Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Representasi Konflik Sosial Dan Gender Dalam Novel ‘Rumah Untuk Alie’ Karya Lenn Liu Perspektif Sosiologi Sastra Mutiara Sella; Irwan Satria; Welti Wediasti
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.1990

Abstract

Karya sastra memiliki peran penting dalam merepresentasikan realitas sosial, budaya, dan psikologis, sekaligus menjadi sarana refleksi terhadap berbagai bentuk ketidakadilan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi konflik sosial dan gender dalam novel Rumah untuk Alie melalui perspektif sosiologi sastra. Fokus kajian diarahkan pada identifikasi bentuk diskriminasi, marginalisasi, stigma sosial, serta ketimpangan gender yang dialami tokoh utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka, memanfaatkan data primer dari isi novel dan data sekunder dari literatur pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara interaktif, disertai verifikasi melalui triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial direpresentasikan melalui stigma, kekerasan verbal, dan keterasingan tokoh utama, sedangkan konflik gender tampak melalui dominasi patriarki, ekspektasi sosial terhadap perempuan, dan penempatan tokoh utama pada posisi subordinat. Kedua bentuk konflik ini saling berkaitan, di mana ketidakadilan gender memperkuat konflik sosial, sementara konflik sosial menegaskan ketimpangan peran dan relasi kuasa.
Pemertahanan Bahasa Rejang Sebagai Wujud Identitas Masyarakat Di Desa Limbur Baru Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu Luci Anika; Irwan Satria; Wenny Aulia Sari
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i1.420

Abstract

Bahasa sebagai alat komunikasi antar manusia digunakan hampir tanpa batas dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa yang digunakan dalam masyarakatpun bervariasi. Hal ini sangat nyata terlihat dalam kehidupan masyarakat ketika menggunakan bahsa daerah masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mendeskripsikan upaya masyarakat Desa Limbur Baru dalam pemertahanan bahasa Rejang sebagai wujud identitas mereka sebagai suku Rejang dan dapat mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan faktor penghambat pemertahanan bahasa Rejang sebagai wujud identitas Masyarakat Desa Limbur Baru. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan melakukan Observasi kepada Kepala Desa, tokoh adat, tokoh agama dan warga desa dengan cara wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu, masyarakat Desa Limbur Baru, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Provinsi Bengkulu, diantaranya yaitu tokoh adat, tokoh agama, pemerintahan desa, dan masyarakat biasa. Sedangkan objek dalam penelitian ini yaitu, upaya pemertahanan bahasa Rejang yang dilakukan oleh masyarakat Desa Limbur Baru.Teknik keabsahan data yaitu triangulasi sumber dengan cara penegecekan data yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti kepada masyarakat Desa Limbur Baru.
Penerapan Model Pembelajaran 3M (Meniru, Mengolah, dan Mengembangkan) Dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII SMPIT IQRA’ Kota Bengkulu Hendri Syahputra; Irwan Satria; Dina Putri Juni Astuti
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v2i3.444

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran 3M dalam menulis teks eksplanasi dan mendeskripsikan hasil menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMPIT IQRA’ Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah siswa mampu memahami teks eksplanasi setelah dilakukan penerapan model pembelajaran 3M dalam menulis teks eksplanasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata siswa mampu memahami materi dengan baik. Selain itu, dari data yang didapatkan bahwa hasil menulis siswa mampu menulis teks eksplanasi tetapi tulisan siswa masih sederhana, karena siswa kesulitan mengembangkan ide dan merangkai kata.
Surau Dalam Pengembangan Tradisi Minang Di Daerah Perantauan irwan satria
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 14, No 2 (2015): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v14i2.273

Abstract

PENILAIAN SIKAP AFEKTIF SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENILAIAN MATA PELAJARAN ILMU SOSIAL IRWAN SATRIA
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 17, No 1 (2018): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v17i1.1180

Abstract

Gaya Bahasa Kiasan dan Rima dalam Nyanyian Rakyat Suku Rejang di Desa Batu Roto Silviyana, Silviyana; Irwan Satria; Dina Putri Juni Astuti
LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2026): LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/z8s3pb23

