Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Konten Marketing Instagram Terhadap Citra Merek Rumah Sakit Indriati Solo Baru Hanifah Puji Astuti; Anton Susanto; Hesty Latifa Noor
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v3i3.3200

Abstract

Indonesia ranks fourth globally in terms of active Instagram users, with approximately 103 million users, positioning this platform as a strategic medium for hospitals to conduct promotion, health education, and audience engagement. Hospitals, particularly private institutions, have increasingly recognized the potential of social media in fostering strong brand images and maintaining public trust. This study aims to analyze the influence of marketing content on the brand image of Indriati Solo Baru Hospital, a private hospital that is active on Instagram and holds verified status. Employing a quantitative approach with an associative method, the research involved 100 respondents drawn from followers of the hospital’s official Instagram account, selected through incidental sampling. Data were collected via questionnaires and subsequently analyzed using simple linear regression. The results demonstrate that marketing content exerts a positive and significant impact on brand image, as reflected in the regression equation Y = 3.838 + 0.267X. Statistical analysis further revealed a significance value of 0.001 (<0.05) and a t-calculated score of 10.048, exceeding the t-table value of 1.984. The coefficient of determination (R²) was 0.507, indicating that marketing content accounts for 50.7% of the variance in brand image, while the remaining 49.3% is influenced by other factors beyond the scope of this study. Among the tested indicators, Decision Making and Life Factors demonstrated significant contributions, underscoring their role in shaping perceptions of brand image. Meanwhile, Persuasion, Reader Cognition, and Sharing Motivation functioned as supportive elements that reinforce but do not independently drive outcomes. These findings highlight the critical role of strategic content development in strengthening hospital brand image within digital spaces.
Pengaruh Gaji Dan Tunjangan Terhadap Kinerja Pegawai Unit Penunjang Non Kesehatan Rsud Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo Intan Maharani; Anton Susanto; Agus Trijono
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja merupakan hasil kerja yang diukur berdasarkan indikator tertentu seperti efisiensi, efektivitas, dan kontribusi individu terhadap organisasi. Hasil observasi menemukan indikasi kurang profesional di antara pegawai unit penunjang non kesehatan. Maka memperhatikan struktur insentif seperti gaji dan tunjangan yang sesuai dengan kinerja pegawai diperlukan agar pegawai lebih disiplin. Maka tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh gaji dan tunjangan terhadap kinerja pegawai unit penunjangan non kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ir. Soekarno Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda menggunakan uji T, uji F dan uji koefisien determinasi. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 74 pegawai unit penunjangan non kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Ir. Soekarno Sukoharjo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dengan uji analisis regresi linier berganda dengan f-hitung 71,806 > f-tabel 3,97. Nilai t hitung 2,123 > t-tabel 1,66571 dari gaji dan nilai t hitung 2,850 > t-tabel 1,66571 dari tunjangan. Dari uji F dan uji T dapat disumpulkan bahwa gaji dan tunjangan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Diperoleh koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,181 atau 18,1% gaji dan tunjangan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Dari hasil uji statistik maka dapat disimpulkan bahwa gaji dan tunjangan berpengaruh terhadap kinerja pegawai unit penunjang non kesehatan di Rumah Umum Daerah Sakit Ir. Soekarno Sukoharjo. Maka saran yang diberikan untuk rumah sakit perlu melakukan evaluasi terhadap sistem gaji dan tunjangan untuk memastikan bahwa kompensasi yang diberikan dapat sesuai dengan kinerja pegawai unit penunjang non kesehatan.
TINJAUAN PELAKSANAAN PENGAJUAN KLAIM PASIEN BPJS DI RSJD DR. RM. SOEDJARWADI PROVINSI JAWA TENGAH Lathifah Kartika; Linda Widyaningrum; Anton Susanto
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.735 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2099

