Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Pharmacy Genius

Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Facial-Wash Ekstrak Kayu Secang Dan Daun Belimbing Wuluh Terhadap Propionibacterium acnes Hamidah, Ai' Wikri; Samodra, Galih; Prabandari, Rani
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.336

Abstract

Pendahuluan: Ektrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik fisik dan daya hambat bakteri sediaan gel facial-wash ekstrak kayu secang dan daun belimbing wuluh. Metode: metode penelitian adalah eksperimen. Ekstrak diformulasikan dalam bentuk sediaan gel facial-wash. F1 menggunakan konsentrasi ekstrak kayu secang 5% dan daun belimbing wuluh 10%, F2 menggunakan konsentrasi ekstrak kayu secang 7,5% dan daun belimbing wuluh 7,5%, F3 menggunakan konsentrasi ekstrak kayu secang 10% dan daun belimbing wuluh 5%. Hasil evaluasi sifat fisik mencangkup uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji tinggi busa, dan uji antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil: Hasil pada F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan sediaan gel facial-wash.  Namun, uji pH dan daya sebar pada F3 tidak memenuhi kriteria sediaan gel facial-wash. Hasil uji antibakteri sediaan gel facial-wash esktrak kayu secang dan daun belimbing wuluh metode difusi sumuran, pada kontrol positif 19,07 mm, F1 sebesar 11,53 mm, F2 sebesar 17,07 mm, dan F3 sebesar 20 mm. Kesimpulan: Sediaan gel facial-wash ekstrak kayu secang dan daun belimbing wuluh menghasilkan zona hambat yang kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes.
Pengaruh Ketinggian Tempat Tumbuh Terhadap Kadar Flavonoid Total dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Mahoni (Swietenia Maghoni L.) Aminurita, Agus; Samodra, Galih; Fitriana, Adita Silvia
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.344

Abstract

Pendahuluan: Mahoni merupakan salah satu tumbuhan tropis dari famili Meliaceae yang berasal dari Hindia Barat. Kandungan senyawa kimia yang ada di dalam mahoni diantaranya senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, steroid, dan terpenoid. Beberapa penelitian menyatakan bahwa metabolit sekunder pada tanaman dipengaruhi oleh ketinggian tempat tumbuh. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun Mahoni (Switenia maghoni L). Metode: penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan metode kolorimetri untuk mengetahui kadar flavonoid total daun mahoni dan menggunakan metode dpph untuk menetapkan aktivitas antioksidan daun mahoni (Swietenia maghoni L). Hasil: Hasil analisis statistik one way ANOVA nilai signifikansinya dari analisis flavonoid total sebesar 0,000 < 0,05. Aktivitas antioksidan esktrak metanol daun Mahoni berpengaruh secara signifikan terhadap ketinggian lokasi tumbuh. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikasi (P<0,05). Kesimpulan: Dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ketinggian lokasi tumbuh berpengaruh terhadap kadar total flavonoid dan aktivitas antioksidan daun Mahoni (Swietenia mahagoni (L.)
Pharmacological Potential and Bioactivity of Pandanus spp.: A Scopus-Based Bibliometric Analysis Setiyoputro, Aji; Samodra, Galih; Prabandari, Rani
Pharmacogenius Journal Vol 4 No 3 (2025): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v4i3.861

Abstract

ntroduction: Pandanus spp. are tropical plants widely recognized for their ethnomedicinal use and diverse phytochemical constituents, including flavonoids, alkaloids, and phenolic compounds with pharmacological potential. Despite this, global research on Pandanus remains fragmented and lacks systematic mapping. Objective: This study aimed to perform a bibliometric analysis of Pandanus research related to pharmacological potential and bioactivity using Scopus-indexed literature. Method: A Scopus search was conducted using taxonomic and pharmacological keywords without time restrictions, limited to English-language articles, reviews, and conference papers. Eligible records were analyzed with Bibliometrix (Biblioshiny) for bibliometric indicators and VOSviewer for visualization. Metrics included publication trends, citations, authorship, institutional and country contributions, co-citation networks, and keyword co-occurrence. Conclusion: Between 1984–2024, publications exhibited steady growth, with early studies maintaining citation relevance for decades. Productivity was concentrated among a few authors, notably Nonato MG, supported by institutions such as Universiti Malaysia Terengganu and other Southeast Asian universities. Collaboration networks were primarily Asia-centered, with Indonesia and India as key hubs. Keyword mapping revealed four thematic clusters: phytochemistry and antioxidants, taxonomy and isolation, pharmacology and metabolism, and ethnomedicine. The Journal of Ethnopharmacology emerged as the primary publication outlet. Pandanus research reflects sustained interest, regional leadership, and thematic diversity. Broader international collaborations and advanced pharmacological investigations are essential to fully realize the therapeutic promise of Pandanus-derived compounds.
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Facial-Wash Ekstrak Kayu Secang Dan Daun Belimbing Wuluh Terhadap Propionibacterium acnes Hamidah, Ai' Wikri; Samodra, Galih; Prabandari, Rani
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.336

