Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

CHILDREN'S AGE AND PARENTING STYLE IN CHILDREN WITH SPEECH DELAY Suharto, Idola Perdana Sulistyoning; Yunalia, Endang Mei; Jayani, Indah; Karingga, Devangga Darma; Lindia, Hessy
International Journal of Patient Safety and Quality Vol. 1 No. 2 (2024): International Journal of Patient Safety and Quality, October 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijpsq.v1i2.62755

Abstract

Background: Speech delay is a state of speech development that has below average quality. Speech delay is influenced by several factors including the children’s age and parenting style. The aim of this study was to determine the relationship between child age and parenting patterns with speech delay. Method: The study was cross-sectional, with a sample size of 70 respondents which from pediatric patients at Kediri Physiotherapy Clinic in 2023, obtained through accidental sampling. The study’s dependent variable was speech delay, and the independent variables were the children's age and parenting style. The instrument used is a questionnaire. Data were collected using a questionnaire analyzed by chi square statistical test. Result: Most children were male (51 respondents) on pre-school with 1 of siblings (42 respondents). Parents were mostly on high level education and they use authoritarian parenting style for their children. Chi square statistical test show that there is no relationship between the children's age and speech delay (p-value = 0,271), and there is a relationship between parenting style and speech delay (p-value = 0.000). Conclusion: Parenting style has a correlation with speech delay. Therefore, the role of parents in providing parenting was very important for children's development. Parents must pay attention to provided stimulation and interaction with children, it was very important for children's growth and development, because the role of parents in caring for children was very impactfull.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI ROM AKTIF TERHADAP NILAI ABI (ANKLE BRACHIAL INDEX) PADA PENDERITA NEUROPOTI DIABETIK DI KELURAHAN BUJEL KOTA KEDIRI Ramayanti, Eva Dwi; Susmiati, Susmiati; Karingga, Devangga Darma; Wahdi, Achmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28291

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya yaitu Peripheral Artery Disease (PAD). Untuk mendeteksi adanya PAD pada penderita DM tipe 2 dilakukan pemeriksaan non-invasif yaitu Ankle Brachial Index (ABI). Pada penelitian ini ditemukan banyaknya jumlah penderita DM Tipe 2 yang memiliki nilai ABI di bawah normal dalam kategori obstruksi ringan. Intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai ABI yaitu ROM aktif ekstremitas bawah. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi pengaruh ROM aktif terhadap nilai ABI pada penderita DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen jenis one group pre eksperimen desaign dengan metode pre-post test design. Populasi penelitian ini yaitu semua pasien lama DM tipe 2 Puskesmas Sukorame yang tidak memiliki ulkus diabetik dan edema kaki sebanyak 24 orang dan jumlah sampelnya 23 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi yang diberikan yaitu ROM aktif ekstremitas bawah sebanyak 1 kali setiap hari, selama 2 minggu. Uji statistik yang digunakan wilcoxon. Hasil penelitian sebelum ROM aktif ekstremitas bawah terdapat 14 responden dalam kategori obstruksi ringan dengan rata-rata nilai ABI 0,80 dan sesudah ROM aktif ekstremitas bawah terdapat 14 responden dalam kategori normal dengan rata-rata nilai nilai ABI 0,91. Hasil uji statistic menunjukkan ada pengaruh latihan ROM aktif ekstremitas bawah terhadap nilai ABI pada penderita DM tipe 2 (pvalue=0,00). Hasil  ini diharapkan dapat digunakan sebagai intervensi untuk meningkatkan nilai ABI, sehingga mencegah terjadinya PAD pada penderita DM tipe 2.
PEMBERIAN EDUKASI TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI LENGKAP DAN VAKSINASI POLIO Darma Karingga, Devangga; Nikmatul Nikmah, Anis
Jurnal LENTERA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v4i2.377

