Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Implementasi Geospatial Clustering Menggunakan Algoritma K-Means Untuk Penentuan Lokasi Strategis Promosi Kampus Universitas Langlangbuana Siti Nurfadhilah, Dila; Setiawan, Awan; Zulkifli, Ridwan
Jurnal Janitra Informatika dan Sistem Informasi Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober - Jurnal Janitra Informatika dan Sistem Informasi
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/xfctnc12

Abstract

Data mining merupakan teknik untuk mengekstraksi informasi bernilai dari kumpulan data berskala besar. Di lingkungan perguruan tinggi, proses seleksi mahasiswa baru menghasilkan kumpulan data yang kaya, khususnya terkait latar belakang asal sekolah calon mahasiswa. Namun, jika data tersebut tidak dianalisis dan dimanfaatkan secara maksimal, potensi informasinya akan menurun seiring berjalannya waktu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Universitas Langlangbuana, ditemukan adanya penurunan jumlah mahasiswa baru selama tiga tahun terakhir jika dibandingkan dengan tahun 2021. Untuk merespons kondisi ini, dibutuhkan strategi berbasis data yang mampu mengidentifikasi wilayah promosi secara lebih tepat. Penelitian ini menerapkan metode geolocation clustering dengan algoritma K-Means untuk mengelompokkan data asal sekolah mahasiswa. Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python, dengan fokus pada segmentasi wilayah berdasarkan sebaran sekolah. Hasil analisis menghasilkan tujuh klaster utama, dengan distribusi tertinggi berada di wilayah Jawa Barat, khususnya Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Temuan ini memberikan gambaran wilayah potensial sebagai sasaran promosi guna meningkatkan jumlah pendaftar di masa yang akan datang. Pendekatan ini memungkinkan institusi pendidikan untuk merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien berdasarkan data yang tersedia.
Pelatihan Penentuan Rute Pendistribusian Outlet Pada CV. Healfit Pangan Sehat (Dietgo Kitchen) Yulianto, Irwan; Martikasari, Arida Murti; Zulkifli, Ridwan
Jurnal AbdiMU (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/abdimu.v5i2.1683

Abstract

High distribution costs pose a significant challenge for Small and Medium Enterprises (SMEs), such as Dietgo Kitchen in Bandung, which inefficiently relies on third-party online delivery services to distribute ingredients to its seven branches. This point-to-point logistics issue increases total operational costs and erodes profit margins. To address this, an intervention in the form of Vehicle Routing Problem (VRP) Implementation Training and Mentoring was conducted for the company's distribution team, aimed at utilizing the company's unoptimized food trucks for autonomous delivery. The training focused on mastering the VRP heuristic methods, namely Nearest Neighbor and Nearest Insertion, to determine optimal delivery routes from the central warehouse to all outlets. This mentoring included actual field data acquisition, route simulations, and structured delivery management training. Evaluation results showed a significant positive impact, with a 43.71% reduction in delivery costs compared to the average of the previous three months. While employee adaptation to the new VRP system and methods is still required, this implementation demonstrates that VRP is an effective strategic instrument for achieving delivery route efficiency and reducing routine operational costs for SMEs.
Integration of Renewable Energy Micro-grids with Smart Sensor Control to Reduce Carbon Footprint in Rural Industrial Zones Beny Riswanto; Mochammad Hasymi Somaida; Ridwan Zulkifli
Green Engineering: International Journal of Engineering and Applied Science Vol. 1 No. 1 (2024): January: Green Engineering: International Journal of Engineering and Applied Sc
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenengineering.v1i1.240