Abstract

Pendahuluan: Ektrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik fisik dan daya hambat bakteri sediaan gel facial-wash ekstrak kayu secang dan daun belimbing wuluh. Metode: metode penelitian adalah eksperimen. Ekstrak diformulasikan dalam bentuk sediaan gel facial-wash. F1 menggunakan konsentrasi ekstrak kayu secang 5% dan daun belimbing wuluh 10%, F2 menggunakan konsentrasi ekstrak kayu secang 7,5% dan daun belimbing wuluh 7,5%, F3 menggunakan konsentrasi ekstrak kayu secang 10% dan daun belimbing wuluh 5%. Hasil evaluasi sifat fisik mencangkup uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji tinggi busa, dan uji antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil: Hasil pada F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan sediaan gel facial-wash.  Namun, uji pH dan daya sebar pada F3 tidak memenuhi kriteria sediaan gel facial-wash. Hasil uji antibakteri sediaan gel facial-wash esktrak kayu secang dan daun belimbing wuluh metode difusi sumuran, pada kontrol positif 19,07 mm, F1 sebesar 11,53 mm, F2 sebesar 17,07 mm, dan F3 sebesar 20 mm. Kesimpulan: Sediaan gel facial-wash ekstrak kayu secang dan daun belimbing wuluh menghasilkan zona hambat yang kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes.
Pengaruh Ketinggian Tempat Tumbuh Terhadap Kadar Flavonoid Total dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Mahoni (Swietenia Maghoni L.) Aminurita, Agus; Samodra, Galih; Fitriana, Adita Silvia
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.344

Abstract

Pendahuluan: Mahoni merupakan salah satu tumbuhan tropis dari famili Meliaceae yang berasal dari Hindia Barat. Kandungan senyawa kimia yang ada di dalam mahoni diantaranya senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, steroid, dan terpenoid. Beberapa penelitian menyatakan bahwa metabolit sekunder pada tanaman dipengaruhi oleh ketinggian tempat tumbuh. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun Mahoni (Switenia maghoni L). Metode: penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan metode kolorimetri untuk mengetahui kadar flavonoid total daun mahoni dan menggunakan metode dpph untuk menetapkan aktivitas antioksidan daun mahoni (Swietenia maghoni L). Hasil: Hasil analisis statistik one way ANOVA nilai signifikansinya dari analisis flavonoid total sebesar 0,000 < 0,05. Aktivitas antioksidan esktrak metanol daun Mahoni berpengaruh secara signifikan terhadap ketinggian lokasi tumbuh. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikasi (P<0,05). Kesimpulan: Dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ketinggian lokasi tumbuh berpengaruh terhadap kadar total flavonoid dan aktivitas antioksidan daun Mahoni (Swietenia mahagoni (L.)
Evaluasi Sifat Fisik Masker Clay Ekstrak Etanol Kulit Pisang Ambon (Musa paradisiaca (L.) Kunt. var. sapientum) Dengan Kaolin Dan Bentonit Sebagai Basis Masker Pamungkas, Ajeng Sukma; Fauziah, Fauziah; Samodra, Galih
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 3 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i3.411

Abstract

Pendahuluan: Masker wajah berjenis clay sering digunakan karena memiliki kemampuan untuk meregenerasi kembali kulit. Perubahan pada kulit akan terlihat ketika masker mulai menunjukkan efek menarik pada permukaan kulit setelah mengering. Sensasi ini merangsang penyegaran kulit, dengan masker clay mampu mengangkat kotoran dan komedo ketika masker dicuci dari wajah. Hasilnya setelah menggunakan masker adalah kulit akan terlihat lebih cerah dan bersih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, iritasi dan kesukaan masker clay ekstrak etanol kulit pisang ambon (Musa Paradisiaca (L.) Kunt. var. Sapientum) dengan kaolin dan bentonit sebagai basis masker. Metode: Metode eksperimental menggunakan hewan uji untuk pengujian iritasi, dan menggunakan panelis terhadap pengujian kesukaan masker yang dihasilkan. Sampel dalam penelitian ini adalah kombinasi kaolin dan bentonit masing-masing F1(26,5%:0,5%), F2(26%:1%), F3(25,5%:1,5%), F4(25%:2%). Hasil: Hasil evaluasi menunjukan semua formula memenuhi standar organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat dan daya sebar. Pengujian dengan Kruskal Wallis menunjukan perbedaan signifikansi pada pH, daya lekat, daya sebar dan waktu kering antara formula. Uji iritasi pada hewan uji menunjukan tidak terjadinya eritema dan edema, dengan indeks iritasi primer 0. Uji hedonik menunjukan semua formula disukai oleh panelis, dengan formula 3 mendapatkan skor tertinggi. Kesimpulan: Dalam penelitian pada keempat formula telah memenuhi standar pengujian, dengan hasil formula 3 lebih direkomendasikan sebagai produk masker clay.