Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Inovasi Pembuatan Soft Cookies Substitusi Tepung Beras Merah untuk Meningkatkan Nilai Gizi Haerani, Haerani; Megavitry, Rissa; Fachruddin, Ismi Irfiyanti; Syamsuriah, Syamsuriah
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk pangan fungsional berupa soft cookies dengan substitusi tepung beras merah sebagai upaya meningkatkan nilai gizi dan diversifikasi bahan pangan lokal. Tepung beras merah dipilih karena kandungan serat pangan, vitamin, mineral, dan antioksidan (antosianin) yang lebih tinggi dibandingkan tepung terigu, serta sifatnya yang bebas gluten. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, meliputi tiga tahap: formulasi soft cookies dengan variasi substitusi tepung beras merah (25%, 50%, 75%), uji mutu hedonik (warna, aroma, tekstur, rasa, dan overall), serta uji penerimaan konsumen yang melibatkan 36 panelis terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik diperoleh pada kombinasi 75% tepung beras merah dan 25% tepung terigu (F3). Formulasi ini menghasilkan warna cokelat kemerahan yang menarik, aroma khas beras merah yang disukai panelis, tekstur lembut, dan rasa yang paling diterima. Secara kimia, formulasi F3 memiliki kandungan energi 156,88 kkal, karbohidrat 100,44 g, protein 9,48 g, serta kadar serat dan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan cookies berbasis tepung terigu murni. Substitusi tepung beras merah juga menurunkan kadar lemak dan air, sehingga memperbaiki daya simpan produk. Dengan demikian, penggunaan tepung beras merah hingga 75% terbukti dapat meningkatkan mutu organoleptik dan kandungan gizi soft cookies, sekaligus mendukung pengembangan pangan fungsional sehat berbasis bahan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai produk wirausaha mandiri.Kata Kunci: soft cookies, tepung beras merah, nilai gizi, daya terima, pangan fungsional
Dietary non-compliance among Indonesian patients with diabetes and kidney disease: A focus on risk-associated eating behaviors Fachruddin, Ismi Irfiyanti; Hardianti, Andi
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 4 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i4.2391

Abstract

Chronic illnesses, such as diabetes mellitus (DM), hypertension, and chronic kidney disease (CKD), are increasingly prevalent in Indonesia, partly due to poor dietary habits. This study aimed to analyze the association between risky food consumption and the occurrence of hypertension and CKD in individuals with diabetes and to explore the factors influencing unhealthy food choices. This cross-sectional study used data from the 2023 Indonesian Health Survey. The analysis included 14,935 adults diagnosed with diabetes mellitus, of whom 143 were identified as having both hypertension and CKD. Stratified random sampling was applied based on census blocks. Data were collected through structured interviews and health assessments of dietary patterns and a history of chronic illness. Chi-square tests and logistic regression were performed to assess the associations, with p < 0.05 considered significant. Hypertension was significantly associated with CKD (OR, 2.16; 95% CI: 1.68–2.77; p < 0.001). Risky dietary patterns, particularly high intakes of salty foods, processed meats, and sugary beverages, were significantly associated with hypertension. The major drivers of unhealthy food consumption include taste, affordability, and lack of health awareness. Risky food intake contributes to hypertension and CKD in patients with diabetes. Targeted public health interventions are required to improve dietary behavior and raise awareness.
Edukasi Tentang Anemia Pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Nur Al Iman Moncongloe Kabupaten Maros Awaru, Andi Fatwa Tenri; Nur Asmi; Ismi Irfiyanti Fachruddin
Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial Vol. 1 No. 02 (2025): Volume 1 Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jais.v1i02.21

