Claim Missing Document
Check
Articles

The Civic Disposition of Maluku Ethnicity in Indonesian Nationalism as a Form of Civic Education Fricean Tutuarima; Agustinus Nindatu
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): In Progress
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.3781

Abstract

Civic education aims to foster a respectable national civilization. Civic disposition is character, attitude, or citizenship character in civics education. Therefore, this research aims to provide civic education learning by narrating the civic disposition of the Maluku ethnicity in fighting for and defending the Unitary State of the Republic of Indonesia as well as being material for evaluation of Government policies as a form of effort to maintain the Maluku ethnicity as part of an Indonesian entity. This qualitative research using a purposive sampling technique leads to a descriptive narrative about the civic disposition of the Maluku ethnicity in the narrative of Indonesian nationalism through observation, interviews, and documentation techniques. The informants in this research are the local government and representatives of the Maluku ethnic group who understand the role of the Maluku ethnic group in Indonesian independence, including the millennial generation in Ambon City, to improve the civic disposition of 7 people. The study's results found that the heroic story of the Maluku Republicans becoming Indonesian is evidence of a civic disposition that fights for Indonesianness in unity, which can be used as learning in civic education. History writes that even though they have lived in underdevelopment for decades, even though they have a strong history of giving birth to Indonesians, the Moluccas continue to prove their nationalism and love for the Indonesian homeland.
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Dalam Pemenuhan Hak Lansia di Kota Ambon Cesar Nurul Ramadhani Opier; Fricean Tutuarima; Marlen S Sapulette
MOTEKAR: Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol 1, No 2 (2023): November 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v1i2.1245

Abstract

Khusus untuk Lansia, terdapat UU No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia beserta berbagai Peratuan Pemerintah sebagai turunannya. Dalam Undang-undang tersebut, yang dimaksud lansia adalah kelompok masyarakat yang telah berusia 60 tahun ke atas. Serta Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional (Stranas), Kelanjut usiaan merupakan salah satu regulasi yang telah dikeluarkan untuk mengatur perihal kelanjut usiaan. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan menggunakan interactive models. Hasil penelitian menunjukan bahwa Konsep ideal pemerintah dalam pemenuhan hak lansia telah berjalan cukup baik, tetapi perlu aturan khusus dalam penggunaanya. Dengan ruang terbuka hijau yang disediakan pemerintah untuk lansia dapat menjadi tempat yang nyaman untuk lansia dalam bersosialisasi dengan teman-teman lansia lainnya. Upaya pemerintah kota Ambon dalam meningkatkan pemenuhan hak bagi lansia sudah berjalan cukup optimal. Pemerintah telah berupaya untuk membangun ruang taman hijau sebagai bentuk pemenuhan hak lansia dalam bersosialisasi. Selain itu terdapat perbedaan signifikan setelah implementasi upaya pemerintah dalam pemenuhan hak lanisa, perbedaan itu terlihat dari aktivitas psikososial lansia yang semakin meningkat. Respon pemerintah yang sangat tanggap dalam pemenuhan hak lansia memberikan kenyaman kepada lansia, ruang terbuka hijau yang dikhususnya untuk lansia dapat membantu lansia dalam meningkatkan sosialisasi mereka dengan teman – teman lansia lainnya.
Analisis Konsep Nasionalisme dalam Pemikiran Johannes Leimena: Perspektif Sejarah dan Politik Fricean Tutuarima; Fatimah Sialana; Rovi Muskitta
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.630

