Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Implementasi Pemberian Jus Semangka untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi [Implementation of Watermelon Juice Administration to Reduce Blood Pressure in Elderly with Hypertension] Hasibuan, Diki Eka Putra; Damanik, Derma Wani
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251257

Abstract

Abstract. Hypertension is a condition where systolic blood pressure exceeds 140 mmHg and diastolic blood pressure exceeds 90 mmHg. A person is considered hypertensive based on intermittent or persistent increases in systolic and diastolic blood pressure. Hypertension exhibits symptoms such as severe headaches, dizziness, blurred vision, nausea, ringing in the ears, confusion, irregular heartbeat, fatigue, chest pain, difficulty breathing, and a pulsating sensation in the chest or neck. Hypertension is one of the leading causes of increased mortality and morbidity rates in Indonesia. The prevalence of hypertension among the elderly is quite high, approximately 40%, with a mortality rate of around 50% for individuals aged over 60 years. Hypertension is a vascular disorder that disrupts the supply of oxygen and nutrients carried by the blood to body tissues. Therefore, hypertensive patients require proper management. One of the non-pharmacological therapies that can be implemented is the administration of watermelon juice. This study is a quantitative research with a case study approach. The research was conducted at UPT Yansos Tuna Rungu Wicara dan Lanjut Usia Pematangsiantar from May 6 to May 31, 2025. The sample size consisted of two respondents, selected using purposive sampling. The results of the study showed changes in blood pressure in Client 1, with blood pressure of 140/100 mmHg on the first day, which decreased to 120/80 mmHg on the fifth day, and in Client 2, with blood pressure of 160/100 mmHg on the first day, which decreased to 110/70 mmHg on the fifth day. The implementation of watermelon juice administration was effective in reducing blood pressure in the elderly. Researchers recommend that clients and staff at UPT Yansos Tuna Rungu Wicara dan Lanjut Usia independently implement watermelon juice administration. Abstrak. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg. Seseorang dikatakan hipertensi dilihat dari meningkatnya tekanan darah sistolik dan diastolik yang intermitten atau menetap. Hipertensi memiliki gejala berupa sakit kepala parah, pusing, penglihatan buram, mual, telinga berdenging, kebingungan, detak jantung tidak teratur, kelelahan, nyeri dada, sulit bernafas, sensasi berdetak di dada atau leher. Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya angka mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Prevalensi hipertensi di kalangan usia lanjut cukup tinggi yaitu sekitar 40% dengan angka kematian sekitar 50% pada usia di atas 60 tahun.  Hipertensi merupakan gangguan pada pembuluh darah yang megakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai kejaringan tubuh. Maka itu, penderita hipertensi sangat membutuhkan penanganan yang baik. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan terapi non farmakologi dengan pemberian jus semangka. Jenis penelitian yaitu penelitian  kuantitatif  dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di UPT Yansos Tuna Rungu wicara dan Lanjut Usia Pematangsiantar. Penelitian dilakukan sejak tanggal 06 sampai 31 Mei 2025  Jumlah sampel sebanyak 2 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya perubahan tekanan darah pada klien I dengan tekanan darah 140/100 mmHg pada hari pertama, mengalami penurunan menjadi 120/80 mmHg pada hari ke 5 dan pada klien 2 tekanan darah 160/100 mmHg pada hari pertama turun menjadi 110/70 mmHg mmHg pada hari ke 5.Implementasi pemberian jus semangka efektif menurunkan tekanan darah pada lansia. Peneliti menyarankan kepada klien dan petugas UPT Yansos Tuna Rungu Wicara dan lanjut Usia agar dapat menerapkan pemberian jus semangka  secara mandiri.
Impact of Health Education about Stroke Pre-Hospital Emergency Treatment on Family Knowledge in Puskesmas Kartini Pematangsiantar Region Siregar, Nabilah; Damanik, Derma Wani; Handayani, Astika
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 7/ Nomor 2/ Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v7i2.166