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia, dengan prevalensi pada remaja mencapai 32% atau sekitar 3 dari 10 remaja. Kondisi ini berdampak negatif pada konsentrasi belajar, produktivitas, dan kesehatan reproduksi, serta meningkatkan risiko kematian ibu, kelahiran prematur, dan bayi dengan berat lahir rendah. Oleh karena itu, pencegahan anemia pada remaja putri sangat penting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia, dampaknya, serta upaya pencegahan melalui edukasi. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Al Iman Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan sasaran santri putri berusia 13–18 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta (p < 0,05), di mana rata-rata jawaban benar meningkat dari 40% pada pre-test menjadi 80% pada post-test. Temuan ini membuktikan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai anemia, sehingga dapat menjadi salah satu strategi pencegahan anemia pada kelompok usia ini
Peningkatkan Kesadaran Dan Pengelolaan Kesehatan Pada Orang Dewasa Melalui Edukasi Dan Pemeriksaan Kadar Kolesterol Sebagai Skrining Awal Hiperkolesterolemia Fachruddin, Ismi Irfiyanti; Sakinah Amir; Andi Hardianti; Syamsuriah, Syamsuriah; Ulfa Dyia Atiqa
Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial Vol. 1 No. 02 (2025): Volume 1 Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jais.v1i1.30

Abstract

Overweight and obesity have emerged as significant global health issues, especially in Indonesia. This issue impacts not just physical appearance but also elevates the risk of several chronic ailments, including hypercholesterolemia, which may lead to heart disease. Routine cholesterol assessments are crucial for the early identification of hypercholesterolemia. The community service was a comprehensive cholesterol assessment accompanied by health education on hypercholesterolemia and its associated problems. The examination results indicated that 74% of people were overweight or obese, while the remainder had normal weight; moreover, 67% exhibited elevated cholesterol levels. Enhancing public knowledge of the significance of sustaining body weight within the normative range and adopting a healthy lifestyle may mitigate the incidence of metabolic illnesses in the future.
Program Penilaian Status Gizi Dan Edukasi Gizi Seimbang Terhadap Anak Sekolah Dasar Lubis, Anwar; Pratiwi, Hardyanti; Fachruddin, Ismi Irfiyanti; Dyia Atiqa, Ulfa
Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial Vol. 1 No. 1 (2025): Volume 1 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jais.v1i1.42

Abstract

Pengabdianini bertujuan untuk mengukur prevalensi gizi kurangpada anak sekolah dan memberikan gambaran terkait distribusi umur, jenis kelamin, serta status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh terhadap Usia (IMT/U). Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 5 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, dengan melibatkan 60 responden. Hasil penelitian menunjukkanrata-rata umur responden adalah 10,8 ± 0,9 tahun, dengan mayoritas responden berusia lebih dari 10 tahun (68,4%). Dari segi jenis kelamin, perempuan mendominasi dengan proporsi 56,7%, sementara laki-laki sebesar 43,3%. Rata-rata IMT responden tercatat sebesar 16,8 ± 2,8, menunjukkan variasi yang cukup besar dalam status gizi. Sebagian besar responden (73,3%) memiliki status gizi normal, sementara 11,7% mengalami gizi kurang dan 15,0% mengalami gizi lebih. Pemeriksaan status gizi dilakukan menggunakan alat yang akurat, diikuti dengan edukasi terkait pentingnya perilaku gizi seimbang. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas responden berada dalam kondisi gizi baik, namun terdapat kelompok kecil yang mengalami masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih, yang memerlukan perhatian khusus.Kesimpulan, pentingnya pemantauan status gizi anak sekolah secara berkelanjutan untuk mengidentifikasi masalah gizi lebih dini. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk menyusun intervensi strategis, seperti promosi pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik, guna mendukung pertumbuhan optimal anak dan mencegah dampak negatif jangka panjang dari masalah gizi.
Hipertensi dan Kesehatan: Skrining dan Edukasi Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Orang Dewasa Di Klinik Fauziah Makassar Fachruddin, Ismi Irfiyanti; Sakinah Amir; Andi Hardianti; Syamsuriah, Syamsuriah; Anwar Lubis
Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial Vol. 2 No. 01 (2026): Volume 2 Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jais.v2i01.62

