Claim Missing Document
Check
Articles

Minat dan Strategi Pemasaran Nastar Daun Kelor sebagai Peluang Bisnis untuk Masyarakat Generasi Milenial di Kota Denpasar Putra, Komang Asta Guna Abdi; Juniarta, Pande Putu; Widhyadanta, I Gede Dirga Surya Arya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i10.1086

Abstract

Generasi Milenial di Kota Denpasar Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan usaha yang dilakukan oleh Nastar Daun Kelor, ada pula mengetahui seberapa daya Tarik minat beli konsumen terhadap kontribusi pengembangan usaha yang dilakukan oleh Nastar Daun Kelor dalam meningkatkan pendapatan marginal rumah tangga, dan perspektif ekonomi dan meningkatkan penjualan terhadap pengembangan usaha yang dilakukan pada Nastar Daun Kelor. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan cara wawancara yang dimana lebih menuju kalangan Generasi Milenial yang bekerja di insdustri Entertaiment, ataupun Pekerja swasta yang memiliki dampak baik dalam sector usaha Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan usaha yang dilakukan pada Nastar Daun Kelor, umumnya menggunakan tiga faktor produksi diantaranya yaitu modal berupa uang dan peralatan, tenaga kerja, dan keahlian keusahawanan. Serta kekuatan dalam mempromosikan barang/jasa tersebut. Kata Kunci : Strategi, Pemasaran, Milenial, Nastar   Millennial Generation in Denpasar City Data collection techniques used interviews and documentation. The prerequisite analysis test in this study includes a normality test, This study aims to determine the business development carried out by Nastar Daun Kelor, there is also to find out how much consumer buying interest in the contribution of business development carried out by Nastar Daun Kelor in increasing household marginal income, and economic perspectives and increasing sales of business development carried out on Nastar Daun Kelor. The type of research used is by means of interviews which are more directed at the Millennial Generation who work in the Entertainment industry, or private workers who have a good impact in the business sector The results of the study show that in business development carried out on Nastar Daun Kelor, generally use three factors of production including capital in the form of money and equipment, labor, and entrepreneurial skills. As well as strength in promoting the goods/services. Keywords: Strategy, Marketing, Millennial, Nastar
Persepsi Wisatawan Milenial Terhadap Akomodasi Glamping di Kawasan Kintamani Juniarta, Pande Putu; Wardana, Miko Andi; Saputra, Kadek Wira Adi
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 27 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v27i2.1620

Abstract

Glamorous Camping or known as Glamping is a new trend in traveling. Glamping has emerged as a global trend in outdoor tourism. The Glamping trend emerged with the increasing tourist demand for comfort and luxury in the nature-based tourism sector. The millennial generation is relatively braver when traveling if compared to the previous generation, commonly known as generation X. Generation X prefers travel with the aim of relaxation, it is contrast to the millennial generation who prefers challenges. This study aims to determine the perception of millennial tourists towards glamping accommodation in the Kintamani area. The method used in this study is a quantitative descriptive method where data is obtained through a questionnaire with five indicators related to glamping accommodation including glamping facilities, glamping cleanliness, environment and landscape, glamping management services and interior design and glamping buildings. The results showed that millennial tourists responded with a value of 4.46 which was in a very good interval. In future development, it is necessary to suggest special training for the staff in each glamping area in the Kintamani area, additional parking areas and arrangement of access to the glamping area and the need for data collection on each glamping accommodation in the Kintamani area. Keyworsd: Glamping, Perception, Millenial Tourist, Alternatif Acommodation