Abstract

Immunization is a public health intervention that is very effective in preventing serious infectious diseases. In this context, polio vaccination plays an important role because polio can cause permanent paralysis and even death. The aim of this activity is to increase knowledge, awareness and community participation about the importance of immunization, especially polio vaccination, through providing accurate information and eliminating misinformation, as well as facilitating access to health services. Method: This service begins with preparation and includes monitoring and evaluation. Where the interventions carried out are counseling, distribution of educational materials, door-to-door visits, and mobile posyandu to the community. Results: there has been a significant increase in knowledge, awareness and positive attitudes of the community towards immunization and polio vaccination. The evaluation showed a 45% increase in knowledge and a supportive change in attitudes. Conclusion: Service activities in Bandar Kidul Village succeeded in increasing the community's knowledge and positive attitudes towards polio immunization. This activity could be a model for other regions and is recommended to be held regularly with structured material and developed for maternal and child health (KIA).
Pengaruh Dukungan Keluarga dan Sosial Pada Peningkatan Status Kesehatan dan Self-Care Managemen Diabetes Melitus: Tinjauan Sistematis Karingga, Devangga Darma; Indah Jayani; Idola Perdana Sulistyoning Suharto; Moh Alimansur; Eva Dwi Ramayanti
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i1.189

Abstract

The prevalence of type 2 diabetes mellitus (T2DM) is increasing in low- and middle-income countries, caused by obesity, unhealthy eating patterns, sedentary behavior, and aging. Social support, both from family and friends, is recognized as an important factor in improving health habits and disease management, especially in the case of diabetes. Family education of patients with T2DM can improve self-care behavior and motivation, playing a key role in the concept of family-centered empowerment. This research used a systematic review, where articles were searched in four leading databases, namely Scopus, ProQuest, ScienceDirect, and SAGE, starting from early May 2024. The search was carried out using a combination of keywords and MESH terminology related to family and social support in diabetes mellitus patients. Articles selected for review were then evaluated in depth by researchers using JBI critical appraisal tools to address bias. Based on the selection of articles, a total of 10 articles were deemed appropriate for researchers and stated that they had significant results and statements regarding the influence of family and social support in the self-care management of diabetes mellitus sufferers. Family and social support have an impact on diabetes patients through both face-to-face interventions and telenursing, highlighting the ongoing need for continuous support.
Pelatihan Tentang Perawatan Kaki pada Pasien Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Komunitas Eva Dwi Ramayanti; Devangga Darma Karingga
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 1 (2024): November 2024
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/adimaska.v1i1.6447

Abstract

Kegiatan pengembangan diri dalam upaya pelatihan pelayanan kesehatan bagi penderita Diabetes Mellitus merupakan suatu keharusan bagi setiap tenaga kesehatan yang ada. Salah Satu kegiatannya adalah dengan memberikan pelatihan pelayanan kesehatan bersama tentang perawatan kaki pada penderita Diabetes Mellitus. Kegiatan pelatihan yang dilakukan diwilayah Kelurahan Pojok Kota Kediri. Kegiatan pelatihan berupa pemeriksaan berkala serta mengikuti penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan, perawatan dan senam kaki DM. ini juga merupakan salah satu kegiatan pengembangan pelayanan kesehatan yang dilakukan bersama dengan tenaga kesehatan yang ada di wilayah setempat. Dalam kegiatan pemberian pelatihan ini kami sebagai tenanga kesehatan menerapkan beberapa materi diklat first aid serta materi dasar. Materi pelatihan terdiri dari : 1). pelatihan senam kaki diabetic, 2). penyuluhan tentang Penyakit diabetes melitus, 3).pemeriksaan kadar gula darah. Kegiatan pelaihan menggunakan metode pelatihan tentang senam kaki diabetic pre-post test, edukasi dan diskusi. Berdasarkan evaluasi hasil yang dicapi berupa peningkatan pengetahuan peserta tentang penyakit diabetes melitus, antusiasme peserta dalam mengukuti Latihan senam kaki diabetic dan pemeriksaan kadar gula darah. Sebelum diberikan penyuluhan, sebanyak 80% perserta memiliki pengetahuan yang kurang dan setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan menjadi 90% peserta telah memiliki pengetahuan yang baik.
PEMBERIAN EDUKASI TENTANG KEGAWATDARURATAN DASAR PADA SISWA SDN 2 POJOK KEDIRI Devangga Karingga; Sri Haryuni; Endang Mei Yunalia; Idola Perdana Sulistyoning Suharto; Indah Jayani; Kun Ika Nur Rahayu; Achmad Wahdi
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 2 No 1 (2025): November 2025
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/adimaska.v2i01.7229

