Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Dalam Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita Tentang Asupan Gizi Balita Dan Upaya Deteksi Dini Masalah Gizi Balita Untuk Mencegah Stunting Yuli Farida; Mardianti; Lia Komalasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2027

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Ibu balita memiliki peran penting dalam menyiapkan hidangan bergizi terutama keluarga yang memiliki balita. Pengetahuan ibu yang baik tentang gizi, pasti akan diterapkan dalam setiap hidangan yang akan mereka konsumsi setiap hari agar kebutuhan gizi terpenuhi. Kader posyandu berperan sebagai motivator kesehatan dan penyuluh kesehatan dan mampu melakukan penimbangan dan penyuluhan gizi. Mengingat kader posyandu adalah orang yang sangat dekat dengan masyarakat termasuk ibu balita, maka penting untuk melakukan pemberdayaan kader dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita dan kader mengenai asupan gizi balita serta meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran berat badan dan Tinggi Badan balita , sesuai dengan standar dalam KMS. Penyuluhan dan pelatihan serta pendampingan kader posyandu dilaksanakan pada kegiatan ini, Terjadi peningkatan rerata pengetahuan kader dan ibu balita tentang gizi balita sebanyak 24,5 poin dan seluruh kader mampu melakukan pengukuran BB (Berat Badan) dan TB (Tinggi Badan) balita serta mencatatnya di KMS. Disarankan agar ibu balita melakukan pemenuhan gizi balita dengan didampingi kader dan dievaluasi oleh bidan desa setempat dalam upaya pencegahan balita stunting
Pemberdayaan Remaja Putri Dalam Penatalaksanaan Anemia Dan Pre Menstrual Syndrome (PMS) Dengan Puding Kelor Jagung Manis (PUKEMA) Di SMPIT Nurul Hasby Purwamekar Karawang Jenny Anna Siauta; Mardianti; Irna Trisnawati; Ari Antini; Rahayu Pertiwi; Rahayu Dwikanthi; Mimin Rusmiati; N.Unirah A.Sadeli; Irma Damayanti; Irni Indriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2066

Abstract

Kesehatan remaja putri sangat menentukan kualitas generasi berikutnya, karena remaja putri merupakan calon ibu di masa depan. Anemia didefiniskan sebagai berkurangnya konsentrasi hemoglobin dalam eritrosit sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis dalam tubuh. Remaja putri mengalami menstruasi yang dapat menyebabkan terjadinya anemia dan beberapa gangguan salah satunya yaitu Pre menstrual Syndrome (PMS). Penyebab munculnya gejala-gejala PMS masih belum diketahui secara pasti tetapi perubahan hormonal, prostaglandin, diet, obat-obatan dan gaya hidup merupakan beberapa faktor penyebab munculnya PMS yang dapat mempengaruhi kerja hormon serotonin di otak. Salah satu bahan makanan alam yang mengandung Zat besi, Kalsium dan Vitamin C cukup tinggi adalah daun Kelor. Pengetahuan remaja puteri terhadap penatalaksanaan anemia masih rendah, sehingga berdampak pada kualitas hidup remaja dan prevalensi angka kejadian anemia pada remaja putri Pemberian penyuluhan dan cara membuat puding kelor dan jagung manis telah terlaksana dengan hasil peningkatan pengetahuan sebesar 18 poin dan perubahan sikap menjadi lebih termotivasi untuk rutin minum tablet tambah darah sebesar 25 poin, serta remaja putri memahami alternative pengolahan daun kelor dengan olahan pudding kelor jagung manis, selanjutnaya remaja putri memahami cara mengatasi nyeri PMS dengan teknik alternative berupa akupresure. Bidan sebagai ujung tombak layanan dikomunitas diharapkan selalu meningkatkan kualitas layanan terutama terhadap kesehatan remaja putri.