Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DARI MOTIF TRADISIONAL KE IDENTITAS KOMERSIAL: TINJAUAN LITERATUR TENTANG KOMODIFIKASI WARISAN VISUAL DALAM INDUSTRI KREATIF Marsela, Marsela
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 1 (2026): 2026 Januari
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i1.686

Abstract

Transformasi warisan visual berupa motif tradisional menjadi identitas komersial merupakan fenomena yang semakin menguat dalam perkembangan industri kreatif Indonesia. Globalisasi, ekonomi kreatif, dan ekspansi media visual telah mendorong simbol-simbol budaya lokal untuk tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi nilai tradisional, tetapi juga sebagai aset ekonomi dan strategi branding. Penelitian ini bertujuan meninjau secara kritis praktik komodifikasi warisan visual dalam industri kreatif Indonesia dengan menyoroti proses transformasi makna, representasi visual, serta relasi antara nilai budaya dan nilai ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain tinjauan literatur (literature review) terhadap publikasi ilmiah periode 2020–2025 yang relevan dengan tema komodifikasi budaya, budaya visual, dan ekonomi kreatif. Analisis dilakukan secara tematik dengan merujuk pada teori komodifikasi budaya, modal budaya Pierre Bourdieu, dan teori representasi dalam kajian visual. Hasil kajian menunjukkan bahwa komodifikasi warisan visual berlangsung melalui tiga tahapan utama, yakni reinterpretasi simbolik, reproduksi visual, dan diseminasi komersial. Proses ini memperlihatkan pergeseran fungsi simbol budaya dari ekspresi spiritual dan sosial menjadi identitas pasar yang bersifat estetis dan konsumtif. Meskipun membuka peluang revitalisasi budaya dan partisipasi generasi muda, komodifikasi juga menimbulkan tantangan etis berupa reduksi makna, ketimpangan relasi kuasa, dan potensi eksploitasi budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa komodifikasi warisan visual merupakan praktik kultural yang sarat negosiasi makna dan ideologi, sehingga memerlukan pendekatan representasi yang sensitif, partisipatif, dan berkeadilan budaya.
Ekonomi Politik Kekayaan Intelektual Digital di Era NFT: Tantangan Regulasi dan Peluang Ekonomi Kreatif Indonesia Marsela, Marsela
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 1 (2026): 2026 Januari
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i1.687

Abstract

Transformasi digital di era Web3 telah mengubah paradigma kepemilikan dan distribusi karya intelektual, terutama melalui kemunculan teknologi blockchain dan Non-Fungible Token (NFT). NFT menawarkan peluang baru bagi kreator untuk memperoleh nilai ekonomi langsung dari karya digital tanpa perantara, sehingga menantang sistem distribusi konvensional. Namun, di balik potensi tersebut, terdapat berbagai persoalan mendasar terkait regulasi, literasi digital, dan ketimpangan akses teknologi yang menghambat perkembangan ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika ekonomi politik kekayaan intelektual digital di era NFT dengan menyoroti relasi antara kekuasaan, kebijakan publik, dan struktur pasar global. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur sistematis terhadap publikasi akademik dan dokumen kebijakan nasional periode 2022–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa absennya regulasi formal dan lemahnya sistem perlindungan kekayaan intelektual digital memperlemah posisi tawar kreator lokal di tengah dominasi platform global. Analisis ekonomi politik media menunjukkan bahwa struktur kepemilikan digital masih dikuasai oleh kekuatan pasar transnasional, sehingga menimbulkan ketimpangan distribusi nilai. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan yang integratif antara hukum kekayaan intelektual, inovasi blockchain, dan pemberdayaan kreator lokal agar transformasi ekonomi digital di Indonesia dapat berjalan inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak dan Penerima Pajak Bumi dan Bangunan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Jambi Marsela, Marsela; Mutia, Agustina
Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management Vol. 5 No. 3 (2025): Bussman Journal | September - Desember 2025
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/buss.v5i3.492

Abstract

This study aims to analyze the effect of taxpayer compliance and Land and Building Tax (PBB) revenue on the Regional Original Revenue (PAD) of Jambi City. This research employs a quantitative approach using Partial Least Square (PLS) analysis. The data consist of primary data collected through questionnaires from 100 land and building taxpayers and secondary data obtained from the BPPRD of Jambi City for the period 2022–2024. The results indicate that taxpayer compliance has a significant effect on PAD, where increased compliance can drive the optimization of regional revenue. In addition, PBB revenue also has a positive effect on PAD, although additional strategies are required to maintain effective tax collection performance