Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENERAPAN APLIKASI SAMWELL ESSAY UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI DIGITAL BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE Ezik Firman Syah; Irma Damayantie; Oktian Fajar Nugroho
Andromeda: Jurnal Pengabdian Masyarakat Rafflesia Vol. 3 No. 2 (2023): ANDROMEDA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Rafflesia
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/andromeda.v3i2.31280

Abstract

Anggapan guru-guru di sekolah mitra bahwa menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi sesuatu yang sulit dan harus meluangkan waktu yang banyak sebelum mengajar. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu melakukan pelatihan aplikasi Samwell Essay untuk mengembangkan literasi digital berbasis Artificial Intelligence. Metode dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini yaitu pelatihan dan pendampingan yang bersifat partisipatif. Hasil pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan diantaranya; memberikan pelatihan aplikasi Samwell Essay. Pogram selanjutnya memberikan penyuluhan aplikasi berasis Artificial Intelligence (AI). Program terakhir memberikan sosialisasi mengenai pentingnya penerapan literasi digital. Setelah melaksanakan program pengabdian masyarakat, maka para peserta yang teridiri dari 23 siswa-siswi dan 4 guru-guru mengisi kuesioner kategori penilaian (feedback). Penilaian yang diperoleh rata-rata menjawab 100% program pengabdian masyarakat ini sudah sesuai dengan tujuan dan kebutuhan mitra yaitu SMKN 12 Kabupaten Tangerang. Hanya saja ada beberapa peserta yang mengisi kuesioner yang menyatakan tidak setuju sebanyak 2% waktu pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang kurang sesuai. Hal tersebut sebagai evaluasi tim pengabdian masyarakat dalam melaksanakan pelatihan selanjutnya.
SHIFTING IN THE MEANING OF THE DEBUS PERFORMANCE SPELL: THE ISLAMIC IDENTITY OF THE BANTEN COMMUNITY Ezik Firman Syah; Novi Anoegrajekti; Nuruddin Nuruddin
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.98

Abstract

Debus Banten performing arts has a mantra in performing its rituals and performances. These mantras are used in the Jangjawokan debus school as a diversion for the Qodriyah and Rifa'iyah sects of debus, which do not use mantras according to the early spread of Islam in their performances. The use of mantras in the Jangjawokan genre debus certainly has meaning for each recited mantra. The purpose of this study is to describe the shift in the importance of the Debus Mantra as the Islamic identity of the Banten people. This study uses the Ethnographic method of the Spradley model with the perspective of cultural studies used to explain the Islamic identity of the Banten people in understanding the meaning of the Jangjawokan mantra debus. The results showed that the discovery of the spell when the to debus performance began by using Roland Barthes' Semiotic theory in expressing the meaning of the Jangjawokan debus mantra. Even though the Jangjawokan debus used mantras in their performances, Islamic values were still embedded in the mantras when the debus performances started. The recitation of prayers in the meaning of this mantra is intended to present the saints and prophets and ask for their help to keep the debus players from harm during the performance.
PELATIHAN APLIKASI SAMWELL ESSAY UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI DIGITAL DI SMKN 12 KABUPATEN TANGERANG Ezik Firman Syah; Irma Damayantie; Oktian Fajar Nugroho
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i1.13435

Abstract

Ketidakoptimalan dalam menerapkan pembelajaran digital berdampak pada kurangnya antusiasme dan semangat peserta didik dalam mengikuti proses belajar. Dalam rangka memperbaiki hal tersebut, sebuah proyek pengabdian masyarakat telah dilakukan di SMKN 12 Kabupaten Tangerang dengan tujuan meningkatkan literasi digital. Metode yang digunakan adalah pelatihan tatap muka dengan pendekatan Partisipatory Action Research (PAR), yang menggabungkan riset dengan tindakan partisipatif. Proyek ini berhasil memberikan pelatihan tentang penggunaan aplikasi Samwell Essay serta memberikan pemahaman akan pentingnya literasi digital. Dampak dari proyek ini adalah kemampuan guru dan siswa dalam menggunakan aplikasi Samwell Essay untuk pembelajaran menulis. Diharapkan, hal ini akan memfasilitasi penerapan literasi digital di sekolah dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
OPTIMALISASI POJOK BACA LITERASI UNTUK MENUMBUHKAN BUDAYA MEMBACA DI SDN 05 KEAGUNGAN TAMANSARI JAKARTA BARAT Rizka Fadhail Nahda; Ezik Firman Syah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.3048