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep nasionalisme Johannes Leimena, dengan fokus pada bagaimanan pemikirannya relavan bagi generasi muda di Maluku. Melalui studi kepustakaan pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa Nasionalisme Johannes Leimena bersumber pada keadilan yang sama diperjuangkan bangsa-bangsa. Keberagaman budaya dan agama di Indonesia bukanlah penghalang untuk mencapai persatuan nasional. Sebaliknya, ia melihat keberagaman sebagai kekayaan yang dapat memperkuat dan memperkaya bangsa. Melalui pemikiran nasionalisme Johannes Leimena mencerminkan nilai-nilai yang tak ternilai dan relevan bagi pembentukan identitas bangsa Indonesia. Keberpihakannya terhadap Indonesia telah menciptakan jejak inspiratif, memberikan kontribusi nyata terhadap semangat kebangsaan. Terlebih, generasi muda memiliki kesempatan untuk mengadopsi sikap dan nilai-nilai tersebut, menggambarkan suatu kesinambungan antar generasi dalam mewujudkan rasa cinta tanah air. Pemikiran Johannes Leimena tentang nasionalisme dapat diperkuat melalui jejaring edukatif dengan langkah memperkenalkan atau mempromosikan ide atau pemikiran, karya, dan dedikasi Johannes Leimena melalui diskusi terbuka. Diperlukan peran pemerintah khususnya di Maluku agar dapat turut serta dalam menginisiasi forum-forum diskusi publik, seminar, dan konferensi yang memfasilitasi pertukaran gagasan nasionalisme Leimena.
Tradisi Sumba Antar Perempuan dalam Perkawinan Adat sebagai Civic Culture Masyarakat Negeri Iha-Ulupia Siauta, Tina Mutmainna; Tutuarima, Fricean; Sialana, Fatimah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana mendiskripsikan tradisi sumba antar perempuan dalam perkawinan adat sebagai civic culture masyarakat negeri Iha-Ulupia. Penelitian ini meggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dimana bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan tradisi sumba antar perempuan dalam perkawinana adat dan bagaimana tradisi sumba antar perempuan dalam perkawinan adat sebagai civic culture masyarakat negeri Iha-Ulupia.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil wawancara ini menunjukan bahwa tradisi sumba yang ada di negeri iha-ulupia adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan apabila ada perkawinan adat dilakukan. Tradisi sumba ini berlangsung tiga hari sebelum perkawinan atau akad nikah dilaksanakan. Tradisi sumba ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak lama dan masih dipertahakan hingga sekarang ini, tradisi ini sudah menjadi budaya dalam masyarakat setempat. dalam tradisi ini juga terdapat nilai-nilai budaya kewarganegaraannya yakni nilai kebersamaan, gotong royong, social, agama dan moral. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam sikap masyarakat.
Pelaksanaan Tradisi Posuo (Pingitan) sebagai Simbol Budaya Suku Buton Dusun Luhulama Negeri Iha Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat hariyati, Wa; Tutuarima, Fricean; Abas, Aisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi posuo (pingitan) sebagai simbol budaya masyarakat suku buton di dusun luhulama, dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Bagaimana proses tradisi posuo sebagai budaya masyarakat suku buton, Bagaimana makna simbolik tradisi posuo sebagai budaya pada masyarakat suku buton dan Bagaiman upaya pewarisan tradisi posuo pada masyarakat suku buton. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kesadaran masyarakat Dusun Luhulama yang dilakukan mengungkapkan bahwa proses tradisi posuo budaya masyarakat suku buton. Monde dalam bahasa buton yang berarti mengislamkan (dengan cara dimandikan). Pada saat anak gadis memasuki usia 15 – 17 tahun atau ketika dia telah balig yang ditandai dengan menstruasi. Setelah dimandikan dengan air yang sudah dibacakan doa. Selain itu adapula makna simbolik tradisi Posuo sebagai budaya pada masyarakat suku buton. Simbol berupa tata cara pelaksanaan meliputi pokunde , pebaho, Berupa benda-benda perlengkapan meliputi suo (ruangan) belakang rumah, kain putih, daun laka. Adapula upaya pewarisan tradisi posuo pada masyarakat suku buton yaitu Tradisi ini masih dari sejak zaman nenek moyang sampai saat ini.
Penerapan Pembelajaran PKn dalam Upaya Pembentukan Civic Virtue di SMAN 10 Seram Bagian Barat Putirulan, Yulia; Tutuarima, Fricean; Hatala, Ridwan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3873

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dimana bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran PKn dalam upaya pembentuka civic virtue di SMA N 10 Seram Bagian Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik analisa data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan pembelajaran Pkn dalam upaya pembentukan civic virtue di sma negeri 10 seram bagian baratbahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki tujuan..yang dapat diartikan sebagai mata pelajaran yang sangat penting dan mengfokuskan pada pembentuhkan warga Negara ( civic virtue) yang memiliki keterampilan intelektual, keterampilan berpartisipasi dalam setiap kegiatan kewarganegaraan dan memiliki karakter kewarganegaraan yang kuat sehingga menjadikan warga Negara yang cerdas dan berkarakter. Pendidikan karakter sebaiknya selalu di terapkan dalan setiap jenjang pendidikan, agar dapat membantu untuk merubah sikap dan tingkah laku serta pola pikir setiap warga Negara.
Peran Pemerintah dan Masyarakat Negeri Porto Haria dalam Menjaga Perdamaian Sialana, Deny; Tutuarima, Fricean; Salamor, Lisye
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fungsi pemerintah serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemerintah dan masyarakat Negeri Porto dan Negeri Haria dalam menjaga perdamaian. Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan memberikan gambaran keadaan sebenarnyadengan menggunakan teknik pengumpulan data yakni wawancara dan dokumentasi.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Negeri Porto dan Negeri Haria telah melakukan tindakan-tindakan nyata dalam masyarakat guna menjaga perdamaian antar Negeri. Faktor yang mempengaruhi pemerintah dan masyarakat Negeri Porto dan Negeri Haria yaitu faktor penghambat seperti sulit untuk membangun rasa kepercayaan, kepentingan lain diluar Pemerintah, adanya profokasi dan lain-lain. Sedangkan faktor pendukung seperti Kerja sama antar kedua Negeri, Tidak mencari masalah dengan mengaku-ngaku hak wilayah.
Kontribusi Media Masa dalam Mengembangkan Budaya Lokal Maluku Takaria, Sinta; Tutuarima, Fricean; Soumokil, Agustinus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3879

