Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Tradisi Posuo (Pingitan) sebagai Simbol Budaya Suku Buton Dusun Luhulama Negeri Iha Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat Wa hariyati; Fricean Tutuarima; Aisa Abas
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.965 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi posuo (pingitan) sebagai simbol budaya masyarakat suku buton di dusun luhulama, dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Bagaimana proses tradisi posuo sebagai budaya masyarakat suku buton, Bagaimana makna simbolik tradisi posuo sebagai budaya pada masyarakat suku buton dan Bagaiman upaya pewarisan tradisi posuo pada masyarakat suku buton. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kesadaran masyarakat Dusun Luhulama yang dilakukan mengungkapkan bahwa proses tradisi posuo budaya masyarakat suku buton. Monde dalam bahasa buton yang berarti mengislamkan (dengan cara dimandikan). Pada saat anak gadis memasuki usia 15 – 17 tahun atau ketika dia telah balig yang ditandai dengan menstruasi. Setelah dimandikan dengan air yang sudah dibacakan doa. Selain itu adapula makna simbolik tradisi Posuo sebagai budaya pada masyarakat suku buton. Simbol berupa tata cara pelaksanaan meliputi pokunde , pebaho, Berupa benda-benda perlengkapan meliputi suo (ruangan) belakang rumah, kain putih, daun laka. Adapula upaya pewarisan tradisi posuo pada masyarakat suku buton yaitu Tradisi ini masih dari sejak zaman nenek moyang sampai saat ini.
Penerapan Pembelajaran PKn dalam Upaya Pembentukan Civic Virtue di SMAN 10 Seram Bagian Barat Yulia Putirulan; Fricean Tutuarima; Ridwan Hatala
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.783 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3873

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dimana bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran PKn dalam upaya pembentuka civic virtue di SMA N 10 Seram Bagian Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik analisa data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan pembelajaran Pkn dalam upaya pembentukan civic virtue di sma negeri 10 seram bagian baratbahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki tujuan..yang dapat diartikan sebagai mata pelajaran yang sangat penting dan mengfokuskan pada pembentuhkan warga Negara ( civic virtue) yang memiliki keterampilan intelektual, keterampilan berpartisipasi dalam setiap kegiatan kewarganegaraan dan memiliki karakter kewarganegaraan yang kuat sehingga menjadikan warga Negara yang cerdas dan berkarakter. Pendidikan karakter sebaiknya selalu di terapkan dalan setiap jenjang pendidikan, agar dapat membantu untuk merubah sikap dan tingkah laku serta pola pikir setiap warga Negara.
Peran Pemerintah dan Masyarakat Negeri Porto Haria dalam Menjaga Perdamaian Deny Sialana; Fricean Tutuarima; Lisye Salamor
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.603 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fungsi pemerintah serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemerintah dan masyarakat Negeri Porto dan Negeri Haria dalam menjaga perdamaian. Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan memberikan gambaran keadaan sebenarnyadengan menggunakan teknik pengumpulan data yakni wawancara dan dokumentasi.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Negeri Porto dan Negeri Haria telah melakukan tindakan-tindakan nyata dalam masyarakat guna menjaga perdamaian antar Negeri. Faktor yang mempengaruhi pemerintah dan masyarakat Negeri Porto dan Negeri Haria yaitu faktor penghambat seperti sulit untuk membangun rasa kepercayaan, kepentingan lain diluar Pemerintah, adanya profokasi dan lain-lain. Sedangkan faktor pendukung seperti Kerja sama antar kedua Negeri, Tidak mencari masalah dengan mengaku-ngaku hak wilayah.
Kontribusi Media Masa dalam Mengembangkan Budaya Lokal Maluku Sinta Takaria; Fricean Tutuarima; Agustinus Soumokil
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.298 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3879

Abstract

Tujuan dari dilaksanakan penelitian ini bahwauntuk mengetahuiKontribusi Media Masa Dalam Mengembangkan Budaya Lokal Maluku. Kearifan lokal yang dikembangkan sebagai bagian dari karakter masyarakat Maluku yang dipertontonkan dalam program-program penyiaran yang ditampilkan oleh stasiun televise yang ada di Maluku. Nilai-nilai kearifan lokal yang dikembangkan seperti saling menolong, menghargai perbedaan, dan hidup bersama dalam keberagaman, nilai-nilai kearifan lokal pada dasarnya merupakan inti dari pada Pancasila. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsi kualitatif, subjek penelitian kepala sekolah yang menjadi informan, 3 kordinator mata pelajaran pkn, ipa, dan ips, serta ketua dan sekertaris osis. Objek lain yang memiliki hubungan dengan karakter kota ambon. Teknik pengumpulan data, teknik analisi data, meneliti kata-kata laporan terinci dari responden dan melakukan studi pada situasi yang dialami oleh subyek penelitian misalnya, dengan cara deskrispsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa.
Kajian Tentang Adat Perkawinan Hatuena dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Susi Warahuwena; Fricean Tutuarima
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.33 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3893

Abstract

Dalam proses hidup dan kehidupan dimuka bumi,kedua jenis yakni laki-laki dan perempuan sangat mendambakan pasangan hidup. mendambakan pasangan hidup merupakan fitrah sebelum dewasa dan dorongan yang sulit dibendung setelah dewasa. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui kajian tentang adat perkawinan hatuena dalam perspektif pendidikan kewarganegaraan. Metede yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses adat perkawinan hatuena di negeri sohuwe, bagaimana proses pembayaran harta adat perkawinan hatuena di negeri sohuwe dan bagaimana makna adat perkiwinan hatuena di negeri sohuwe dalam perspektif pendidikan kewarganegaraan. Berdasarkan hasil penelitian adat perkawinan hatuena dinegri sohuwe merupakan upacara adat yang sudah berlangsung sejak zaman dahulu,proses adat perkawinan hatuena merupakan proses dasar sebelum pasangan yang melangsungkan perkawinan dinegri sohuwe melangsungkan perkawinan secara agama maupun sipil .dalam perkawinan hatuena terdapat proses pembayaran harta yang dianggap sebagai proses wajib sebelum melangsungkan perkawinan hatuena .
Misuse of Personal Data for Commercial Purposes on Facebook Social Media as a Digital Crime and Legal Certainty for Users Sarah Mouw; Fricean Tutuarima; Ridwan Hatala
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v2i2.590

