Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan pengetahuan lansia hipertensi dalam menangani kecemasan dengan latihan relaksasi nafas dalam di UPT Yayasan Sosial Tuna Runggu Wicara dan Lanjut Usia Pematangsiantar Damanik, Derma Wani; Saragih, Julwansa; Yunia, Eva Anita; Purba, Wulan Sari
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024865

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, terutama menyerang masyarakat dengan lanjut usia. Hipertensi menjadi salah satu faktor resiko kardiovaskular utama sebagai penyebab kematian dini pada masyarakat dunia. Hipertensi adalah suatu penyakit degeneratif dimana tekanan darah sistolik 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi merupakan peringkat keenam penyakit tertinggi di Indonesia mencapai 34,1%. Sementara itu, penderita hipertensi pada lansia di Sumatera Utara berjumlah 14.993 jiwa. Lanjut usia yang menderita hipertensi akan lebih mungkin untuk mengalami stress atau kecemasan. sehingga perlu diberikan latihan relaksasi nafas dalam untuk menurunkan kecemasan pada lansia. Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa pemberian edukasi. Subjek atau sasaran pada kegiatan ini adalah lansia dengan hipertensi yang tinggal di UPT Yayasan Sosial Tuna Rungu Wicara dan lanjut Usia Pematangsiantar sebanyak 12 orang. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh bahwa sebelum edukasi mayoritas pengetahuan responden adalah kurang sebanyak 7 orang (59%) dan setelah mendapatkan edukasi tingkat pengetahuan responden meningkat menjadi 9 orang (75%). Responden juga mengungkapkan terjadi penurunan kecemasan pada diri mereka. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman responden sebelum dan sesudah pemberian edukasi sehingga terjadi penurunan kecemasan responden.
Edukasi pentingnya melakukan perawatan diri dengan pemenuhan personal higien pada lanjut usia Damanik, Derma Wani; Saragih, Julwansa; Yunia, eva Anita; Purba, Evi Ramayanti
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023578

Abstract

Personal hygiene is personal hygiene and health which aims to prevent illness in oneself and others both physically and psychologically. The need for personal hygiene is very important and must be considered especially for the elderly because cleanliness will certainly affect health, comfort, safety and well-being. Elderly people in nursing homes (werdha homes) are a population that is vulnerable to low personal hygiene behavior. The form of community service activities carried out is by providing educational education. Educational activities are carried out for the elderly who live at UPT Yansos Deaf Speech and Elderly Pematangsiantar. The method used in this community service activity is lectures and discussions using leaflet poster media. The results of community service show that there is an increase in knowledge from before and after being given education, namely from knowledge with a less category of 7 people (46.7%) to good knowledge, namely 12 people (80%), which means that there is an increase in understanding and knowledge of the elderly after given education compared to before giving education. Abstrak: Personal higieni adalah kebersihan dan kesehatan perorangan yang bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri dan orang lain baik secara fisik maupun psikologis. Kebutuhan personal hygiene menjadi hal yang sangat penting dan harus diperhatikan terutama bagi usia lanjut karena kebersihan tentunya akan mempengaruhi kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan. Lanjut usia di lingkungan panti jompo (panti werdha) merupakan populasi yang rentan akan rendahnya perilaku personal hygiene. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah dengan pemberian edukasi edukasi. Kegiatan edukasi dilakukan kepada lansia yang tinggal di UPT Yansos Tuna Rungu Wicara dan Lanjut Usia Pematangsiantar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu ceramah dan diskusi dengan menggunakan media poster leaflet. Hasil Pengabdian kepada masyarakat menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dari sebelum dan sesudah diberikan edukasi yaitu dari pengetahuan dengan kategori kurang sebanyak 7 orang (46,7%) menjadi pengetahuan baik yaitu 12 orang (80%), yang berarti bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan lansia sesudah diberikan edukasi dibandingkan sebelum pemberian edukasi.
Edukasi manajemen diri penderita diabetes mellitus di Huta III Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Damanik, Derma Wani; Saragih, Julwansa; Yunia, Eva Anita; Dewi, Rani Sartika
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024733