Abstract

Tujuan dari dilaksanakan penelitian ini bahwauntuk mengetahuiKontribusi Media Masa Dalam Mengembangkan Budaya Lokal Maluku. Kearifan lokal yang dikembangkan sebagai bagian dari karakter masyarakat Maluku yang dipertontonkan dalam program-program penyiaran yang ditampilkan oleh stasiun televise yang ada di Maluku. Nilai-nilai kearifan lokal yang dikembangkan seperti saling menolong, menghargai perbedaan, dan hidup bersama dalam keberagaman, nilai-nilai kearifan lokal pada dasarnya merupakan inti dari pada Pancasila. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsi kualitatif, subjek penelitian kepala sekolah yang menjadi informan, 3 kordinator mata pelajaran pkn, ipa, dan ips, serta ketua dan sekertaris osis. Objek lain yang memiliki hubungan dengan karakter kota ambon. Teknik pengumpulan data, teknik analisi data, meneliti kata-kata laporan terinci dari responden dan melakukan studi pada situasi yang dialami oleh subyek penelitian misalnya, dengan cara deskrispsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa.
Kajian Tentang Adat Perkawinan Hatuena dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Warahuwena, Susi; Tutuarima, Fricean
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3893

Abstract

Dalam proses hidup dan kehidupan dimuka bumi,kedua jenis yakni laki-laki dan perempuan sangat mendambakan pasangan hidup. mendambakan pasangan hidup merupakan fitrah sebelum dewasa dan dorongan yang sulit dibendung setelah dewasa. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui kajian tentang adat perkawinan hatuena dalam perspektif pendidikan kewarganegaraan. Metede yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses adat perkawinan hatuena di negeri sohuwe, bagaimana proses pembayaran harta adat perkawinan hatuena di negeri sohuwe dan bagaimana makna adat perkiwinan hatuena di negeri sohuwe dalam perspektif pendidikan kewarganegaraan. Berdasarkan hasil penelitian adat perkawinan hatuena dinegri sohuwe merupakan upacara adat yang sudah berlangsung sejak zaman dahulu,proses adat perkawinan hatuena merupakan proses dasar sebelum pasangan yang melangsungkan perkawinan dinegri sohuwe melangsungkan perkawinan secara agama maupun sipil .dalam perkawinan hatuena terdapat proses pembayaran harta yang dianggap sebagai proses wajib sebelum melangsungkan perkawinan hatuena .
Implementasi Penanaman Nilai-Nilai Pancasila di Era Globalisasi Melalui Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada SMP Negeri di Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Tuharea, Jumiati; Tutuarima, Fricean; Gaite, Titus; Litualy, Jurgen R
JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling Vol 2, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jamparing.v2i2.2693

Abstract

Dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, maka diperlukannya pendidikan yang tidak terlepas dari ajaran Pancasila sebagai dasar untuk melaksanakan pendidikan di Indonesia. Globalisasi membawa perubahan-perubahan dalam tatanan dunia internasional yang pengaruhnya langsung terhadap perubahan-perubahan di berbagai Negara. Kemampuan menghadapi tantangan yang amat dasar dan akan melanda kehidupan nasional, sosial, dan politik, bahkan mental dan bangsa maka benteng yang terakhir ialah keyakinan nasional atas dasar Negara Pancasila yang sebagai benteng dalam menghadapi tantangan pada era Globalisasi yang semakin berkembang pada saat ini. Menerapkan nilai-nilai Pancasila bagi peserta didik di era globalisasi bisa dilaksanakan melalui pembelajaran di sekolah yang sistematis melalui pembelajaran, pelatihan, keteladanan dan pembiasaan.