Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengolahan Serat Nanas Menjadi Material Komposit di Desa Satak Kabupaten Kediri Soeprijanto Soeprijanto; Niniek Fajar Puspita; Eva Oktavia Ningrum; Afan Hamzah; Achmad Dwitama Karisma; Saidah Altway; Agung Subyakto
Sewagati Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1993.025 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i4.289

Abstract

Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri terletak di kaki Gunung Kelud di Provinsi Jawa Timur merupakan penghasil buah nanas yang memiliki rumpun tanaman nanas yang cukup banyak dan dijadikan sebagai sumber penghasilan utama. Setelah buah dipanen, limbah pohon nanas hanya dibiarkan menumpuk di sekitar lahan tanpa diolah, sehingga menjadi masalah bagi petani pasca panen. Selain itu, karena limbah daun nanas tidak dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak, masyarakat biasanya hanya membakar limbah daun nanas, sehingga dapat menimbulkan polusi udara. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan upaya nyata untuk mengolah limbah daun nanas menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat. Pada kegiatan abmas TTG berbasis produk ini, Tim abmas telah merancang dan membuat mesin degumming dan mesin cutting sebagai alat pengolahan limbah daun nanas. Alat degumming berfungsi untuk menghilangkan gum atau getah yang terkandung dalam serat kasar dan menghasilkan serat yang lebih halus, sedangkan alat cutting berfungsi untuk menghasilkan potongan serat halus dengan ukuran tertentu. Potongan serat halus ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biokomposit. Pelaksanaan kegiatan abmas TTG ini melibatkan kegiatan KKN abmas mahasiswa dalam sosialisasi pengoperasian alat dan pemasaran produk yang dihasilkan. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Karang Taruna, Perangkat Desa Satak, Staf-staf KepalaKecamatan Puncu, dan Kepala Balitbangda Kabupaten Kediri. Setelah dilakukan sosialisasi, dilakukan penyerahan alat kepada masyarakat Desa Satak yang diwakili oleh perangkat Desa Satak dengan harapan dapat digunakan untuk mengatasi limbah daun nanas serta dapat mengembangkan dan memasarkan produk di masa depan.
Sosialisasi Pemanfaatan Desinfektan Sebagai Tindakan Preventif Infeksi Covid-19 di Lingkungan Tempat Tinggal Achmad Dwitama Karisma; Saidah Altway; Eva Oktavia Ningrum; Niniek Fajar Puspita; Daril Ridho Zuchrillah; Afan Hamzah; Lily Pudjiastuti; Warlinda Eka Triastuti
Sewagati Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.684 KB)

Abstract

COVID-19 adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus-2), dimana COVID-19 ini merupakan virus corona jenis baru. Virus corona merupakan virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus) dengan pelindung lapisan lemak. Lapisan lemak tersebut dapat dirusak oleh desinfektan sehingga membuat virus corona cukup lemah, dibandingkan dengan norovirus yang merupakan virus tanpa selubung dan virus lainnya yang memiliki cangkang protein yang lebih kuat. Dengan tingginya kasus positif Covid-19 di Indonesia, pemerintah dan warga negara Indonesia telah berupaya untuk menurunkan penyebaran dari virus ini, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bekerja dan bersekolah dari rumah masing-masing, serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, di tempat umum maupun di kawasan tempat tinggal warga banyak yang memanfaatkan desinfektan sebagai tindakan preventif penyebaran virus ini. Akan tetapi, masih banyak warga yang belum paham akan kegunaan dan standar keselamatan dan kesehatan dalam penggunaan desinfektan ini. Instansi pendidikan khususnya universitas/institut merupakan elemen yang tak terpisahkan dari masyarakat, sehingga wajib memberikan dampak yang baik terhadap masyarakat secara umum. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi terkait dengan pemanfaatan desinfektan sebagai tindakan preventif penyebaran Covid-19 di lingkungan tempat tinggal. Sosialisasi dilaksanakan di rumah masing-masing secara daring.
Pendampingan Sertifikasi Halal Program Self Declare pada UMKM Binaan Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Surabaya Daril Ridho Zuchrillah; Lily Pudjiastuti; Achmad Dwitama Karisma; Atria Pradityana; Aris Tjahyanto
Sewagati Vol 7 No 4 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i4.540

