Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Konsentrasi Pm2.5 di Udara Ambien dengan Hipertensi pada Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok Irfandi, Ahmad; Veronika, Erna; Azteria, Veza
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23495

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a significant cardiovascular disease in Indonesia, with a steadily increasing prevalence. Exposure to PM2.5 has been identified as a risk factor for hypertension, particularly in areas with high air pollution, such as ports. This study aims to analyze the effect of PM2.5 on the incidence of hypertension among stevedoring workers at Tanjung Priok Port, Jakarta. The study design used ecological time series with monthly data from 2023. A Generalized Linear Model (GLM) with a Poisson link and log(population) offset was used to analyze the relationship between PM2.5 and hypertension, with controls for temperature, humidity, and wind speed. PM2.5 exposure significantly increased the risk of hypertension among stevedoring workers at Tanjung Priok Port. The results showed a significant association in each PM2.5 category tested (p < 0.001), with a very high B coefficient indicating that PM2.5 exposure had a significant effect on the risk of hypertension. These findings emphasize the importance of air pollution control policies to reduce health risks among port workers. Keywords: PM2.5, Hypertension, Stevedores, Ports, Worker Health, Air Pollution.  ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat. Paparan PM2.5 telah diketahui sebagai faktor risiko untuk hipertensi, khususnya di daerah dengan polusi udara tinggi, seperti pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PM2.5 terhadap kejadian hipertensi pada pekerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Desain penelitian menggunakan time series ekologidengan data bulanan tahun 2023. Generalized Linear Model (GLM) dengan Poisson link dan offset log(populasi)digunakan untuk menganalisis hubungan antara PM2.5 dan hipertensi, dengan kontrol untuk suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. Paparan PM2.5 memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan risiko hipertensi pada pekerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan di setiap kategori PM2.5 yang diuji (p < 0,001), dengan koefisien B yang sangat tinggi menunjukkan bahwa paparan PM2.5memiliki pengaruh yang besar terhadap risiko hipertensi.Temuan ini menekankan pentingnya kebijakan pengendalian polusi udara untuk mengurangi risiko kesehatan di kalangan pekerja pelabuhan. Kata Kunci: PM2.5, Hipertensi, Pekerja Bongkar Muat, Pelabuhan, Kesehatan Pekerja, Polusi Udara.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dengan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Veronika, Erna; Azteri, Veza; Sari, Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23978

Abstract

ABSTRAK Permasalahan mengenai sampah merupakan masalah dan tantangan yang terjadi secara global demikian juga di Indonesia terutama di daerah perkotaan. Setiap tahunnya jumlah penduduk akan bertambah sehingga volume sampah yang dihasilkan otomatis akan terus meningkat sedangkan jumlah lahan dan daya tampung sampah di TPA semakin terbatas. Perlu dilakukan pengelolaan sampah untuk mengurangi jumlah sampah yang akan dibuang ke TPA salah satunya dengan melakukan pengelolaan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu serta keterampilan ibu terkait pengelolaan sampah dengan 3R. Tahapan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah pemberian sosialisasi kepada kader, peningkatan keterampilan dan kemampuan ibu dalam mengolah sampah rumah tangga secara mandiri dengan memberikan coaching dan pelatihan teknologi tepat guna pembuatan eco enzyme dan pembuatan sabun dari minyak jelantah, serta pembentukan TPS 3R sebagai wadah pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah kader dan ibu peserta Posyandu.Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan keterampilan dan kemampuan ibu dalam mengolah sampah menjadi eco enzyme dan sabun serta terbentuknya TPS 3R. Pemberian pelatihan memberikan keterampilan kepada masyarakat untuk dapat secara mandiri mengelola sampah rumah tangga menjadi eco enzyme dan sabun. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Teknologi Tepat Guna, Eco Enzyme, Sabun, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Waste management constitutes a critical global challenge, including in Indonesia, particularly within urban areas. Annual population growth contributes to an increase in waste generation, while the availability and capacity of landfill sites continue to diminish. Consequently, comprehensive waste management efforts are required to reduce the volume of waste transported to landfills, one of which is through the implementation of the 3R principles (Reduce, Reuse, and Recycle). This community service program aimed to enhance mothers’ knowledge and skills regarding waste management based on the 3R approach. The program activities included delivering educational sessions to community health volunteers, improving participants’ competencies in independently managing household waste through coaching and training on appropriate technologies for producing eco-enzyme and soap from used cooking oil, and establishing a 3R Waste Processing Facility (TPS 3R) as a community-based waste management initiative. The participants of this program were community health volunteers and mothers attending the Posyandu. The implementation of the program demonstrated improvements in participants’ skills and abilities to process household waste into eco-enzyme and soap, as well as the successful establishment of a Waste Processing Facility (TPS 3R) The training provided effectively equipped the community with the necessary skills to independently convert household waste into eco enzyme and soap, thereby supporting sustainable waste management practices.Keywords: Waste Management, Appropriate Technology, Eco Enzyme, Soap, Community Empowerment.
Peer Mentoring Berbasis Komunitas: Inovasi Edukatif Non-Digital untuk Mengurangi Screen Time pada Anak Usia Prasekolah Sari, Widia; Veronika, Erna; Abdurrasyid, Abdurrasyid; Mulyana, Budi; Pamungkas, Rian Adi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.24031