Abstract

Introduction: Stroke was the second leading cause of death in the world from 2000 to 2019, reached 11% of total deaths. Delay in pre-hospital treatment of stroke patients can lead to a reduced proportion of patients receiving recanalization therapy. Lack of family knowledge can cause families to seek help late when an attack occurs, the severity of the disease, repeated strokes even to death. Objective: This study aims to determine the effect of health education about pre-hospital stroke management on the knowledge of families of stroke sufferers in the area of ?? Kartini Public Health Center, Pematangsiantar City. Method: The research sample were 40 family members of stroke sufferers. The sampling technique was purposive sampling. Data analy used the Wilcoxon test. Result: The results showed that majority of respondents before receiving health education had less knowledge as many as 22 people (55%), and majority of respondents had good knowledge as many as 29 people (72.5%) after being given health education, and there was an influence of health education about stroke pre-hospital management on the knowledge of families of stroke sufferers (p value 0.000). Conclusion: Health education can increase family knowledge.
Peningkatan pengetahuan lansia hipertensi dalam menangani kecemasan dengan latihan relaksasi nafas dalam di UPT Yayasan Sosial Tuna Runggu Wicara dan Lanjut Usia Pematangsiantar Damanik, Derma Wani; Saragih, Julwansa; Yunia, Eva Anita; Purba, Wulan Sari
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024865

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, terutama menyerang masyarakat dengan lanjut usia. Hipertensi menjadi salah satu faktor resiko kardiovaskular utama sebagai penyebab kematian dini pada masyarakat dunia. Hipertensi adalah suatu penyakit degeneratif dimana tekanan darah sistolik 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi merupakan peringkat keenam penyakit tertinggi di Indonesia mencapai 34,1%. Sementara itu, penderita hipertensi pada lansia di Sumatera Utara berjumlah 14.993 jiwa. Lanjut usia yang menderita hipertensi akan lebih mungkin untuk mengalami stress atau kecemasan. sehingga perlu diberikan latihan relaksasi nafas dalam untuk menurunkan kecemasan pada lansia. Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa pemberian edukasi. Subjek atau sasaran pada kegiatan ini adalah lansia dengan hipertensi yang tinggal di UPT Yayasan Sosial Tuna Rungu Wicara dan lanjut Usia Pematangsiantar sebanyak 12 orang. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh bahwa sebelum edukasi mayoritas pengetahuan responden adalah kurang sebanyak 7 orang (59%) dan setelah mendapatkan edukasi tingkat pengetahuan responden meningkat menjadi 9 orang (75%). Responden juga mengungkapkan terjadi penurunan kecemasan pada diri mereka. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman responden sebelum dan sesudah pemberian edukasi sehingga terjadi penurunan kecemasan responden.
Edukasi pentingnya melakukan perawatan diri dengan pemenuhan personal higien pada lanjut usia Damanik, Derma Wani; Saragih, Julwansa; Yunia, eva Anita; Purba, Evi Ramayanti
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023578

Abstract

Personal hygiene is personal hygiene and health which aims to prevent illness in oneself and others both physically and psychologically. The need for personal hygiene is very important and must be considered especially for the elderly because cleanliness will certainly affect health, comfort, safety and well-being. Elderly people in nursing homes (werdha homes) are a population that is vulnerable to low personal hygiene behavior. The form of community service activities carried out is by providing educational education. Educational activities are carried out for the elderly who live at UPT Yansos Deaf Speech and Elderly Pematangsiantar. The method used in this community service activity is lectures and discussions using leaflet poster media. The results of community service show that there is an increase in knowledge from before and after being given education, namely from knowledge with a less category of 7 people (46.7%) to good knowledge, namely 12 people (80%), which means that there is an increase in understanding and knowledge of the elderly after given education compared to before giving education. Abstrak: Personal higieni adalah kebersihan dan kesehatan perorangan yang bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri dan orang lain baik secara fisik maupun psikologis. Kebutuhan personal hygiene menjadi hal yang sangat penting dan harus diperhatikan terutama bagi usia lanjut karena kebersihan tentunya akan mempengaruhi kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan. Lanjut usia di lingkungan panti jompo (panti werdha) merupakan populasi yang rentan akan rendahnya perilaku personal hygiene. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah dengan pemberian edukasi edukasi. Kegiatan edukasi dilakukan kepada lansia yang tinggal di UPT Yansos Tuna Rungu Wicara dan Lanjut Usia Pematangsiantar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu ceramah dan diskusi dengan menggunakan media poster leaflet. Hasil Pengabdian kepada masyarakat menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dari sebelum dan sesudah diberikan edukasi yaitu dari pengetahuan dengan kategori kurang sebanyak 7 orang (46,7%) menjadi pengetahuan baik yaitu 12 orang (80%), yang berarti bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan lansia sesudah diberikan edukasi dibandingkan sebelum pemberian edukasi.
Edukasi manajemen diri penderita diabetes mellitus di Huta III Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Damanik, Derma Wani; Saragih, Julwansa; Yunia, Eva Anita; Dewi, Rani Sartika
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024733