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit menahun akibat kadar gula darah yang tinggi. Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang membutuhkan pengontrolan status metabolik untuk meminimalkan terjadinya komplikasi multi organ yang seiring waktu dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Jumlah kasus dan prevalensi diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2021, lebih dari lebih dari setengah miliar manusia dari seluruh dunia hidup dengan diabetes, atau tepatnya 537 juta orang, dan jumlah ini diproyeksikan akan mencapai 643 juta pada tahun 2030, dan 783 juta pada tahun 2045. Indonesia menempati peringkat kelima dari negara-negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Pelaksanaan Pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk edukasi atau pemberian informasi untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang manajemen diri penderita diabetes melitus.  Subjek atau sasaran dalam kegiatan ini adalah masayarakat yang tinggal di Huta III Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Hasil pengabdian masyarakat diketahui bahwa sebelum diberikan edukasi mayoritas pengetahuan responden adalah kurang sebanyak 17 orang (48,5%), pengetahuan cukup sebanyak 10 orang (28,6%), dan pengetahuan baik 8 orang (22,9%), sedangkan setelah pemberian edukasi mayoritas pengetahuan responden adalah baik sebanyak 29 orang (82,8%), pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (17,2%) dan pengetahuan kurang 0 orang. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi manajemen prilaku penderita diabetes memberikan dampak yang positif bagi peserta dan terdapat peningkatan pemahaman peserta dari sebelum dan sesudah pemberian edukasi.Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease caused by high blood sugar levels. Diabetes Mellitus is a disease that requires controlling metabolic status to minimize the occurrence of multi-organ complications which over time can cause serious damage to the heart, blood vessels, eyes, kidneys and nerves. The number of cases and prevalence of diabetes has continued to increase over the last few decades. In 2021, more than half a billion people from all over the world live with diabetes, or to be precise 537 million people, and this number is projected to reach 643 million in 2030, and 783 million in 2045. Indonesia is ranked fifth among the countries in the world. The country with the highest number of diabetes sufferers in the world. Implementation of community service is carried out in the form of education or providing information to provide public understanding about self-management of diabetes mellitus sufferers. The subjects or targets in this activity are the people who live in Huta III Tanjung Pasir, Tanah Jawa District, Simalungun Regency. The results of community service showed that before being given education, the majority of respondents' knowledge was 17 people (48.5%) lacking, 10 people had sufficient knowledge (28.6%), and 8 people (22.9%) had good knowledge. The majority of respondents' education knowledge was good, 29 people (82.8%), 6 people had sufficient knowledge (17.2%) and 0 people had poor knowledge. The results of this activity show that providing education on behavior management for diabetes sufferers had a positive impact on participants and there was an increase in participants' understanding before and after providing education.
Association of Risk Factors with Type 2 Diabetes: A Scoping Review Hulu, Victor Trismanjaya; Saragih, Julwansa; Damanik, Balqis Nurmauli; Damanik, Derma Wani; Yunia, Eva Anita; Sinurat, Buenita
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v7i2.5305

Abstract

The incidence of type 2 diabetes mellitus (type 2 DM) is one of the public health problems worldwide, with various factors as risk factors that can lead to high morbidity and mortality rates for people with type 2 DM. This study aims to identify, investigate, and summarize various scientific evidence related to risk factors for type 2 DM. The approach used in this study was a scoping review with the PRISMA protocol. The PICO framework was used as an early-stage strategy in conducting article searches. Databases such as Google Scholar, PubMed, Scopus, and ScienceDirect were used as literature search tools. The study inclusion criteria were journal articles published from 2016 to 2024 and English-language articles with open access. Of the 157 journal articles identified, only 11 were eligible for analysis after selection and eligibility. The data extraction stage was conducted by six people on 11 eligible articles and continued with the qualitative data analysis process. The study reported that age, education, duration of DM, gender and income, physical activity, obesity, consumption of sugary foods and beverages, and low fruit consumption are risk factors for type 2 DM.
SCOPING REVIEW ON RISK FACTORS ASSOCIATED WITH HYPERTENSION IN INDONESIA Hulu, Victor Trismanjaya; Saragih, Julwansa; S, Buenita; Damanik, Derma Wani; Zebua, Arianus; Yunia, Eva Anita; Rifai, Achmad; Dewi, Rani Sartika
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Hypertension is a global health problem that contributes significantly to deaths from cardiovascular disease. Unhealthy lifestyles, including excessive salt consumption, physical inactivity, and obesity, are the primary factors. Without management, hypertension can lead to serious complications such as heart disease, stroke, and kidney failure. Objective: This study aims to investigate, summarise, and identify various scientific evidence related to hypertension risk factors. Methods: This study employed a scoping review approach organised according to the PRISMA protocol. The Population– Concept–Context (PCC) framework was utilised as an initial guideline in formulating research questions and searching for relevant articles. The literature search process was conducted using several databases, including Google Scholar and Scopus. The included articles had to meet the inclusion criteria, which were limited to open-access journals published between 2020 and 2025. From a total of 512 articles found, only 14 met the selection criteria and were suitable for analysis. The data extraction process was conducted by eight people on the 14 selected articles, followed by qualitative data analysis. Results: The findings indicate that factors such as age, gender, length of employment, consumption of salt, sugary drinks, high-fat foods, elevated total cholesterol levels, low vegetable intake, lack of physical activity, stress, and abdominal circumference that exceeds the recommended play a role in increasing the risk of hypertension. Conclusion: These factors trigger fluid retention, insulin resistance, dyslipidemia, and central obesity that together raise blood pressure and accelerate vascular damage.