Abstract

Pendahuluan : Kegawatdaruratan dapat terjadi secara tiba-tiba dan berisiko mengancam keselamatan anak usia sekolah dasar yang memiliki tingkat aktivitas dan mobilitas tinggi. Rendahnya pengetahuan anak mengenai penanganan kegawatdaruratan dapat menghambat respons awal yang tepat sebelum bantuan profesional diperoleh. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kegawatdaruratan sejak dini di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa usia 6–7 tahun di SDN Pojok 2 Kediri dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Metode : pengabdian menggunakan pendekatan edukasi partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan tenaga medis melalui kegiatan penyuluhan, simulasi pertolongan pertama, role play, serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa, disertai observasi selama simulasi dan kuesioner kepuasan untuk menilai efektivitas kegiatan. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan media visual yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Hasil : menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan, ditandai dengan peningkatan rata-rata nilai post-test sekitar 40% dibandingkan pre-test. Siswa juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengenali situasi kegawatdaruratan dan mempraktikkan langkah-langkah pertolongan pertama dasar, serta peningkatan kepercayaan diri dalam bertindak saat simulasi. Guru dan siswa memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan mengharapkan adanya program lanjutan. Kesimpulan : edukasi kegawatdaruratan berbasis partisipatif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan anak usia sekolah dasar. Program ini berpotensi membangun budaya keselamatan sejak dini dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan guru dan orang tua agar manfaatnya dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Faktor yang berhubungan dengan kejadian speech delay Suharto, Idola Perdana Sulistyoning; Karingga, Devangga Darma; Yunalia, Endang Mei; Jayani, Indah
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/87b2xh74

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan adalah proses bertambahnya fungsi dan struktur tubuh yang lebih kompleks pada gerak kasar, halus, bicara, bahasa, dan sosialisasi kemandirian. Lebih dari 200 juta anak di bawah usia lima tahun diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Gangguan bicara serta bahasa merupakan salah satu gangguan perkembangan yang sering ditemukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian speech delay.Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan jumlah populasi dan sampel sebanyak 70 responden. Teknik sampling yang dilakukan adalah accidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025 di Trimulia Fisioterapi. Variabel independennya adalah jenis kelamin, durasi penggunaan gadget, dan pola asuh. Variable dependennya adalah kejadian speech delay. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi suare dan spearman rank.Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan hasil ada hubungan jenis kelamin dan pola asuh dengan kejadian speech delay dengan nilai p 0,001 dan 0,000. Berdasarkan hasil uji spearman rank didapatkan hasil ada hubungan durasi penggunaan gadget dengan kejadian speech delay  dengan nilai p 0,000.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin, durasi penggunaan gadget, pola asuh dengan kejadian speech delay.
VIDEO EDUKASI MELALUI WHATSAPP UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN PASIEN TUBERKULOSIS Achmad Wahdi; Alimansur , Moh.; Karingga, Devangga Darma; Puspitosari, Dewi Retno; Lutfi, Erik Irham
Jurnal LENTERA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Lentera
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v6i1.570