Abstract

Koperasi merupakan salah satu pilar dari perekonomi Indonesia dimana tujuannya adalah mensejahterakan anggota-anggotanya. Fungsi koperasi di Indonesia beragam mulai dari sebagai tempat simpan pinjam hingga wadah pembinaan usaha mikro kecil dan menengah. Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Surabaya berdiri sejak 1975 merupakan koperasi Wanita yang memiliki binaan UMKM yang cukup banyak. Namun kesadaran yang dimiliki oleh UMKM binaan Kopwan SBW terkait sertifikasi halal cukup rendah. Hal tersebut terbukti di tenan pujasera di lingkungan kantor Kopwan SBW yang masih belum memiliki NIB hingga sertifikat halal. Sehingga tim abdimas dari ITS mendampingi UMKM binaan Kopwan SBW dengan 4 strategi yaitu menjadikan mahasiswa KKN untuk pendamping halal, melatih para UMKM dengan mengikuti pelatihan Kader Penggerak Halal untuk menjadi penyelia halal, pendampingan pengisian SJPH melalui program Self Declare yang merupakan program percepatan dan gratis oleh pemerintah, serta diakhiri dengan pemberian plakat binaan dari Pusat Kajian Halal ITS Surabaya. Hasil diskusi dengan pengurus Kopwan SBW telah diberikan 10 UMKM yang siap produknya bisa didampingi untuk disertifikasi halal. Kegiatan ini memenuhi dalam tujuan pengembangan keberlanjutan sesuai nomor 2 dan 3 yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian bekerlanjutan dan memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia.
Pendampingan Kader UMKM Dukuh Menanggal Surabaya Raih Sertifikasi Halal Zuchrillah, Daril Ridho; Altway, Saidah; Hamzah, Afan; Karisma, Achmad Dwitama; Atletiko, Faizal Johan; Trisanti, Prida Novarita; Tjahyanto, Aris; Tetrisyanda, Rizky; Nugroho, Muhammad Aldi; Triastuti, Warlinda Eka
Sewagati Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i2.993

Abstract

Masalah belum dimilikinya sertifikat halal dari produk yang dijual oleh UMKM saat ini menjadi hambatan untuk proses pemasaran produk yang lebih luas. Salah satunya UMKM kader PKK kelurahan Dukuh Menanggal yang berada di Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya. Kurangnya informasi akan proses sertifikasi halal sangatlah berdampak pada proses percepatan sertifikasi halal. Oleh sebab itu, guna mempercepat sertifikasi halal di UMKM kader PKK Kelurahan Dukuh Menanggal, tim pengabdian masyarakat beserta mahasiswa KKN dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember melakukan pendampingan mitra UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal atas produk yang mereka jual. Pada pengabdian ini beberapa kegiatan dilakukan, seperti Forum Group Discussion, sosialisasi, pelatihan kader penggerak halal, pendampingan UMKM untuk sertifikasi halal, dan pemetaan produk UMKM yang telah bersertifikat halal. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu tim abdimas beserta mahasiswa KKN telah mendampingi sebanyak 30 UMKM yang mengajukan sertifikasi halal dengan skema self declare. Kegiatan pendampingan ini diharapkan untuk dilanjutkan kepada para penjual makanan dan minuman di kawasan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Surabaya.
Pembuatan Biokompatibel Komposit dari Nano Hidroksiapatit Berbahan Dasar Cangkang Keong Sawah (Pila ampullacea) dengan Kombinasi Biopolimer PVA (Polyvinyl Alcohol) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Suture Anchor Inayah, Yasmin; Anggraeni, Agnes Surya Putri; Karisma, Achmad Dwitama
Jurnal Teknologi Vol. 11 No. 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v11i1.278

Abstract

AbstrakPerbaikan robekan tendon suprasinatus pada rotator cuff dilakukan dengan menggunakan suture anchor. Baru-baru ini, suture anchor berbahan biodegradable mulai dikembangkan untuk mengatasi permasalahan akibat penggunaan bahan logam. Hidroksiapatit [Ca10(PO4)6(OH)2] atau HAp merupakan biokeramik kalsium fosfat yang memiliki kemiripan dengan mineral tulang. Sintesis HAp dengan metode presipitasi menggunakan prekursor kalsium dan fosfat, seperti kalsium hidroksida [Ca(OH)2] dan asam fosfat [H3PO4]. Kalsium hidroksida dapat diperoleh dari cangkang keong sawah dikarenakan hampir seluruh komposisinya merupakan kalsium karbonat. HAp biasanya dikombinasikan dengan polimer seperti Poly(vinyl Alcohol) (PVA) sebagai komposit untuk mengatasi keterbatasan sifat mekaniknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi pencampuran HAp dan PVA terhadap komposit yang dihasilkan sebagai bahan dasar pembuatan suture anchor. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rasio pencampuran PVA:HAP dengan rasio pencampuran, yaitu 5:5, 6:4, 7:3, 8:2, dan 9:1. Hasil karakterisasi sintesis Hap menunjukkan cangkang keong sawah dapat digunakan sebagai bahan baku sintesis HAp. Hasil uji mekanik menunjukan semakin meningkatnya konsentrasi PVA maka sifat mekanik komposit semakin tinggi. Hasil yang paling optimal pada variabel 9:1 dengan Tensile Strength 10,06 N/mm2, Max Force 107,6 N, dan Elongation 128,08%. Kata kunci: Composite, Hydroxyapatite, Poly Vinyl Alcohol, Rice Snail Shell, Suture Ancho
Uji Kekuatan Mekanik Filamen 3d Printing Suture Anchoring Screw Berbasis Biokomposit Hyrdoxyapatite-Polycaprolactone (HAp-PCL) Ulum, Muhamad Bahrul; Susilo, Muhammad Rizky Aulia; Karisma, Achmad Dwitama
Jurnal Teknologi Vol. 11 No. 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v11i1.280

