant influence of age on pregnant women's compliance with Antenatal Care (p=0.360). However, there was a significant influence of parity on pregnant women's compliance with Antenatal Care (p=0.004), and there was also a significant influence of husband's support on pregnant women's compliance with Antenatal Care (p=0.001). The study found that parity and husband's support are associated with pregnant women's compliance in undergoing Antenatal Care (ANC).It was expected that partners or husbands can pay attention and foster a good relationship with their pregnant wives, and husbands can actively provide support to pregnant women in attending ANC visits. Keywords : Compliance, Pregnant Women, Antenatal Care  ABSTRAK Berdasarkan data dinkes Provinsi Lampung (2020), capaian cakupan Kunjungan Pertama ANC (K1) adalah 93,6% dan cakupan kunjungan keempat (K4) adalah 89.19%. angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019 cakupan K1 yang mencapai 97,4% dan cakupan K4 92,9%. Angka capaian ini masih belum memenuhi dari target nasional yaitu sebesar 100% untuk cakupan K1 dan 95% untuk cakupan k4. Menurut Kementrian RI 2016 Kunjungan ANC memperkuat kemampuan ibu dan keluarga mengenali tanda bahaya dan menerapkan perawatan selama kehamilan serta pasca persalinan dalam kehidupan sehari-hari.Desain penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil memeriksakan kehamilannya pada PMB Hasrany Safari Kota Bandar Lampung sebanyak 50 orang. Sampel penelitian adalah semua ibu hamil memeriksakan kehamilannya pada PMB Hasrany Safari Kota Bandar Lampung sebanyak 50 orang dengan menggunakan metode total sampling.Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh umur terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan Antenatal Care (p=0,360), Ada pengaruh paritas terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan Antenatal Care (p=0,004), Ada pengaruh dukungan suami terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan Antenal Care (p=0,001). Diperoleh paritas dan dukungan suami berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan Antenatal Care (ANC).                Diharapkan kepada pasangan atau suami dapat memberikan perhatian dan membina hubungan baik dengan istri yang sedang hamil serta suami dapat berperan aktif dalam memberikan dukungan  pada ibu  hamil untuk melakukan kunjungan ANC.
Efektivitas Penggunaan Lidah Buaya (Aloevera) Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Dwijayanti, Renny; Susilawati, Susilawati; Maternity, Dainty; Sari, Devi Kurnia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 1 (2024): Volume 4, Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i1.14571

Abstract

 Background: Perineal rupture is the cause of postpartum maternal bleeding. Postpartum hemorrhage is the main cause of 40% of maternal deaths in Indonesia. One way of natural treatment is by giving aloevera (Aloevera Liliceae) which can accelerate the wound healing process.Objective: To determine the effectiveness of using aloevera  on perinal wound healing in postpartum mothers in Karang Anyar Health Center, South Lampung.Methods: This  research was quantitative with a quasi-experimental approach. The subjects of this study were 104 mothers who experienced perineal rupture of degree I and  II in the Working Area of the Karang Anyar Health Center, South Lampung, with a total sample of 51 data.. Data obtained from questionnaires. Data analysis was univariate and bivariate using independent t-testResults: It was known that the average value of perineal wound healing given aloe vera was 4.72, standard deviation 1.815. The average value of perineal wound healing that was not given aloe vera was 7.35, the deviation was 2,545. There was an effectiveness of using aloe vera on perineal wound healing in postpartum mothers in Karang Anyar Health Center, South Lampung (Pvalue = 0.026,).Conclusion: There is an effectiveness of using aloe vera on perineal wound healing in postpartum mothers in Karang Anyar Health Center, South Lampung, research suggestions for mothers who experience in perineal injuries to treat wounds after childbirth and consume nutritious food, especially foods that contain high protein so that the wound is fast healed.Suggestions: Encourage mothers who have perineal wounds to treat wounds after childbirth and consume nutritious foods, especially foods that contain high protein so that the wound heals quickly Keywords: Aloevera, Perineum, Rupture, Postpartum ABSTRAK: Latar Belakang: Ruptur perineum menjadi penyebab perdarahan ibu postpartum. Perdarahan postpartum menjadi penyebab utama 40% kematian ibu di Indonesia Salah satu cara pengobatan alami yaitu dengan pemberian lidah buaya yang dapatTujuan: Untuk mengetahui efektivitas penggunaan lidah buaya (Aloevera) terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan.mempercepat proses penyembuhan luka.Metode: jenis penelitian ini adalah penelitiankuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Subjek penelitian ini adalah ibu bersalin yang mengalami ruptur perineum derajat I dan derajat II di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan 104 ibu, sampel sebanyak 51 data. Data diperoleh dari kuesioner.Analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji t independen.Hasil: Diketahui bahwa Nilai rata-rata penyembuhan luka perineum yang diberikan lidah buaya (aloevera) adalah 4,72, standar deviasi 1,815. Nilai rata-rata penyembuhan luka perineum yang tidak diberikan lidah buaya (aloevera) adalah 7,35, deviasi adalah sebesar 2,545. Terdapat efektivitas penggunaan lidah buaya (Aloevera) terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan (Pvalue=0,026,).Kesimpulan: Terdapat efektivitas penggunaan lidah buaya (Aloevera) terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan saran penelitian ibu yang mengalami luka perineum untuk merawat luka setalah melahirkan dan mengkonsumsi makanan bergizi khususnya makananan yang mengandung protein tinggi agar lukanya cepat sembuh.Saran: Mengajurkan ibu yang mengalami luka perineum untuk merawat luka setalah melahirkan dan mengkonsumsi makanan bergizi khususnya makananan yang mengandung protein tinggi agar lukanya cepat sembuh. Kata kunci : Alovera, Perineum, Nifas, Ruptur, Postpartum