Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluasi Sifat Mekanis Beton Menggunakan Agregat Kasar Batu Andesit Toraja Utara Israel Padang; Hernita Matana; Yulius Pakiding; Fiki Kogoya; Zet Karangan
Jurnal Karajata Engineering Vol. 6 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v6i2.3781

Abstract

The increasing demand for concrete has intensified the exploitation of natural coarse aggregates, while large quantities of andesite waste generated from stone-carving activities in North Toraja remain underutilized. This study investigates the feasibility of using locally sourced andesite waste as a 100% replacement for conventional coarse aggregate in normal-strength concrete. Concrete specimens with a target compressive strength of 20 MPa were prepared and tested for workability, compressive strength at 3, 7, 14, and 28 days, and splitting tensile strength at 28 days. Experimental results showed that the andesite aggregate satisfied all standard requirements for coarse aggregates. The concrete containing andesite aggregate achieved a 28-day compressive strength of 18.02 MPa and a splitting tensile strength of 2.93 MPa, compared with 19.82 MPa and 3.16 MPa for the control concrete, representing reductions of approximately 9.1% and 7.3%, respectively. Despite these reductions, the concrete remained within the range of normal-strength structural concrete. The findings demonstrate that waste andesite from local stone-processing activities can be utilized as an alternative coarse aggregate, contributing to sustainable construction practices and reducing dependence on natural aggregate resources.
Analisis Bangkitan Perjalanan Masyarakat Kelurahan Sa’dan Matallo Kecamatan Sa’dan Dian Siama; Yulius Pakiding; Rilva Toding Bua'
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Paulus Civil Engineering Journal, Juni 2026
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/f15rnr90

Abstract

Peningkatan aktivitas masyarakat menyebabkan kebutuhan perjalanan dan mobilitas semakin meningkat, terutama pada wilayah permukiman dengan aktivitas sosial ekonomi yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menimbulkan bangkitan perjalanan yang dipengaruhi oleh karakteristik sosial ekonomi rumah tangga seperti kepemilikan kendaraan, jumlah anggota keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan pendapatan rumah tangga. Namun, hingga saat ini belum tersedia data empiris mengenai bangkitan perjalanan masyarakat di Kelurahan Sa’dan Matallo, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi bangkitan perjalanan masyarakat di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bangkitan perjalanan masyarakat di Kelurahan Sa’dan Matallo, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap 87 responden rumah tangga. Variabel yang dianalisis meliputi kepemilikan kendaraan, jumlah anggota keluarga, jumlah anggota keluarga yang bekerja, jumlah anggota keluarga yang bersekolah, dan pendapatan rumah tangga. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel kepemilikan kendaraan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan rumah tangga berpengaruh signifikan terhadap bangkitan perjalanan masyarakat. Namun secara parsial, hanya jumlah anggota keluarga yang berpengaruh signifikan, sedangkan kepemilikan kendaraan dan pendapatan rumah tangga tidak berpengaruh signifikan. Pada tahap awal analisis, variabel jumlah anggota keluarga yang bekerja dan jumlah anggota keluarga yang bersekolah menunjukkan pengaruh yang sangat kuat sehingga menyebabkan kondisi perfect fit akibat hubungan langsung dengan variabel bangkitan perjalanan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah anggota keluarga merupakan faktor dominan yang memengaruhi besarnya bangkitan perjalanan masyarakat di wilayah penelitian.  
Integrated Traffic Safety Assessment Using Accident Equivalent Numbers And Road User Perceptions In Tana Toraja Azril Tangke Sombolinggi; Rilva Toding Bua'; Abdias Tandy Arrang; Yulius Pakiding
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 17 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v17i1.784

Abstract

Traffic safety in mountainous regions is influenced by the interaction between infrastructure conditions, traffic exposure, and road user behavior. This study aims to analyze traffic accident characteristics and evaluate the influence of road user perceptions on accident risk on the Makale–Rantepao National Road in Tana Toraja, Indonesia. The study employed an integrated quantitative approach by combining objective historical data and subjective perception data within a single traffic safety framework. Secondary data consisted of traffic accident records from 2022–2025 and traffic exposure indicators, including vehicle ownership and population data from 2021–2024. Primary data were collected through a questionnaire survey involving 110 road users conducted in early 2026. Data analysis was performed using the Accident Equivalent Number (AEN) method, traffic exposure ratio analysis, descriptive statistics, and multiple linear regression. The results indicate that traffic accidents in Tana Toraja fluctuated during the study period, with the highest AEN recorded in 2022 at 815 and the lowest in 2025 at 351. Meanwhile, the vehicle-to-population ratio increased from 0.322 in 2021 to 0.373 in 2024, indicating increasing traffic pressure and exposure risk. Regression analysis demonstrates that road surface conditions, road safety facilities, and road user behavior significantly influence accident risk perception, with a coefficient of determination (R²) of 0.457. Among the independent variables, road surface condition showed the strongest influence on perceived accident risk. The findings suggest that integrating accident severity indicators, traffic exposure, and road user perceptions provides a more comprehensive understanding of traffic safety conditions in mountainous areas. This study contributes to the development of an integrated traffic safety assessment framework that can support sustainable road safety management and policy formulation in developing regions.