Abstract

ABSTRAK Durasi screen time yang berlebihan pada anak usia prasekolah menjadi permasalahan yang sering ditemukan di wilayah perkotaan. Di RW 001 RT 02 Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat menunjukkan bahwa 75% anak usia 3-6 tahun memiliki durasi screentime lebih dari 1 jam/24 jam. Kondisi tersebut berpotensi menghambat perkembangan kognitif, sosial-emosional, dan perilaku anak, terutama ketika aktivitas non-digital tidak tersedia secara memadai di lingkungan rumah maupun komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan druasi screen time anak prasekolah melalui penyediaan aktivitas edukatif non-digital berbasis komunitas dengan memberdayakan remaja masjid sebagai peer mentor. Program dilaksanakan melalui lima tahapan: (1) koordinasi dan sosialisasi, (2) pelatihan peer mentor remaja, (3) pengembangan media edukatif non-digital, (4) pelaksanaan sesi bermain edukatif, (5) monitoring serta evaluasi. Sebanyak 12 remaja mengikuti pelatihan dan menghasilkan tiga jenis media edukatif non-digital (busy book, sensory play, dan story telling cards). Sebanyak 12 remaja masjid dilatih menjadi peer mentor kegiatan serta tiga sesi bermain melibatkan 8 anak usia prasekolah yang mengikuti 3 sesi kegiatan bermain, dimana 30% diantaranya mengalami penurunan screen time menjadi kurang dari 2 jam per hari. Kegiatan juga meningkatkan keterampilan remaja dalam pendampingan anak, memperkuat aktivitas bermain non-digital, dan menghasilkan forum remaja sebagai wadah keberlanjutan program. Model peer mentoring berbasis komunitas terbukti efektif dan inovatif dalam memfasilitasi aktivitas edukatif non-digital serta menurunkan durasi screen time anak usia prasekolah. Kata Kunci: Peer Mentoring, Screen Time, Anak Prasekolah, Edukasi Non-Digital.  ABSTRACT Excessive screen time among preschool children is a common problem in urban areas. In RW 001 RT 02, Kramat Subdistrict, Central Jakarta, 75% of children aged 3-6 years were reported to have screen time exceeding on hour per day. This condition may hinder children’s cognitive, social-emotional, and behavioral development, particularly when adequate non-digital activities are not available at home or within the community. This community service program aimed to reduce screen time among preschool children by providing community based non-digital educational activities through the empowerment of mosque-based adolescents as peer mentors. The program was implemented through five stages: (1) coordination and socialization, (2) training of adolescent peer mentors, (3) development of non-digital educational media, (4) implementation of educational play sessions, and (5) monitoring and evaluation. A total of 12 adolescents participated in the training and developed three types of non-digital educational media, including busy books, sensory play materials, and storytelling cards. Twelve mosque-based adolescents were trained as peer mentors, and three educational play sessions involved eight preschool children. Following the intervention, 30% of the participating children experienced a reduction in screen time to less than two hours per day. The program also enhanced adolescents skills in child facilitation, strengthened non-digital play activities, and established a youth forum to support program sustainability. The community-based peer mentoring model represents an effective and innovative approach to facilitating non-digital educational activities and reducing screen time among preschool children. Keywords: Peer Mentoring, Screen Time, Preschool Children, Non-Digital Education.