Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Transparansi Dan Electronic Word Of Mouth (E-Wom): Minat Generasi Z Membayar Zakat Melalui Platform Online Putri, Siti Julfa Sa'diah; Al Farisi, Muhammad Salman; Herawati, Ermi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.798

Abstract

Potensi pengumpulan Zakat di Indonesia baru mencapai sekitar 12% dari total estimasi nasional pada tahun 2024, menunjukkan adanya kesenjangan diantara potensi dan juga realisasi, padahal Generasi Z, yang akrab dengan teknologi digital dan sering aktif di platform online, adalah mayoritas dari populasi usia produktif saat ini. Sehingga Pengaruh transparansi (X1) dan Electronic Word Of Mouth (E-WOM) (X2) terhadap Minat Generasi Z di Kabupaten Bogor untuk membayar zakat melalui platform online BAZNAS dikaji dalam penelitian ini. dengan menggunakan pengolahan data yang dilakukan menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) Statistics Data Versi 22. Untuk menguji kualitas data dilakukan dengan uji validitas dan uji reabilitas. Teknik analisa data menggunakan Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas, Uji Heterokedastisitas, dan Uji Regresi Linear Berganda. Dan untuk menguji hipotesis menggunakan Uji T, Uji F, dan Uji Koefisien Determinasi. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, diketahui bahwa variabel Transparansi (X1) dan Electronic Word Of Mouth (E-WOM) (X2) memiliki koefisien regresi bernilai positif. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut berhubungan secara positif dan searah dengan Minat Membayar Zakat (Y), sehingga setiap peningkatan pada X1 dan X2 akan diikuti oleh peningkatan pada variabel Y. Kemudian didapat juga bahwa hasil Uji F menunjukkan bahwa model regresi yang dibentuk signifikan secara simultan, karena nilai F hitung lebih besar dibandingkan dengan F tabel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Transparansi (X1) dan Electronic Word Of Mouth (E-WOM) (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Minat Membayar Zakat (Y). 
Perilaku Konsumen Produk Danone Berdasarkan Fatwa Mui No. 83 Tahun 2023 Supriyono, Agus; Al Farisi, Muhammad Salman; Herawati, Ermi
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 1 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i1.860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023 terhadap perilaku konsumen Muslim di Indonesia, khususnya dalam konteks konsumsi produk Danone yang dikaitkan dengan isu dukungan terhadap agresi Israel. Fatwa tersebut menegaskan kewajiban mendukung perjuangan Palestina serta larangan mendukung pihak pro-Israel, termasuk melalui konsumsi produk yang terafiliasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di wilayah Jabodetabek. Informan dipilih melalui purposive sampling, meliputi konsumen Muslim, tokoh agama, dan pelaku usaha yang mengetahui fatwa tersebut. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons konsumen bervariasi: sebagian menghentikan atau mengurangi konsumsi produk Danone, sebagian bersikap selektif, dan sebagian tetap mengonsumsinya dengan alasan praktis seperti kualitas dan keterjangkauan. Faktor religiusitas, akses informasi, dan peran media sosial menjadi penentu utama dalam membentuk sikap konsumen. Fatwa ini meningkatkan kesadaran moral dan memicu diskusi publik, namun implementasinya terhambat oleh keterbatasan alternatif produk serta informasi yang simpang siur. Kesimpulannya, Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023 memiliki pengaruh nyata terhadap kesadaran etis dan sebagian perilaku konsumsi masyarakat Muslim, meskipun belum diimplementasikan secara menyeluruh. Upaya edukasi, ketersediaan produk alternatif, dan transparansi produsen menjadi kunci untuk mendorong konsistensi penerapan fatwa dalam kehidupan sehari-hari.
THE EFFECT OF SHARIA MARKETING THROUGH SOCIAL MEDIA ON PURCHASING DECISIONS GARDENIA BOGOR HOUSING Ariani, Fika Ghilda; Herawati, Ermi; Al Farisi, Muhammad Salman
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 9 No. 02 (2025): Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ad.v9i02.9165

Abstract

This study aims to measure and analyze the effect of sharia marketing and social media promotion on the purchasing decisions of consumers of Gardenia Bogor Housing. This study uses a quantitative descriptive approach. The population in this study is the Muslim community selected based on the radius of the target location of advertisements on social media used by Gardenia Bogor Housing, with a total of 100 respondents. The sampling technique used is purposive sampling. The data was analyzed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) Statistics Data Version 22. The results of this study indicate that the variables of sharia marketing and social media promotion have a significant positive effect on purchasing decisions.
Tinjauan Syariah dan Konsep Penerapan Cessie dalam Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah di Bank Syariah Harsanto, Molbi Febrio; Habibie, Habibie; Utarinda, Destiana; Herawati, Ermi; Hanif, Hernawan
JIAKPRO: Jurnal Ilmiah Ilmu Akuntansi Profetik Vol 2 No 1 (2024): JIAKPRO: Jurnal Ilmiah Akuntansi Profetik
Publisher : Prodi Akuntansi, STIE Hidayatullah, Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jiakpro.v2i1.440

Abstract

Cessie atau assignment adalah pengalihan hak dari seorang pemberi hak kepada orang lain yang disebut penerima hak. Dalam konteks hukum Indonesia, Cessie diatur dalam Pasal 1273 KUH Perdata yang menyatakan bahwa Hak dapat dialihkan, kecuali kalau dari sifatnya, undang-undang, atau perjanjian, tidak mungkin dialihkan. Pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) merupakan masalah yang sering terjadi pada lembaga Perbankan termasuk juga Perbankan Syariah. Saat ini, posisi NPF Perbankan Syariah pada akhir tahun 2022 sebesar 2,35%, yang mana mengalami perbaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 2,59%. Namun demikian, jumlah pembiayaan NPF mengalami peningkatan sebesar 14% yaitu sebesar 6,6 Triliun pada 2021 menjadi 7,6 Triliun pada 2022. Dalam menangani pembiayaan bermasalah, Perbankan dapat melakukan beberapa tindakan. Salah satu tindakan umum yang dilakukan oleh Perbankan Syariah adalah skema restrukturisasi kredit. Akan tetapi, langkah penanganan pembiayaan bermasalah pada Perbankan Syariah harus dapat dilakukan dengan beberapa langkah lainnya selain restrukturisasi, diantaranya adalah dengan skema Cessie atau pengalihan hak penagihan. Prinsip dan nilai-nilai syariah menjadi hal yang penting dan diperhatikan, termasuk dalam penerapan Cessie tersebut. Pertama, Kepemilikan piutang, kedua, transaksi siyaq (penjualan) dalam jual beli tersebut harus sesuai dengan ketentuan syariah, ketiga, risiko yang menjadi perhatian dan bagian laba harus sesuai dengan prinsip syariah dan adil.