Abstract

Abstrak Robekan pada rotator cuff merupakan salah satu cedera yang paling sering ditemui dalam dunia orthopedi. Untuk mengobati robekan pada rotator cuff, di dalam dunia orthopedi sering menggunakan suture anchor. Salah satu bahan biokomposit yang dapat digunakan sebahai bahan pembuatan suture anchor yaitu yaitu HAp [Ca10(PO4)6(OH)2]. HAp biasanya dikombinasikan dengan polimer sebagai komposit untuk mengatasi keterbatasan sifat mekaniknya. Salah satu polimer yang dapat dimanfaatkan yaitu Polycaprolactone (PCL). Maka dari itu perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai kombinasi pencampuran Hidroksiapatit (HAp) dengan Polycaprolactone (PCL) pada pembuatan filamen bahan untuk 3D Printing suture anchor. Untuk mengetahui pengaruh dari variabel yang telah ditentukan, dilakukan pengujian terhadap suture anchor. Pengujian yang dipilih yaitu dengan melakukan pengujian mekanik uji tarik filamen 3D Printing suture anchor. Variabel rasio pencampuran PCL : HAp dalam membuat filamen dengan rasio pencampuran, yaitu 5%, 20%, 25%, dan 30% dari HAp. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa nilai maksimum tekanan atau stress (MPa) yang dapat diterima tiap variabel filamen mengalami penurunan seiring bertambahnya persentase HAp dalam komposit. Kata kunci : HAp, PCL, Rotator Cuff, Suture Anchor, and 3D Printing Filament
Pengaruh Amplitudo Sonikasi pada Sintesis Hidroksiapatit Berbasis Biomaterial Cangkang Keong Sawah (Pila ampullacea) dengan Metode Ultrasound Assisted Precipitation Prameswari, Virdha Alifyana; Prameswari, Regita; Karisma, Achmad Dwitama
Jurnal Teknologi Vol. 11 No. 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v11i1.281

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes RI tahun 2013, angka kejadian patah tulang atau insiden fraktur di Indonesia cukup tinggi menyebabkan meningkatnya kebutuhan alat medis untuk perbaikan tulang.  Salah satu alat tersebut adalah suture anchor yang berfungsi menghubungkan tendon ke tulang. Salah satu bahan yang memenuhi kriteria menjadi bahan suture anchor adalah cangkang keong sawah karena mengandung kalsium fosfat. Metode sintesis yang digunakan adalah metode Ultrasound Assisted Precipitation.  Amplitudo sonikasi diatur dengan beberapa persentase berbeda, yaitu 10%; 40%; 70%; 90%; dan 100%. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh amplitudo pada hasil sintesis hidroksiapatit dengan bahan cangkang keong sawah. Setelah itu, dilakukan pengujian karakteristik HAp dari Cangkang Keong Sawah (Pila ampullacea) menggunakan uji FTIR dan XRD. Hasil menunjukkan bahwa sintesis hidroksiapatit (HAp) dapat dihasilkan dari bahan yang mengandung unsur CaCO3 yakni cangkang keong sawah menggunakan metode Ultrasound Assisted Precipitation. Kondisi terbaik untuk mendapatkan kristal hidroksiapatit adalah amplitudo sonikasi 100% dengan intensitas puncak pada sudut 2Θ pada suhu sintering 800 °C selama 6 jam sesuai data JCPDS 09-0432. Hasil pengujian XRD menunjukkan bahwa pada amplitudo rendah yakni 10%, kristalinitas menunjukkan hasil terendah, yaitu 11,48%. Sedangkan pada amplitudo tinggi yakni 100%, kristalinitas menunjukkan angka terbesar, yaitu 73,37%.Kata kunci : Hydroxyapatite, Rice Field Snail Shell, Ultrasound.
Pendampingan UMKM Binaan Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Surabaya Menuju Sertifikasi Halal Zuchrillah, Daril Ridho; Altway, Saidah; Karisma, Achmad Dwitama; Agustiani, Elly; Suprapto, Suprapto
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2022.v6i2.2346