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan sering kali tidak terdeteksi dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining dan edukasi terkait hipertensi pada orang dewasa di Klinik Fauziah. Kegiatan ini melibatkan pemeriksaan tekanan darah secara langsung (skrining) untuk mengidentifikasi individu yang berisiko atau sudah mengalami hipertensi, serta memberikan edukasi mengenai pencegahan dan pengelolaan hipertensi melalui gaya hidup sehat. Metode yang digunakan mencakup pemeriksaan kesehatan, sesi edukasi interaktif, dan evaluasi umpan balik dari peserta. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon yang baik dari para peserta, ditunjukkan oleh tingginya partisipasi (45 responden) dan antusiasme dalam sesi edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memiliki peningkatan pemahaman tentang pentingnya deteksi dini hipertensi dan kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengurangi asupan garam, rutin berolahraga, dan mengelola stres. Dengan keberhasilan ini, kegiatan skrining dan edukasi diharapkan dapat dilakukan secara berkala sebagai upaya pencegahan hipertensi yang efektif dan berkelanjutan dalam masyarakat.
Siaga Bencana: Edukasi Pertolongan Pertama Pada Siswa Smp Cokroaminoto Makassar Hardianti, Andi; Azis, Asti Hardianti; Ahmad, Muhammad Fandi; Atiqa, Ulfa Diya; Fachruddin, Ismi Irfiyanti
Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial Vol. 1 No. 02 (2025): Volume 1 Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jais.v1i02.63

Abstract

ABSTRACT Occupational health and safety (OHS) is a crucial issue in various environments, including schools. One important component of OHS is preparedness in handling accidents. This activity aims to provide basic knowledge about first aid in the school environment, specifically for students of SMP Cokroaminoto Makassar. The activity began with a pre-test to assess the students' initial understanding of first aid. Next, an interactive outreach session was conducted to provide information about various first aid techniques. The activity concluded with a post-test to evaluate the improvement in students' knowledge after participating in the activity. The results showed that the first aid education successfully enhanced the participants' knowledge and skills in handling various types of accident-related injuries. This was evident from the participants' ability to answer questions posed by the community service team. Kata Kunci: Alert, Disaster, First Aid. ABSTRAK Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan hal yang sangat krusial di berbagai lingkungan, termasuk di sekolah. Salah satu komponen penting dalam K3 adalah kesiapan dalam menghadapi kecelakaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di lingkungan sekolah, khususnya bagi siswa SMP Cokroaminoto Makassar. Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk menilai pemahaman awal siswa terkait pertolongan pertama. Kemudian, dilakukan penyuluhan secara interaktif untuk memberikan informasi mengenai berbagai teknik pertolongan pertama. Kegiatan ini diakhiri dengan post-test guna menilai peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan tersebut. Hasilnya, edukasi mengenai pertolongan pertama telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menangani berbagai jenis cedera akibat kecelakaan. Hal ini terbukti melalui kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat. Kata Kunci: Siaga, Bencana, Pertolongan pertama.
Evaluasi Pemahaman Gizi dan Diet Melalui Pembelajaran Berbasis Kuis Interaktif pada Mahasiswa Tata Boga Lubis, Anwar; Hardianti, Andi; Syamsuriah, Syamsuriah; Fachruddin, Ismi Irfiyanti; Atiqa, Ulfa Diya
Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial Vol. 2 No. 01 (2026): Volume 2 Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jais.v2i01.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang melalui metode kuis interaktif pada mahasiswa program studi tata boga. Kegiatan ini melibatkan 29 peserta dengan latar belakang pendidikan yang homogen, yang mengikuti kuis berbasis daring mencakup tiga kategori utama: Kebiasaan Makan dan Gizi Seimbang, Pengetahuan Dasar Gizi, dan Sumber Makanan dan Fungsi Gizi. Data yang dikumpulkan meliputi tingkat akurasi, waktu yang dibutuhkan untuk menjawab setiap pertanyaan, serta distribusi jawaban benar dan salah. Hasil menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik dalam kategori yang aplikatif seperti "Sumber Makanan dan Fungsi Gizi" dengan tingkat kesalahan 17%. Sebaliknya, kategori "Pengetahuan Dasar Gizi" mencatat tingkat kesalahan tertinggi sebesar 28% dengan tingkat akurasi terendah, yaitu 50%. Meskipun waktu menjawab pada kategori pengetahuan dasar tergolong cepat (22 detik), hal ini mengindikasikan bahwa peserta cenderung menebak atau asal menjawab karena kurangnya pemahaman mendalam pada materi tersebut. Secara keseluruhan, kuis interaktif efektif digunakan sebagai instrumen evaluasi untuk mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan gizi pada mahasiswa. Penelitian ini menyarankan penguatan materi pada aspek konsep dasar gizi melalui pendekatan yang lebih aplikatif guna meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang gizi.  
PERAN PENGETAHUAN IBU DALAM MENDORONG KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF Ulfa Diya Atiqa; Ismi Irfiyanti Fachruddin
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 3 (2025): Vol. 1 No. 3 September 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i3.26