Abstract

Renewable energy microgrids integrated with smart control systems are emerging as a sustainable solution for electrifying rural industrial zones, offering substantial improvements in energy efficiency and reductions in carbon emissions. This study explores the implementation of hybrid renewable energy systems, combining solar and wind energy, and the integration of Internet of Things (IoT) sensors to optimize energy consumption in real-time. The findings highlight that the combination of solar and wind energy in microgrids leads to up to a 30% increase in energy efficiency, with a significant reduction in CO₂ emissions, reaching up to 50% compared to traditional grid systems. IoT sensors play a crucial role in load forecasting, optimization, and system stability, enabling real-time monitoring and proactive adjustments to energy distribution. Additionally, the implementation of these systems in rural industrial zones not only provides reliable, clean energy but also reduces reliance on fossil fuels, making them economically viable and environmentally sustainable. However, challenges such as high initial investment costs, integration complexities, and the need for skilled technicians remain. Despite these barriers, the long-term benefits of reduced energy costs, improved energy security, and lower carbon footprints make renewable energy microgrids a promising solution. The study suggests that these systems can be scaled to other rural regions facing similar challenges in energy access and carbon emissions, offering a path to sustainable development. Further research is recommended to explore alternative renewable energy combinations and advancements in IoT applications to improve system scalability and efficiency.
PENINGKATAN EXPOSURE KOPI XYZ MELALUI BUSINESS COACHING zulkifli, ridwan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Babakti Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/babakti.v3i2.1735

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kopi XYZ menghadapi tantangan utama dalam bidang pemasaran, yaitu belum optimalnya saluran pemasaran digital dan rendahnya brand exposure. Permasalahan ini berdampak signifikan terhadap kinerja bisnis. Program pengabdian ini bertujuan memberikan solusi melalui program business coaching intensif. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) yang didahului dengan pengumpulan data primer (in-depth interview, observasi, dan survei konsumen) serta data sekunder (studi literatur). Hasil analisis dan survei menunjukkan bahwa Instagram dan Google menjadi media utama pencarian kedai kopi oleh target konsumen (usia 21-30 tahun), sementara 80,8% responden belum mengetahui Kopi XYZ. Implementasi coaching difokuskan pada optimalisasi saluran pemasaran (Instagram dan website) dan strategi peningkatan exposure melalui digital marketing (Instagram dan Search Engine Advertising). Pencapaian implementasi telah mencapai 80-90%. Melalui program ini, Kopi XYZ diharapkan mampu mengoptimalkan saluran pemasarannya, meningkatkan brand awareness, dan pada akhirnya, meningkatkan penjualan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Digital, Pendidikan, dan Ekonomi Syariah untuk Mewujudkan Desa Wisata Berbasis Ketahanan Pangan di Karyalaksana, Kab. Bandung zulkifli, ridwan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Babakti Vol 1, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/babakti.v1i1.1720

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Karyalaksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung dalam menghadapi tantangan pembangunan berbasis potensi lokal menuju desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan. Program ini mengintegrasikan empat bidang utama, yaitu teknologi informasi, pendidikan, ekonomi syariah, dan ketahanan pangan. Melalui bidang teknologi informasi, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan digitalisasi untuk promosi wisata dan pengelolaan usaha mikro. Bidang pendidikan difokuskan pada peningkatan literasi dan kreativitas warga dalam mengembangkan potensi desa. Ekonomi syariah diarahkan pada penguatan ekonomi berbasis prinsip halal dan keadilan, guna mendukung kegiatan ekonomi masyarakat secara beretika dan berkelanjutan. Sementara itu, bidang ketahanan pangan menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya pertanian lokal secara efisien dan ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman dan antusiasme masyarakat terhadap inovasi desa wisata berbasis kearifan lokal dan teknologi modern. Dengan demikian, sosialisasi lintas bidang ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Desa Karyalaksana sebagai desa wisata unggulan yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing
PENERAPAN ALGORITMA NAIVE BAYES DALAM MEMPREDIKSI MINAT MAHASISWA BARU Zulkifli, Ridwan; Andryadi, Aan Ansen; Nurfadhilah, Dila Siti; Utami, Lita Lestari
Journal of Information System Management (JOISM) Vol. 7 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Universitas Amikom Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/joism.2026v7i2.2375