Abstract

Sejak lama Negara Indonesia memiliki potensi besar dalam industri halal karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Langkah pemerintah Indonesia semakin jelas terlihat dengan diberlakukannya UU No. 33 tahun 2014 dan PP No. 31 tahun 2019 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) yang mengatur perubahan sistem prosedur dan registrasi sertifikasi halal dari bersifat sukarela menjadi wajib sejak 17 Oktober 2019. Hal tersebut berdampak pada seluruh pelaku usaha. Tak terkecuali pelaku UMKM binaan dari Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Surabaya. Koperasi Wanita yang berdiri sejak 1975 telah memiliki 13.615 anggota dan ratusan binaan UMKM. Pelaku UMKM binaan Kopwan SBW belum mengetahui pentingnya sertifikasi halal dan prosedural pendaftarannya. Oleh karena itu, peran perguruan tinggi hadir dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mendampingi para UMKM binaan Kopwan SBW mengurus sertifikasi halal. Terdapat 4 strategi kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini. Strategi yang pertama yaitu berdiskusi dalam rangka menyampaikan ide gagasan jangka pendek dan Panjang kepada pengurus Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita Surabaya. Strategi selanjutnya adalah mendaftarkan para UMKM binaan dalam pelatihan Kader Penggerak Halal (KPH) yang dilaksanakan kolektif oleh Pusat Kajian Halal ITS. Setelah itu melakukan visitasi dan pendampingan langsung kepada masing-masing UMKM binaan dan strategi yang terakhir adalah pemetaan binaan UMKM dalam mengikuti program bimbingan teknis audit halal atau program sertifikasi halal gratis (SEHATI). Harapan dari pengabdian masyarakat ini adalah dapat memberdayakan para binaan UMKM untuk bersaing produk halal di industri halal dalam skala internasional.
Sintesis Nanohidroksiapatit Berbahan Cangkang Keong Sawah (Pila ampullacea) dengan Variasi Konsentrasi H3PO4 Menggunakan Metode Ultrasound Assisted Precipitation Karisma, Achmad Dwitama; Kriswanto, Oktavianus Nugroho; Rachmaningtrias, Renda
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2023: PROSIDING SNTKK 2023
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanohydroxyapatite with the molecular formula Ca10(PO4)6(OH)2 is a calcium phosphate compound that is most widely used in biomedical applications such as bone and dental implants due to its high biocompatibility. The synthesis of nanohydroxyapatite can be carried out using CaCO3 rich materials such rice field snail shell (Pila ampullacea) with a composition of 93.4% CaCO3. The nanohydroxyapatite synthesis method used is Ultrasound Assisted Precipitation. Calcium obtained from the natural material of rice field snail shell (Pila ampullacea) was reacted with H3PO4 precursor at variable 0.3; 0.5; 0.8; 1; 1.3 M until a precipitate of nanohydroxyapatite particles was formed. To determine the effect of H3PO4 concentration, analysis was conducted on the characteristics of the synthesized nanohydroxyapatite. The SEM-EDX analysis revealed a Ca/P ratio of 1.59-1.72 with spherical particle morphology. The FTIR analysis indicated the presence of hydroxyapatite in the sample through the P-O and O-H functional groups.
Pembuatan Biokompatibel Suture Anchor Berbasis 3D Printing Filament dari Nano Hidroksiapatit Berbahan Dasar Cangkang Keong Sawah Zhafira, Tesa Ulima; Berlian, Baskoro David; Karisma, Achmad Dwitama
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2023: PROSIDING SNTKK 2023
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suture anchor is used to attach soft tissues to the bone. One of the materials that can be used for making suture anchors is hydroxyapatite [Ca10(PO4)6(OH)2]. Hydroxyapatite (HAp)  has similarities with the properties of bone minerals, so it has the potential to be used as a material for making biocompatible suture anchors. However, HAp is brittle and has poor strength, so HAp is usually combined with polymers such as composites to overcome the limitations of its mechanical properties. One of the polymers that can be used is Polycaprolactone (PCL). In this study, HAp was synthesized from rice field snail shells, due to its high calcium contents.  Further, the combination of HAp and PCL in the manufacture of 3D printing filaments such as suture anchors was obtained. The variables used in this study were the mixing ratio of HAp:PCL in making filaments with a mixing ratio of 0.5:9.5; 1:9 ; 2:8. The results of various variables shows that the tensile strength most optimal composite in 7,3 % when mixing HAp:PCl is 0.5:9,5.