Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Assessment of the Quality of the Saddang River as A Water Resource in North Toraja Regency Using Storet and Pollution Index Reni Oktaviani Tarru; Juliah Sarira; Marianne Y Marrung; Harni Eirene Tarru; Yulius Pakiding
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 1 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i1.270

Abstract

Background: The Saddang River in North Toraja Regency serves as a key water resource for domestic, agricultural, and fishery needs. Increased activity along the watershed may degrade water quality and threaten the sustainability of the river's functions. Objective: This study aims to evaluate the water quality of the Saddang River as a water resource in North Toraja Regency using the STORET and Pollution Index methods. Methods: Sampling was conducted at four observation points (upstream, two middle stations, and downstream) over two weeks, measuring temperature, pH, DO, BOD, COD, TDS, and Total Coliform, with reference to class II water quality standards in Government Regulation Number 22 of 2021. Results: STORET classified the Saddang River as moderately polluted at all stations (scores: −11 to −15). The Pollution Index indicated more severe conditions: in Week 1, ST1 and ST4 were moderately polluted (IP 7.30–8.71) and ST2–ST3 were heavily polluted (IP 10.79–13.18); in Week 2, all stations were heavily polluted (IP 10.21–18.94). Dominant pollutants were Total Coliform, BOD, COD, and low DO (<4 mg/L), indicating organic and microbiological contamination from domestic sources. Water quality declined progressively from upstream to downstream. Conclusion: Both STORET and Pollution Index methods confirmed water quality degradation in the Saddang River, with Total Coliform, BOD, COD, and low DO as dominant pollutants. ST2 and ST3 were identified as critical pollution hotspots requiring priority intervention. The combined application of both methods provides a robust framework for evidence-based water resource management in North Toraja Regency.
Evaluasi Sifat Mekanis Beton Menggunakan Agregat Kasar Batu Andesit Toraja Utara Israel Padang; Hernita Matana; Yulius Pakiding; Fiki Kogoya; Zet Karangan
Jurnal Karajata Engineering Vol. 6 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v6i2.3781

Abstract

The increasing demand for concrete has intensified the exploitation of natural coarse aggregates, while large quantities of andesite waste generated from stone-carving activities in North Toraja remain underutilized. This study investigates the feasibility of using locally sourced andesite waste as a 100% replacement for conventional coarse aggregate in normal-strength concrete. Concrete specimens with a target compressive strength of 20 MPa were prepared and tested for workability, compressive strength at 3, 7, 14, and 28 days, and splitting tensile strength at 28 days. Experimental results showed that the andesite aggregate satisfied all standard requirements for coarse aggregates. The concrete containing andesite aggregate achieved a 28-day compressive strength of 18.02 MPa and a splitting tensile strength of 2.93 MPa, compared with 19.82 MPa and 3.16 MPa for the control concrete, representing reductions of approximately 9.1% and 7.3%, respectively. Despite these reductions, the concrete remained within the range of normal-strength structural concrete. The findings demonstrate that waste andesite from local stone-processing activities can be utilized as an alternative coarse aggregate, contributing to sustainable construction practices and reducing dependence on natural aggregate resources.
Analisis Bangkitan Perjalanan Masyarakat Kelurahan Sa’dan Matallo Kecamatan Sa’dan Dian Siama; Yulius Pakiding; Rilva Toding Bua&#039;
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Paulus Civil Engineering Journal, Juni 2026
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/f15rnr90

Abstract

Peningkatan aktivitas masyarakat menyebabkan kebutuhan perjalanan dan mobilitas semakin meningkat, terutama pada wilayah permukiman dengan aktivitas sosial ekonomi yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menimbulkan bangkitan perjalanan yang dipengaruhi oleh karakteristik sosial ekonomi rumah tangga seperti kepemilikan kendaraan, jumlah anggota keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan pendapatan rumah tangga. Namun, hingga saat ini belum tersedia data empiris mengenai bangkitan perjalanan masyarakat di Kelurahan Sa’dan Matallo, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi bangkitan perjalanan masyarakat di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bangkitan perjalanan masyarakat di Kelurahan Sa’dan Matallo, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap 87 responden rumah tangga. Variabel yang dianalisis meliputi kepemilikan kendaraan, jumlah anggota keluarga, jumlah anggota keluarga yang bekerja, jumlah anggota keluarga yang bersekolah, dan pendapatan rumah tangga. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel kepemilikan kendaraan, jumlah anggota keluarga, dan pendapatan rumah tangga berpengaruh signifikan terhadap bangkitan perjalanan masyarakat. Namun secara parsial, hanya jumlah anggota keluarga yang berpengaruh signifikan, sedangkan kepemilikan kendaraan dan pendapatan rumah tangga tidak berpengaruh signifikan. Pada tahap awal analisis, variabel jumlah anggota keluarga yang bekerja dan jumlah anggota keluarga yang bersekolah menunjukkan pengaruh yang sangat kuat sehingga menyebabkan kondisi perfect fit akibat hubungan langsung dengan variabel bangkitan perjalanan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah anggota keluarga merupakan faktor dominan yang memengaruhi besarnya bangkitan perjalanan masyarakat di wilayah penelitian.