Abstract

Penentuan konsentrasi studi mahasiswa baru yang tidak tepat dapat berdampak pada rendahnya motivasi belajar dan meningkatnya risiko perpindahan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan memprediksi minat konsentrasi studi mahasiswa baru menggunakan algoritma Naive Bayes. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Knowledge Discovery in Database (KDD) yang meliputi pemilihan data, pra-pemrosesan, pembentukan dataset, serta pelatihan dan pengujian model. Data yang digunakan berupa riwayat akademik dan hasil survei preferensi mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025 yang telah dianonimkan. Dataset dibagi menjadi 80% data latih dan 20% data uji. Evaluasi model dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil pengujian menunjukkan akurasi sebesar 89% dengan nilai presisi dan recall di atas 85%. Hasil ini menunjukkan bahwa algoritma Naive Bayes efektif digunakan sebagai alat bantu rekomendasi konsentrasi studi mahasiswa baru.
Desain Sistem Informasi Kolaboratif Untuk Pengelolaan Penelitian Dosen Menggunakan Arsitektur Microservices Andryadi, Aan Ansen; Zulkifli, Ridwan; Mufida, Luthfiah; Putri, Neng Pita Lestia; Rohmana, Randi Pajar; Septiani, Rohmawati; Hanifah, Syahda Lidini
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i6.10115

Abstract

Abstrak - Pengelolaan penelitian dosen menghadapi tantangan yang bersifat multidimensional, mulai dari beban kerja dosen yang tinggi hingga ketimpangan pendanaan dan minimnya dukungan sistem informasi yang terintegrasi. Kondisi ini menghambat produktivitas riset dan kolaborasi akademik yang efektif antar dosen. Penelitian ini mengangkat pentingnya desain sistem informasi kolaboratif berbasis arsitektur microservices yang dapat menyediakan platform fleksibel, dan skalabel untuk mendukung pengelolaan penelitian dosen secara kolaboratif dan berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah merancang dan mengembangkan sebuah sistem informasi kolaboratif yang mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan penelitian dosen dengan mengaplikasikan arsitektur microservices sebagai fondasi teknologi untuk mendukung modularitas dan layanan mandiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode RD (Research and Development) dengan pendekatan iterative prototyping dan validasi fungsionalitas sistem melalui uji coba pada pengguna dosen di lingkungan kampus. Tools utama yang digunakan meliputi platform pengembangan berbasis microservices, bahasa pemrograman dan database terdistribusi yang mendukung interoperabilitas antarmodul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan berhasil menyediakan fitur kolaborasi, pengelolaan data riset, dan pelaporan yang responsif, serta mampu diakses secara simultan oleh banyak pengguna tanpa mengurangi performa. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa arsitektur microservices sangat efektif untuk membangun sistem informasi kolaboratif di konteks pengelolaan penelitian dosen, memungkinkan peningkatan produktivitas dan kolaborasi antar dosen.Kata Kunci : Arsitektur microservices; Pengelolaan penelitian dosen; Research and development (RD); Sistem informasi kolaboratif; Abstract - Lecturer research management faces multidimensional challenges, ranging from high workloads to funding inequities and a lack of integrated information systems. These conditions hamper research productivity and effective academic collaboration among lecturers. This research highlights the importance of designing a collaborative information system based on a microservices architecture that can provide a flexible and scalable platform to support collaborative and sustainable lecturer research management. The objective of this research is to design and develop a collaborative information system capable of improving the efficiency of lecturer research management by applying a microservices architecture as a technological foundation to support modularity and self-service. The research method used is RD (Research and Development) with an iterative prototyping approach and validation of system functionality through trials with lecturer users on campus. The main tools used include a microservices-based development platform, a programming language, and a distributed database that supports interoperability between modules. The results show that the developed system successfully provides collaboration features, research data management, and responsive reporting, and can be accessed simultaneously by multiple users without compromising performance. From the research results, it was found that the microservices architecture is very effective for building collaborative information systems in the context of managing lecturer research, enabling increased productivity and collaboration between lecturers.Keywords: Collaborative information systems; Lecturer research management; Microservices architecture; Research and development (RD);
Evaluasi Usability Sistem Manajemen Penelitian Dosen Berbasis Prototyping Menggunakan System Usability Scale Andryadi, Aan Ansen; Zulkifli, Ridwan; Faidah, Rika Setiani Nur; Fadillah, Rike Setiani Nur; Fadilah, Umi Lutfiatul; Sophiawati, Nur Kesha; Perdiansyah, Devi; Derismana, Derismana
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6 No 8 (2026): January 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v6i8.9122

