Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Efforts of Akidah Akhlak Teachers in Shaping Students’ Religious Behavior at MTS Al-Munawaroh Tabir Raya Irdawati; Ely Surayya
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v5i3.2964

Abstract

This study aims to describe the efforts of Akidah Akhlak teachers in shaping students' religious behavior at MTs Al-Munawaroh Tabir Raya. The study employed a qualitative descriptive approach with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Research informants consisted of an Akidah Akhlak teacher, the school principal, and eighth-grade students selected through purposive sampling. Data analysis followed the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Akidah Akhlak teachers implement three principal strategies in shaping students' religious behavior, namely role modeling (uswah hasanah), systematic religious habituation including Qur'anic recitation and congregational prayers, and the deliberate integration of moral values throughout the instructional process. Behavioral evaluation is conducted formatively through continuous observation and personalized guidance. These three strategies operate synergistically and mutually reinforce one another. The study concludes that effective religious character formation requires a holistic approach that simultaneously integrates the instructional, exemplary, and institutional religious culture dimensions in a sustained and coherent manner.
POTENSI Bacillus licheniformis strain Nam 2-2 DALAM PRODUKSI BIOLISTRIK PADA VARIASI pH Silvi, Silvi Tamara; Irdawati; Advinda, Linda; Yuniarti, Elsa
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/55fxme08

Abstract

The increasing global energy demand has encouraged the development of sustainable alternative energy sources such as Microbial Fuel Cells (MFCs). This study aimed to determine the optimum pH for bioelectricity production using Bacillus licheniformis strain Nam 2-2 in a dual-chamber MFC system. The experiment employed a completely randomized design with pH variations of 7, 7.5, and 8. Voltage output was measured every 2 hours over a 24-hour incubation period. The results showed that bioelectricity production increased over time, reached a peak at 16–20 hours, and then declined. The highest voltage was observed at pH 7.5, reaching 0.782 mV, followed by pH 8 (0.758 mV) and pH 7 (0.748 mV). These findings indicate that slightly alkaline conditions are more favorable for microbial activity and electron transfer efficiency. Therefore, pH optimization is essential to improve MFC performance and supports its potential as a renewable energy source.
POLA PRODUKSI LISTRIK Bacillus licheniformis strain KGEB16 AMOBIL PADA SISTEM MICROBIAL FUEL CELL (MFC) oktriani, fazdkia; Irdawati; Alicia Farma, Siska; Fadilaturahmah
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/8cvprk22

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi berkelanjutan telah menunutut pengembangan Microbial Fuel Cell (MFC) sebagai teknologi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola produksi listrik Bacillus licheniformis strain KGEB16 yang diamobilisasi pada sistem Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan variasi konsentrasi natrium alginat (2%, 3%, 4%, 5%, dan 6%) serta lima ulangan. Proses amobilisasi sel dilakukan dengan metode entrapment menggunakan natrium alginat, sedangkan pengukuran tegangan listrik dilakukan setiap 2 jam selama periode inkubasi 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan (Duncan Multiple Range Test/DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola produksi listrik mengalami peningkatan secara bertahap sejak awal inkubasi hingga mencapai puncak pada jam ke-20, kemudian menurun pada jam ke-22 hingga 24. Tegangan tertinggi diperoleh pada konsentrasi natrium alginat 5%, sedangkan tegangan terendah diperoleh pada konsentrasi 2%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi natrium alginat berpengaruh signifikan terhadap pola produksi listrik, dengan konsentrasi optimum sebesar 5% pada sistem MFC.
POLA PRODUKSI BIOLISTRIK Aneurinibacillus thermoaerophilus STRAIN N25  PADA VARIASI SUBSTRAT LIMBAH PERTANIAN Nabila, Dinda Aulia; Irdawati; Handayani, Dezi; Yuniarti, Elsa
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/2mcsjx62

Abstract

The increasing energy demand encourages the development of renewable energy technologies such as Microbial Fuel Cell (MFC), which converts organic substrates into electricity using microorganisms. This study aimed to analyze bioelectricity production by Aneurinibacillus thermoaerophilus strain N25 using different substrates (glucose, corn cob, rice straw, and rice husk). The experiment was conducted using a dual-chamber MFC system with voltage measurements over 24 hours. The results showed that voltage increased over time, peaked at the 20th hour, and then decreased. The highest voltage was produced by glucose (0.802 mV), followed by corn cob (0.724 mV), rice straw (0.581 mV), and rice husk (0.491 mV). These results indicate that substrate type affects bioelectricity production, with corn cob as the best agricultural waste substrate.
Analisis Produksi Biolistrik oleh Aneurinibacillus thermoaerophilus Strain N25 pada Variasi Konsentrasi Starter dalam Sistem Microbial Fuel Cell (MFC) Dania Putri, Echy; Irdawati; Anhar, Azwir; Chatri, Moralita
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/4102hx98