Abstract

Klaim BPJS kesehatan merupakan pengajuan biaya perawatan pasien peserta BPJS olehpihak rumah sakit kepada pihak BPJS kesehatan yang dilakukan secara kolektif setiap bulannya.Apabila pada saat pengajuan klaim pasien BPJS terjadi kendala maka dapat menyebabkanterlambatnya pelaksanaan pengajuan klaim, serta penangguhan pembayaran berlebih dapatmerugikan bagi pihak rumah sakit.Penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melaluiobservasi dan wawancara mendalam kepada tiga informan yang terdiri dari 1 kepala ruang rekammedis, serta 2 orang petugas bagian casemix, dan observasi terhadap SOP yang berlaku dalampelaksanaan pengajuan klaim pasien BPJS, dan rekapan klaim pasien BPJS yang diajukan padatahun 2021.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengajuan klaim memiliki SOP dimanadilakukan paling lambat tanggal 10 disetiap bulannya oleh tim pengaju klaim secara komputerisasi.Permasalahan yang terjadi seperti maintenance server, koneksi internet error, pemadaman listrik,klaim pending dan klaim tidak layak. Upaya pemecahan masalah seperti menghubungi bagian ITinternal atau menunggu perbaikan dari Kemenkes, memperbaiki kode diagnosis atau tindakan,melengkapi bukti pemeriksaan penunjang, dan berkonsultasi dengan dokter.Penulis menyarankan untuk meningkatkan koneksi internet, pemberian pelatihan kepadapetugas koder mengenai kode-kode diagnosis dan tindakan khusus, monitoring dan evaluasi secaraberkala untuk meningkatkan kegiatan dan perencanaan pelaksanaan pengajuan klaim pasien BPJS.
Gambaran Rata-Rata Lama Rawat Inap Pasien Sectio caesarea di Rumah Sakit Panti Waluyo Yakkum Surakarta Miratna Setyo Panghesthi; Anton Susanto; Indarwati Indarwati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kesehatan menghadapi tantangan kompleks yang menuntut rumah sakit untuk meningkatkan mutu, efisiensi, dan aksesibilitas layanan. Salah satu indikator efisiensi pelayanan rawat inap adalah Average Length of Stay (ALOS). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ALOS pasien rawat inap dengan kasus sectio caesarea di Rumah Sakit Panti Waluyo Yakkum Surakarta pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari seluruh rekam medis elektronik pasien sectio caesarea, dengan teknik total sampling. Variabel yang dianalisis meliputi umur ibu, paritas, mekanisme pembayaran, diagnosis utama, dan penyakit penyerta. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran ALOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ALOS pasien secara keseluruhan adalah 2 hari, baik berdasarkan umur ibu, paritas, maupun sebagian besar diagnosis utama. Pasien dengan preeklampsia berat dan pacuan gagal memiliki ALOS lebih lama, yaitu 3 hari, karena risiko komplikasi lebih tinggi. ALOS tidak dipengaruhi signifikan oleh mekanisme pembayaran, baik JKN, umum, maupun asuransi swasta, meskipun pasien asuransi memiliki variasi sedikit lebih tinggi. Keberadaan penyakit penyerta juga tidak memperpanjang ALOS secara signifikan. Rendahnya nilai ALOS dibanding standar ideal Kementerian Kesehatan (6–9 hari) diduga dipengaruhi oleh penerapan clinical pathway, kondisi pasien yang stabil, manajemen nyeri efektif, dan edukasi pasca operasi yang baik. Kesimpulannya, penerapan clinical pathway sectio caesarea mampu menjaga konsistensi lama rawat, meningkatkan efisiensi pelayanan, dan tetap menjamin keselamatan pasien. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi rumah sakit dalam perencanaan sumber daya, evaluasi efisiensi, serta pengambilan keputusan klinis berbasis kondisi pasien individual.
HUBUNGAN BAURAN PEMASARAN DENGAN LOYALITAS PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SELOGIRI Puji Lestari; Anton Susanto; Puguh Ika Listyorini
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan rumah sakit yang semakin tinggi, membuat rumah sakit harus mampu memahami kebutuhan dan harapan pasien supaya keinginan pasien dapat terpenuhi dan meningkatkan kepuasaan pasien sehingga tercipta loyalitas pasien. Pasien yang loyal merupakan aset berharga yang harus dijaga oleh rumah sakit agar memiliki daya saing yang tinggi dengan pesaing lainnya di bidang pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran dengan loyalitas pasien rawat jalan di RS Muhammadiyah Selogiri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional-analitik yang menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Hasil penelitian menujukkan bahwa bauran pemasaran berhubungan dengan loyalitas pasien dengan nilai signifikansi produk = 0,001, harga = 0,001, tempat = 0,001 dan promosi = 0,001. Dengan demikian, Rumah Sakit diharapkan untuk dapat meningkatkan bauran pemasaran produk, harga, tempat, dan promosi sesuai dengan kebutuhan pasien dan keinginan pasien sehingga loyalitas pasien juga meningkat di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri.
Perkembangan Hukum Perjanjian di Era Digital: Dari Konvensional ke Elektronik Athaya Reza Abhipraya; Adhitya Khaliq Akbar Putra Pradana; Yoga Pratama Mahardika; Raihan Trinanda Putra; Anton Susanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.12660

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam hukum perjanjian, yang sebelumnya menggunakan dokumen fisik kini bertransformasi menjadi kontrak elektronik. Transformasi ini ditandai dengan kemudahan dan kecepatan pelaksanaan perjanjian melalui sistem elektronik seperti email dan platform digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis evolusi hukum perjanjian dalam era digital, khususnya regulasi kontrak elektronik di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif melalui analisis perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) beserta perubahannya, dan studi komparatif dengan regulasi internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak elektronik diakui secara hukum dan memiliki kekuatan hukum setara kontrak konvensional, terutama diatur dalam Pasal 18 UU ITE dan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Namun, masih terdapat tantangan seperti keabsahan tanda tangan elektronik, perlindungan data pribadi, dan mekanisme penyelesaian sengketa yang memerlukan kepastian hukum lebih kuat. Kesimpulannya, hukum perjanjian harus bertransformasi secara adaptif mengikuti kemajuan teknologi untuk mewujudkan kepastian dan keadilan hukum. Temuan ini penting untuk mendorong pengembangan regulasi yang seimbang antara inovasi digital dan perlindungan hak pihak-pihak dalam kontrak agar transaksi elektronik dapat tumbuh dengan kepercayaan dan keamanan hukum.