Abstract

Lecturer research management in higher education institutions often faces complex administrative challenges that are time-consuming and prone to documentation errors. These problems include difficulties in tracking proposal status, inconsistent progress reporting, and lack of transparency in the review process. The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of a throwaway prototyping-based development approach in building a lecturer research management information system that is usable, efficient, and capable of improving administrative productivity. The system is designed to simplify research administration activities, such as proposal submission, reviewer assignment, progress reporting, and integrated research output tracking. The study employs a mixed method design that combines quantitative approaches through usability and time efficiency measurements, as well as qualitative approaches through in-depth interviews. The development process applies a throwaway prototyping cycle through stages: (1) initial requirements identification through stakeholder analysis, (2) rapid prototype creation for concept validation, (3) iterative evaluation and validation with end users, (4) prototype disposal and final system implementation based on feedback. This approach was chosen to accelerate requirements elicitation, validate interface flows before full development, and minimize rework before final implementation. The system was implemented as a web application using PHP (Laravel) and a relational database. Usability evaluation was conducted using the System Usability Scale (SUS), complemented by task-based efficiency measurements and brief interviews with end users. The research results show an SUS score of 85.5, indicating excellent usability and high user acceptance. Task completion time for core administrative activities decreased by 35% compared to manual processes. Qualitative feedback shows improved status transparency, reduced administrative burden, and more consistent documentation. Overall, these findings demonstrate that the prototyping model is effective for developing research management systems in higher education, particularly when user feedback is integrated from the outset and conducted iteratively. This study provides empirical contributions by demonstrating that the application of a throwaway prototyping model with early user involvement can produce a lecturer research management system with excellent usability and significant improvements in administrative work efficiency. These findings enrich the body of knowledge in academic information system development by integrating a system development model, usability evaluation using the System Usability Scale (SUS), and task-based efficiency measurement within a comprehensive evaluation framework.
Profil Literasi Digital Mahasiswa Berdasarkan Empat Pilar Kominfo Menggunakan Algoritma K-Means Nawawi, Muhamad; Zulkifli, Ridwan; Firdaus, Dony Waluya; Hasibuan, Zainal Arifin; Kurniawan, Bobi; Supatmi, Sri
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 9, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10375

Abstract

Abstrask - Transformasi digital menuntut mahasiswa memiliki literasi digital yang tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga kesadaran etika dan keamanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat literasi digital mahasiswa serta mengidentifikasi karakteristik klaster menggunakan algoritma K-Means. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa, berdasarkan empat dimensi literasi digital, yaitu digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Hasil analisis K-Means menunjukkan terbentuknya dua klaster utama, yaitu klaster literasi digital matang (Cluster 1) dan klaster literasi digital belum matang (Cluster 2). Cluster 1 memiliki nilai rata-rata literasi digital sebesar 4,57, sedangkan Cluster 2 sebesar 3,88. Dimensi dengan perbedaan paling signifikan antar klaster adalah digital safety (selisih 0,77) dan digital ethics (selisih 0,72). Analisis karakteristik responden menunjukkan bahwa mahasiswa angkatan aktif (2022–2024) lebih banyak berada pada Cluster 1 (hingga 67%), dibandingkan mahasiswa baru (2025) dan mahasiswa over study (2021) yang didominasi Cluster 2. Selain itu, mahasiswa luar Jawa Barat memiliki proporsi literasi digital matang yang lebih tinggi (64%) dibandingkan mahasiswa asal Jawa Barat (51%). Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital mahasiswa bersifat dinamis dan kontekstual, sehingga penguatan literasi digital di perguruan tinggi perlu difokuskan pada aspek etika dan keamanan digital secara berkelanjutan.Kata kunci: literasi digital; mahasiswa; K-Means clustering; digital ethics; digital safety; Abstract - Digital transformation demands that students possess digital literacy encompassing not only technical skills but also ethical awareness and digital security. This study aims to map the level of digital literacy of students and identify cluster characteristics using the K-Means algorithm. The study employed a quantitative approach with a student survey method, based on four dimensions of digital literacy: digital skills, digital culture, digital ethics, and digital safety. The results of the K-Means analysis indicate the formation of two main clusters: a mature digital literacy cluster (Cluster 1) and an immature digital literacy cluster (Cluster 2). Cluster 1 has an average digital literacy score of 4.57, while Cluster 2 has an average digital literacy score of 3.88. The dimensions with the most significant differences between clusters are digital safety (difference 0.77) and digital ethics (difference 0.72). An analysis of respondent characteristics shows that active students (2022–2024) are predominantly in Cluster 1 (up to 67%), compared to new students (2025) and overstudy students (2021), who are predominantly in Cluster 2. Furthermore, students from outside West Java have a higher proportion of mature digital literacy (64%) than students from West Java (51%). This finding confirms that student digital literacy is dynamic and contextual, thus strengthening digital literacy in higher education requires a continuous focus on digital ethics and security.Keywords: digital literacy; students; K-Means clustering; digital ethics; digital safety;
Akselerasi Smart Environment Melalui Pengembangan Web-App Pelaporan Sampah Berbasis Rapid Prototyping Andryadi, Aan Ansen; Zulkifli, Ridwan; Jamil, Ihsan Surya; Mansur, Ahmad Gojali; Mufida, Luthfiah; Putri, Neng Pita Lestia; Rohmana, Randi Pajar; Andriansyah, Rendi; Ginanjar, Rega
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 9, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10591