Abstract

This study aims to analyze the figurative language style and rhyme found in the folk songs of the Rejang Tribe in Batu Roto Village. The method used in this study is descriptive qualitative with a stylistic approach. Research data were collected through direct observation of folk songs performed by the local community, as well as interviews with several informants who have knowledge of the oral tradition. The results of the study indicate that figurative language styles, such as metaphors, personifications, and comparisons, are widely used in Rejang folk songs to describe daily life, beliefs, and human relationships with nature. In addition, the rhyme used in these folk songs provides a rhythmic impression and facilitates people's memory in transmitting stories or messages. Rhyme also functions as a tool to strengthen the emotional nuances to be conveyed through the song. In the cultural context of the Rejang Tribe, figurative language styles and rhymes not only function as tools of artistic expression but also have deep educational and symbolic values ​​for the local community. In conclusion, this study can contribute to the study of Indonesian oral literature, particularly regarding the role of figurative language styles in folk songs as one of the cultural heritages that must be preserved. Keywords: Figurative Language Styles, Folk Songs, Rejang Tribe, Rhymes.
Peran Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bentiring dalam Penanaman Karakter pada Anak-Anak Lapas Soni Pranata; Irwan Satria; Sepri Yunarman
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 5 No. 2 (2024): July
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/dawuh.v5i1.1240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bentiring Dalam Penanaman Karakter Pada Anak-Anak Lapas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang di peroleh di analisis dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dalam melaksanakan peranannya petugas LPKA Kelas II kota bengkulu yaitu melaksanakan program-program pelayanan, pembimbingan, pengawasan, dan pelaksanaan yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pembinaan. Petugas LPKA Klas II kota bengkulu dalam membina anak didik menggunakan tiga tahapan yaitu tahap awal meliputi masa pengamatan, pengenalan dan penelitian lingkungan, perencanaan program pembinaan kepribadian dan kemandirian, pelaksanaan program pembinaan kepribadian dan kemandirian, dan penilaian pelaksanaan program pembinaan tahap awal. Dalam melaksanakan pembinaan anak didik terdapat juga faktor penghambat. Faktor perundang-undangan, Faktor kualitas dan kuantitas petugas, Faktor sarana dan fasilitas, Faktor Masyarakat.
Impelementasi Program Pesantrenisasi Prodi PAI FTT UIN Fatmawati Sukarno di Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu Enjishanti Enjishanti; Irwan Satria; Adi Saputra
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 3 (2024): Oktober
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v5i1.1233

Abstract

Program Pesantreniasi adalah program Khusus Untuk Mahasiswa Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Progam Studi Pendidikan agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Tadris yang di lakukan 1bulan dalam 1 tahun sekali,Program Pesantrenisasi ini di laksanakan di pesantrenn pancasila dan mulai di dirikan program pesantrenisasi ini pada tahun 2019. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi adanya program pesantrenisasi dan bagaimana pelaksanan pesantrenisasi program studi pendidikan agama islam di pondok pesantren pancasila kota Bengkulu Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskripsi dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Informan penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam , Pengelolah Pondok Pancasila, Pengajar pondok pancasila dan panitia pesantrenisasi. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahasiswa PAI:(1) Mahasiswa Pendidikan Agama mengikuti pesantrenisasi pancasila masih ada yang belum bisa baca alqur‟an dengan baik dan benar (2) Pengembangan Diri Mahasiswa masih Minim (3) pemahaman moderasi beragama masih kurang.
Pengaruh Metode Praktikum Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fikih (Studi Pada Siswa Kelas X MAN 1 Kota Bengkulu) Sherly Lisfitriani; Irwan Satria; Pasmah Chandra
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v5i3.1610

Abstract

In the learning process, the use of varied methods is one of the important factors for the success of a learning process. This study aims to analyze: First, the effect of practical methods on students' interest in learning Islamic jurisprudence. Second, to determine the effect of practical methods on students' learning outcomes in Islamic jurisprudence. Third, to determine the effect of practical methods on students' interest and learning outcomes in Islamic jurisprudence. This research was conducted at MAN 1 Kota Bengkulu using a quantitative experimental method. The research sample consisted of 68 tenth-grade students. The research instruments used questionnaires and learning outcome tests (post-test). Data analysis techniques were carried out using the T-test and MANOVA hypothesis tests. The results of the study show: First, there is a significant effect between practical methods and students' interest in learning Islamic jurisprudence. Second, there is a significant effect between practical methods and students' learning outcomes in Islamic jurisprudence. Third, there is a significant effect between practical methods on students' interest and learning outcomes in Islamic jurisprudence
Nilai-Nilai Sosial dan Keagamaan dalam Tradisi Nukup Lubang di Desa Maras Jauh Kecamatan Semidang Alas Maras Yansen Paul; Irwan Satria; Nurniswah Nurniswah
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v4i3.1951

Abstract

The Kaiak Basuah Tangan Nukup Lubang tradition in Maras Jauh Village, Seluma Regency, is a cultural heritage to welcome the birth of a baby. This tradition not only functions as a ceremonial activity, but also serves as a means of instilling social and spiritual values ​​​​for the formation of community morals. This study aims to examine the meaning and social and Islamic values ​​​​contained in its implementation. This study has used a descriptive qualitative approach based on a cultural approach. Data collection in this study was conducted through direct observation, in-depth interviews, and documentation. The research sample focused on key informants who had been determined through a snowballing technique, namely traditional midwives (piawang), traditional leaders, religious leaders, and community elements supporting the tradition in Maras Jauh Village. This study has found three key findings. First, this tradition has contained strong social values, such as the practice of mutual cooperation, solidarity, togetherness, and care. Second, the implementation of this tradition also contains essential religious values, including strengthening faith, self-purity (taharah), prayer, and gratitude to God. Third, the practice of the Nukup Lubang tradition demonstrates a harmonious integration of local Serawai customs and Islamic teachings. The Nukup Lubang tradition plays a significant role in transmitting cultural values, fostering character, and strengthening religious identity. Consequently, support for the preservation of this tradition strengthens social cohesion and ensures local wisdom remains relevant to the dynamics of modern development.