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit menahun akibat kadar gula darah yang tinggi. Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang membutuhkan pengontrolan status metabolik untuk meminimalkan terjadinya komplikasi multi organ yang seiring waktu dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Jumlah kasus dan prevalensi diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2021, lebih dari lebih dari setengah miliar manusia dari seluruh dunia hidup dengan diabetes, atau tepatnya 537 juta orang, dan jumlah ini diproyeksikan akan mencapai 643 juta pada tahun 2030, dan 783 juta pada tahun 2045. Indonesia menempati peringkat kelima dari negara-negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Pelaksanaan Pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk edukasi atau pemberian informasi untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang manajemen diri penderita diabetes melitus.  Subjek atau sasaran dalam kegiatan ini adalah masayarakat yang tinggal di Huta III Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Hasil pengabdian masyarakat diketahui bahwa sebelum diberikan edukasi mayoritas pengetahuan responden adalah kurang sebanyak 17 orang (48,5%), pengetahuan cukup sebanyak 10 orang (28,6%), dan pengetahuan baik 8 orang (22,9%), sedangkan setelah pemberian edukasi mayoritas pengetahuan responden adalah baik sebanyak 29 orang (82,8%), pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (17,2%) dan pengetahuan kurang 0 orang. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi manajemen prilaku penderita diabetes memberikan dampak yang positif bagi peserta dan terdapat peningkatan pemahaman peserta dari sebelum dan sesudah pemberian edukasi.Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease caused by high blood sugar levels. Diabetes Mellitus is a disease that requires controlling metabolic status to minimize the occurrence of multi-organ complications which over time can cause serious damage to the heart, blood vessels, eyes, kidneys and nerves. The number of cases and prevalence of diabetes has continued to increase over the last few decades. In 2021, more than half a billion people from all over the world live with diabetes, or to be precise 537 million people, and this number is projected to reach 643 million in 2030, and 783 million in 2045. Indonesia is ranked fifth among the countries in the world. The country with the highest number of diabetes sufferers in the world. Implementation of community service is carried out in the form of education or providing information to provide public understanding about self-management of diabetes mellitus sufferers. The subjects or targets in this activity are the people who live in Huta III Tanjung Pasir, Tanah Jawa District, Simalungun Regency. The results of community service showed that before being given education, the majority of respondents' knowledge was 17 people (48.5%) lacking, 10 people had sufficient knowledge (28.6%), and 8 people (22.9%) had good knowledge. The majority of respondents' education knowledge was good, 29 people (82.8%), 6 people had sufficient knowledge (17.2%) and 0 people had poor knowledge. The results of this activity show that providing education on behavior management for diabetes sufferers had a positive impact on participants and there was an increase in participants' understanding before and after providing education.
Association of Risk Factors with Type 2 Diabetes: A Scoping Review Hulu, Victor Trismanjaya; Saragih, Julwansa; Damanik, Balqis Nurmauli; Damanik, Derma Wani; Yunia, Eva Anita; Sinurat, Buenita
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v7i2.5305

Abstract

The incidence of type 2 diabetes mellitus (type 2 DM) is one of the public health problems worldwide, with various factors as risk factors that can lead to high morbidity and mortality rates for people with type 2 DM. This study aims to identify, investigate, and summarize various scientific evidence related to risk factors for type 2 DM. The approach used in this study was a scoping review with the PRISMA protocol. The PICO framework was used as an early-stage strategy in conducting article searches. Databases such as Google Scholar, PubMed, Scopus, and ScienceDirect were used as literature search tools. The study inclusion criteria were journal articles published from 2016 to 2024 and English-language articles with open access. Of the 157 journal articles identified, only 11 were eligible for analysis after selection and eligibility. The data extraction stage was conducted by six people on 11 eligible articles and continued with the qualitative data analysis process. The study reported that age, education, duration of DM, gender and income, physical activity, obesity, consumption of sugary foods and beverages, and low fruit consumption are risk factors for type 2 DM.