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan program yang direkomendasikan oleh WHO dan AAP yang merupakan komponen penting dalam pemenuhan gizi bayi yang medukung pertumbuhan dan perkembangan optimal. Namun, di beberapa daerah angka pemberian ASI eksklusif masih rendah, salah satunya di Provinsi Sulawesi Barat. Keputusan seorang ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dapat dipengaruhi oleh pengetahuannya tentang ASI eksklusif. Studi ini bertujuan untuk melihat adanya korelasi pengetahuan ibu dengan kebiasaan pemberian ASI eksklusif di Polewali Mandar. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain cross-sectional, dengan jumlah sampel 33 responden (ibu) yang memiliki bayi berusia 6 sampai 12 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 45,5% ibu memberikan ASI eksklusif, sedangkan 54,5% ASI non-eksklusif. Sebanyak 36,4% ibu memiliki pengetahuan yang baik mengenai ASI eksklusif. Dari hasil uji chi-square menunjukkan adanya korelasi pengetahuan orang tua dengan pemberian ASI eksklusif (p-value: 0.005). Pemahaman yang menyeluruh tentang manfaat dan prosedur pemberian ASI eksklusif memiliki dampak yang cukup besar keputusan pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, upaya peningkatan pengetahuan ibu sangat penting untuk mendukung keberhasilan program ASI eksklusif dan penurunan angka sunting.
Peningkatan Literasi melalui Kegiatan Edukatif Berbasis Komunitas di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Ulfa Diya Atiqa; Anwar Lubis; Ismi Irfiyanti Fachruddin; Sakinah Amir; Andi Hardianti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v4i1.833

Abstract

Rendahnya minat baca anak di ruang publik perkotaan  menjadi tantangan dalam penguatan literasi di masyarakat. Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan kemampuan membaca siswa Indonesia berada di bawah rata-rata negara OECD, yang menandakan perlunya intervensi kreatif di luar pendidikan formal. Salah satu alternatif yang efektif adalah melalui kegiatan literasi berbasis komunitas di ruang publik seperti RPTRA. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi anak melalui program literasi berbasis komunitas di RPTRA Cendekia Cipedak, Jakarta Selatan. Program dilaksanakan dengan pendekatan community-based learning dan experiential learning, melibatkan 55 anak usia sekolah dan 20 relawan muda sebagai fasilitator. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan minar membaca, partisipasi aktif, kepercayaan diri berbicara, serta dukungan orang tua. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan seluruh aspek yang diukur yaitu minat membaca (9%), partisipasi aktif (13%), kepercayaan diri berbicara (11%), dan dukungan orang tua (7%). Temuan ini menunjukkan bahwa program literasi berbasis komunitas tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan literasi anak, tetapi juga memperkuat keterlibatan keluarga dan peran relawan dalam pemberdayaan komunitas. Kegiata ini relevan dengan strategi penguatan literasi di era masyarakat 5.0 yang menekankan pembelajaran berpusat pada manusia dan kolaborasi sosial. Program serupa direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan di ruang public lainnya.