Abstract

This research is a qualitative descriptive study that aims to determine student perceptions related to personal data violations for commercial purposes on social media Facebook as a digital crime and legal certainty for users. This research was conducted in Ambon City, Maluku. Data collection was carried out through interviews with a number of informants who were considered to be directly involved, namely those who had been victims of personal data attacks on Facebook social media. The results of the study show that several forms of personal data attack have been experienced by Facebook users, namely, hacking with malicious intent (cracking), malicious software attacks (malware), identity theft (identity theft), and fraud by fraudsters (fraudsters), causes of data theft. These individuals exist purely because of the intent of the perpetrator or are also responsible and careless of the owner (subject) of the personal data. Laws and regulations discuss rights and obligations, prohibitions, sanctions and punishments, but cannot automatically protect personal data so that public education on the importance of protecting personal data will support the personal data it protects.
Overview of Indonesia's Role in the South China Sea Conflict Renaldi Renaldi; Fricean Tutuarima; Fatimah Sialana
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v2i2.440

Abstract

This Study aims to determine the process of resolving the south China Sea conflict by the Indonesian government, which until now has not been resolved due to overlapping claims between China, Vietnam, the Philippines, Brunei Darussalam and Taiwan. The South China Sea conflict is heating up, causing concern and threats in the Asian region. Because the South China Sea is an international route, where the South China Sea is used a shortcut by countries in the world. Because the South China Sea is used as a shortcuts Asia, Europe and the South China Sea has a very important position for the world economy. If there is a conflict in the South China Sea it will greatly hamper the world economy. The data collection technique for this research is library research, in which the data is obtained from secondary data such as books, journals, news and so on that are related to the research being studied. This research refers more to the resolution of the South China Sea conflict by the Indonesian government.
Citizenship Education Study of the Position of Adopted Children in Customary Law Pattresya Mailopuw; Fricean Tutuarima; Aisa Abas
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v2i2.539

Abstract

This research is a qualitative descriptive study that aims to find out the implementation of child adoption under customary law in Tananahu District, Teluk Elpaputih District, to find out an overview of citizenship education regarding the rights of adopted children from the perspective of customary law in Neegeri Tananahu, and to find out the process of distributing inheritance to adopted children. based on customary law in Negeri Tananahu. Primary data collection was carried out through interviews with a number of informants who were considered to be directly involved. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The results of these interviews can show that based on a study of citizenship education in customary law in Tananahu Country regarding the position of adopted children that children who are adopted either from the family or not from the family will become part of the adoptive parent's family. The adopted child will be cared for and all the fulfillment of the child's needs will be borne by the adoptive parents. Before becoming part of the adoptive parent's family, of course, they have gone through the stages and processes according to custom, so that the child who is legally adopted becomes part of the adopting family. Adopted children have the same rights as biological children, such as the right to love, the right to education, and the right to a decent life. According to customary law in Tananahu, the inheritance rights of adopted children and biological children are not the same, but that does not mean that adopted children do not receive inheritance, only with different amounts. Biological children will get more inheritance rights than adopted children.
Perceptions of the People of Haruku Country Regarding Covid-19 Vaccination Yulike Maryani Kaihatu; Fricean Tutuarima; Fatimah Sialana
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v2i2.772

Abstract

This research is a qualitative descriptive study that aims to find out how the people of Haruku state perceive the covid-19 vaccination, and what the role of the government is in dealing with the covid-19 pandemic. This research was carried out in Haruku country. Primary data collection was carried out through interviews with a number of informants who were considered to be directly involved. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The results of this interview can show that the people of Haruku Country have different views regarding the covid 19 vaccination. There are still many people in Haruku Country who view the covid 19 vaccination as a policy that does not bring benefits to the community, which actually has a lot of bad impacts on society. In addition, the people of Haruku Country consider that the implementation of the Covid-19 vaccination is a policy that violates people's rights, namely the right to refuse or receive vaccines. So that the role of the government and medical staff in Haruku Country is very important to convince the public about the importance of the Covid-19 vaccination through socialization that is being carried out. However, the socialization that was carried out also did not change one hundred percent of the public's perspective on Covid-19 vaccination.
Erkarara Traditional Tradition Viewed from Citizenship Education in Jerol Village, Aru Selatan District, Aru Islands Regency Lea M. M. Kubela; Fricean Tutuarima; Jumiati Tuharea
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v2i2.572

Abstract

This study aims to determine the process of implementing the Erkarara customary tradition in terms of citizenship education in Jerol Village, South Aru District, Aru Islands Regency. how is the Erkarara customary tradition as the civic culture of the Jerol village community. Data collection techniques are used by observation and interviews. The results of this interview show that the traditional erkarara tradition in Jerol village is a tradition that is carried out when there is a new house that the occupants want to occupy. This erkarara customary tradition is a tradition that has existed for a long time and is still maintained today This has become a culture in the Jerol village community. In this tradition there are meanings and sanctions contained in the Erkarara customary tradition, in this tradition there are also cultural values of citizenship, namely social values, togetherness values, religious values and moral values. This value is reflected in the life of the Jerol village community.