Abstract

Permasalahan optimalisasi pojok baca literasi untuk menumbuhkan budaya membaca yang didasarkan oleh penerapan pojok pada pada siswa kelas rendah dan kelas tinggi dengan melakukan kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai untuk menumbuhkan budaya membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi pojok baca literasi untuk menumbuhkan budaya membaca di SDN 05 Keagungan Tamansari Jakarta Barat. Penelitian ini dilakukan pada kelas 2A dan kelas 4A. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data penelitian ini menggunakan trianggulasi metodelogis. Data dianalisis melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi pojok baca literasi untuk menumbuhkan budaya membaca telah diterapkan di SDN 05 Keagungan Tamansari Jakarta Barat melalui, pembuatan tim pelaksanaan, menyediakan ruangan pojok baca di setiap kelas, kegiatan membaca siswa yang dilakukan setiap hari yaitu dengan melakukan pembiasaan membaca dalam hati dan membaca interaktif. Adapun hambatan dalam pelaksanaan penerapan pojok baca literasi yaitu keterbatasan koleksi bahan buku bacaan, ada beberapa siswa yang kurang minat dalam hal membaca, keterbatasan waktu dan belum adanya evaluasi yang sekolah berikan terhadap kegiatan pojok baca literasi untuk menumbuhkan budaya tersebut Kata Kunci: Optimalisasi, Kegiatan Pojok Baca Literasi, Menumbuhkan Budaya Membaca.
PENGGUNAAN DIKSI DALAM KETERAMPILAN MENULIS PANTUN PADA SISWA KELAS V SDN KEAGUNGAN 05 JAKARTA BARAT Arfianiyulia; Ezik Firman Syah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.3077

Abstract

Permasalahan mengenai penelitian penggunaan diksi pada keterampilan menulis pantun didasarkan oleh ketidakmampuan siswa dalam menggunakan diksi yang tepat pada menulis pantun sehingga disebabkan kurangnya pengetahuan dan wawasan siswa dalam memilih diksi sesuai dengan kriteria yang ada seperti menentukan sampiran serta isi pantun. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penggunaan diksi dalam keterampilan menulis pantun oleh siswa kelas V di SDN Keagungan 05 Jakarta Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi terhadap 22 tulisan siswa yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya 120 diksi yang dikelompokkan berdasarkan jenis kata abstrak menjadi hal yang dominan diikuti oleh kata konkret, kata umum, dan kata khusus. Selain itu, terdapat 82 diksi yang dikelompokkan berdasarkan jenis makna, dengan makna denotasi mendominasi diikuti oleh makna konotasi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa siswa telah memiliki pemahaman yang cukup baik tentang penggunaan diksi dalam menulis pantun, namun ditemukan keterbatasan dalam interaksi siswa selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan interaksi dan partisipasi siswa, serta pengawasan yang lebih intensif dari guru dalam proses pembelajaran. Saran perbaikan meliputi penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan pelatihan kepada guru untuk memfasilitasi proses pembelajaran dengan lebih efektif. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menginvestigasi lebih lanjut faktor-faktor yang memengaruhi interaksi siswa dalam pembelajaran menulis pantun, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
PROBLEMATIK GURU DALAM MENGAJARKAN SISWA DALAM MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS V DI SDN KEDOYA UTARA 09 JAKARTA BARAT: PENELITIAN KUALITATIF Muhammad Rully Ramadhan; Ezik Firman Syah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 03 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.4509

Abstract

Teachers' problematic problems in overcoming students' difficulties in writing short stories, lack of student motivation and interest in writing short stories, many students consider writing short stories to be boring and difficult learning, lack of interesting learning strategies, methods and learning models, lack of understanding of the characteristics of their own students, so it has not created effective learning. This research aims to describe how problematic teachers are in overcoming students' difficulties in writing short stories at SDN Kedoya Utara 09. This research was conducted in classes VA, VB, VC, VD. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. The results of this research show that there are problematic aspects with several findings, such as not knowing the character of the students themselves, the teacher's learning process being too monotonous and only using the lecture method, lack of student interest and student motivation in learning short stories. There are aspects of curriculum change with several findings, such as a lack of understanding in implementing the Merdeka curriculum in the classroom. And there are aspects of teacher competency factors with several findings such as, lack of learning strategies, methods and learning models, teachers lacking mastery of techniques in making short stories, limited time in learning. Keywords: Teacher Problems, Teach Short Story Writing, Writing Short Stories.
Psikologi Sastra dalam Cerita Anak Liburan Seru di Desa Nenek Lulu Karya Anee Rahman Sebagai Alternatif Bahan Ajar Sastra di Sekolah Dasar Nastiti, Vilda Gemi; Syah, Ezik Firman
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v6i1.43764