Abstract

Abstrak - Permasalahan akumulasi sampah di wilayah perkotaan seringkali disebabkan oleh kendala logistik dan minimnya akses masyarakat terhadap fasilitas daur ulang. Konsep Smart Environment menawarkan solusi melalui integrasi teknologi untuk efisiensi pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun web-app "Saku Sampah", sebuah platform layanan penjemputan sampah anorganik berbasis reward, guna menjembatani kesenjangan antara rumah tangga dan industri daur ulang. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Rapid Prototyping, yang memungkinkan iterasi desain yang cepat berdasarkan umpan balik pengguna. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan melalui validasi pasar, perancangan antarmuka, dan evaluasi fitur. Berdasarkan survei terhadap 19 responden (Gen Z), ditemukan bahwa 63,2% responden memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi namun kesulitan mengakses tempat penyaluran sampah (skor kesulitan 3,8/5). Validasi solusi menunjukkan tingkat ketertarikan yang tinggi (skor 4,3/5) terhadap layanan berbasis web ini, terutama pada fitur insentif poin dan fleksibilitas jadwal penjemputan. Hasil perancangan prototype menghasilkan antarmuka sistem yang mencakup fitur pemesanan penjemputan, daftar harga sampah real-time, dan dasbor dampak lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Rapid Prototyping efektif dalam memvalidasi fitur kunci "Saku Sampah" sebagai solusi akselerasi lingkungan cerdas yang partisipatif.Kata kunci : Smart Environment; Rapid Prototyping; Pengelolaan Sampah; Web-App; Saku Sampah; Abstract - The problem of waste accumulation in urban areas is often caused by logistical constraints and lack of public access to recycling facilities. The Smart Environment concept offers a solution through the integration of technology for environmental management efficiency. This study aims to design the "Saku Sampah" web-app, a reward-based inorganic waste collection service platform, to bridge the gap between households and the recycling industry. The system development method used is Rapid Prototyping, which allows for rapid design iteration based on user feedback. Research stages include needs analysis through market validation, interface design, and feature evaluation. Based on a survey of 19 respondents (Gen Z), it was found that 63.2% of respondents had high environmental awareness but had difficulty accessing waste distribution points (difficulty score 3.8/5). Solution validation showed a high level of interest (score 4.3/5) in this web-based service, especially in the point incentive feature and pickup schedule flexibility. The prototype design results produced a system interface that includes pickup booking features, real-time waste price lists, and environmental impact dashboards. This study concludes that the Rapid Prototyping approach is effective in validating the key features of "Saku Sampah" as a participatory smart environment acceleration solution.Keywords:Smart Environment; Rapid Prototyping; Waste Management; Web-App; Saku Sampah;