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health concern in Indonesia, including in Kediri District, where the number of cases continues to increase. Limited knowledge among patients, families, and communities regarding TB transmission prevention contributes significantly to ongoing spread. Advances in communication technology—particularly the widespread use of WhatsApp—provide new opportunities for delivering health education in an accessible, efficient, and sustainable manner. This community service program aimed to improve tuberculosis patients’ knowledge about TB transmission prevention through direct counseling and the distribution of educational videos via WhatsApp. The intervention was conducted at Ngasem Public Health Center (Puskesmas Ngasem), involving 30 TB patients as participants. The activity included preparation, face-to-face counseling, distribution of educational videos over five consecutive days, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires delivered online. Analysis revealed a significant increase in participants’ knowledge after the intervention, indicated by a p-value of 0.000. These results confirm the effectiveness of WhatsApp as a health education medium capable of reinforcing understanding through repeated exposure to content, clear visual explanations, and ease of access. Furthermore, WhatsApp enables flexible two-way communication between health workers and patients, supporting continuous guidance and clarification. In conclusion, WhatsApp-based video education represents an effective strategy for improving knowledge of TB transmission prevention and holds strong potential for broader and sustained implementation within community health programs.
EDUKASI KESEHATAN JIWA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN JIWA PADA LANSIA DI KELURAHAN NGAMPEL, KOTA KEDIRI Mei Yunalia, Endang; Perdana Sulistyoning Suharto, Idola; Darma Karingga, Devangga; Dwi Ramayanti, Eva; Wahdi, Achmad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 4 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i4.%p

Abstract

Meningkatnya usia harapan hidup pada lansia, berpotensi meningkatkan bertambahnya permasalahan pada lansia, salah satunya adalah masalah kesehatan mental. Kesehatan mental lansia merupakan salah satu permasalahan yang perlu untuk diperhatikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan screening awal gangguan mental emosional dan memberikan edukasi tentang kesehatan jiwa pada lansia. Kegiatan ini diikuti oleh 21 lansia yang merupakan peserta dari Posyandu lansia yang ada di Kelurahan Ngampel, Kota Kediri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan melakukan screening kesehatan mental emosional dengan menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ) sebelum dilakukan edukasi kesehatan jiwa. Setelah dilakukan edukasi kesehatan jiwa, dilakukan kembali pengukuruan mental emosional dengan menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ). Hasil screening/ pre-test menggunakan SRQ yang dilakukan pada 21 lansia diperoleh hasil sebagian besar lansia yaitu sejumlah 15 orang (71,4%) tidak terindikasi mengalami gangguan mental emosional atau distres emosional dan hampir setengah lansia yaitu sejumlah 6 orang (28,5%) memiliki indikasi adanya gangguan mental emosional atau distres emosional. Setelah dilakukan kegiatan edukasi didapatkan hampir seluruh lansia sejumlah 18 orang (85,7%) tidak terindikasi mengalami gangguan mental emosional atau distres emosional dan sebagian kecil lansia yaitu sejumlah 3 lansia (14,2%) yang memiliki indikasi adanya gangguan mental emosional atau distres emosional. Dapat disimpulkan bahwa jumlah lansia yang memiliki inidikasi adanya gangguan mental mengalami penurunan setelah mendapatkan edukasi. 
Cognitive Development in Children Aged 2-3 Years with Stunting in Kediri Suharto, Idola Perdana Sulistyoning; Susmiati; Endang Mei Yunalia; Devangga Darma Karingga; Angeline Bushy; Ines Septiya Prayogi
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 3 (2026): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i3.1085

Abstract

Background: In the first 1,000 days of life, children are vulnerable to chronic malnutrition, known as stunting, which impacts cognitive development. An initial survey in Blabak Village, Kediri City, on several stunted children showed language delays, difficulty concentrating, motor delays and understanding commands, which means they tend to experience cognitive disorders. Purpose: The study aim is to analyze the relationship between stunting and cognitive development in children aged 2–3 years. Methods: This research using correlation analytical research design with cross-sectional approach. Sample of 54 children aged 2-3 years, selected using proportionate stratified random sampling. The research was conducted at 6 integrated health service post (posyandu), Blabak Village, Kediri City in September 2024. Stunting as an independent variable, while cognitive development as a dependent variable. Data were analyzed using Spearman rho test. Results: The results of Spearman's rho between stunting and cognitive development in learning and problem solving category, logical thinking, symbolic thinking sequentially have P values of 0.000; 0.000; and 0.005. The correlation coefficient between Stunting and Cognitive Development in Learning and Problem Solving Category, Logical Thinking, Symbolic Thinking sequentially is 0.651; 0.650; 0.374. Conclusion: There is a significant relationship between stunting and cognitive development in learning and problem solving category (strong relationship), logical thinking (strong relationship), symbolic thinking (quite strong relationship).