Abstract

The increasing demand for electrical energy drives the development of renewable energy technologies such as Microbial Fuel Cell (MFC), which converts organic substrates into electricity using microorganisms. This study aims to determine the effect of starter concentration and identify the optimal concentration of Aneurinibacillus thermoaerophilus strain N25 in bioelectricity production. An experimental method was used with a dual-chamber MFC system and starter concentrations of 3%, 6%, 9%, 12%, and 15%. Voltage production was measured using a digital multimeter (V) over 24 hours. The results showed that starter concentration affected bioelectricity production, with voltage increasing over time and reaching a peak at the 20th hour. Higher starter concentrations produced higher voltage due to increased microbial activity and more efficient electron transfer.
APLIKASI PENGGUNAAN BIOLISTRIK YANG DIHASILKAN OLEH MIKROBA Bacillus licheniformis strain NA14 PADA LAMPU LED Rahmarani, Chetiarahmi; Irdawati
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/t4pqtm35

Abstract

Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat mendorong pengembangan sumber energi alternatif, salah satunya melalui teknologi Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan produksi energi listrik oleh bakteri termofilik Bacillus licheniformis strain NA14 dari sumber air panas Mudiak Sapan serta pengaplikasiannya dalam menyalakan lampu LED sebagai indikator biolistrik. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Negeri Padang pada Oktober 2025 hingga Februari 2026. Sistem MFC yang digunakan berupa bioreaktor dual - chamber dengan rangkaian seri tiga menggunakan elektroda zink sebagai anoda dan tembaga sebagai katoda, serta jembatan garam sebagai penghubung. Medium yang digunakan adalah Broth Thermophilic Medium (BTM) yang diinokulasikan dengan isolat bakteri termofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem MFC mampu menghasilkan tegangan sebesar 2,60 V sehingga dapat menyalakan lampu LED. Intensitas nyala LED dipengaruhi oleh aktivitas elektrogenik bakteri dalam mengoksidasi senyawa organik dan mentransfer elektron ke anoda. Selain itu, aktivitas enzimatik seperti xilanase serta pola pertumbuhan bakteri pada fase eksponensial dan stasioner turut mendukung peningkatan produksi listrik. Dengan demikian, Bacillus licheniformis strain NA14 berpotensi sebagai bioelectricigens dalam pengembangan teknologi MFC sebagai sumber energi alternatif.
PENGARUH VARIASI VOLUME CAIRAN RUMEN SAPI TERHADAP PRODUKSI BIOGAS BERBASIS KOTORAN SAPI Echa Azkia Afandi; Hamdah, Alya; Irdawati; Putri, Dwi Hilda
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7977

Abstract

Kebutuhan energi yang terus meningkat mendorong pengembangan sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya biogas yang dihasilkan melalui proses fermentasi anaerob bahan organik. Limbah peternakan seperti kotoran sapi memiliki potensi besar sebagai substrat biogas karena kandungan bahan organiknya yang tinggi. Selain itu, cairan rumen sapi yang kaya akan mikroorganisme dan enzim pendegradasi bahan organik diduga dapat berperan sebagai inokulum untuk meningkatkan efisiensi proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi volume cairan rumen sapi terhadap produksi biogas berbasis kotoran sapi. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu tanpa penambahan cairan rumen (P1), penambahan 160 mL cairan rumen (P2), dan penambahan 320 mL cairan rumen (P3), masing-masing dengan dua ulangan. Fermentasi dilakukan selama 20 hari dalam kondisi anaerob dalam reaktor dengan balon karet sebagai penampung gas. Volume biogas diamati setiap 5 hari berdasarkan perubahan volume balon. Hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan produksi biogas seiring bertambahnya volume cairan rumen yang digunakan. Perlakuan P3 memberikan hasil tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya, diikuti oleh P2 dan P1. Hal ini mengindikasikan bahwa cairan rumen berpotensi meningkatkan aktivitas mikroorganisme dalam proses degradasi bahan organik menjadi gas metana sehingga berkontribusi terhadap peningkatan produksi biogas.
POLA PRODUKSI BIOENERGI SEL AMOBIL Bacillus licheniformis KGEB16 SISTEM MFC PADA REUSABILITAS KETIGA Anggraeni, Shella; Irdawati; Advinda, Linda; Farma, Siska Alicia
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7979

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil yang terus menurun mendorong pengembangan energi terbarukan, salah satunya melalui teknologi Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian ini bertujuan menganalisis pola produksi bioenergi sel amobil Bacillus licheniformis strain KGEB16 dalam sistem MFC pada siklus reusabilitas ketiga. Sel bakteri diamobilisasi menggunakan matriks natrium alginat 5% (b/v) dengan metode penjebakan (entrapment), dan sistem MFC bertipe dual chamber digunakan sebagai bioreaktor. Tegangan listrik diukur setiap 2 jam selama 24 jam dengan 4 ulangan (n = 4) menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan tertinggi tercatat pada jam ke-0 sebesar 0,553 V dan menurun secara konsisten hingga 0,117 V pada jam ke-24, dengan total akumulasi tegangan sebesar 3,277 V. Pola penurunan berlangsung dalam dua fase: penurunan tajam pada jam ke-0 hingga jam ke-8 akibat deplesi substrat, dilanjutkan penurunan gradual hingga jam ke-24 karena keterbatasan difusi substrat ke dalam matriks beads. Meskipun demikian, aktivitas elektrogenesis B. licheniformis KGEB16 masih terdeteksi hingga akhir pengamatan, yang menunjukkan bahwa sel amobil dalam matriks alginat masih mampu mempertahankan aktivitas metaboliknya pada reusabilitas ketiga.