Abstract

Kurangnya pemahaman guru dalam memilih bahan ajar sehingga anak didik hanya diberikan bahan ajar berupa buku paket. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis psikologi sastra dalam cerita anak liburan seru di desa nenek lulu karya anee rahman sebagai alternatif bahan ajar sastra di SD. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif (kualitatif). Adapun metode dalam penelitian ini adalah metode analisis isi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode baca dan catat, kepustakaan, dan wawancara. Sumber data diperoleh dari buku cerita anak Liburan Seru di Desa Nenek Lulu karya Anee Rahman. Hasil penelitian yang diperoleh dikaitkan dengan teori struktur kepribadian Sigmund Freud. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur kepribadian tokoh utama Lulu, tokoh utama Ridwan, tokoh utama Kayla, tokoh utama Udin, dan tokoh utama Kamil dalam cerita anak Liburan Seru di Desa Nenek Lulu karya Anee Rahman dibagi menjadi tiga unsur, yaitu id, ego, dan superego. Cerita anak Liburan Seru di Desa Nenek Lulu bisa dijadikan sebagai alternatif bahan ajar sastra di SD karena sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru diharapkan dapat memanfaatkan cerita anak Liburan Seru di Desa Nenek Lulu karya Anee Rahman sebagai bahan ajar sastra yang berkaitan dengan materi ajar sastra di sekolah dasar.
Echopraxia Speech Disorder in Elementary School Teacher Education Students: A Psycholinguistic Approach Ezik Firman Syah; Irma Damayantie; Irma Savitri Sadikin; Andri Purwanto
Proceeding of the International Conference on Global Education and Learning Vol. 1 No. 2 (2024): December : Proceeding of the International Conference on Global Education and L
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icgel.v1i2.99

Abstract

This latah trend phenomenon is inseparable from the development of the television entertainment world in comedy shows in Indonesia, which considers the disorder of latah speech to be something funny among the younger generation. So, students consider someone who is latah in class to be something that is considered funny. This study aimed to identify the echopraxia latah speech disorder in elementary school teacher education students with a psycholinguistic approach. This research method uses the Milles and Huberman model content analysis method with data collection techniques conducting observations, interviews, and documentation on students of the Elementary School Teacher Education Study Program at Esa Unggul University. The study results from three students who experienced echopraxia latah disorders. The sounds produced were categorized as moderate and caused noise during the learning process in class. This is because the noise created in the classroom is not from the latah utterances issued but because of the response of the classroom environment, which makes it noisy because someone who experiences echopraxia latah disorders does not only repeat their words but is followed by latah movements that are spoken. The causes of echopraxia latah disorders include spontaneity, daydreaming, being surprised when talking and being surprised from behind.
METODE MAKE A MATCH PADA MATERI SUKU KATA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I-B DI SDN TANJUNG DUREN UTARA 02 PAGI JAKARTA : Penelitian Skripsi Regita; Ezik Firman Syah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.28151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode Make A Match pada materi suku kata dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I-B SDN Tanjung Duren Utara 02 Pagi Jakarta. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 31 siswa kelas I-B. Peneliti berperan sebagai fasilitator, dibantu guru (wali kelas) dan teman sejawat sebagai observer. Teknik pengumpuan data mencakup observasi, tes, dan dokumentasi, dengan analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan. Pada siklus I, nilai rata-rata meningkat dari 69,65 (47% tuntas) menjadi 74,75 (58% tuntas). Pada siklus II, rata-rata meningkat dari 79,69 (83% tuntas) menjadi 83,37 (94% tuntas). Hasil ini memenuhi indikator keberhasilan, yaitu > 75 dengan ketuntasan kelas minimal 80%. Dengan demikian, metode Make A Match terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa pada materi suku kata.
REVITALISASI MANTRA DEBUS: PENGUATAN KEARIFAN LOKAL SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SD Syah, Ezik Firman; Agustina, Noni; Damayantie, Irma
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 01 (2024): Volume 09 No. 01 Maret 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i1.12389

Abstract

Primary school teachers ignore the local wisom when teaching Indonesian literature. They also have much interdependence of using textbooks. The study aims to explore the revitalization of debus mantra as the alternative learning material to foster local wisdom in elementary school level. The research method employed was qualitative ethnography. Field observation, interview and documentation protocol sheets were used to collect the data. The data were collected at Surya Galung community, Serang, Banten, Indonesia. Result suggested that debus mantra could be used as the alternative learning material to teach Indonesian literature in elementary school level because it can withstand external cultures, accommodates elements of external cultures, integrates components of external cultures into the native culture, and privides the direction for cultural progress.