Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Enhancing Gross Motor Skills through Competition-Based Obstacle Play: An Effectiveness Study at TK Khadijah Surabaya Tamala, Aprilia Putri; Nazarullail, Fikri; Fitroh, Siti Fadjryana; Fitriyono, Angga; Oktavianingsih, Eka Oktavianingsih
Nak-Kanak: Journal of Child Research Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/njcr.v2i4.182

Abstract

Background of the study: Gross motor skills constitute one of the essential developmental domains in early childhood education. Their development is equally important as cognitive, social–emotional, and language development. Therefore, early childhood educators must possess the ability to design learning experiences that effectively stimulate children’s physical and motor development. However, learning activities targeting gross motor skills in many early childhood institutions remain limited, particularly in the use of structured, engaging, and competition-based play that can enhance children’s balance, agility, and strength. Aims and scope of paper: This study aims to examine the effectiveness of competition-integrated obstacle games in improving the gross motor skills of children aged 4–5 years at TK Khadijah Surabaya. Methods: This study employed a quantitative approach using an experimental method. A pre-experimental design with a one-group pretest–posttest model was implemented. The sample consisted of 31 children in Group A at TK Khadijah Surabaya selected through a non-probability sampling technique. The instrument used was an observation sheet assessing three gross motor categories: balance, agility, and strength. Data analysis included prerequisite tests—normality and homogeneity—and hypothesis testing using a paired sample t-test. Reliability testing yielded a coefficient of 0.966, normality values were 0.130 (pretest) and 0.196 (posttest), and the homogeneity test produced a value of 0.217. Results: The paired sample t-test showed a significance value of 0.000 at alpha = 0.05, indicating a statistically significant difference between the pretest and posttest scores. The mean pretest score was 36.5, while the mean posttest score increased to 55.1, demonstrating that competition-based obstacle games effectively enhanced children’s gross motor development. Contribution: This study provides empirical evidence that competitive obstacle play can serve as an effective pedagogical strategy for stimulating gross motor development in early childhood. Practically, the findings offer guidance for early childhood educators in designing engaging, play-based learning activities that optimize children’s physical development in educational settings.
Eksplorasi Lagu Anak Madura sebagai Sarana Stimulasi Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Desty Adelia Rusman; Angga Fitriyono; Mardiyana Faridhatul Anawaty
PG-PAUD Trunojoyo Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v13i1.32612

Abstract

Anak usia 5-6 tahun perlu dikenalkan tidak hanya pada bahasa nasional, tetapi juga bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya dan lingkungan sosialnya. Penelitian ini didasari oleh fenomena bahwa penggunaan  Bahasa Madura pada anak usia 5-6 tahun muncul dalam situasi tertentu sehingga diperlukan kajian mendalam dalam penggunaannya dalam lingkungan pembelajaran.Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemanfaatan lagu anak Madura dalam menstimulasi kemampuan Bahasa Madura anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian meliputi anak kelompok B, guru kelas, dan kepala sekolah di TK Negeri Pembina Bangkalan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu daerah mampu meningkatkan antusiasme anak selama kegiatan menyanyi, mendorong keberanian berbicara, dan memberikan pengalaman budaya yang positif. Akan tetapi, kemampuan anak dalam melafalkan kosakata masih terbatas karena kurangnya paparan bahasa daerah dan keterbatasan media pendukung.  Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kemampuan bahasa anak, mulai dari anak yang mampu mengikuti lagu dengan lancar hingga anak yang hanya mengikuti gerakan atau berhenti di tengah lagu karena keterbatasan penguasaan lirik dan pelafalan. Lagu anak Madura mampu meningkatkan antusiasme dan keberanian berbicara anak serta memperkenalkan kosakata secara menyenangkan, meskipun kemampuan pelafalan masih memerlukan penguatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu anak Madura berpotensi sebagai sarana stimulasi kemampuan bahasa sekaligus media pelestarian budaya lokal dalam pendidikan anak usia dini.